
Hari ini Yusuf yang sudah berada di dalam tubuh Sandi terlihat bersiap untuk berangkat menuju Jakarta.
"Nak, Yusuf jadi berangkat sekarang?" tanya Kyai Ahmad.
"Iya Abi, Yusuf sedang menunggu Kedua Kakak Yusuf yang akan mengantar Yusuf kepada Ayah dan Ibu."
"Hati-hati ya Nak, semoga Yusuf diberikan kelancaran serta keselamatan dalam perjalanan," ucap Kyai Ahmad yang di Amini oleh Yusuf.
Yusuf di antar oleh Sandi ke luar dari Pesantren menuju tempat parkir mobil setelah sebelumnya Yusuf berpamitan kepada kedua orangtua angkatnya.
"Yusuf, Om ikut ya," rengek Sandi dengan menarik tangan Yusuf.
"Enak saja mau ikut, kamu itu harus jaga tubuh Yusuf supaya tidak diganggu oleh Raja iblis," ujar Alex yang saat ini muncul dihadapan Sandi dan Yusuf.
Beberapa saat kemudian, Alexa datang menyusul Alex.
"Yusuf, Kakak datang," ujar Alexa, kemudian memeluk tubuh Yusuf, dan Alexa lupa jika yang berada dalam tubuh Yusuf saat ini adalah Sandi.
Alex yang melihatnya langsung saja menarik tubuh Alexa.
"Alexa, apa-apaan kamu main peluk-peluk Sandi," ujar Alex.
Alexa yang baru menyadari kesalahannya, terlihat menutup wajahnya menggunakan kedua tangan karena malu.
"Maaf Kak, Alexa lupa kalau yang saat ini berada dalam tubuh Yusuf adalah Mas Sandi," ujar Alexa dengan cengengesan.
"Kamu lupa atau pura-pura lupa? padahal sejak kita berangkat Kakak sudah memperingatkan kamu," ujar Alex.
"Kalau begitu Alexa peluk yang ini saja, kalau yang ini kan Adik kita Yusuf," ujar Alexa dengan memeluk Yusuf yang saat ini berada dalam tubuh Sandi.
Alex kembali menarik tubuh Alexa, sehingga Alexa kembali melayangkan protes.
"Kenapa lagi sih Kak, meluk tubuh Yusuf gak boleh karena ada jiwa Mas Sandi di dalamnya, sekarang meluk Mas Sandi yang di dalamnya ada jiwa Yusuf juga tidak boleh. Apa Kakak mau melihat Adiknya menjadi perawan tua?" gerutu Alexa.
"Sudah Kak Alexa, sebaiknya sekarang kita berangkat supaya tidak kemalaman di jalan, Ibu dan Ayah pasti sudah menunggu kedatangan kita," ujar Yusuf mencoba untuk menengahi kedua Kakaknya yang terlihat ribut.
"Om Sandi, Yusuf berangkat dulu ya."
__ADS_1
"Hati-hati Tong, jangan pake tubuh Om Sandi untuk atraksi kuda lumping, nanti bisa-bosa lecet."
"Kamu yang harus jaga tubuh Adikku, jangan sampai tubuh Yusuf merasa lemas karena kamu menjaga pola makan," ujar Alex yang selalu saja ribut apabila bertemu dengan Sandi.
"Sewot banget sih calon Kakak ipar," celetuk Sandi.
"Apa kamu bilang?" tanya Alex dengan tatapan tajam.
"Sudah Kak, gak sama Angel, gak sama Mas Sandi, Kak Alex selalu saja ngajak ribut," ujar Alexa kemudian duduk di jok belakang bersama Yusuf.
"Heh, kalian ini anggap aku Supir? dasar gak ada akhlak, punya dua Adik selalu saja bikin darah tinggi," ujar Alex.
Yusuf akhirnya pindah menuju kursi depan, dan duduk di samping Alex yang saat ini hendak menyetir.
Yusuf dan Alexa akhirnya melambaikan tangan kepada Sandi ketika mobil melaju.
Sepanjang perjalanan menuju Jakarta, Yusuf dan Alexa terus saja mengobrol, sedangkan Alex fokus menyetir tanpa menghiraukan kedua Adiknya, apalagi Alex merasa kesal karena saat ini Yusuf berada dalam tubuh Sandi.
Alex dan Alexa memutuskan untuk memperlihatkan wujudnya, karena mereka ingin menikmati perjalanan sebagai manusia biasa, padahal bisa saja mereka menghilang supaya bisa sampai lebih cepat.
"Kak, bagaimana kabar Tante Angel?" tanya Yusuf kepada Alexa.
"Kenapa bisa seperti itu?" tanya Yusuf lagi.
