
Jaka yang mendengar perkataan Sukma, langsung membalikan badannya, kemudian memeluk tubuh Sukma dengan erat.
"Makasih banyak atas semua cinta dan kasih sayang yang telah Sukma berikan kepada Mas Jaka, maaf jika selama ini Mas Jaka telah membalas semuanya dengan luka dan pengkhianatan. Mas Jaka hanya bisa mendo'akan, Semoga Sukma selalu bahagia. Mas Jaka pernah mendengar pembicaraan Yuli dan Raja Iblis, dan Mas sekarang sudah tau tentang tubuh Mas Jaka yang di ambil alih oleh Bara, makanya setiap kita melakukan hubungan Suami istri, Mas Jaka tidak pernah mengingatnya. Maafkan Mas Jaka sayang, karena dulu Mas Jaka telah meragukan kesetiaan Sukma," ujar Jaka yang kembali mencium kening Sukma, kemudian bergegas pergi dari rumah Sukma, sebelum energi kehidupannya terserap habis oleh Bara.
Jaka memutuskan untuk naik ojeg supaya lebih cepat sampai di rumahnya.
Aku harus menjebak Yuli supaya dia tidak kembali mengganggu Sukma, Yusuf dan orangtuaku, dan aku akan membuat seakan-akan Yuli yang membunuhku, supaya dia masuk penjara dan bertanggung jawab atas kematianku, ucap Jaka dalam hati.
Jaka akhirnya sampai di rumahnya sebelum Yuli pulang, dan Jaka memutuskan untuk menunggu Yuli di ruang tamu.
Beberapa saat kemudian Yuli pulang dengan keadaan mabuk.
"Sayang, kamu kemana saja, kenapa kamu meninggalkanku di klub sendirian?" tanya Yuli.
"Tadi aku sudah bilang sama kamu kalau aku tidak enak badan Yuli, jadi aku pulang duluan," jawab Jaka.
"Kamu sudah membohongiku Jaka, kamu pasti bersenang-senang kan dengan perempuan yang memiliki wajah mirip dengan Sukma?" teriak Yuli.
"Cukup Yuli, bukannya Sukma sudah kamu jadikan sebagai tumbal pesugihan? kamu juga sudah menculik Anakku, bahkan kamu tega mengambil semua uang Sukma dan harta orangtuaku," ujar Jaka yang diam-diam sudah merekam semuanya.
"Ha ha ha ha ha, kamu benar Jaka bodoh, si Sukma pasti sekarang sudah mati karena menjadi santapan Raja Genderewo, begitu juga dengan Anakmu Yusuf yang sebentar lagi akan menyusulnya, karena Mbah Jarwo si Dukun cabul itu sudah tau keberadaan Anakmu," teriak Yuli dengan terus tertawa dan mengatakan semua kejadian yang telah dia lakukan.
"Yuli, kenapa kamu tega melakukan semua itu? sekarang juga aku akan melaporkanmu kepada Polisi," ujar Jaka yang berpura-pura hendak pergi untuk melaporkan kejahatan Yuli kepada Polisi.
Yuli yang takut Jaka melaporkan dirinya kepada pihak berwajib pun langsung saja mengambil pisau yang sengaja Jaka simpan di atas meja.
"Kamu harus mati Jaka, karena aku tidak mau masuk penjara," teriak Yuli, kemudian menusukkan pisau pada perut Jaka, dan Jaka langsung pura-pura mati supaya Yuli ketakutan.
Yuli gemetar ketakutan melihat tubuh Jaka yang sudah tergeletak berlumuran dengan darah.
"Tidak, apa yang sudah aku lakukan, Mas Jaka, bangun Mas, aku sangat mencintai kamu Mas. Aku tidak mau masuk penjara, sekarang juga aku harus kabur," teriak Yuli, kemudian pergi dari rumahnya untuk melarikan diri.
Setelah kepergian Yuli, Jaka berusaha untuk bangun dan mengambil handphone nya. Jaka memotong rekaman ketika dia terbangun untuk mengambil handphone, kemudian Jaka meng-upload video tersebut di media sosial.
__ADS_1
"Kamu harus mendapatkan balasan yang setimpal atas semua kejahatan yang telah kamu perbuat Yuli," ujar Jaka dengan nafas yang sudah lemah.
"Sukma maafkan Aku, aku sangat mencintaimu," gumam Jaka, dan beberapa saat kemudian, Jaka yang sudah kehabisan darah juga energi kehidupannya yang telah habis terserap oleh Bara, akhirnya mengembuskan nafas terakhirnya.
Keesokan paginya, Asisten rumah tangga Yuli dan Jaka yang baru datang karena hanya bekerja pada siang hari saja, langsung menjerit melihat mayat Jaka yang sudah terbujur kaku dengan darah yang sudah mengering.
Satpam komplek yang mendengar teriakan Bi Asih pun langsung menghampirinya.
"Innalillahi waina ilaihi raji'un, Pak Jaka sepertinya sudah meninggal Dunia Bi," ujar Satpam komplek.
"Iya Pak, sekarang kita harus segera lapor Polisi," ujar Bi Asih.
