
Saat ini rumah Sukma dan Bara kembali sepi karena Alexa dan Sandi sudah menetap di Jawa Timur, dan Yusuf yang sempat liburan selama dua minggu di Jakarta sudah kembali juga ke Pesantren.
"Sayang, kenapa kamu melamun terus? kamu pasti kesepian kan karena gak ada Anak-anak? makanya kita bikin lagi Adik buat Yusuf supaya rumah ini ramai," ujar Bara.
"Bara, aku bukannya tidak mau memiliki Anak lagi, tapi aku_" Sukma menghentikan ucapannya karena dirinya tidak kuasa untuk mengatakan semua itu.
"Aku tahu Sukma, kamu takut jika Anak kita nanti akan seperti Alex dan Alexa saat lahir dulu kan? bahkan kamu ngidam yang aneh-aneh karena kamu hamil Anak Genderewo," ujar Bara.
"Bara, maafkan aku, aku tidak bermaksud menyinggung perasaan kamu."
"Sayang, aku tidak tersinggung karena memang kenyataannya aku adalah Genderewo, bahkan aku sangat bersyukur karena kamu masih bersedia menjadi pendamping hidupku," ujar Bara yang selalu mencintai Sukma, dan semakin hari perasaan cinta itu semakin bertambah.
......................
Semenjak Yusuf pulang liburan dari Jakarta, setiap malam Yusuf selalu memimpikan Bara yang berwujud Genderewo, dan Yusuf selalu mendengar bisikan supaya Yusuf memusnahkannya.
"Kenapa Yusuf selalu bermimpi jika Ayah berubah menjadi sosok Genderewo yang menyeramkan? dan Yusuf selalu mendapatkan bisikan-bisikan aneh supaya Yusuf memusnahkan Genderewo yang Yusuf lihat," gumam Yusuf.
Raja iblis yang sudah dimusnahkan oleh Yusuf sebenarnya masih hidup di dasar Neraka, tapi Raja iblis tidak bisa masuk ke alam manusia, sehingga Raja iblis selalu berbisik kepada Yusuf untuk membunuh Bara, supaya dendamnya terhadap Bara bisa terbalaskan lewat Yusuf.
Kyai Ahmad yang melihat Yusuf menjadi pendiam setelah pulang dari Jakarta, saat ini menghampiri Yusuf yang terlihat melamun.
"Nak, Yusuf kenapa melamun terus?" tanya Kyai Ahmad.
"Yusuf saat ini sedang memikirkan sesuatu Abi."
"Kalau Yusuf ada masalah, Yusuf bisa ceritakan semuanya kepada Abi."
Yusuf mulai menceritakan mimpi yang selalu terjadi kepadanya serta bisikan-bisikan aneh yang terus saja terdengar di telinga Yusuf.
__ADS_1
"Nak, Yusuf perbanyak istighfar, dan Yusuf harus lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, insyaallah Yusuf tidak akan mendengar bisikan-bisikan aneh itu lagi," ujar Kyai Ahmad.
"Terimakasih banyak Abi, lalu bagaimana supaya Yusuf tidak bermimpi tentang sosok Ayah yang berubah menjadi makhluk menyeramkan?"
"Suatu saat nanti, Yusuf akan tahu jawabannya," ujar Abi Ahmad, karena Abi Ahmad tidak ingin Yusuf tahu dari dirinya bahwa Bara sebenarnya adalah sosok Genderewo.
Semenjak Yusuf sering membaca istighfar dan lebih rajin beribadah, Yusuf sudah tidak mendengar bisikan-bisikan aneh lagi, tapi Yusuf masih sering memimpikan masa lalu Bara yang sudah banyak memakan tumbal, sehingga Yusuf semakin jauh dari Bara dan Sukma, karena setiap libur sekolah, Yusuf tidak mau liburan ke Jakarta lagi.
......................
Sepuluh tahun kini telah berlalu, Yusuf saat ini sudah berusia 13 tahun, dan Yusuf semakin pintar dalam semua pelajaran, bahkan Yusuf mempunyai banyak kelebihan, di antaranya bisa melihat masalalu dan masa depan.
Hari ini Yusuf terpaksa ikut Sukma dan Bara ketika menjemputnya untuk mengunjungi Alexa dan Sandi ke Jawa Timur, karena Alexa sudah melahirkan Anak ketiganya, sedangkan Alex dan Angel sudah memiliki sepuluh Anak.
"Yusuf sayang, bagaimana sekolahnya?" tanya Sukma.
"Alhamdulillah lancar Bu," jawab Yusuf singkat.
