Suamiku Genderuwo Tampan

Suamiku Genderuwo Tampan
Bab 37 ( Kekuatan Cinta )


__ADS_3

Sukma merasa berat untuk meninggalkan Bara dan kedua Anaknya, sehingga Sukma terlihat enggan untuk melangkahkan kaki menuju pintu penghubung menuju alam manusia.


"Sayang, aku mohon, sekarang cepat kamu pergi dari sini, kamu bisa tinggal di Pesantren bersama Yusuf, karena pintu penghubung tersebut menuju Pesantren Kyai Ahmad, dan di sana kamu akan aman," ujar Bara dengan menangkup kedua pipi Sukma.


"Tidak Bara, aku tidak mungkin meninggalkan kalian yang saat ini dalam bahaya," ujar Sukma dengan memeluk erat tubuh Bara.


"Aku berjanji kalau aku akan baik-baik saja demi kamu dan juga Anak-anak kita, tapi aku mohon, segera tinggalkan tempat ini," ujar Bara dengan melepaskan pelukan Sukma.


Aku melakukan semua ini demi kamu Sukma, meskipun aku harus mengorbankan nyawaku, aku rela, ucap Bara dalam hati dengan membalikan badannya, karena ia tidak mau melihat kepergian Sukma.


"Nak, kalian harus berhati-hati, Bunda akan selalu mendo'akan keberhasilan kalian semua," ujar Sukma dengan memeluk Alex dan Alexa.


"Bunda tidak perlu khawatir, kami pasti akan baik-baik saja," ujar Alex dan Alexa, kemudian mereka juga membalikan badannya untuk memulai melawan musuh, karena Alex dan Alexa telah mengira jika Sukma sudah kembali menuju alam manusia, padahal sebenarnya Sukma masih berada di kerajaan Genderewo dan bersembunyi di balik tiang dekat pintu penghubung menuju alam manusia.


"Maafkan Aku Bara, Anak-anak, karena aku tidak menuruti permintaan kalian, aku memang ingin bertemu dengan Yusuf, tapi aku tidak bisa meninggalkan kalian yang saat ini sedang menghadapi bahaya. Apa pun yang terjadi, kita akan selalu bersama menghadapi semuanya," gumam Sukma.


Raja iblis kini telah berhadapan dengan Bara, karena dengan mudah Raja iblis menghabisi para pengawal Bara.


"Ternyata mudah sekali mengalahkan semua Anak buahmu Raja Genderewo," teriak Raja iblis dengan suara yang memekakkan telinga.


"Jangan terlalu sombong kamu Raja iblis, karena kesombonganmu yang nantinya akan menghancurkan dirimu sendiri," ujar Bara dengan lantang tanpa merasa gentar sedikit pun, meskipun Bara tau kalau dirinya tidak akan bisa mengalahkan Raja iblis, karena kekuatan Raja iblis yang lebih besar darinya.


Pertarungan antara Raja iblis dan Bara pun tidak dapat terelakkan lagi.


Brugh


crash

__ADS_1


Dentuman keras serta kilatan kini saling bertubrukan, dan Sukma sudah terlihat khawatir melihat Bara yang beberapa kali terkena serangan Raja iblis hingga terpental bahkan memuntahkan darah.


"Bara, kamu harus kuat, kamu harus kuat demi kami," gumam Sukma yang tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu Bara.


Alex dan Alexa juga terlihat sibuk melawan pengikut Raja iblis, untungnya mereka tidak terluka sedikit pun, apalagi keduanya sudah merubah diri menjadi orang dewasa.


Huahahahaha


Raja iblis tertawa kencang ketika melihat tubuh Bara yang sudah tidak berdaya.


"Apa hanya segitu saja kemampuan seorang Raja Genderewo? selama ini kamu terlalu bodoh karena tidak memanfaatkan istrimu untuk mendapatkan kekuatan besar. Dimana istrimu sekarang? kalau kamu tidak menyerahkannya, maka jangan salahkan aku jika aku akan menghabisimu !!" ancam Raja iblis.


"Sampai mati pun aku tidak akan pernah menyerahkan Sukma padamu, karena aku sangat mencintainya, dan aku tidak akan rela jika Sukma disentuh oleh orang lain," ujar Bara dengan suara yang sudah mulai melemah, karena saat ini luka dalam pada tubuh Bara sudah sangat parah.


