
Secara perlahan Sukma dan Yusuf membuka matanya, dan Bara terus memegangi tangan Anak dan istrinya dengan posisi duduk di tengah-tengah mereka.
"Sukma, Yusuf, Alhamdulillah kalian akhirnya sadar juga," ucap Bara dengan mencium tangan Sukma dan Yusuf.
"Yusuf," teriak Sukma dengan duduk terbangun.
"Ibu," teriak Yusuf juga.
Sukma dan Yusuf saling mengkhawatirkan karena mereka takut terjadi hal buruk ketika mengingat kejadian terakhir yang mereka alami di Kerajaan iblis.
"Kalian berdua tenang dulu, semuanya baik-baik saja. Sayang, lihatlah Yusuf ada di samping kita, dan Yusuf sudah kembali ke dalam raga yang tepat," ujar Bara.
Sukma menengok ke samping Bara, begitu juga dengan Yusuf.
"Sayang, Alhamdulillah kita ternyata selamat. Makasih Yusuf sudah menolong Ibu," ucap Sukma dengan memeluk tubuh Yusuf.
"Iya Bu Alhamdulillah, itu semua berkat ijin Allah SWT serta do'a tulus seorang Ibu. Yusuf juga tidak menyangka akan kembali ke dalam raga Yusuf setelah berhasil mengalahkan Raja iblis.
"Yusuf kembali ke raga yang sebenarnya karena tujuan Yusuf sudah selesai, yaitu menghapuskan angkara murka di Dunia ini," ucap Bara.
Ternyata dugaan Bara benar bahwa yang pertama kali Sukma cari saat sadar adalah Yusuf, begitu juga dengan Yusuf yang akan langsung mencari keberadaan Sukma.
"Untung saja Ayah membuat Yusuf dan Ibu berada dalam satu kamar, kalau tidak, Yusuf dan Ibu pasti sudah berlarian untuk saling mencari saat pertama kali terbangun," ujar Bara.
"Makasih banyak ya sayang, Ayah memang selalu pengertian," ucap Sukma dengan memeluk tubuh Bara.
"Makasih banyak Ayah, Yusuf tau kalau Ayah dan Kakak-kakak yang sudah menarik Yusuf dan Ibu dari Dimensi lain kerajaan Iblis," ucap Yusuf yang ikut memeluk tubuh Bara juga.
Bara kemudian membaringkan tubuhnya dengan membawa Yusuf dan Sukma ikut berbaring juga di antara kedua lengannya yang kekar.
"Sekarang giliran Ayah yang tidur, dan kalian harus selalu berada di samping Ayah untuk menjaga Ayah supaya tidak ada yang nyulik saat tertidur nanti," ucap Bara dengan terkekeh.
__ADS_1
"Sayang, sebaiknya aku siapin makanan untuk Anak-anak dulu," ujar Sukma.
"Tidak perlu sayang, saat ini Alex dan Alexa bersama calon Menantu kita sedang menyiapkan makanan, nanti juga mereka pasti ngasih tau kalau makanannya sudah siap. Sekarang kamu dan Yusuf temani aku tidur saja, sudah satu minggu aku tidak tidur," ujar Bara.
"Apakah selama itu kami berada di dimensi lain Kerajaan iblis?" tanya Sukma.
"Alam manusia dan alam ghaib mempunyai perbedaan waktu, jadi meski pun kalian merasa cuma sebentar di sana, tapi di alam manusia kalian pergi sudah cukup lama.
"Makasih ya sayang, karena kamu selalu setia menunggu kami," ucap Sukma.
"Aku minta maaf sayang, karena aku sudah lengah, sehingga membuat kamu dengan mudah diculik oleh Raja iblis."
"Semuanya bukan salah kamu Bara, kalau Aku tidak diculik oleh Raja iblis, Yusuf tidak akan menyelamatkanku dan menghancurkan Kerajaan iblis. Alhamdulillah, sekarang kita sudah bisa terbebas dari Raja iblis," ucap Sukma.
"Iya sayang, Alhamdulillah, meskipun Anak dan Cucu Raja iblis akan selalu mengganggu manusia serta menyesatkan nya," ucap Bara.
"Ternyata kamu juga sudah bisa mengucap Alhamdulillah Bara?" ujar Sukma yang terlihat bahagia.
Sukma secara perlahan memijit pelipis Bara, sampai akhirnya Bara tertidur pulas.
"Kasihan Ayah ya Bu, Ayah pasti kecapean," ucap Yusuf.
