Suamiku Genderuwo Tampan

Suamiku Genderuwo Tampan
Bab 41 ( Nafsu yang berujung kematian )


__ADS_3

Mbah Jarwo begitu terkejut ketika melihat Sukma yang saat ini berada di hadapannya.


"Ternyata kamu Sukma, bagaimana bisa aku tidak mengenalimu, kamu pasti sudah membuat energiku terserap oleh Suami ghaib mu karena saat ini dia sedang membutuhkan banyak tumbal. Sial, kenapa aku bisa masuk ke dalam jebakanmu," ujar Mbah Jarwo dengan lirih, karena energinya semakin lemah.


"Nafsu yang kamu miliki akhirnya membawa kamu kepada kematian Dukun cabul," ujar Sukma dengan tersenyum licik.


Sukma kini melangkahkan kaki menuju kamar yang saat ini ditempati oleh Yuli, karena tadi Sukma sekilas melihat Yuli sedang tertidur ketika Mbah Jarwo keluar dari kamar tersebut.


Mbah Jarwo mengikuti Sukma dengan sisa tenaga yang dia punya, karena Mbah Jarwo berusaha untuk membunuh Sukma.


Sukma sengaja memancing Mbah Jarwo yang belum mengenakan sehelai benang pun supaya mengikutinya ke kamar Yuli dan mengembuskan nafas terakhirnya dengan terbaring di samping Yuli, karena Sukma sudah merencanakan sesuatu kepada mereka.


Setelah sampai kamar Yuli, Sukma sengaja berdiri di depan tubuh Yuli yang juga belum mengenakan sehelai benang pun, dan pada saat Mbah Jarwo yang sudah lemah berusaha untuk memukul Sukma dari belakang, Sukma menghindarinya sehingga tubuh Mbah Jarwo kini menimpa tubuh Yuli, dan akhirnya Mbah Jarwo yang sudah kehabisan energi pun meregang nyawa di atas tubuh Yuli dengan tubuh keduanya yang masih sama-sama polos.


Sukma segera mengambil fhoto keduanya supaya bisa dia unggah di media sosial, dan Sukma segera menelpon Polisi untuk melaporkan Yuli yang saat ini berada di rumah Mbah Jarwo.


Setelah selesai melakukan semuanya, Sukma bergegas pergi meninggalkan rumah Mbah Jarwo, kemudian Sukma membuang kartu yang ia pakai untuk menelpon Polisi serta mengunggah fhoto Yuli dan Mbah Jarwo yang seakan-akan sedang melakukan tindakan yang tidak senonoh.


Ampuni hamba Ya Allah, hamba tidak ingin membalas kejahatan dengan kejahatan juga, tapi hamba terpaksa melakukan semua ini, ucap Sukma dalam hati.


Saat ini Yuli menjadi viral di sosial media karena video pembunuhan Jaka serta fhoto tidak senonohnya dengan Mbah Jarwo, sehingga Yuli menjadi bahan hujatan semua orang.


Sukma melihat komenan yang dilontarkan warga net kepada Yuli yang banyak menyumpahinya dengan perkataan buruk, apalagi Jaka baru saja meninggal, sedangkan setelah Yuli membunuh Suaminya, Yuli malah bermain gila dengan dukun cabul yang menjadi guru spiritualnya.


......................


Polisi datang ke rumah Mbah Jarwo ketika Yuli masih belum sadarkan diri, dan Mbah Jarwo masih berada di atas tubuhnya.


Polisi memeriksa keadaan Mbah Jarwo yang sudah tidak bernyawa, kemudian membawa jenazahnya untuk di evakuasi, dan petugas saat ini menyiram Yuli dengan air untuk membangunkannya.

__ADS_1


Yuli tersentak kaget karena mendapatkan siraman air dingin, apalagi ketika terbangun Yuli tidak mengenakan sehelai benang pun, bahkan tangannya sudah Polisi borgol.


"Apa yang telah terjadi Bu?" tanya Yuli kepada Polisi wanita yang saat ini sedang menjaga Yuli supaya tidak kabur.


"Seharusnya kami yang bertanya kepada Anda, bagaimana bisa Anda berada di sini dengan mayat Dukun cabul yang berada di atas tubuh Anda, padahal semalam Anda baru saja membunuh Suami Anda sendiri," jawab Polisi wanita tersebut.


"Saya tidak tau apa-apa Bu, bukan saya pelakunya, saya tidak membunuh Mas Jaka," ujar Yuli dengan menangis ketakutan.


"Sebaiknya nanti Anda jelaskan semuanya di kantor Polisi, karena kami sudah menemukan bukti video rekaman yang memperlihatkan Anda membunuh Suami Anda sendiri. Sekarang sebaiknya Anda memakai pakaian dulu, karena kami akan membawa Anda sekarang juga ke kantor Polisi, apalagi saat ini Anda adalah tersangka utama pembunuhan Pak Jaka dan juga Dukun Cabul Jarwo," ujar Polisi wanita, kemudian setelah Yuli memakai pakaian nya, Yuli digelandang menuju kantor Polisi, walau pun Yuli terus saja memberontak dan tidak mau mengakui semua perbuatannya.