"Cinta hanya membuat kamu lemah Bara, dan cinta yang kamu miliki kini akan membawamu menuju kematian. Baiklah kalau kamu tidak mau menyerahkan Sukma, sekarang juga aku akan menghabisimu," teriak Raja iblis dengan mengarahkan tongkat saktinya kepada Bara.


Duar


Suara ledakan besar membuat semuanya terkejut.


"Ayah, Bunda," teriak Alex dan Alexa secara bersamaan ketika melihat cahaya yang dikeluarkan Raja iblis mengenai tubuh kedua orangtuanya.


Alex dan Alexa sudah mengira jika kedua orangtuanya telah tewas ditangan Raja iblis, tapi ternyata ledakan tersebut malah membuat tubuh Raja iblis terpental jauh, bahkan terluka parah juga.


Sesaat kemudian Alex dan Alexa bernafas lega pada saat melihat Sukma yang masih baik-baik saja dengan memeluk tubuh Bara yang saat ini terbaring lemah di atas pahanya.


"Bara, kamu harus kuat, kamu harus tetap hidup demi Aku dan Anak-anak kita. Kamu sudah berjanji kalau kita akan selalu hidup bersama, jadi kamu tidak boleh mati," ujar Sukma, dengan airmata yang terus menetes pada tubuh Bara.

__ADS_1


"Sukma, maafkan aku yang tidak akan bisa melindungimu lagi. Aku harap kamu akan selalu bahagia meskipun harus hidup tanpa diriku. Aku titip Anak-anak kita," ucap Bara dengan lirih sebelum akhirnya kesadaran Bara hilang.


"Bara, bangun Bara, kamu tidak boleh meninggalkanku," teriak Sukma dengan menangis.


Raja iblis begitu murka karena dirinya tidak berhasil menghabisi Bara dan mendapatkan Sukma.


"Kekuatan besar apa yang telah mengalahkan cahaya tongkat sakti ku," gumam Raja iblis, kemudian berusaha untuk kembali berdiri.


"Kenapa kamu tega melakukan semua ini terhadap Bara?" teriak Sukma kepada Raja iblis.


"Karena dia lemah, dan dia telah dibutakan oleh cintanya kepada kamu. Sekarang kamu harus ikut denganku Permaisuriku, dan kita akan selalu hidup bahagia," ujar Raja iblis.


"Jangan pernah bermimpi kamu Raja iblis, karena sampai mati pun cintaku hanya untuk Bara," ujar Sukma dengan tatapan mata tajam seperti pedang yang hendak menembus jantung raja iblis.


Kenapa tatapan mata Sukma membuat jantungku terasa sakit, kekuatan besar apa yang mereka miliki? batin Raja iblis kini bertanya-tanya, sehingga Raja iblis kembali mengarahkan tongkat saktinya, dan lagi-lagi terjadi ledakan besar, sehingga membuat tubuh Raja iblis terpental dan semakin terluka parah.


"Kekuatan apa yang telah kamu pakai untuk melawanku?" tanya Raja iblis kepada Sukma.


"Kekuatan Cinta, karena aku dan Bara memiliki kekuatan cinta yang besar untuk mengalahkanmu," jawab Sukma.


"Tidak mungkin, tidak mungkin kalian memiliki kekuatan seperti itu," ujar Raja iblis.


"Kamu tidak akan pernah tau kekuatan cinta, karena kamu tidak punya hati. Asal kamu tau, cinta bisa membuat kita menjadi kuat, dan cinta bisa mengalahkan segalanya," ujar Sukma dengan memegang dada Bara.


Tiba-tiba terlihat cahaya kuning keemasan yang keluar dari tubuh Bara dan Sukma, sampai akhirnya secara perlahan Bara mulai kembali membuka matanya.


"Sayang, apa ini mimpi? kenapa aku masih bisa melihat wajah cantikmu?" tanya Bara dengan lirih.

__ADS_1


"Ini bukan mimpi Bara, karena selamanya aku akan selalu berada di sampingmu, sampai maut yang akan memisahkan kita," jawab Sukma, kemudian mencium bibir Bara yang masih terbaring dalam pelukannya.


__ADS_2