Suamiku Genderuwo Tampan

Suamiku Genderuwo Tampan
Bab 29 ( Titipan Terindah )


__ADS_3

Abi Ahmad nampak berpikir ketika mendengar pertanyaan Umi Maryam.


"Kita cari tau saja besok, siapa tau Yusuf tau sesuatu," jawab Abi Ahmad.


"Abi itu aneh, masa bayi sudah bisa bicara," ujar Umi Maryam dengan tertawa.


"Umi besok pasti akan terkejut melihat keistimewaan yang dimiliki oleh Yusuf," ujar Abi Ahmad dengan tersenyum.


Keesokan paginya, Abi Ahmad dan Umi Maryam terbangun setelah mendengar suara Adzan Subuh, dan mereka begitu terkejut ketika melihat Yusuf yang sedang melaksanakan Shalat Subuh.


"Bi, Umi tidak salah lihat kan?" tanya Umi Maryam.


"Subhanallah, ternyata benar penglihatan batin Abi, kalau Yusuf memiliki keistimewaan, tapi Abi tidak pernah mengira jika Yusuf sudah bisa melaksanakan Shalat di usianya yang baru sekitar 8 bulan. Apalagi Yusuf juga ternyata sudah bisa berjalan."


Abi Ahmad dan Umi Maryam sampai meneteskan airmata menatap takjub Yusuf yang membuat mereka bangga.


Yusuf kini menghampiri Umi Maryam dan Abi Ahmad untuk mencium punggung tangan kedua orangtua barunya tersebut.


"Subhanallah, Anak Umi Saleh sekali."


"Mana Ibu Yusuf?" tanya Yusuf dengan terus melihat ke sana kemari mencari keberadaan Sukma.


"Bi, ternyata Yusuf juga sudah bisa berbicara," ujar Umi Maryam dengan langsung memeluk tubuh Yusuf.


"Alhamdulillah, meskipun Yusuf bukan darah daging kita, tapi Allah SWT telah menitipkannya kepada kita, dan kita berkewajiban untuk menjaga Yusuf dengan baik," ujar Abi Ahmad.


"Iya Bi, Yusuf adalah titipan terindah dari Allah SWT," ucap Umi Maryam.


Abi Ahmad dan Umi Maryam kini melaksanakan Shalat Subuh berjamaah, setelah sebelumnya Umi Maryam menyuruh Yusuf untuk menunggu mereka dengan duduk di atas kasur.


Setelah selesai Shalat, Umi Maryam dan Abi Ahmad kembali menghampiri Yusuf yang terdengar sedang menghafalkan ayat-ayat suci Al-qur'an, sehingga membuat kedua orangtua angkat Yusuf semakin merasa kagum.


"Sayang, ini Abi, dan ini Umi," ujar Umi Maryam yang mengenalkan dirinya dan juga Abi Ahmad kepada Yusuf.


"Ini Yusuf Maulana," ujar Yusuf dengan menunjuk dirinya sendiri.

__ADS_1


"Nama Ibu Yusuf siapa?" tanya Abi Ahmad.


"Nama Ibu Sukma Ayu."


Umi Maryam merasa heran karena Abi Ahmad tidak menanyakan nama Ayah Yusuf.


"Bi, kenapa Abi tidak menanyakan Nama Ayah Yusuf?" tanya Umi Maryam.


"Abi kan semalam sudah cerita sama Umi, jadi Abi tidak perlu menanyakannya lagi kepada Yusuf. Oh iya, Abi mau tanya. Yusuf tau gak rumah Nenek sama Kakek Yusuf di Jawa Timur?" tanya Abi Ahmad.


"Yusuf tau rumah Nenek Atun dan Kakek Parjo," jawab Yusuf.


"Kalau begitu apa Yusuf mau ketemu Kakek dan Nenek?" tanya Abi Ahmad.


"Mau, Yusuf mau ketemu Ibu juga," ujar Yusuf, sehingga Abi Ahmad dan Umi Maryam sedih mendengar perkataan Yusuf, karena mereka tidak tau nasib Sukma saat ini seperti apa.


......................


Setelah Yuli dan Jaka jauh dari Mesjid, Yuli menyuruh Jaka untuk berhenti.


"Berhenti dulu Mas, sepertinya Yuli merasakan ada sesuatu yang hilang," ujar Yuli dengan nafas yang masih ngos-ngosan karena masih takut jika tindakan kriminalnya dipergoki oleh orang lain.


"Lho, kok sepertinya tubuhku sekarang enteng ya, padahal tadi kan rasanya berat karena aku gendong Yusuf," gumam Yuli, kemudian Yuli dan Jaka sama-sama baru menyadari kalau Yusuf sudah tidak ada dalam gendongan Yuli.


"Kemana Yusuf Yuli?" tanya Jaka yang terlihat panik.


"Aku juga tidak tau Mas, tadi Yusuf kan sudah aku gendong, tapi sekarang tiba-tiba Yusuf hilang. Apa mungkin saat kita tertidur Yusuf kabur dari gendonganku?" tanya Yuli.


