
Sukma langsung menyembunyikan wajahnya pada dada bidang Bara ketika Yusuf dan Sandi menghampirinya.
"Ibu kenapa bersembunyi, apa Ibu tidak kangen sama Yusuf?" tanya Yusuf dengan menarik ujung baju yang Sukma pakai.
Sukma yang mendengar pertanyaan Yusuf kini menangis dalam pelukan Bara.
"Ayah, kenapa Ibu tidak mau melihat Yusuf, padahal di sini Yusuf tidak nakal?" tanya Yusuf kepada Bara.
Bara yang mendengar Yusuf memanggil dirinya dengan sebutan Ayah, sangat merasa bahagia, apalagi baru kali ini Bara bertemu dengan Yusuf secara langsung.
"Sayang, kasihan Yusuf ingin dipeluk oleh Ibunya," ujar Bara kepada Sukma.
"Tapi bagaimana kalau nanti Raja iblis mengganggu Yusuf?" tanya Sukma yang tidak ingin Yusuf berada dalam bahaya.
"Selama Yusuf tinggal di Pesantren, Yusuf akan baik-baik saja," ujar Bara.
Sukma yang mendengar perkataan Bara langsung saja memeluk tubuh Yusuf yang sangat dirindukannya.
"Maafkan Ibu Nak, maafkan Ibu karena tidak bisa merawat Yusuf," ucap Sukma dengan menangis.
Yusuf yang melihat Sukma menangis, mengelap airmata yang terus menetes pada pipi Sukma.
"Ibu jangan menangis, Yusuf di sini baik-baik saja, Umi sama Abi juga sayang sama Yusuf, apalagi sekarang ada Om Sandi yang akan menemani Yusuf."
Bara ikut memeluk Yusuf sebelum membawa Sukma pulang.
"Sandi, aku titip Yusuf ya. Nak, maaf Ibu harus pulang sekarang. Yusuf jaga diri baik-baik ya, Ibu bangga sama Yusuf karena sudah menjadi Anak yang saleh dan baik. Ibu juga sayang sekali sama Yusuf," ujar Sukma.
"Kamu tidak usah khawatir Sukma, aku pasti akan menjaga dan menyayangi Yusuf seperti Anakku sendiri," siapa tau nanti jadi Anak beneran, lanjut Sandi dalam hati.
"Gak usah mimpi kamu Sandi, selamanya Sukma hanya akan menjadi milikku," ujar Bara.
"Kok kamu bisa tau isi hatiku?" tanya Sandi.
"Kamu lupa ya siapa aku?" ujar Bara.
"Aduh Maaf Mbah, eh Aki, aku gak ada maksud ngomong seperti itu, entah kenapa hati ini selalu bicara sendiri, mengkhayalkan sesuatu yang tidak mungkin bisa tergapai," ujar Sandi.
__ADS_1
Bara memberikan amplop coklat yang berisi uang lima puluh juta kepada Sandi.
"Sandi, ini untuk keperluan kalian, kalau kalian membutuhkan bantuan apa pun, sebut saja namaku tiga kali," ujar Bara.
"Kayak manggil Om jin aja, tapi Aki Bara emang sejenis nya sih," celetuk Sandi dengan cengengesan.
"Kalau begitu kita pulang sekarang sayang," ajak Bara kepada Sukma.
Sukma dengan berat hati melepaskan pelukannya kepada Yusuf, kemudian Sukma memeluk Bara dan memejamkan matanya sebelum akhirnya mereka berdua menghilang.
"Ibu," ucap Yusuf dengan lirih ketika melihat Sukma menghilang dari pandangannya, dan akhirnya Yusuf meneteskan airmata, karena bagaimana pun juga Yusuf ingin selalu berada di dekat Sukma.
"Yusuf sayang Ibu," gumam Yusuf.
Sandi yang melihat Yusuf sedih, akhirnya mengajak Yusuf untuk kembali ke dalam Pesantren.
"Ayo Jagoan, sebaiknya sekarang kita masuk lagi ke dalam. Ayo naik ke pundak Om Sandi," ujar Sandi dengan berjongkok.
Yusuf kembali tersenyum, kemudian naik ke atas pundak Sandi dengan tertawa bahagia. Meski pun Yusuf sudah pintar dalam segala bidang, tapi Yusuf tetaplah Anak kecil yang masih menginginkan perhatian dan diperlakukan layaknya seorang Anak kecil pada umumnya.
......................
"Sekarang pendaratannya Enak empuk," ujar Bara dengan terkekeh.
"Udah cepetan bangun, masih siang juga udah nempel-nempel," ujar Sukma dengan mencoba mendorong tubuh Bara yang saat ini berada di atas tubuhnya.
