
Dengan langkah yang sedikit gemetar, Sukma masuk ke dalam sebuah klub malam terbesar di Ibukota, dan semua mata kini menatap kagum terhadap sosok Sukma yang begitu cantik dan seksi.
Kamu harus kuat Sukma, kamu harus bisa melakukan semua ini untuk Bara, ucap Sukma dalam hati.
Pemilik klub malam tersebut begitu tertarik dengan kecantikan yang Sukma miliki, dan ternyata Sukma masuk ke dalam klub malam milik Bos Tono, yaitu mantan Bos Yuli.
"Hai cantik, sepertinya Nona cantik baru kali ini main ke klub milik saya?" tanya Bos Tono dengan mencium punggung tangan Sukma.
Sukma sebenarnya merasa jijik, tapi Sukma berusaha untuk menyembunyikannya.
"Benar Tuan, saya baru kali ini datang ke tempat ini," Dan baru pertama kalinya aku menginjakan kaki ke tempat terkutuk seperti ini, kalau bukan karena Bara, aku tidak akan sudi melakukannya, lanjut Sukma dalam hati.
Bos Tono kini mengajak Sukma untuk duduk, karena Bos Tono begitu tertarik kepada Sukma.
"Kalau boleh tau, siapa nama Nona cantik?" tanya Bos Tono.
Aku tidak mungkin menyebut nama asliku, aku harus memperkenalkan diri dengan nama lain, ucap Sukma dalam hati.
"Perkenalkan nama saya Monalisa," ucap Sukma.
"Woow, nama yang sangat cantik, secantik orangnya," puji Bos Tono.
Beberapa saat kemudian datang dua orang yang sangat Sukma kenal menghampiri Bos Tono, dan kedua orang tersebut tidak lain adalah Jaka dan Yuli.
Semenjak Yuli memberikan ramuan dari Mbah Jarwo kepada Jaka, Jaka menjadi berubah seperti yang Yuli inginkan, dan sekarang Jaka menjadi boneka yang bertekuk lutut di depan Yuli.
Sukma rasanya ingin sekali memberikan pelajaran kepada dua orang tersebut atas semua perbuatan yang telah mereka lakukan kepadanya dan keluarga.
Tahan Sukma, kamu jangan terbawa emosi, karena kalau kamu sekarang berbuat ceroboh, semuanya akan terbongkar, ucap Sukma dalam hati.
Jaka yang merasa familiar dengan wajah Sukma, terus saja memperhatikannya.
"Selamat datang Tuan Jaka dan Nyonya Yuli, silahkan ikut bergabung bersama kami," ujar Bos Tono.
__ADS_1
Yuli menatap iri kepada Sukma karena Sukma terlihat jauh lebih cantik darinya.
"Bos, apa ini barang baru?" tanya Yuli.
"Bukan Nyonya, ini adalah tamu spesial malam ini, karena Nona Monalisa baru pertama kali datang ke tempat ini," jawab Bos Tono.
Wajahnya familiar sekali untukku, siapa sebenarnya monalisa? batin Yuli bertanya-tanya, begitu juga dengan Jaka.
"Ya sudah kalau begitu kami pamit dulu untuk bergabung dengan yang lain. Sayang, sebaiknya kita jangan mengganggu Bos Tono, mending kita gabung untuk menikmati lagu di lantai dansa," ujar Yuli mencoba untuk mengajak Jaka, tapi baru kali ini Jaka menolak ajakan Yuli.
"Maaf Yuli, aku di sini saja, soalnya aku sedang tidak enak badan," ujar Jaka dengan tidak melepaskan pandangannya terhadap Sukma.
Ada apa dengan Jaka, tidak biasanya Jaka menolak permintaanku, ucap Yuli dalam hati, kemudian memutuskan untuk membiarkan Jaka duduk bersama Sukma dan Bos Tono.
Bos Tono di panggil oleh Anak buahnya, karena ada tamu penting yang datang ke tempat tersebut. Meskipun Bos Tono berat untuk meninggalkan Sukma, tapi dia harus menemui tamu penting terlebih dahulu.
"Nona Mona, kalau begitu saya permisi dulu, nanti saya ke sini lagi, dan saya harap Nona Mona akan bersabar untuk menunggu saya," ujar Bos Tono dengan mengedipkan sebelah matanya, kemudian meninggalkan Sukma dan Jaka berdua saja.
"Sepertinya Anda salah orang, karena saya tidak pernah merasa bertemu dengan Anda sebelumnya," jawab Sukma sesantai mungkin.
"Tidak, aku sangat yakin kita pernah bertemu, karena wajahmu begitu familiar untukku," ujar Jaka.
Sukma yang merasa kesal terhadap Jaka yang terus saja mendesaknya, memutuskan untuk pergi ke toilet terlebih dahulu.
"Terserah Anda, saya tidak peduli," ujar Sukma dengan berdiri.
"Tunggu Sukma," ucap Jaka dengan mencekal pergelangan tangan Sukma, sehingga Sukma merasa terkejut.
