Suamiku Genderuwo Tampan

Suamiku Genderuwo Tampan
Bab 28 ( Penculikan Sukma dan Yusuf )


__ADS_3

Sesaat kemudian setelah meminum teh manis hangat yang disuguhkan oleh Yuli, Sukma, Pak Parjo dan Bu Atun merasa mengantuk, sehingga akhirnya mereka bertiga tertidur dengan posisi duduk di atas sofa.


"Yuli, apa yang sudah kamu campurkan ke dalam minuman mereka? kamu tidak meracuni istri dan orangtuaku kan?" tanya Jaka yang terlihat panik.


"Kamu tenang saja Mas, aku hanya memberikan obat tidur saja kepada mereka," jawab Yuli dengan tersenyum licik karena telah berhasil membuat Sukma dan orangtua Jaka tidur.


Yuli langsung saja mencari uang milik Sukma, setelah berhasil mengambil uang Sukma, Yuli juga mengambil semua simpanan uang Pak Parjo dan Bu Atun hingga tidak tersisa, dan Jaka hanya diam tanpa bisa berbuat apa-apa, karena Yuli saat ini menggendong Yusuf yang sudah tertidur, dan Yuli mengancam Jaka akan menyakiti Yusuf apabila Jaka berani macam-macam.


"Yuli, kenapa kamu tega melakukan semua ini kepada keluargaku?" tanya Jaka.


"Ini semua aku lakukan demi masa depan kita juga Mas, uang ini cukup untuk kita membayar hutang kepada Bos Tono, kita bisa hidup tenang, dan akan kaya raya setelah menumbalkan Yusuf dan Sukma."


"Sudah cukup kita mengambil harta mereka Yuli, aku mohon jangan sakiti Anak dan istriku," ujar Jaka dengan menangis dan duduk bersimpuh di depan Yuli.


Yuli yang melihat Jaka melakukan semua itu demi Sukma dan Yusuf, malah semakin marah terhadap Jaka.


"Percuma kamu melakukan semua itu untuk mereka Mas, karena aku tidak akan pernah melepaskan Sukma dan Yusuf, kamu juga nanti pasti akan bahagia apabila kita sudah menjadi kaya Mas," ujar Yuli dengan mengikat tubuh Sukma.


"Sebaiknya sekarang kita segera pergi dari sini. Mas Jaka angkat tubuh Sukma dan masukan ke belakang mobil pick up milik Bapak," ujar Yuli yang sudah berhasil mengikat Sukma serta menutup mulutnya menggunakan lakban, supaya ketika Sukma terbangun, Sukma tidak bisa berteriak.


"Bu, Pak, maafin Jaka," ujar Jaka sebelum mereka pergi.


Jaka kini mengendarai mobil menuju rumah Mbah Jarwo di Jakarta, dengan Yuli yang menggendong Yusuf di sebelahnya, sedangkan Sukma mereka simpan di belakang dengan ditutupi terpal.


"Yuli, sebaiknya kita pindahkan Sukma ke depan saja, kasihan dia kalau sampai kehabisan nafas," ujar Jaka.


"Jangan gila kamu mas, memangnya kamu mau kalau ada orang yang melihat Sukma dengan keadaan terikat serta mulut ditutupi lakban? lagian kita juga sudah memberikan sedikit lubang pada terpal supaya Sukma tidak mati," ujar Yuli.


Saat ini Yuli dan Jaka sudah setengah perjalanan, dan Jaka menepikan mobilnya terlebih dahulu di halaman sebuah Mesjid karena Jaka merasa ngantuk, apalagi saat ini sudah tengah malam.

__ADS_1


Yuli dan Jaka kini telah tidur terlelap di dalam mobil, dan Yusuf yang terbangun mencoba untuk turun dari gendongan Yuli, dan setelah berhasil, akhirnya Yusuf keluar dari dalam mobil.


Yusuf kini masuk ke dalam Mesjid yang pintunya terlihat terbuka, karena saat ini ada Kyai pemimpin sebuah Pondok Pesantren yang berada di sebelah Mesjid sedang melaksanakan Shalat tahajud.


Setelah Kyai Ahmad selesai melaksanakan Shalat tahajud nya, beliau merasa terkejut dengan Yusuf yang saat ini sudah tertidur di belakangnya.


"Astagfirullah, Anak siapa ini? kenapa tengah malam begini ada bayi di sini?" gumam Kyai Ahmad.


Kyai Ahmad kini mencoba memegang dahi Yusuf, dan Kyai Ahmad melihat potongan kejadian ketika Yusuf dilahirkan.


"Subhanallah, jadi Bayi ini bernama Yusuf, dan dia memiliki keistimewaan," gumam Kyai Ahmad.


