Suamiku Genderuwo Tampan

Suamiku Genderuwo Tampan
Bab 77 ( Bintitan )


__ADS_3

Selesai acara ijab kabul, dilanjutkan dengan acara resepsi pernikahan, dan rencananya acara pesta pernikahan Alex dan Angel akan diselenggarakan selama tujuh hari tujuh malam.


Yusuf yang harus Sekolah, akhirnya Bara dan Sukma antar terlebih dahulu pulang ke Pesantren, sedangkan Sandi dan Alexa masih menikmati acara pesta yang diselenggarakan di Kerajaan Genderewo.


Alexa mengajak Sandi untuk melihat-lihat Kerajaan Genderewo, sampai akhirnya mereka tiba di depan kamar pengantin Alex dan Angel.


"Aku mau lihat dulu kamar pengantin Kak Alex dan Kak Angel, penasaran juga," ujar Alexa.


"Jangan Lexa, bagaimana kalau nanti mereka keburu datang ke sini, nanti bisa-bisa Kakak ipar marah sama kita," ujar Sandi.


"Udah ikut aja, cuma sebentar aja kok," ujar Alexa yang menerobos masuk ke dalam kamar pengantin Alex dan Angel, dan mau tidak mau Sandi mengikutinya.


Alexa begitu terpesona melihat semuanya, sampai akhirnya dari luar terdengar suara Alex dan Angel yang akan masuk ke dalam kamar pengantin mereka.


"Aduh gawat, Kak Alex dan Kak Angel sudah dekat, mereka mau masuk ke sini," ujar Alexa.


"Ya sudah kalau begitu kita ke luar saja," ujar Sandi.


"Tidak bisa Mas, kalau kita ke luar sekarang, Kak Alex pasti marah lihat kita yang sudah lancang masuk ke dalam kamar pengantin nya, sebaiknya kita sembunyi saja," ujar Alexa.


"Sembunyi dimana?" tanya Sandi yang ikut bingung juga.


"Sepertinya di kolong ranjang aman," ujar Alexa sehingga Sandi dan Alexa bergegas masuk ke dalam kolong ranjang.


Alex menggendong Angel dari depan kamar sampai ranjang pengantin mereka, kemudian Alex membaringkan Angel di atas tempat tidur.


"Kenapa cuma kaki Alex saja yang kelihatan, mana Angel nya?" tanya Sandi dengan berbisik ketika hanya melihat kaki Alex saja yang menuju tempat tidur.


"Gak pernah lihat film romantis sih, kalau malam pertama itu laki-laki akan menggendong pengantin perempuan menuju tempat tidur," jawab Alexa dengan berbisik juga, dan Sandi mengangguk anggukan kepalanya tanda mengerti.


Alex dan Angel saling menatap, kemudian mereka saling meraba dan membelai sehingga mereka berdua hilang akal dan saling melucuti pakaian masing-masing.


"Kenapa tidak ada suaranya? bisik Sandi, dan Alexa menempelkan telunjuknya di bibir Sandi supaya diam, sampai akhirnya terdengar suara Angel yang merintih kesakitan, dan Alexa bergidik ngeri mendengarnya.


"Aku gak mau nikah," bisik Alexa.


"Kenapa?" tanya Sandi dengan mengangkat kepalanya hingga terpentok ranjang, bahkan suara Sandi sedikit keras karena terkejut mendengar perkataan Alexa, dan Alexa langsung menutup mulut Sandi menggunakan tangannya.


Beruntung Alex dan Angel yang sedang menikmati malam pertama mereka tidak mendengar suara Sandi.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, Alexa dan Sandi mendengar rengekan-rengekan manja Angel serta suara dessahan pada keduanya, sehingga membuat Sandi dan Alexa diam mematung.


Setelah cukup lama dan tidak terdengar lagi suara dari Angel dan Alex, Alexa terlebih dahulu mengintip mengecek keadaan apakah Alex dan Angel sudah tertidur supaya dirinya dan Sandi bisa ke luar dari dalam kamar pengantin Kakaknya.


"Cepet ke luar, mungpung Kak Alex dan Kak Angel sudah tertidur," bisik Alexa.


Sandi dan Alexa mengendap-endap ke luar dari kamar Pengantin Kakaknya, sampai akhirnya mereka bisa bernapas lega ketika sampai di depan pintu kamar Alex dan Angel.


"Alhamdulillah, kita bisa ke luar dengan selamat," ucap Sandi dengan mengelus dadanya, tapi Sandi tidak sengaja menyenggol pas bunga yang ada di sampingnya sehingga pas bunga tersebut pecah.


Prang


Suara pas bunga terdengar begitu keras sehingga membuat Alex dan Angel terbangun.


"Siapa itu?" teriak Alex dari dalam kamarnya.


"Kucing," jawab Sandi secara spontan.