"Iya Nak, sebaiknya kita ikut tidur juga, nanti kalau Ayah bangun, Ayah pasti akan mencari kita kalau tidak ada di sini," ucap Sukma dengan mencoba memejamkan mata, begitu juga dengan Yusuf, sampai akhirnya mereka berdua ikut tertidur pulas menyusul Bara menuju alam mimpi.
Bara terlihat gelisah dalam tidurnya, karena saat ini Bara bermimpi jika Yusuf menentang hubungannya dengan Sukma, bahkan Yusuf akan memisahkan Bara dari Sukma.
"Ayah dan Ibu tidak boleh bersama, karena kalian berasal dari alam yang berbeda," teriak Yusuf.
"Nak, tapi kami saling mencintai," ujar Bara dan Sukma dengan terus berpegangan tangan.
"Tapi cinta kalian salah, karena Ayah dan Ibu sudah menyalahi ketetapan Allah SWT, Jin dan manusia tidak bisa bersatu, dan mulai sekarang Yusuf yang akan melepaskan ikatan yang menjerat Ibu dan Ayah," ujar Yusuf dengan menghapus tanda lahir yang diberikan Bara pada tubuh Sukma, sampai akhirnya pegangan tangan Sukma dan Bara terlepas, dan Bara tertarik menuju alam yang seharusnya ditempati olehnya.
__ADS_1
"Sukma," teriak Bara saat bangun dari tidurnya, sehingga membuat Yusuf dan Sukma yang saat ini masih tertidur di sampingnya ikut terbangun juga.
"Sayang, kamu kenapa? apa kamu mimpi buruk?" tanya Sukma dengan mengelap keringat yang saat ini terus mengucur dari dahi Bara, bahkan saat ini nafas Bara terdengar ngos-ngosan.
Kenapa aku bisa bermimpi seperti itu? itu mimpi atau sebuah pertanda jika aku akan mengalaminya di masa mendatang? batin Bara kini bertanya-tanya.
Yusuf mengambilkan segelas air yang berada di atas nakas, kemudian memberikannya kepada Bara, tapi Bara terlihat ketakutan ketika melihat wajah Yusuf, sehingga air yang diberikan Yusuf tertumpah.
"Ayah baik-baik saja kan?" tanya Yusuf.
"Maaf, Ayah harus ke kamar mandi dulu," ujar Bara kemudian masuk ke dalam kamar mandi, tapi sebenarnya Bara menghilang menuju suatu tempat yang tidak ada penghuninya, supaya Bara bisa menenangkan diri.
"Aaaaaaaaaaaaa," Bara berteriak kencang meluapkan semuanya supaya merasa lebih tenang.
Saat ini Bara berada di atas sebuah tebing yang tinggi, dan Bara kira jika tidak ada seorang pun yang tinggal di sana, sampai akhirnya ada seorang Pertapa yang merasa terganggu dengan teriakan Bara.
"Raja Genderewo, kenapa kamu mengganggu tapa ku?" tanya Pertapa tersebut.
"Maaf Aki, aku tidak bermaksud seperti itu," jawab Bara.
"Aku tau kalau saat ini kamu sedang berada dalam dilema karena suatu saat nanti kamu dan istrimu akan dipisahkan oleh Anak kalian sendiri," ucap Pertapa.
"Darimana Aki tau tentang semua itu?" tanya Bara yang terlihat heran.
"Kamu tidak perlu tau aku mengetahui semuanya darimana, tapi itu adalah takdir yang akan kamu alami. Yang penting sekarang kamu harus mendalami Agama yang di anut oleh istrimu, karena itu yang akan membantumu kelak saat kalian berpisah."
"Apa maksud Aki?" tanya Bara yang masih belum memahami semuanya.
"Setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan, dan yakinlah pasti akan ada jalan untuk kalian bersatu kembali, dan semua itu Yusuf lakukan demi kebaikan kamu dan Sukma. Sekarang cepatlah kembali, jangan membuat Anak dan istrimu khawatir," ucap Pertapa, kemudian secara tiba-tiba Pertapa tersebut menghilang dari pandangan Bara.
"Pertapa itu benar, aku harus tenang dalam menjalani takdir yang telah Allah SWT berikan untukku. Sebaiknya aku segera pulang supaya Istri dan Anak-anakku tidak merasa khawatir," gumam Bara yang memutuskan untuk pulang, dan Bara kembali masuk ke dalam kamar mandi supaya Yusuf dan Sukma tidak curiga jika dirinya telah pergi untuk menenangkan diri.
__ADS_1