"Maaf, Anda salah orang," Sukma mencoba menyangkalnya.
"Sukma, aku tau ini kamu, meskipun sekarang penampilan kamu sudah berubah, tapi kamu masih tetap Sukma ku. Aku mengenal dirimu semenjak kita bayi, jadi aku tidak akan mungkin salah mengenali orang.
"Maaf Tuan, tapi saya sama sekali tidak mengenal Anda, dan tolong lepaskan tangan saya," ujar Sukma, tapi Jaka masih tetap memegang tangannya.
__ADS_1
"Sukma, tinggalkan tempat ini, tempat ini terlalu berbahaya untukmu."
"Saya sengaja datang ke tempat ini untuk mencari seorang lelaki yang bisa menarik perhatian saya, dan sepertinya Bos Tono boleh juga," ujar Sukma dengan tersenyum.
"Tidak Sukma, jangan mendekati Bos Tono, dia adalah orang jahat, dan aku tidak mau terjadi sesuatu yang buruk kepadamu."
"Anda tidak perlu ikut campur urusan saya," ujar Sukma yang semakin merasa kesal terhadap Jaka.
"Apa kamu ingin mencari tumbal untuk Suami ghaib mu itu?" tanya Jaka, sehingga membuat Sukma semakin terkejut.
"Kalau memang kamu menginginkan tumbal untuk Bara, kamu tumbalkan saja aku, supaya aku bisa menebus semua dosa-dosa yang sangat besar terhadapmu dan juga Yusuf, bahkan aku sudah durhaka kepada orangtuaku sendiri. Aku selama ini sudah hidup menderita karena menjadi boneka Yuli, sekarang aku harap kamu bisa membantu untuk membebaskanku dari rasa bersalah yang selalu saja menghantuiku," sambung Jaka.
Sukma sebenarnya tidak tega kepada Bu Atun dan Pak Parjo jika harus menjadikan Jaka sebagai tumbal pertamanya, tapi Jaka terus saja memaksa Sukma melakukan semua itu supaya dia bisa terbebas dari Yuli, karena selama ini Jaka sudah mengetahui semua kebusukan Yuli yang sudah tidur dengan banyak lelaki supaya bisa menambah harta serta memberikan tumbal kepada Raja iblis. Jaka juga pernah memergoki Yuli sedang bercumbu dengan Mbah Jarwo, dan rasanya Jaka ingin sekali membunuh Yuli, tapi Jaka tidak bisa melakukan apa pun karena Yuli sudah membuat Jaka bertekuk lutut kepadanya.
"Baiklah kalau kamu terus memaksa, sekarang kamu ikut aku ke rumahku," ujar Sukma kepada Jaka.
Jaka dan Sukma saat ini sedang berada di dalam mobil Sukma, menuju rumah Sukma, dan sepanjang perjalanan Jaka terus saja meminta maaf kepada Sukma atas perbuatannya selama ini.
"Sukma, aku benar-benar minta maaf atas semua kesalahan yang telah aku lakukan. Aku titip Yusuf Anak kita, aku dengar kalau dia sekarang tinggal di Pesantren, tapi aku menyembunyikan semuanya dari Yuli, karena aku tau kalau Yuli sekarang sudah bersekutu dengan Raja iblis, dan Raja iblis menginginkan Yusuf untuk menjadi tumbalnya."
Sukma hanya diam tanpa mau menjawab perkataan Jaka, karena saat ini hatinya terlalu sakit apabila memikirkan semua yang telah Jaka perbuat kepadanya.
Jaka dan Sukma akhirnya sampai di kediaman Sukma yang terlihat sangat mewah, dan Jaka tau kalau Sukma mendapatkan semua itu dari Suami ghaib nya.
Sukma dan Jaka langsung saja masuk ke dalam kamar Sukma. Meski pun Sukma sebenarnya masih merasa ragu untuk melakukan semuanya dengan Jaka, tapi secara perlahan Jaka mendekati Sukma dan mencium titik titik sensitif Sukma, sehingga memancing gairah pada keduanya.
Jaka dan Sukma yang sudah tersulut dengan api gairah akhirnya melakukan hubungan terlarang, dan secara perlahan aura kehidupan Jaka terserap oleh Bara.
"Terimakasih Sukma, karena kamu telah mengabulkan permintaan terakhirku," ucap Jaka dengan mengecup kening Sukma sebelum Jaka pergi, karena Jaka harus segera pulang sebelum Yuli tiba di rumahnya supaya Yuli tidak merasa curiga, apalagi Jaka tau kalau dirinya akan segera meninggal Dunia.
Ketika Jaka membuka pintu kamar Sukma untuk keluar, Sukma tiba-tiba memeluk tubuh Jaka dari belakang.
"Maafkan aku Mas Jaka," ucap Sukma dengan meneteskan airmata, karena walau bagaimana pun juga, Jaka pernah mengisi hati dan hari-hari Sukma.
__ADS_1