
Yusuf melanjutkan kembali perjalanannya setelah merasa cukup beristirahat.
"Kunang-kunang, apa perjalanan kita masih jauh?" tanya Yusuf.
"Sebentar lagi kita akan memasuki wilayah Kerajaan iblis, jadi kamu harus bersiap-siap," jawab Kunang-kunang.
"Ternyata kamu bisa bicara ya? kalau tau begitu, dari tadi Yusuf sudah ngajak ngobrol kamu."
"Aku hanya akan menjawab jika kamu bertanya saja Yusuf."
"Apa kamu tau dimana sekarang keberadaan Ibu Sukma?" tanya Yusuf lagi.
"Ibu kamu berada di rumah Nenek Asih, tapi untuk sampai sana, masih banyak rintangan yang harus kita lewati, jadi tetaplah berhati-hati."
Yusuf beberapa kali mendapatkan serangan dari berbagai makhluk yang mencoba menghentikan langkahnya untuk mencari keberadaan Sukma, tapi Yusuf sudah memiliki tekad yang kuat, sehingga Yusuf sangat bersemangat melawan semua makhluk astral yang menghalangi jalannya.
"Ibu, Yusuf pasti akan menyelamatkan Ibu, tunggu Yusuf Bu," gumam Yusuf dengan terus melangkahkan kaki menuju wilayah kekuasaan Raja iblis.
"Yusuf, itu adalah rumah Nek Asih, dan Ibu kamu ada di sana, kamu harus segera membawa Ibu kamu pergi dari sini sebelum Raja iblis menemukannya terlebih dahulu," ujar Kunang-kunang.
"Terimakasih banyak Kunang-kunang, karena kamu sudah membantuku," ujar Yusuf, kemudian melangkahkan kaki menuju rumah Nek Asih.
Yusuf mengetuk pintu serta mengucap mengucap Salam ketika sampai di depan gubuk Nek Asih.
"Nek, sepertinya ada orang yang datang," ujar Sukma yang sudah berganti pakaian.
"Apa mungkin itu adalah Anak buah Raja iblis?" tanya Nek Asih.
"Tidak mungkin Nek, kalau Anak buah Raja iblis pasti tidak akan mengetuk pintu serta mengucapkan Salam. Apa mungkin itu Bara?" gumam Sukma yang saat ini hendak membuka pintu.
"Tunggu Sukma, biar Nenek saja yang buka, kita tidak boleh sampai terkecoh," ujar Nek Asih, kemudian menyuruh Sukma bersembunyi saat Nek Asih membuka pintu.
"Assalamu'alaikum Nek," ucap Yusuf.
"Wa'alaikumsalam Nak, maaf ada apa ya?" tanya Nek Asih.
"Saya mau mencari Ibu Sukma Nek, karena saya yakin kalau Ibu ada di sini," ujar Yusuf.
Nek Asih melihat Yusuf dari atas sampai bawah, sampai akhirnya Nek Asih mempersilahkan Yusuf untuk masuk.
__ADS_1
"Yusuf," ucap Sukma dengan memeluk tubuh Anaknya.
"Ibu, Alhamdulillah akhirnya Yusuf menemukan Ibu. Ibu baik-baik saja kan?" tanya Yusuf.
"Alhamdulillah Ibu baik-baik saja Nak. Bagaimana Yusuf bisa menemukan Ibu?" tanya Sukma.
"Semuanya atas pertolongan Allah SWT yang memberikan Yusuf petunjuk. Terimakasih Nek, karena Nenek sudah menjaga Ibu saya."
"Sama-sama Nak, sebaiknya kalian segera tinggalkan tempat ini. Semoga kalian bisa terbebas dari sini," ujar Nek Asih.
"Apa Nek Asih tidak mau ikut kami?" tanya Sukma.
"Nenek sudah tidak kuat untuk berjalan jauh, dan Nenek tidak mau menghambat jalan kalian."
"Terimakasih banyak Nek, jaga diri Nenek baik-baik," ujar Sukma.
Sukma dan Yusuf akhirnya pergi dari rumah Nek Asih untuk kembali menuju alam manusia.
Kunang-kunang yang mengantar Yusuf masih setia menunggu Yusuf di balik pohon.
"Yusuf, Sukma, sekarang ayo kita pergi dari sini," ujar Kunang-kunang tersebut.
"Ibu kenapa?" tanya Yusuf.
"Ibu hanya heran saja, rasanya Ibu tidak asing dengan suara kunang-kunang nya, Ibu seperti mendengar suara Nenek buyut Yusuf," jawab Sukma.
"Sukma, Yusuf, maafkan si Mbok, sekarang si Mbok tidak bisa mengantar kalian sampai gerbang menuju alam manusia, karena saat ini Matahari akan segera terbit. Semoga kalian berdua bisa ke luar dari dalam hutan larangan ini dengan selamat. Kalian harus selalu ingat kepada Allah, jangan putus dzikir dan berdo'a Nak," ujar Kunang-kunang yang sebenarnya adalah jelmaan dari Ruh Mbok Ningsih, kemudian Kunang-kunang pun menghilang.
