Suamiku Genderuwo Tampan

Suamiku Genderuwo Tampan
Bab 86 ( Terpisah jarak dan waktu )


__ADS_3

Bara secara perlahan membuka matanya, kemudian Bara mengedarkan pandangan ke sekeliling.


"Dimana aku?" gumam Bara.


"Alhamdulillah, akhirnya kamu sadar juga Nak, kamu sekarang berada di rumah Kakek," ucap seorang Kakek yang bernama Adnan.


"Jadi aku masih hidup? kenapa Kakek bisa melihatku?" tanya Bara.


"Kamu sudah satu minggu tidak sadarkan diri, dan Kakek bersyukur karena akhirnya kamu sadar juga. Kita ini sama-sama manusia, memangnya kamu pikir kamu itu makhluk halus," ujar Kakek Adnan dengan tersenyum.


"Jadi sekarang aku sudah menjadi manusia?" tanya Bara yang tidak percaya jika dirinya sudah menjadi manusia.


"Kepala kamu sepertinya terbentur batu Nak, makanya kamu sampai berbicara ngaco seperti itu," ujar Kakek Adnan.


Kakek Adnan memanggil istrinya yang bernama Nek Minah untuk membawakan air minum.


"Siapa Nama kamu Nak?" tanya Kakek Adnan kepada Bara.


"Namaku Bara Kek, sekarang kita berada di mana? Bagaimana bisa saya berada di sini?" tanya Bara.


"Saat ini kita berada di daerah pedalaman Pulau Kalimantan, dan Kakek menemukan kamu ketika mencari kayu di hutan," jawab Kakek Adnan.


"Terimakasih banyak Kek, tapi saya harus segera pulang ke Jakarta, karena saat ini istri dan Anak saya pasti sedang menunggu kepulangan saya," ujar Bara.


"Sayangnya kamu tidak akan bisa ke luar dari pulau ini sampai ada kapal yang datang, karena saat ini kita berada di tengah-tengah laut," ujar Kakek Adnan.


"Kapan kapal itu akan datang lagi?" tanya Bara.


"Tidak tentu Nak, karena pulau ini sangat terpencil, jadi jarang ada kapal yang bisa menemukan pulau ini."

__ADS_1


Nek Minah datang membawa segelas air dari tempurung kelapa untuk minum Bara.


"Ini diminum duli airnya Nak, sebaiknya kamu banyak istirahat supaya cepat pulih," ujar Nek Minah.


"Makasih banyak Nek, bagaimanapun caranya saya harus segera ke luar dari pulau ini, karena Sukma pasti sangat mengkhawatirkan saya," ujar Bara.


"Kamu yang sabar ya Nak, semoga segera ada kapal yang datang ke pulau ini supaya kamu bisa menumpang untuk pulang," ujar Nek Minah.


"Apa Kakek dan Nenek hanya tinggal berdua saja di sini?" tanya Bara.


"Iya Nak, kami tidak memiliki keturunan, makanya kami bahagia saat menemukan Nak Bara di hutan, dan kami akan menganggap Nak Bara sebagai Anak kandung kami," ujar Kakek Adnan.


"Makasih banyak Kek, Nek, saya pasti akan membantu pekerjaan Kakek dan Nenek selama tinggal di sini sebagai bentuk ucapan terimakasih saya," ujar Bara dengan tersenyum.


Bara begitu bahagia ketika mengetahui jika dirinya sudah menjadi manusia, dan saat ini Bara mencari cermin supaya bisa melihat wajahnya, karena ketika Bara masih menjadi makhluk halus, Bara tidak pernah bisa melihat dirinya di cermin.


"Jadi ini wajahku? Sukma, tunggu aku pulang sayang, aku pasti akan kembali, meskipun saat ini kita terpisah oleh jarak dan waktu, tapi aku akan selalu mencintaimu, dan hanya akan ada namamu di hatiku," gumam Bara.


......................


"Sukma, Alhamdulillah Nak, akhirnya kamu sadar juga. Ibu sudah khawatir sekali sama kamu, karena sudah satu minggu kamu tidak sadarkan diri," ujar Bu Atun.


"Bu, dimana Bara? Bara masih hidup kan?" tanya Sukma dengan airmata yang terus menetes pada pipinya.


