Suamiku Genderuwo Tampan

Suamiku Genderuwo Tampan
Bab 34 ( Cinta dua Dunia )


__ADS_3

Jaka yang baru sadar dari pingsannya, kini seperti orang gila, karena Jaka terus saja mencari keberadaan Sukma.


"Sukma sayang, kamu dimana?" teriak Jaka.


Yuli yang mendengar teriakan Jaka yang memanggil Sukma sayang, merasa sangat geram, karena Jaka masih saja memikirkan Sukma.


"Kenapa sih Mas, kamu masih saja mencari perempuan kampung itu?" tanya Yuli.


"Yuli, aku mohon kembalikan Sukma, aku tidak mau kehilangan Sukma, aku sangat mencintainya," ujar Jaka.


Plak


Yuli yang sudah tidak tahan mendengar perkataan Jaka pun, akhirnya menampar pipi Jaka.


"Sadar kamu Mas, kamu itu sudah diguna-guna oleh si Sukma," teriak Yuli.


"Tidak Yuli, aku yang sudah menyakiti Sukma, aku juga sudah mengkhianati Sukma, aku sangat menyesal, aku sangat menyesal," teriak Jaka dengan terus mengacak rambutnya secara kasar.


"Sadar kamu Mas, lihat semua ini, sekarang kita sudah memiliki rumah mewah, mobil, harta yang berlimpah, dan pastinya Bos Tono tidak akan mencari keberadaan kita lagi, karena kita sudah membayar hutang," ujar Yuli.


"Tapi kita mendapatkan semua ini dengan cara yang salah Yuli, kita telah menumbalkan orang yang tidak berdosa," ujar Jaka.


"Munafik kamu Mas, apa susahnya sih tinggal menikmati semuanya," ujar Yuli.


Jaka yang merasa geram terhadap Yuli, tiba-tiba mencekik leher Yuli, sehingga membuat Yuli hampir saja kehabisan nafas. Yuli mencoba memberontak dengan memukul dada Jaka, dan Jaka akhirnya tersadar dan melepaskan tangannya dari leher Yuli.

__ADS_1


"Kamu sudah gila Mas, kamu mau membunuhku?" teriak Yuli dan Jaka langsung menjatuhkan tubuhnya di atas lantai.


"Sukma, Yusuf, aku merindukan kalian, sekarang kalian dimana?" teriak Jaka.


Sepertinya aku harus memasukan lelaki tidak berguna ini ke dalam Rumah Sakit jiwa, dia juga hampir saja membunuhku, tapi aku sangat mencintainya, dan aku tidak akan bisa hidup tanpa Mas Jaka, ucap Yuli dalam hati.


Yuli secara perlahan mendekati tubuh Jaka, dan Yuli mengeluarkan airmata Buaya supaya hati Jaka luluh.


"Mas Jaka, maafin Yuli, Yuli sangat mencintai Mas Jaka, Mas Jaka jangan seperti ini, nanti kita cari Yusuf ke Jawa Timur lagi ya," supaya harta kita semakin banyak jika mendapatkan Tuyul kecil itu, lanjut Yuli dalam hati.


"Yuli, aku menyesal Yuli, kenapa kita tega sekali menumbalkan Sukma, padahal aku dan Sukma sudah tumbuh bersama dari semenjak kami masih bayi. Sukma selalu baik kepadaku, tapi apa yang telah aku lakukan kepadanya, aku malah menyakitinya, aku sudah mengkhianatinya, bahkan aku dengan teganya sudah menumbalkan Sukma," ujar Jaka yang saat ini berada dalam pelukan Yuli.


"Sudahlah Mas, semuanya sudah terjadi, dan Raja Genderewo pasti tidak akan pernah melepaskan Sukma." Semoga saja Sukma sudah mati dimakan Raja Genderewo, lanjut Yuli dalam hati dengan tersenyum licik.


"Kita harus mencari Yusuf Yuli, aku harus menjaga amanah yang diberikan oleh Sukma. Bagaimanapun juga Yusuf adalah darah dagingku," ujar Jaka dengan menangis, karena Jaka takut sampai terjadi sesuatu yang buruk kepada Yusuf.


Aku harus meminta ajian kepada Mbah Jarwo, supaya Mas Jaka bertekuk lutut kepadaku dan tidak terus memikirkan si Sukma perempuan kampung itu, ucap Yuli dalam hati.


"Yuli, kamu tidak berbohong kan akan membantuku mencari Yusuf?" tanya Jaka.


