Suamiku Genderuwo Tampan

Suamiku Genderuwo Tampan
Bab 78 ( Pengakuan Dosa )


__ADS_3

Alexa terlihat berpikir ketika mendengar perkataan Sandi yang ternyata mempunyai pemikiran yang sama dengannya.


"Sebenarnya Lexa juga mempunyai pemikiran yang sama Mas, hanya saja Lexa takut untuk membuat pengakuan dosa."


"Terus kita harus bagaimana dong, Mas takut kalau bintit di mata kita gak hilang-hilang, padahal minggu depan kita berdua juga akan menikah."


Ketika Sandi dan Alexa terlihat kebingungan, Alex dan Angel datang menghampiri mereka.


"Sandi, Alexa, kalian sedang apa?" tanya Alex.


"Setan, setan," ujar Sandi yang kaget mendengar suara Alex.


"Enak saja lelaki tampan begini dipanggil Setan," ujar Alex yang tidak terima dengan perkataan Sandi.


"Maaf Kak, Mas Sandi cuma kaget," ujar Alexa.


Ketika Alex melihat mata Sandi dan Alexa bintitan, Alex langsung menertawakan mereka.


"Kalian habis ngintip ya, makanya matanya bintitan seperti itu?" ujar Alex dengan terkekeh.


"Iya," jawab Sandi.


"Enggak," jawab Alexa.


Alex memicingkan matanya menatap Sandi dan Alexa.


"Apa semalam kalian mengintip Kakak?" tanya Alex penuh dengan penekanan.


"Enggak," jawab Sandi.


"Iya," jawab Alexa.


"Kenapa sekarang jawabannya kebalik? Kakak jadi curiga," selidik Alex dengan tatapan mata yang tajam, sehingga Sandi dan Alexa terlihat gemetar ketakutan.


"Sayang, sudah, jangan menuduh mereka seperti itu, kamu membuat Alexa dan Sandi ketakutan. Mungkin semalam mereka kurang tidur, makanya mata mereka berdua bintitan," ujar Angel.


Alexa yang memperhatikan cara jalan Angel yang berbeda, langsung saja menanyakannya karena merasa penasaran.


"Kakak ipar kenapa jalannya seperti pakai pampers?" celetuk Alexa.


"Nanti juga kamu bakalan mengalaminya setelah malam pertama," jawab Angel.

__ADS_1


"Kalau begitu Lexa gak jadi nikah aja, apalagi semalam Lexa dengar Kakak ipar menjerit kesakitan," ujar Alexa yang keceplosan, sehingga Alexa langsung menutup mulutnya sendiri.


Alex sudah menatap tajam Alexa, tapi Angel merangkul Alex supaya menahan emosinya.


"Maaf Kak, Lexa gak sengaja denger, tapi Lexa beneran gak ngintip kok, kita gak lihat apa-apa kan Mas Sandi," ujar Alexa.


"Iya bener Kakak ipar, kami tidak mengintip, cuma kami denger suara-suara aneh yang bikin bulu kuduk merinding aja," ujar Sandi.


"Kalian bener-bener ya," ujar Alex yang merasa geram kepada Alexa dan Sandi.


Sukma dan Bara yang baru kembali ke Kerajaan Genderewo, langsung menghampiri Anak-anaknya.


"Lho, kenapa mukanya pada tegang seperti itu?" tanya Bara.


Alexa langsung berhambur memeluk Sukma.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Sukma kepada Alexa.


"Kak Alex marah sama Lexa Bunda."


"Kak Alex tidak mungkin marah tanpa sebab, apa Lexa telah melakukan kesalahan? dan kenapa mata Lexa dan Sandi sampai bintitan seperti itu?" tanya Sukma.


Alexa dan Sandi menceritakan semua kejadian yang sebenarnya ketika mereka dengan lancang masuk ke dalam kamar pengantin Alex dan Angel, sampai akhirnya mereka berdua terjebak di dalam kolong ranjang Alex dan Angel.


"Ayah, kenapa tertawa? apa ada yang lucu?" tanya Alexa.


"Tentu saja Ayah tertawa, karena Sandi dan Lexa masih sangat polos, padahal sebentar lagi kalian juga akan menikah," jawab Bara.


"Bunda, apa Lexa batalin saja pernikahan Lexa dengan Mas Sandi? Lexa takut kesakitan juga seperti Kak Angel," ujar Lexa.


"Sakitnya cuma sebentar kok Lexa, lama kelamaan juga tambah enak," ujar Angel dengan tersipu malu, sehingga membuat Alex menjadi salah tingkah juga.


"Apa benar seperti itu?" tanya Alexa, dan semuanya diam tanpa ada yang mau menjawab.