Satpam komplek yang bernama Pak Somad bergegas menghubungi Polisi, dan setengah jam kemudian Polisi akhirnya datang ke Tempat Kejadian Perkara.
Rumah Jaka kini telah ramai oleh warga sekitar yang ingin melihat mayat Jaka di evakuasi, kemudian Pak Somad dan Bi Asih dibawa ke Kantor Polisi untuk dimintai keterangan. Sedangkan rumah Jaka dipakaikan garis Polisi supaya tidak ada yang berani masuk.
......................
Yuli saat ini bersembunyi di rumah Mbah Jarwo, dan Yuli terus saja gemetar ketakutan, apalagi Raja iblis sedang terluka parah, sehingga Yuli tidak bisa meminta pertolongan darinya.
"Mbah, saat ini saya sedang ketakutan, jadi Mbah Jarwo jangan berani macam-macam," ujar Yuli.
"Justru aku ingin membuatmu melupakan semuanya supaya kamu merasa lebih tenang," ujar Mbah Jarwo dengan meniupkan sebuah ajian supaya Yuli tertidur, kemudian Mbah Jarwo langsung saja melancarkan aksinya.
......................
Sukma mencoba melihat video yang saat ini sedang viral, dan ternyata itu adalah video yang Jaka upload di sosial media. Sukma tidak pernah mengira jika Jaka akan melakukan semua itu untuk dirinya, sampai akhirnya airmata Sukma lolos begitu saja.
"Mas Jaka, maafkan Sukma. Terimakasih karena Mas Jaka sudah berkorban demi Sukma. Semoga saja Polisi segera menemukan Yuli, dan aku yakin kalau Yuli bersembunyi di rumah Dukun cabul itu," gumam Sukma dengan mengepalkan kedua tangannya.
Sukma memutuskan untuk pergi ke tempat Mbah Jarwo supaya Sukma bisa menjadikan Dukun cabul tersebut sebagai tumbal, dan sebelumnya Sukma sudah menyamar supaya Mbah Jarwo atau pun Yuli tidak mengenalinya.
"Untung saja aku masih ingat alamat Dukun cabul itu," gumam Sukma kemudian turun dari sebuah taksi karena Sukma tidak mau ada yang mengetahui plat mobilnya jika dia menggunakan kendaraan pribadi.
__ADS_1
Sukma yang sudah berpenampilan seksi kini masuk ke dalam rumah Mbah Jarwo, dan Sukma berpura-pura akan memasang susuk supaya Mbah Jarwo tidak curiga.
Mbah Jarwo yang baru saja selesai melampiaskan hasratnya kepada Yuli langsung menemui Sukma ketika Asistennya mengatakan kalau ada tamu yang sangat cantik dan seksi datang untuk memakai jasa Mbah Jarwo.
Ketika melihat kecantikan dan keseksian Sukma, Dukun cabul tersebut begitu terpesona, sampai-sampai air liurnya terus menetes, sehingga membuat Sukma merasa jijik.
"Nona Cantik, apa yang bisa Si Mbah bantu?" tanya Mbah Jarwo.
"Saya ingin memasang susuk Mbah, supaya banyak lelaki yang tergoda dengan kecantikan saya," jawab Sukma.
"Tidak memakai susuk pun Nona sudah terlihat cantik. Kalau boleh tau, siapa nama Nona cantik ini?" tanya Mbah Jarwo.
"Nama saya Ayu," jawab Sukma dengan bersikap genit, sehingga Mbah Jarwo semakin bergairah.
"Nama yang cantik secantik orangnya," ujar Mbah Jarwo dengan mencium punggung tangan Sukma.
Mbah Jarwo yang sudah tidak tahan ingin mencicipi tubuh Sukma, akhirnya mengajak Sukma masuk ke dalam kamar ritualnya dengan alasan ingin membersihkan tubuh Sukma.
"Nona Ayu silahkan buka bajunya, supaya si Mbah bisa memulai ritualnya," ujar Mbah Jarwo.
Sukma sebenarnya merasa jijik karena harus merelakan dirinya disentuh oleh Dukun cabul tersebut, tapi Sukma melakukan semua ini demi Bara. Apalagi semakin banyak dosa yang dimiliki oleh tumbal yang Sukma persembahkan, maka Bara akan semakin cepat pulih.
Mbah Jarwo langsung saja melancarkan aksinya, dan Sukma hanya bisa pasrah menerima semuanya dengan terus memejamkan mata, karena dia rasanya ingin sekali membunuh Dukun cabul tersebut.
Semakin lama tenaga Mbah Jarwo semakin melemah, karena energinya terus terhisap oleh Bara, sampai akhirnya Mbah Jarwo menyerah sebelum mencapai puncak kenikmatan.
"Siapa kamu sebenarnya, kenapa energi yang aku miliki bisa kamu serap?" tanya Mbah Jarwo yang sudah hampir kehabisan energi, sehingga saat ini Mbah Jarwo lemas tak berdaya.
"Apa kamu masih ingat denganku Dukun Cabul?" tanya Sukma dengan membuka wig yang dia pakai supaya Mbah Jarwo mengenalinya.
*
*
__ADS_1
Mohon dukungannya, jangan lupa like nya, mau kasih vote sama hadiah juga gak bakalan nolak 🙈🙏