"Tentu saja tidak, tapi Mas sekarang harus meminum obat dulu ya," ujar Yuli dengan memberikan obat penenang dan segelas air putih kepada Jaka, supaya Jaka tertidur dan merasa lebih tenang.


Jaka kemudian dibantu Yuli untuk berbaring di tempat tidur, dan setelah Jaka tertidur, Yuli memutuskan untuk menemui Mbah Jarwo supaya memberikan ajian atau pun sesuatu yang bisa membuat Jaka tunduk dan patuh kepadanya.


"Sebaiknya aku segera pergi ke rumah Mbah Jarwo, mungpung Mas Jaka sedang tidur," gumam Yuli.

__ADS_1


......................


Sukma merasa lebih tenang karena bisa memantau keadaan Yusuf dari tangan Bara atau pun kedua Anaknya yang bisa memperlihatkan kegiatan yang sedang Yusuf lakukan.


Yusuf, maafkan Ibu Nak, karena Ibu sudah tidak bisa menjaga dan melindungi Yusuf lagi. Semoga Yusuf selalu diberikan kesehatan ya, Ibu akan selalu berdo'a untuk Yusuf, ucap Sukma dalam hati.


"Sayang, jangan sedih lagi ya, maaf kalau aku tidak bisa mengantarkan kamu untuk menemui Yusuf, karena saat ini portal ghaib yang menuju alam manusia harus kita tutup," ucap Bara.


"Kenapa portal ghaib nya harus ditutup?" tanya Sukma.


"Dulu, ketika Alex dan Alexa lahir, aku menutupnya karena banyak yang mengincar Anak kita, mereka ingin memanfaatkan kekuatan besar yang Alex dan Alexa miliki, tapi kemarin, ketika kamu dalam bahaya besar, aku tidak bisa membiarkanmu begitu saja karena banyak makhluk ghaib yang berusaha untuk menikahimu supaya bisa menambah kekuatan mereka."


"Apa yang membuat mereka ingin menikahiku?" tanya Sukma.


"Karena kamu mempunyai tanda bahu laweyan yang telah diberikan olehku. Jadi, makhluk ghaib yang dapat menikahimu, akan mendapatkan kekuatan yang besar. Maafkan aku sayang, semua ini karena perbuatanku yang sudah memberikan tanda tersebut, sehingga membuat kamu dalam bahaya, bahkan Raja Iblis saja menginginkanmu untuk menjadi Permaisurinya, untung saja kemarin Raja Iblis tidak bisa datang untuk memperebutkan dirimu, karena dia sedang sibuk mengurus kerajaannya. Aku tidak tau akan jadi seperti apa kalau Raja iblis sampai datang, karena kemarin tenagaku sudah habis terkuras untuk mengalahkan makhluk lain, dan pastinya Raja iblis akan dengan mudah mengalahkanku," ucap Bara dengan memeluk tubuh Sukma.


"Asalkan ada kamu di sampingku, aku pasti akan baik-baik saja bukan, dan aku percaya kalau kamu akan selalu melindungiku Bara," ujar Sukma, dan sesaat kemudian Sukma langsung terdiam memikirkan perkataannya terhadap Bara yang keluar begitu saja.


Kenapa aku bisa berbicara seperti itu kepada Bara, apa aku sudah benar-benar mencintainya? sadar kamu Sukma, kalian itu berbeda alam, jadi cinta kalian tidak akan mungkin bisa bersatu, ucap Sukma dalam hati dengan memukul pelan kepalanya.


Bara yang mendengar isi hati Sukma, serta melihat kelakuan Sukma yang memukul-mukul kepalanya, langsung saja memegang tangan Sukma.


"Jangan dipukul lagi kepalanya, aku tidak mau kalau kamu sampai sakit. Kita memang hidup di alam yang berbeda, dan cinta kita berbeda dunia, meskipun saat ini aku bisa membawamu tinggal di alamku, tapi kamu tidak akan bisa terlalu lama tinggal di sini, dan nanti setelah semuanya aman, kita akan tinggal di alam manusia," ujar Bara dengan tersenyum manis.


"Senyum kamu manis mengalahkan gula Bara," celetuk Sukma.

__ADS_1


Sukma yang kembali menyadari perkataannya langsung saja berlari ke dalam kamar karena merasa malu dengan gombalan yang sudah dia ucapkan, sedangkan Bara tersenyum bahagia mendengar perkataan Sukma, karena Bara yakin kalau Sukma sudah mulai mencintainya juga.


"Semoga kamu bisa segera mencintaiku Sukma, seperti aku yang sangat mencintaimu," gumam Bara.


__ADS_2