"Terimakasih Mbok," ucap Sukma dengan menitikkan airmata.
"Jadi benar kalau yang tadi itu adalah Karomah dari leluhur Yusuf?"
"Iya benar Nak, itu adalah suara Nenek nya Ibu yang telah meninggal Dunia."
"Ibu yang sabar ya, kita harus selalu mendo'akan orang-orang yang telah mendahului kita menghadap Allah SWT, semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa mereka supaya mereka bisa beristirahat dengan tenang," ucap Yusuf yang di Amini oleh Sukma.
Sukma dan Yusuf saat ini sudah berada di tengah hutan, tapi rasanya mereka hanya berputar-putar di tempat yang sama.
"Yusuf, sepertinya kita tersesat, dari tadi rasanya kita hanya berputar-putar di sini saja," ujar Sukma.
__ADS_1
"Sepertinya begitu Bu, sekarang kita harus waspada, karena saat ini ada yang akan datang untuk menangkap kita," ujar Yusuf.
Yusuf dan Sukma akhirnya tersesat di hutan larangan, karena Raja iblis telah mengecoh mereka supaya tersesat, bahkan mereka sudah menangkap Nek Asih dan membawanya ke dalam penjara Raja iblis.
"Kalian tidak akan bisa lolos dari sini," teriak Anak buah Raja iblis yang saat ini sudah mengepung Yusuf dan Sukma.
Yusuf membuat Kubah Emas untuk melindungi tubuhnya dengan tubuh Sukma.
"Bu, bantu Yusuf melafalkan dzikir," ujar Yusuf.
Duar..duar..duar..
Suara ledakan dari telapak tangan Yusuf memusnahkan satu persatu Anak buah Raja iblis, tapi sesaat kemudian Raja iblis datang setelah melihat Anak buahnya musnah di tangan Yusuf.
"Huahahahahahahahaha, ternyata kekuatan yang kamu miliki hebat juga Anak muda, tapi kamu tidak akan bisa mengalahkanku," teriak Raja iblis dengan tertawa kencang sehingga memekakkan gendang telinga.
"Senang bisa bertemu kembali denganmu Raja iblis, akhirnya kita bisa berhadapan kembali," ujar Yusuf.
"Kamu tidak akan mungkin bisa mengalahkanku Anak muda, dulu saja kamu membiarkan Keponakanmu yang melawanku," teriak Raja iblis.
"Rupanya seorang Raja iblis tidak bisa membedakan orang, apa kamu tidak lihat kalau yang berada dalam tubuh ini adalah jiwa yang dulu berhadapan denganmu?" ujar Yusuf dengan tersenyum mengejek sehingga memancing amarah Raja iblis.
"Kenapa bisa aku tidak mengenalimu calon Anak tiri ku, kalau begitu kamu serahkan Ibu kamu untuk menjadi Ratu ku, maka dengan senang hati aku akan membebaskanmu," ujar Raja iblis.
"Maaf, tapi aku tidak bisa percaya dengan tipu muslihat mu, dan aku tidak akan membiarkanmu menyentuh Ibuku," teriak Yusuf dengan memancarkan cahaya kuning keemasan dari dalam tubuhnya.
Pertarungan Raja iblis melawan Yusuf pun tidak dapat terelakkan lagi, dan Sukma terus membantu Yusuf dengan berdzikir.
Sret sret
Crash crash
Kilatan cahaya saling bertabrakan, dan Raja iblis sudah tersenyum penuh kemenangan ketika berhasil melukai tubuh Yusuf.
Sukma yang melihat tubuh Yusuf terpental langsung menghampirinya, dan Sukma begitu khawatir ketika melihat Yusuf terbaring lemah serta mengeluarkan darah dari mulutnya, karena energi Yusuf sebelumnya sudah banyak terpakai untuk mengalahkan Anak buah Raja iblis.
"Nak, sudah Nak, Yusuf jangan memaksakan diri lagi, biarkan Ibu pergi bersama Raja iblis, yang penting Yusuf bisa selamat dan kembali menuju alam manusia," ujar Sukma dengan menitikkan airmata yang menetes pada tubuh Yusuf.
Raja iblis yang mendengar perkataan Sukma kepada Yusuf, kembali tertawa bahagia, karena dirinya sudah yakin akan memenangkan pertarungan melawan Yusuf.
__ADS_1
"Dengarkan perkataan Ibumu bocah, kali ini aku akan melepaskanmu, karena aku akan segera menjadi Ayah tiri mu," ujar Raja iblis dengan melangkahkan kaki menuju Yusuf dan Sukma.