"Yusuf tanyakan saja sendiri sama orangnya," ujar Alexa.
"Gak ah nanti Kak Alex marah sama Yusuf," bisik Yusuf kepada Alexa.
"Gak usah bisik-bisik, Kakak juga mendengarnya," sindir Alex.
"Kirain gak denger. Memangnya kenapa tiap ketemu sama Tante Angel Kak Alex selalu bertengkar?" tanya Yusuf.
"Katanya gak mau tanya karena takut dimarahi," sindir Alexa.
"Habisnya penasaran Kak," ujar Yusuf dengan cengengesan.
"Udah, gak usah kepo sama urusan orang dewasa," ujar Alex dengan ketus.
__ADS_1
Alexa dan Yusuf memutuskan untuk tidur, karena mereka tidak mau sampai memancing kemarahan Alex.
......................
Sukma dan Bara sudah sibuk dari semenjak pagi mempersiapkan makanan untuk ketiga Anaknya yang akan segera tiba, dan Sukma terlihat bersemangat karena akhirnya akan bisa berkumpul dengan ketiga Anaknya.
"Sayang, biar aku aja yang menyelesaikan semuanya. Sebaiknya kamu istirahat saja, aku tidak mau kalau sampai kamu merasa kecapean," ujar Bara.
"Sebentar lagi juga kue nya matang kok, nanti kalau gak ditungguin bisa-bisa kue nya gosong seperti kemarin," ujar Sukma.
"Kemarin kan aku ketiduran, tapi kue gosong pun terasa enak kalau kamu yang masak," ujar Bara dengan melingkarkan tangannya pada pinggang Sukma.
Beberapa saat kemudian terdengar suara Adzan Dzuhur berkumandang, tapi anehnya Bara tidak lagi merasa kepanasan, bahkan ketika Sukma melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim pun Bara terlihat biasa saja.
"Bara, kenapa ya akhir-akhir ini kamu tidak merasa kepanasan apabila mendengar suara Adzan? bahkan ketika aku shalat pun kamu terlihat biasa saja," ujar Sukma yang merasa heran.
"Aku juga awalnya merasa heran, tapi apa mungkin semua itu terjadi karena aku sudah mempunyai niat untuk mempelajari Agama yang kamu anut?" ujar Bara.
"Alhamdulillah kalau kamu mempunyai pemikiran seperti itu, mungkin dengan kamu berubah menjadi jin muslim, nanti kamu bisa menjadi imam shalat untukku," ujar Sukma.
"Nanti kita coba tanya kepada Yusuf bagaimana caranya supaya aku bisa menjadi Jin Muslim, karena aku merasa tenang dan damai ketika mendengar bacaan Ayat suci Al-qur'an, padahal dulu aku selalu merasa kepanasan," ujar Bara yang sudah bertekad akan menjadi seorang mualaf, dan tentu saja Sukma menyambut niat baik Bara.
Yusuf, Alex dan Alexa akhirnya sampai juga di Jakarta. Sukma dan Bara yang mendengar suara mobil masuk halaman rumah mereka, langsung saja ke luar dari dalam rumah.
"Alhamdulillah, akhirnya kalian sampai juga," ujar Sukma dengan bergantian mencium dan memeluk ketiga Anaknya.
"Ayah gak usah cemburu, meski pun Yusuf berada dalam tubuh Om Sandi, Yusuf kan tetap Anak Ayah dan Ibu juga," ujar Yusuf saat melihat Bara cemberut.
"Iya Yah, Alexa juga gak apa-apa kan meluk-meluk Yusuf, kita kan Adik Kakak," ujar Alexa yang hendak memeluk Yusuf.
"Tidak boleh," teriak Bara dan Alex.
"Kompak amat sih ngomongnya," sindir Alexa.
"Ya sudah, sebaiknya sekarang kita masuk ke dalam rumah, Ibu sudah masak makanan yang banyak untuk kalian bertiga."
Sukma menggandeng tubuh Yusuf dan Alexa untuk masuk ke dalam rumah, sehingga Bara dan Alex merasa cemburu dengan sikap Sukma yang sudah pilih kasih.
__ADS_1
"Yah, bagaimana caranya supaya jiwa Yusuf dan Sandi bisa segera bertukar lagi, Alex gak bisa lihat Ibu dan Alexa meluk-meluk tubuh Sandi terus."
"Ayah juga sama Nak, kalau saja bukan Yusuf yang saat ini berada dalam tubuh Sandi, sudah Ayah jitak tuh kepalanya. Mungkin setelah Yusuf berhasil mengalahkan Raja iblis, jiwa Yusuf dan Sandi akan kembali bertukar."