"Sudahlah Lexa, kamu jangan menanyakan hal seperti itu, nanti kamu juga akan mengalaminya," ujar Alex yang masih merasa malu jika membicarakan urusan ranjang.


"Nak, sekarang Lexa minta maaf sama Kak Alex dan Kak Angel ya, ini semua harus Lexa jadikan pelajaran, jika masuk ke kamar oranglain itu harus meminta ijin terlebih dahulu," ujar Sukma.


"Baik Bunda, Lexa akan mengingat semuanya. Maaf ya Kak Alex, Kak Angel, Lexa janji gak bakalan mengulanginya lagi."


"Maafin Kakak juga ya karena udah marah-marah sama kalian. Ya sudah, kalau begitu sekarang kita sarapan," ajak Alex.

__ADS_1


Tiba-tiba bintitan pada mata Alexa dan Sandi hilang begitu saja.


"Lho, Mas Sandi sekarang bintitan nya udah gak ada," ujar Alexa.


"Lexa juga sama," ujar Sandi.


"Alhamdulillah, ternyata memang benar, jika berbuat dosa kita harus jujur dan meminta maaf," ucap Alexa.


Semuanya kini melangkahkan kaki untuk sarapan bersama, tapi Sandi nampak ragu untuk memakan hidangan yang saat ini terhidang di meja.


"Kenapa Mas Sandi terlihat ragu untuk memakan semua ini?" tanya Alexa.


"Ini semua beneran makanan kan? soalnya kalau nonton di film-film biasanya makanan yang terlihat menggugah selera sebenarnya adalah serangga atau atau hewan-hewan?" tanya Sandi.


"Kamu itu kebanyakan nonton film, Sandi. Kami juga pilih-pilih makanan, mana mau makan serangga, lihat saja jijik," ujar Alex.


"Lexa sama Ibu juga manusia, jadi Mas Sandi tenang saja, tidak mungkin kami memberikan makanan yang haram untuk Mas Sandi."


"Maaf sayang, bukan maksud Mas seperti itu, Mas tidak bermaksud menyinggung kalian."


Alex yang mendengar Sandi memanggil Alexa dengan panggilan Sayang, langsung sewot.


"Sayang sayang pala loe peang," celetuk Alex.


"Nak, sekarang Alex sudah menikah, dan Alexa juga sebentar lagi akan menikah, jadi Alex tidak boleh cemburu jika Adik Alex dipanggil sayang oleh calon Suaminya," ujar Sukma.


"Maaf Bunda, Alex tidak bermaksud seperti itu, hanya saja Alex belum terbiasa jika ada lelaki lain yang dekat dengan Lexa, karena dari bayi kami selalu bersama."


"Bunda mengerti perasaan Alex, kalau begitu sekarang kita lanjutin makan lagi, karena kami harus kembali pulang k alam manusia."


"Kenapa cepat sekali Bunda?" tanya Alex.


"Kami harus mempersiapkan Pernikahan Sandi dan Alexa, dan rencananya kami akan mengadakan acara pernikahannya di Pesantren supaya semua Santri di sana bisa ikut menghadiri pernikahan Sandi dan Alexa," ujar Sukma.


"Memangnya kalau kami tetap tinggal di sini, kamu gak takut kalau nanti malam ada yang menguping lagi?" celetuk Bara, dan Alex tersenyum juga menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Maaf ya, Alex dan Angel tidak bisa membantu kalian, karena Alex tidak mungkin meninggalkan Kerajaan dalam waktu yang lama."


"Tidak apa-apa Nak, nanti saja pas akad kalian datang ke sana, kasihan di sini juga kalian sibuk, dan maaf kami tidak bisa membantu Pesta di sini," ujar Sukma.


"Tenang saja sayang, kalau di sini semuanya bisa dilakukan sekejap mata, jadi tidak ada yang perlu kamu khawatirkan. Justru yang harus kamu pikirkan sekarang adalah kamu harus mempersiapkan diri, karena setelah Alexa menikah, kita harus memberikan Adik untuk Yusuf," celetuk Bara.

__ADS_1


"Bara, aku ini sudah tua, sebentar lagi kita jadi Kakek dan Nenek, jadi kamu jangan macam-macam, kalau kamu mau, kamu saja yang hamil dan melahirkan," ujar Sukma yang merasa geram kepada Bara.


"Sepertinya Bunda kalian mau PMS, maaf Bunda, Ayah hanya bercanda," ujar Bara dengan memeluk serta mencium Sukma yang terlihat cemberut, dan Anak-anak mereka tersenyum melihat Bara yang begitu mencintai Sukma.


__ADS_2