"Tapi Yusuf masih bayi Yuli, mana mungkin Yusuf bisa kabur."


"Tapi Yusuf spesial Mas, dia berbeda dari bayi pada umumnya, bahkan Yusuf sudah bisa berjalan dan berbicara di usianya yang baru 8 bulan," ujar Yuli dengan menyesali semuanya karena saat ini Yuli sudah kehilangan satu tambang emas nya.


Dimana kamu Nak, maafin Ayah yang tidak bisa melindungi Yusuf, semoga saja Yusuf baik-baik saja dimana pun Yusuf berada, ucap Jaka dalam hati.


"Ingat Mas, kamu jangan bilang kepada Sukma kalau Yusuf hilang, karena Sukma pasti tidak akan mau menuruti keinginan kita. Kita bilang saja kalau Yusuf ada di tangan kita, supaya Sukma dengan senang hati mengorbankan dirinya untuk Yusuf," ujar Yuli dengan tersenyum licik.

__ADS_1


Aku tidak pernah menyangka kalau Yuli benar-benar licik, dan aku sudah terjebak ke dalam permainannya. Maafin aku Sukma, aku bukan Suami dan Aya yang baik untuk kalian, batin Jaka.


Jaka dan Yuli akhirnya sampai di rumah Mbah Jarwo pada pukul tujuh pagi, dan Mbah Jarwo sudah tersenyum melihat kedatangan Yuli dan Jaka.


"Sepertinya kalian sudah berhasil membawa tumbal untuk mendapatkan harta kekayaan yang banyak?" ujar Mbah Jarwo dengan tersenyum bahagia.


"Tapi maaf Mbah kita hanya berhasil membawa satu tumbal saja, karena Tuyul yang kita bawa berhasil kabur, jadi kita hanya membawa Kuntilanak saja," bisik Yuli kepada Mbah Jarwo.


"Sayang sekali, padahal Tuyul yang kalian bawa bisa memberikan kesuksesan untuk kalian, tapi tidak apa-apa, meskipun cuma Ibunya, kita bisa menikahkannya dengan makhluk ghaib yang bisa memberikan harta yang banyak untuk kita." Terlebih lagi aku akan bisa menikmati tubuhnya terlebih dahulu, lanjut Mbah Jarwo dalam hati.


Sukma yang masih belum sadar dari pengaruh obat tidur, kini Jaka gendong ke dalam rumah Mbah Jarwo.


"Kamu tidurkan saja perempuan cantik ini di kamar si Mbah," ujar Mbah Jarwo.


"Tapi Mbah, tolong jangan sentuh Sukma," ujar Jaka.


"Mbah hanya akan membersihkan kotoran dari tubuhnya supaya nanti banyak Makhluk ghaib yang berlomba-lomba memperebutkannya, apalagi perempuan ini mempunyai tanda di bahunya, atau sering disebut bahu laweyan." Kalau aku bisa menyentuhnya, maka aku akan memiliki kekuatan yang besar, lanjut Mbah Jarwo dalam hati.


Mbah Jarwo yang sudah bernafsu terhadap Sukma pun langsung saja masuk ke dalam kamarnya untuk melakukan aksi bejatnya.


"Kamu cantik sekali sayang, dan sekarang aku akan menikmati tubuh indahmu," ucap Mbah Jarwo dengan membuka seluruh pakaiannya.


Mbah Jarwo kini mendekati tubuh Sukma, kemudian membuka lakban pada mulut Sukma, tapi ketika Mbah Jarwo hendak membuka pakaian Sukma, tubuh Mbah Jarwo langsung terpental karena Bara mencoba memakaikan pagar ghaib pada tubuh Sukma.


"Ternyata penjaga perempuan ini sangat kuat, bahkan aku sama sekali tidak bisa menyentuhnya," ujar Mbah Jarwo.


Mbah Jarwo yang sudah tidak tahan untuk melampiaskan hasratnya pun kini memanggil Yuli untuk masuk ke dalam kamarnya.


"Ada apa Mbah?" tanya Yuli.


"Kamu harus melayaniku sekarang juga cantik, karena aku tidak bisa menyentuh Sukma," ujar Mbah Jarwo.


"Tapi Mbah, bagaimana nanti kalau Mas Jaka tau," ujar Yuli yabg ketakutan.


"Tenang saja, aku akan membuat Suamimu tidur," ujar Mbah Jarwo dengan meniupkan sebuah ajian kepada tubuh Jaka sampai akhirnya Jaka tertidur pulas, dan Yuli hanya bisa pasrah menerima pelampiasan hasrat dari dukun cabul tersebut.

__ADS_1


Sampai akhirnya Sukma terbangun dan melihat perbuatan yang saat ini sedang dilakukan Mbah Jarwo dan Yuli di hadapannya.


"Apa yang sedang kalian lakukan?" tanya Sukma dengan membulatkan matanya.


__ADS_2