Aku pasti dijebak, dan aku yakin kalau semua ini adalah perbuatan Sukma. Lihat saja Sukma, setelah Raja iblis pulih, aku akan membalaskan dendam kepadamu, ucap Yuli dalam hati.


Sesampainya di Kantor Polisi, Yuli langsung diinterogasi, dan Yuli tidak dapat mengelak semuanya, ketika Polisi memperlihatkan video pembunuhan Jaka yang dilakukan oleh dirinya.


Beberapa saat kemudian, orangtua Jaka datang ke Kantor Polisi untuk dimintai keterangan setelah sebelumnya Polisi menelpon dan memberitahukan kalau Jaka telah meninggal Dunia.


Bu Atun merasa geram ketika melihat Yuli yang saat ini berada di sana juga, sehingga Bu Atun langsung melampiaskan amarahnya kepada Yuli.


"Dasar pembunuh, dasar manusia berhati iblis, kenapa kamu tega membunuh Anakku? dasar Pelakor, semoga kamu dihukum seumur hidup," teriak Bu Atun dengan menjambak rambut Yuli.


"Sudah Bu, ikhlaskan semuanya, jangan seperti ini, Bapak tidak mau kalau Ibu sampai sakit," ujar Pak Parjo dengan membantu petugas melepaskan tangan Bu Atun dari kepala Yuli.


"Ibu tidak rela Pak, dia sudah tega membunuh Anak semata wayang kita. Dia sudah menghancurkan keluarga kita," teriak Bu Atun.


"Istighfar Bu, ikhlaskan semuanya, kalau Ibu begini terus kasihan Jaka, dia pasti sedih karena Ibu tidak mengikhlaskan kepergiannya," ujar Pak Parjo.


Setelah Bu Atun melepaskan tangannya dari Yuli, Yuli akhirnya angkat suara.


"Aku bukan pembunuh Jaka, aku hanya difitnah, yang sudah membunuh Jaka adalah Sukma," teriak Yuli.

__ADS_1


"Apa kamu lupa kalau kamu yang telah menumbalkan Sukma. Selama ini kamu telah menghancurkan hidup Sukma, seharusnya kamu malu telah memfitnah dia," ujar Bu Atun.


"Sukma belum mati, semalam aku melihatnya di klub malam," teriak Yuli.


"Kamu jangan melimpahkan perbuatanmu kepada oranglain, karena Polisi sudah mempunyai bukti yang kuat atas semua kejahatan yang telah kamu lakukan, dan kami bersedia menjadi saksi kejahatanmu, apalagi kamu sudah tega mengambil semua tabungan serta mobil kami," ujar Bu Atun.


Petugas Kepolisian yang melihat Yuli dan Bu Atun terus berdebat, memutuskan untuk memisahkan mereka berdua.


"Sebaiknya sekarang bawa tersangka ke dalam penjara," ujar Komandan Polisi.


Yuli akhirnya dibawa masuk ke dalam penjara, sedangkan Bu Atun dan Pak Parjo dimintai keterangan oleh Polisi tentang kejahatan yang telah Yuli lakukan.


Setelah selesai memberikan keterangan, Bu Atun dan Pak Parjo menuju Rumah Sakit untuk membawa jenazah Jaka yang akan mereka kebumikan di Jawa Timur.


Sukma yang baru melihat jenazah Jaka di Rumah Sakit, langsung bersembunyi ketika melihat Pak Parjo dan Bu Atun dari kejauhan.


Bu, Pak, Sukma kangen sama Ibu dan Bapak, maafkan Sukma yang sudah tega menumbalkan Mas Jaka. Semoga Ibu dan Bapak tabah menerima semua cobaan ini. maaf kalau Sukma belum bisa menemui Bapak dan Ibu, Sukma tidak mau kalian kecewa melihat Sukma yang sekarang telah berubah menjadi seorang pembunuh, ucap Sukma dengan airmata yang terus menetes pada pipinya, kemudian Sukma memutuskan untuk pulang dari Rumah Sakit, sebelum orangtua Jaka melihatnya.


Bu Atun yang sekilas melihat Sukma, mencoba mengejarnya untuk meyakinkan diri kalau itu adalah Sukma.


"Ibu, kenapa jalannya terburu-buru?' tanya Pak Parjo.


"Pak sepertinya Ibu melihat Sukma."


*


*


Terimakasih sudah berkenan membaca Karya receh saya, terimakasih juga atas dukungannya, Sehat dan Sukses selalu untuk semuanya..🤲🙏

__ADS_1


__ADS_2