"Nak, kamu harus ikhlas, karena Bara sudah pergi dengan tenang," ujar Bu Atun.


"Tidak Bu, Bara masih hidup, Bara tidak mungkin meninggalkan Sukma," teriak Sukma dengan menangis histeris.


Yusuf yang dari tadi berada di luar pintu kamar Sukma terlihat meneteskan airmata, karena Yusuf merasa sangat bersalah kepada Sukma dan Bara.

__ADS_1


"Maafin Yusuf Bu, karena Yusuf sudah membuat Ibu menjadi seperti ini. Tidak seharusnya Yusuf memberikan keadilan untuk oranglain, tidak seharusnya Yusuf memberi hukuman yang berat kepada Ayah, karena kelak Allah SWT yang akan menghukum Ummat-Nya yang telah melakukan dosa," gumam Yusuf, dan Yusuf akhirnya merasa sedih dengan kelebihan yang ia miliki saat ini.


Kenapa Yusuf diberikan kelebihan jika akhirnya Yusuf hanya menyakiti orang-orang yang Yusuf sayang, ucap Yusuf dalam hati.


Pak Parjo yang melihat Yusuf menangis di depan pintu kamar Sukma, kini menghampirinya.


"Nak, semua ini bukan salah Yusuf, jadi Yusuf jangan menyalahkan diri sendiri ya, karena semua yang terjadi sudah suratan takdir dari Allah SWT," ujar Pak Parjo.


"Tapi Yusuf sangat berdosa Kek, karena Yusuf sudah menyebabkan Ibu menangis," ujar Yusuf.


"Sekarang mari kita temui Ibu kamu, saat ini Ibu membutuhkan dukungan dari kita semua" ujar Pak Parjo.


Yusuf dan Pak Parjo masuk ke dalam kamar Sukma, tapi Yusuf terlihat takut untuk mendekati Sukma.


"Nak, Sukma yang ikhlas ya, semua ini adalah takdir yang tidak bisa kita hindari," ujar Pak Parjo.


"Bukan Pak, ini semua bukan takdir dari Allah SWT, tapi ini semua adalah takdir yang diberikan oleh Yusuf," teriak Sukma.


"Istighfar Nak, kamu tidak boleh menyalahkan Anakmu sendiri. Kasihan Yusuf, dia selalu merasa bersalah terhadap kamu dan Bara," ujar Bu Atun.


......................


Satu tahun sudah Sukma dan Bara berpisah, dan saat ini Sukma seperti orang yang sudah hilang kewarasannya, karena Sukma sudah kehilangan separuh jiwanya yang ikut menghilang bersama Bara.


Bara, aku tau kalau kamu masih hidup, aku akan selalu menunggu kamu pulang sayang, ucap Sukma dalam hati dengan airmata yang terus menetes pada pipinya.


Sejak Sukma berpisah dengan Bara, Sukma tidak mau berbicara dengan siapa pun juga, dan Sukma hanya mengurung diri di dalam kamar, bahkan ketika Alex dan keluarganya datang untuk melihat keadaan Sukma, Sukma hanya diam tanpa mengeluarkan satu patah kata pun karena saat ini Sukma sudah kehilangan semangat hidupnya, sehingga membuat semuanya merasa khawatir.


"Bunda makan dulu ya, Bunda harus kuat demi Ayah, karena Lexa yakin Ayah pasti akan pulang untuk menemui kita," ujar Alexa, dan setiap hari Alexa selalu membujuk Sukma seperti itu supaya Sukma mau membuka mulutnya.

__ADS_1


Sukma tinggal di Jawa Timur bersama Alexa dan keluarganya, dan selama satu tahun ini Alexa dan Sandi sudah membawa Sukma untuk berobat, baik ke Dokter atau pun alternatif, tapi semua pengobatan yang mereka lakukan hanya sia-sia saja, karena sampai saat ini masih belum ada perubahan pada Sukma.


Semenjak Yusuf memisahkan Sukma dan Bara, Yusuf kembali ke Pesantren, apalagi Sukma terus saja menyalahkannya, tapi hari ini Yusuf akan menemui Sukma untuk kembali meminta maaf, apalagi Yusuf sudah mendapatkan penglihatan jika Bara akan segera kembali untuk berkumpul dengan keluarganya.


__ADS_2