Suamiku Genderuwo Tampan

Suamiku Genderuwo Tampan
Bab 68 ( Terjebak pada dimensi lain )


__ADS_3

Kabar bahagia tentang pernyataan cinta Alex yang telah diterima oleh Angel sudah terdengar sampai ke telinga Sukma, karena Alex telah mengabari Bara menggunakan kontak telepati.


"Alhamdulillah, sebentar lagi kita bakalan punya Menantu," ujar Sukma kepada Bara.


"Iya sayang, dan mungkin kita juga akan segera mendapatkan Cucu. Aku bahagia karena Alex bisa menggantikan tanggung jawabku menjadi seorang Raja, karena aku sudah memutuskan untuk tinggal di alam manusia, meski pun mungkin aku tidak akan pernah bisa berubah menjadi manusia."


"Setidaknya kita bisa selalu hidup bersama Bara."


"Yusuf, sebenarnya ada yang ingin Ayah tanyakan."


"Tentang apa Yah?" tanya Yusuf yang terlihat heran, karena saat ini mimik wajah Bara terlihat serius.


"Ayah sebenarnya ingin menjadi seorang mualaf, apa Yusuf bisa membantu Ayah?"


"Alhamdulillah, Yusuf senang mendengarnya. Kalau begitu nanti kita minta bantuan kepada Abi Ahmad supaya membimbing Ayah mengucap dua kalimat Syahadat di Masjid yang berada di Pesantren."


"Kak Lexa juga mau masuk Agama islam juga Yusuf," ujar Alexa yang ingin mendalami Agama Islam, apalagi Alexa sudah berniat untuk menjadi manusia.


"Nanti setelah jiwa Yusuf dan Om Sandi bertukar kembali, Kakak dan Ayah bisa ikut Yusuf pulang ke Pesantren supaya Abi bisa menjelaskan semua tata cara untuk menjadi seorang mualaf."


Sukma terlihat bahagia mendengar niat Suami dan Anaknya yang akan hijrah menuju jalan kebaikan.


"Ya sudah, kalau begitu sekarang kita istirahat. Kasihan Yusuf dan Alexa habis perjalanan jauh, Yusuf dan Alexa juga pasti sudah mengantuk."


Sukma yang melihat Alexa hendak bicara, kembali angkat suara, karena Sukma sudah mengetahui apa yang akan Alexa bicarakan.


"Alexa dan Yusuf tidur terpisah ya, karena saat ini jiwa Yusuf masih berada di dalam tubuh lelaki yang Lexa cintai," ujar Sukma, dan Alexa langsung cengengesan mendengar perkataan Ibunya tersebut.


Sukma dan Bara masuk ke dalam kamar mereka, begitu juga dengan Yusuf dan Alexa yang masuk ke dalam kamar masing-masing, karena Sukma dan Bara sebelumnya sudah mempersiapkan kamar untuk ketiga Anaknya.


Entah kenapa malam ini Bara dan Alexa merasakan kantuk yang sangat luar biasa, sehingga Bara dan Alexa tertidur dengan cepat sampai-sampai lupa memasang pagar gaib di rumah mereka, dan semua itu adalah ulah dari Raja iblis yang meniupkan ajian pamungkas supaya makhluk ghaib yang menjaga Sukma tertidur, karena Raja iblis akan menculik Sukma ketika Bara dan Alexa terlelap dalam tidur mereka.

__ADS_1


Raja iblis yang melihat Sandi berada di rumah Sukma tidak memperdulikannya, karena Raja iblis berpikir jika Sandi tidak ada apa-apanya karena Sandi adalah penakut. Raja iblis tidak tau kalau yang berada di dalam tubuh Sandi saat ini adalah Yusuf.


"Lho, tumben Bara cepat banget tidurnya, padahal biasanya Bara susah tidur kalau belum aku pijitin kepalanya," gumam Sukma yang akhirnya berbaring di samping tubuh Bara.


Sukma akhirnya menyusul Bara menuju alam mimpi. Baru juga mata Sukma terpejam, Raja iblis yang sudah tidak sabar untuk membawa Sukma menuju alamnya, langsung saja menggendong tubuh Sukma. Saat ditengah perjalanan, Sukma yang merasa digendong seseorang akhirnya terbangun dan terjatuh karena terus memberontak, dan Raja Iblis kehilangan Sukma yang jatuh di tengah hutan dan hilang dalam kegelapan malam.


"Astagfirullah, kenapa semuanya terlihat gelap? dimana Aku. Bara, Yusuf, Alex, Alexa," teriak Sukma mencoba memanggil orang-orang yang dia sayangi, tapi Sukma sama sekali tidak mendapat jawaban.