"Oh, ternyata kucing, sayang," ujar Alex kepada Angel.


"Lho, kok kucing bisa ngomong," gumam Alex yang baru menyadarinya, dan Alex memutuskan untuk mengecek ke luar kamarnya, tapi Angel melarangnya.


"Tapi aku tidak mau kalau sampai ada yang mengintip malam pertama kita sayang," ujar Alex yang hendak berdiri.


"Sayang, kamu sadar tidak kalau saat ini kamu tidak memakai apa pun," ujar Angel, sehingga Alex tersenyum malu melihat tubuhnya sendiri.


Alexa yang menyadari jika Sandi telah salah berbicara, menarik tangan Sandi untuk menjauh dari depan kamar Alex menuju taman.


"Pelan-pelan Lexa, kamu jangan pegang-pegang aku, kita kan bukan muhrim," ujar Sandi.


Setelah sampai taman, Alexa mengajak Sandi untuk duduk di bangku.


"Mas Sandi sadar tidak dengan kesalahan yang telah Mas Sandi lakukan? masa kucing bisa bicara," ujar Alexa dengan mengusap wajahnya secara kasar.


Sandi terlihat hendak berdiri.


"Mau kemana lagi?" tanya Alexa.


"Mau ke depan kamar Kakak ipar lagi buat ngulangin suara kucing yang asli seperti apa," ujar Sandi dengan polosnya sehingga Alexa merasa gemas.

__ADS_1


"Gak ada kerjaan banget sih, apa Mas Sandi mau Kak Alex memergoki kita," ujar Alexa.


"Ya enggak lah, makanya tadi aku ikutan sembunyi di kolong ranjang. kamu tau tidak kalau kepalaku sampai benjol karena kepentok ranjang, kamu sih pake bilang gak mau nikah segala. Tadi Kakak ipar sama Angel lagi ngapain sih? untung saja tadi ranjangnya gak sampai rubuh menimpa tubuh kita ya, padahal tadi ranjangnya goyang-goyang seperti gempa bumi," tanya Sandi lagi dengan polosnya.


"Mas Sandi gak pernah lihat film romantis ya?" tanya Alexa.


"Enggak pernah, makanya tadi penasaran juga saat denger suara-suara aneh Angel dan Kakak ipar."


"Nanti kita praktekin kalau sudah nikah," ujar Alexa dengan malu-malu.


"Terus tadi kenapa bilang gak mau nikah?" tanya Sandi yang masih merasa penasaran.


"Tadi Mas Sandi dengar sendiri kan kalau Kak Angel menjerit kesakitan, makanya aku gak mau nikah," jawab Alexa.


"Memangnya Kakak ipar ngapain Angel sampai kesakitan seperti itu?"


"Nanti pokoknya kita praketekin kalau udah nikah, jadi gak usah banyak tanya," ujar Alexa yang selalu merasa gemas kepada Sandi.


"Tapi aku gak bakalan nyakitin kamu kok, jadi kamu gak bakalan kesakitan," ujar Sandi.


"Udah, sebaiknya kita tidur," ujar Alexa dengan


Melangkahkan kaki menuju kamarnya.


"Lexa, aku tidur dimana?" teriak Sandi dengan mengikuti Alexa.


"Di luar aja," ujar Alexa, dan Sandi terlihat cemberut.


Alexa akhirnya mengantar Sandi menuju kamar tamu, kemudian Alexa kembali menuju kamarnya, tapi mata Alexa mau pun Sandi tidak dapat terpejam, karena suara aneh Alex dan Angel terus terngiang-ngiang dalam ingatan mereka, sampai akhirnya keesokan paginya Alexa dan Sandi bangun dengan mata yang bintitan.


"Astagfirullah, kenapa mataku bintitan begini? sepertinya aku telah berdosa karena semalam telah masuk kamar Kakak ipar tanpa ijin, bahkan aku sampai mendengar suara aneh Kakak ipar dan Angel yang sedang melakukan malam pertama. Tapi aku kan tidak mengintip, kenapa bisa bintitan seperti ini," gumam Sandi dengan melihat dirinya di dalam cermin.


Alexa juga merasa berdosa ketika melihat matanya bintitan, sehingga Alexa ke luar dari dalam kamar dan berniat untuk melakukan pengakuan dosa kepada Alex dan Angel.


Saat Alexa ke luar dari dalam kamarnya, ternyata Sandi sudah berdiri di depan kamar Alexa.


"Jadi Mas Sandi bintitan juga," ujar Alexa ketika melihat Sandi.


"Bagaimana Lexa, Mas tidak mau bintitan seperti ini, apa kita mengakui kesalahan kita saja kepada Alex dan Angel, siapa tau bintit pad mata kita nanti hilang," ujar Sandi.

__ADS_1


__ADS_2