Kyai Ahmad mencoba keluar terlebih dahulu untuk mencari keberadaan orangtua Yusuf, tapi Yuli terbangun dan melihat Kyai Ahmad yang hendak mendekati mobilnya, sehingga Yuli mencoba membangunkan Jaka tanpa menyadari kalau Yusuf sudah hilang dari gendongannya.


"Mas ayo bangun, ada orang yang menuju ke sini, sebaiknya sekarang kita bergegas pergi dari tempat ini, sebelum orang tersebut curiga kepada kita," ujar Yuli.


Kyai Ahmad terlihat heran karena mobil yang dibawa oleh Jaka malah pergi.


"Lho, kenapa mobilnya malah pergi, padahal aku hanya ingin bertanya, apa mereka mengenal Yusuf, siapa tau mereka juga kedua orangtua Yusuf," gumam Kyai Ahmad.


Ketika Kyai Ahmad hendak masuk kembali ke dalam Masjid, Bara tiba-tiba sudah berada di hadapannya.


"Subhanallah, siapa kamu? Kenapa kamu menghalangi jalanku?" tanya Kyai Ahmad kepada Bara.


"Aku adalah Bara, Raja Genderewo. Kyai tolong jaga Yusuf dengan baik, dia adalah Putraku, meskipun aku memakai raga oranglain saat melakukan hubungan Suami istri dengan Ibunya Yusuf."


"Kenapa kamu ingin aku yang menjaga Yusuf? bukannya Yusuf masih mempunyai orangtua?" tanya Kyai Ahmad.


"Saat ini Ibunya Yusuf sedang dalam bahaya, bahkan Ayah biologis Yusuf serta Ibu tirinya hendak menumbalkan Yusuf dan Ibu kandungnya, jadi aku rasa kalau Yusuf tinggal di sini dia akan lebih aman, dan Yusuf juga akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat dari Kyai. Yusuf masih memiliki Kakek dan Nenek di daerah Jawa Timur, dan Kyai sebaiknya memberitahukan masalah ini terlebih dahulu kepada mereka supaya mereka tidak khawatir karena Yusuf dan Ibunya hilang," ujar Bara.

__ADS_1


"Lalu bagaimana nasib Ibu kandung Yusuf?" tanya Kyai Ahmad.


"Biar Ibu kandung Yusuf menjadi tanggungjawab ku, dan aku yang akan menyelamatkannya."


"Baiklah, mulai sekarang aku akan mengangkat Yusuf menjadi Putraku, dan aku akan membimbing serta menyayanginya seperti Putraku sendiri, apalagi sampai saat ini aku masih belum diberikan keturunan," ujar Kyai Ahmad.


"Terimakasih banyak Kyai, kalau begitu aku pamit dulu. Aku sekarang sudah tenang karena Yusuf sudah berada di tangan orang yang tepat," ucap Bara, kemudian Bara pun menghilang.


Kyai Ahmad kini masuk ke dalam Masjid dengan perasaan gembira karena akhirnya Kyai Ahmad bisa memiliki Putra, meskipun Yusuf bukan terlahir dari rahim istrinya.


Yusuf yang masih tertidur kini digendong oleh Kyai Ahmad menuju rumahnya.


Istri Kyai Ahmad yang bernama Umi Maryam merasa terkejut pada saat melihat Suaminya menggendong Yusuf.


"Abi, bayi siapa yang Abi gendong?" tanya Umi Maryam.


"Ini bayi kita Umi, namanya Yusuf."


"Darimana Abi mendapatkan Bayi pada tengah malam seperti ini?" tanya Umi Maryam


"Tadi Abi menemukan Yusuf yang sedang tertidur di belakang Abi ketika Abi selesai Shalat tahajud dan berdo'a meminta keturunan kepada Allah SWT," jawab Kyai Ahmad dengan antusias.


"Tapi nanti orangtua Yusuf akan mencari keberadaannya, dan Umi takut kalau nanti kita dituduh menculik Anak."


"Tidak akan Umi, karena tadi Abi sudah bertemu dengan Ayah Yusuf, dan dia sendiri yang telah menitipkan Yusuf kepada kita, tapi besok kita harus terlebih dahulu meminta ijin kepada Kakek dan Neneknya Yusuf di daerah Jawa Timur."


Kyai Ahmad kini menceritakan semua yang terjadi kepada Yusuf dan Sukma, supaya Umi Maryam mengerti, dan Umi Maryam merasa prihatin dengan kejadian yang menimpa Yusuf.


"Tapi darimana kita akan tau rumah Nenek dan Kakeknya Yusuf?" tanya Umi Maryam.

__ADS_1


__ADS_2