Secara perlahan Sukma mencoba untuk berjalan dengan meraba sesuatu yang berada di sekelilingnya, sampai akhirnya setelah berjalan cukup jauh, Sukma melihat seberkas cahaya dari sebuah gubuk.


"Alhamdulillah, akhirnya aku bisa melihat Cahaya juga. Lho, dimana aku sekarang? aku sepertinya berada di tengah hutan," gumam Sukma yang melihat pohon-pohon yang baru saja dia lewati, karena saat ini Sukma sudah berada di depan sebuah gubuk yang menggunakan Lentera sebagai penerangan.


"Assalamu'alaikum," ucap Sukma dengan mendudukkan bokongnya di atas papan yang berada di depan gubuk.


Saat ini suasana sekitar gubuk terlihat mencekam, burung hantu yang berada di atas pohon di samping gubuk terus saja bersuara, bahkan dari kejauhan lolongan serigala terdengar saling bersahutan.


Ketika Sukma berada dalam ketakutan, tiba-tiba Sukma mendengar suara seorang Nenek dari belakang tubuhnya, sehingga Sukma terlonjak kaget.


"Maaf Nek, jika saya mengganggu istirahat Nenek, tapi saya bingung karena tidak tau saat ini sedang berada di mana," ujar Sukma.


"Kalau begitu masuklah, supaya kita bisa membicarakan semuanya di dalam gubuk saya," ujar Nenek tersebut.


Bulu kuduk Sukma langsung merinding ketika masuk ke dalam gubuk.


"Nenek tinggal bersama siapa di sin?" tanya Sukma yang tidak melihat seorang pun berada di dalam gubuk tersebut.


"Nenek cuma tinggal sendiri. sepertinya Nyi sanak bukan orang sini, karena baju yang Nyai kenakan terlihat berbeda?"


"Bukan Nek, malah saya masih bingung dengan keberadaan saya saat ini. Nama saya Sukma Nek, Nenek bisa panggil saya Sukma saja."


"Sukma, apa kamu Cucu dari Ningsih?"

__ADS_1


"Iya benar, darimana Nenek mengenal si Mbok?" tanya Sukma dengan mata yang berbinar.


"Nenek dan Ningsih adalah teman dari semenjak kecil, nama Nenek adalah Asih."


"Pantas saja Sukma rasanya pernah melihat fhoto Nenek bersama si Mbok. Kenapa Nenek berada di sini?" tanya Sukma.


"Nenek dijadikan tumbal pesugihan kepada Raja iblis oleh Suami Nenek sendiri, makanya saat ini Nenek terjebak di alam Raja iblis. Apa mungkin ada orang yang menjadikan kamu sebagai tumbal Raja iblis juga?" tanya Nek Asih.


"Sepertinya Raja iblis belum menyerah untuk mendapatkan Sukma Nek, makanya tadi dia menculik Sukma dan membawa Sukma ke alamnya, karena Suami ghaib Sukma sepertinya sedang lengah."


"Kenapa kamu bisa mempunyai Suami ghaib? Apa Sukma bersekutu dengan makhluk ghaib?"


"Tidak Nek, tapi Sukma mengalami nasib yang sama seperti Nek Asih, karena Suami Sukma sudah menumbalkan Sukma kepada Raja Genderewo."


"Kasihan sekali nasib kamu Sukma," ujar Nek Asih dengan memeluk tubuh Sukma.


"Meski pun Sukma dijadikan tumbal kepada Raja Genderewo, tapi Sukma beruntung karena Bara mencintai Sukma, bahkan kami sudah memiliki tiga Anak."


"Alhamdulillah kalau begitu. Apa jangan-jangan pesta pernikahan yang akan di adakan di Kerajaan Iblis adalah pernikahan Raja iblis dengan Sukma," ujar Nek Asih.


"Sukma harus bagaimana Nek, Sukma takut kalau sampai Raja iblis menemukan Sukma."


"Sekarang Pasti Raja iblis dan pengikutnya sedang mencari keberadaan Sukma, Sukma harus segera pergi dari tempat ini," ujar Nek Asih.


"Tapi Sukma tidak tau harus pergi kemana, apalagi saat ini di luar terlihat gelap."


"Sebaiknya Sukma menyamar supaya mereka tidak mengenali Sukma saat mencari ke sini."


"Bagaimana caranya Nek?" tanya Sukma yang terlihat bingung.


"Sukma pakai saja baju Nenek," ujar Nek Asih dengan memberikan baju serta kerudung untuk menutupi wajah Sukma.

__ADS_1


__ADS_2