Bara dan Sukma sedih melihat Yusuf yang semakin hari semakin menjauh dari mereka, tapi mereka selalu bersabar, yang penting Yusuf selalu sehat dimana pun Yusuf berada.
......................
Sandi dan Alexa saat ini menempati rumah Sukma semenjak Bu Inem meninggal dunia lima tahun yang lalu, dan rumah Sukma peninggalan dari mendiang Mbok Ningsih tersebut sudah dibangun menjadi rumah yang mewah oleh Sandi, Karena Sandi sekarang sudah sukses menjadi juragan tanah dan ternak di kampungnya.
"Assalamu'alaikum," ucap Sukma, Bara dan Yusuf ketika sampai di depan rumah Alexa.
"Wa'alaikumsalam," jawab Bu Atun yang saat ini membukakan pintu, karena Alexa masih belum pulih pasca kemarin melahirkan.
"Ibu apa kabar?" tanya Sukma dengan memeluk tubuh Bu Atun.
__ADS_1
"Alhamdulillah, Ibu sehat Nak, apalagi sekarang Ibu sudah mempunyai tiga Cucu dari Alexa dan Sandi, dan satu Cucu dari Jaka, yaitu Cucu Ibu yang paling tampan ini," jawab Bu Atun dengan memeluk tubuh Yusuf.
Yusuf yang kembali mengingat sosok mendiang Jaka, merasakan sakit pada kepalanya, karena Yusuf melihat potongan-potongan masalalu Sukma dan Jaka dulu.
Kenapa bisa aku mempunyai dua Ayah? batin Yusuf kini bertanya-tanya. Dulu waktu masih kecil, Yusuf tidak terlalu memikirkan semua itu karena Yusuf masih belum mengerti, tapi setelah beranjak remaja, Yusuf semakin hari semakin mengerti dengan semua yang telah terjadi dengan kehidupannya.
"Yusuf kenapa Nak?" tanya Bara dengan memegang tangan Yusuf, tapi Yusuf langsung menepisnya.
"Nek, apa Nenek bisa mengantar Yusuf ke kamar, kepala Yusuf tiba-tiba sakit."
Bu Atun sebenarnya merasa tidak enak kepada Bara dan Sukma.
"Tidak apa-apa Bu, Ibu antar saja Yusuf ke dalam kamar, biar kami melihat Alexa dulu," ujar Sukma.
Sukma yang melihat kesedihan di mata Bara mencoba menghiburnya dengan memeluk tubuh Bara.
"Sayang, kamu tidak kenapa-napa kan? masa udah jadi Kakek, kakek, kakek dari banyak Cucu masih saja cemberut seperti Anak kecil," goda Sukma.
"Aku kangen Yusuf kecil kita dulu Sukma. Kenapa sekarang Yusuf berubah?" gumam Bara dengan menitikkan airmata.
"Sayang, maafkan Yusuf ya, saat ini Yusuf berada dalam fase mencari jati diri sendiri, karena saat ini Yusuf sudah menjadi seorang ABG."
"Tapi saat ini aku melihat banyak kelebihan yang Yusuf miliki Sukma, bahkan aku melihat sosok Yusuf yang sudah banyak memusnahkan makhluk halus. Apa mungkin Yusuf bisa melihat masalalu makanya sikap dia berubah terhadapku?"
Semakin hari kekuatan yang Bara miliki semakin berkurang karena Bara tidak pernah mendapatkan tumbal lagi semenjak menjadi seorang Muslim, dan Bara belum tau jika banyak berdzikir dan berdo'a bisa menambah kekuatan pada dirinya.
"Bara, aku juga tidak tahu apa yang telah terjadi kepada Yusuf, tapi aku berharap kamu selalu memakluminya, meski pun sampai saat ini aku selalu merasa takut jika Yusuf sudah memiliki kekuatan untuk menghapus tanda lahir yang kamu berikan kepadaku," ujar Sukma dengan memeluk tubuh Bara.
Sandi yang baru ke luar dari dalam kamar dengan menuntun kedua Anaknya yang berumur 8 tahun dan 5 tahun, langsung saja melontarkan sindiran kepada Sukma dan Bara yang masih saja selalu terlihat mesra.
__ADS_1
"Ayah, Bunda, apa kalian tidak melihat jika ada dua Cucu yang melihat kalian berpelukan," sindir Sandi.
Kedua Cucu Sukma dan Bara langsung berlari untuk memeluk tubuh Kakek dan Neneknya tersebut, sehingga membuat Bara merasa lebih baik.