"Hujan-hujan gini sepertinya cocok tuh untuk saling menghangatkan," celetuk Bara, dan Sukma memberikan tatapan tajam pada Suami ghaib nya tersebut.
"Udah gak usah mesum terus, mending sekarang kita tidur aja, aku cape banget, jadi gak usah macem-macem," ujar Sukma dengan menarik selimut sampai menutupi lehernya, karena dari pagi di daerah tempat tinggal Sukma turun hujan terus.
Bara ikut berbaring kemudian memeluk tubuh Sukma dengan erat.
"Sayang, boleh ya," bisik Bara di telinga Sukma, tapi tenyata Sukma sudah terdengar mendengkur.
"Cepet amat sih tidurnya," gumam Bara, kemudian ikut memejamkan mata dan menyusul Sukma menuju alam mimpi.
......................
__ADS_1
Saat ini di Kerajaan iblis, Raja iblis sangat murka karena sudah kalah saat bertarung dengan Bara.
Raja iblis membanting semua barang yang berada di hadapannya.
"Bisa-bisanya aku kalah oleh Si Bara. Lihat saja Bara, aku pasti akan mengalahkanmu dan merebut Sukma dari sampingmu," teriak Raja iblis.
Penasehat Kerajaan yang melihat Raja iblis terus saja mengamuk, akhirnya memberanikan diri untuk angkat suara.
"Paduka, tenang dulu, kita tidak bisa melawan Raja Genderewo menggunakan emosi, tapi kita harus menggunakan otak."
"Mana buktinya kalau kamu bisa membantuku menggunakan otak, sekarang juga keluarkan ide cemerlangmu," tantang Raja iblis.
"Bagaimana kalau kita menyerang Kerajaan Genderewo lagi? sekarang Bara sedang berada di alam manusia, dan pastinya kita akan menang kalau hanya melawan kedua Anaknya saja," ujar Penasehat.
"Ide yang bagus," ujar Raja iblis, sehingga membuat Penasehat tersenyum bangga. Akan tetapi, sesaat kemudian, Raja iblis langsung menggebrak meja, sehingga membuat Penasehat merasa kaget.
"Ke_kenapa Paduka Raja sampai menggebrak meja? apa kata-kata saya ada yang salah?" tanya Penasehat.
"Kalau kamu ngomong itu dipikir dulu, kamu bodoh apa tolol hemm? kamu tau kalau sekarang kekuatan kedua Anak kembar Bara sudah semkin besar, bahkan dengan mudah mereka bisa mengalahkanku," teriak Raja iblis.
"Darimana Paduka tau?" tanya Penasehat.
"Lihat saja ini," ujar Raja iblis dengan memperlihatkan telapak tangannya. Di sana terlihat dua Anak Bara yang sedang melatih kekuatan mereka.
Penasehat Kerajaan iblis sampai bergidik ngeri ketika melihat Alex dan Alexa yang dengan mudahnya menghancurkan banyak batu besar di hadapannya hanya dengan menggunakan telunjuk nya saja.
"Apa kamu mau hancur juga seperti batu-batu itu?" tanya Raja iblis.
"Ti_tidak Paduka, hamba tidak ingin musnah dengan sia-sia," ujar Penasehat.
"Aku sudah mengetahui kelemahan Bara, yaitu Sukma, karena Sukma adalah kelemahan sekaligus kekuatan untuk Bara. Akan tetapi, Sukma selalu berada di samping Bara, jadi aku tidak mempunyai kesempatan untuk menculiknya. Berarti sekarang aku harus mencari kelemahan Sukma untuk menghancurkan mereka," gumam Raja iblis.
"Biasanya Anak adalah kelemahan seorang Ibu Paduka, tapi Anak Sukma hanya Alex dan Alexa saja bukan?" tanya Penasehat.
"Kali ini perkataanmu baru benar. Anak Sukma bukan hanya Alex dan Alexa saja, tapi Sukma mempunyai satu Anak Manusia yang bernama Yusuf. Berarti aku harus menculik Yusuf supaya Sukma mau melakukan apa pun untuk kebebasan Yusuf. Aku sekarang harus mencari keberadaan Yusuf, karena keberadaan Anak itu sangat sulit untuk di deteksi. Sepertinya ada pagar ghaib yang melindungi Yusuf, sehingga sangat sulit untuk ditembus oleh makhluk ghaib seperti kita," ujar Raja iblis.
"Kalau makhluk halus tidak bisa menembusnya, bagaimana kalau kita mencari kembali manusia serakah yang haus harta seperti si Yuli?" tanya Penasehat kepada Raja iblis.
__ADS_1