Suamiku Genderuwo Tampan

Suamiku Genderuwo Tampan
Bab 59 ( Kekhawatiran Bara )


__ADS_3

Bara dan Sukma saat ini sedang berada di perjalanan menuju Restoran mereka yang berada di luar kota. Bara bisa saja menggunakan kekuatannya supaya cepat sampai, tapi sudah satu tahun ini Bara mencoba menjalani kehidupan seperti manusia, karena dia ingin Sukma merasa kalau Suaminya adalah manusia, meski pun pada kenyataannya, Bara tetaplah makhluk halus yang tidak seharusnya bersanding dengan Sukma.


Ketika Yusuf dan Sandi berada dalam bahaya, Bara sebenarnya mengetahui semua itu, tapi Bara tidak mau kalau Sukma merasa cemas jika dirinya pergi secara tiba-tiba untuk membantu Yusuf dan Sandi, sampai akhirnya Bara melakukan komunikasi lewat telepati dengan Alex dan Alexa supaya kedua Anaknya tersebut bisa membantu Yusuf dan Sandi yang sedang membutuhkan pertolongan.


"Bara, kamu kenapa melamun terus?" tanya Sukma.


"Sepertinya yang selama ini aku takutkan akan terjadi Sukma," jawab Bara.


"Memangnya apa yang kamu takutkan? bicaralah, mungkin aku bisa membantu," ujar Sukma.


"Alexa sudah bertemu dengan pemuda yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama, dan itu akan menjadi kelemahannya," ujar Bara.


"Memangnya siapa yang telah membuat Alexa jatuh cinta?" tanya Sukma yang merasa penasaran.


"Sandi," jawab Bara.


"Kok bisa? kapan mereka bertemu?" tanya Sukma yang merasa penasaran.


"Tadi mereka bertemu ketika Raja iblis menyerang Yusuf dan Sandi, dan aku mengutus Alex dan Alexa untuk membantu mereka."


"Kenapa bukan kamu saja yang bantu sih," ujar Sukma dengan cemberut.


"Sayang, saat ini kita masih berada dalam perjalanan, kalau aku pergi, siapa yang akan menjagamu. Aku tidak mau kalau kamu sampai kenapa-napa. Yusuf dan Sandi juga Alhamdulillah tidak kenapa-napa, bahkan sekarang mereka sudah sampai rumah, meski pun saat ini ada sosok Kuntilanak yang mengikuti mereka," ujar Bara.


"Apa Kuntilanak tersebut tidak berbahaya?" tanya Sukma yang merasa khawatir dengan keadaan Yusuf.


"Kamu tenang saja, yang aku lihat saat ini dia baik, tapi aku takutnya Sandi akan tergoda oleh Kuntilanak tersebut dan akan membuat Alexa menjadi patah hati," jelas Bara.


"Bara, aku tau ketakutanmu sebagai seorang Ayah, tapi aku yakin kalau Sandi adalah Anak yang baik, iman nya juga kuat, pasti Sandi tidak akan mudah tergoda oleh sosok Kuntilanak tersebut," ujar Sukma.


"Semoga saja Sukma, karena aku takut kalau semua itu sampai terjadi, aku tidak mau kalau Anak kita sampai patah hati karena Sandi berpaling kepada si Angel," ujar Bara.


"Jadi nama Kuntilanak nya Angel?" tanya Sukma.


"Iya benar," jawab Bara.

__ADS_1


"Kok kamu masih aja sedih? jangan bilang kalau kamu juga naksir sama si Angel makanya kamu sedih," ujar Sukma yang sekarang mudah sekali cemburuan.


"Sayang, kenapa sih akhir-akhir ini kamu jadi cemburuan? ketemu aja belum pernah bagaimana bisa jatuh cinta," ujar Bara.


"Terus nanti kalau udah ketemu kamu bakalan jatuh cinta sama dia gitu?" ujar Sukma yang tiba-tiba menangis.


"Kamu kenapa sih jadi sensitif sekali kayak orang lagi hamil? atau jangan-jangan kamu Hamil lagi?" tanya Bara dengan mata yang berbinar.


"Tidak mungkin aku hamil lagi, aku kan selalu minum pil KB," ujar Sukma.


"Bisa saja kan kalau kamu lupa minum," ujar Bara.


"Aku juga pasang implan, jadi gak mungkin hamil," ujar Sukma.


"Kenapa sih kamu gak mau hamil lagi, padahal sekarang aku sudah berada di sampingmu dan akan selalu ada untukmu selama 30 jam," ujar Bara.


"Yang bener 24 jam Bara, gak usah ditambah-tambahin. Kamu gak tau sih rasanya perempuan hamil itu seperti apa, udah gitu ngelahirinnya juga sakit banget. Kalau kamu mau punya Anak lagi, udah aja kamu yang hamil sama ngelahirinnya," ujar Sukma yang merasa geram kepada Bara.


Bara tau kalau alasan Sukma sebenarnya bukan itu, tapi karena Bara bukanlah manusia, karena yang nanti Sukma lahirkan akan menjadi manusia setengah Genderewo seperti Alex dan Alexa, sedangkan Yusuf menjadi manusia karena saat itu Bara menggunakan Jaka sebagai media Bara untuk bercocok tanam.


"Maafkan aku Bara, sebagai seorang Ibu, aku juga ingin merawat Anak-anakku dan selalu berada di samping mereka, tapi semua itu tidak bisa aku lakukan," ujar Sukma dengan menangis.


Aku harus mencari cara supaya aku bisa merubah diri menjadi manusia, karena jika aku menjadi manusia, tidak akan ada lagi yang menggangguku dan keluargaku, ucap Bara dalam hati.


......................


Saat ini Sandi dan Yusuf telah sampai di rumah Bu Atun dan Pak Parjo. Mereka sampai setelah terdengar Adzan isya berkumandang.


"Alhamdulillah akhirnya kita sampai juga. Eh, kok si Angel masih ada di dalam mobil ya? bukannya tadi dia bilang mau turun?" ujar Sandi.


"Iya Om, Tante Angel ketiduran, jadi Yusuf juga gak tega mau bangunin nya. Ya sudah biarin saja Tante Angel tidur dalam mobil," ujar Yusuf, kemudian Yusuf dan Sandi ke luar dari dalam mobil.


Yusuf dan Sandi mengucap Salam ketika sampai di depan rumah, dan Bu Atun yang sudah mengetahui kalau Sandi dan Yusuf akan pulang, bergegas membuka pintu.


"Alhamdulillah, akhirnya kalian sampai juga," ucap Bu Atun.

__ADS_1


Sandi dan Yusuf mencium punggung tangan Bu Atun dan Bu Inem yang baru saja datang menghampiri mereka, ketika melihat Yusuf dan Sandi turun dari mobil.


"Bagaimana kabar kalian berdua?" tanya Bu Atun.


"Alhamdulillah kami baik Bu," jawab Sandi.


"Yusuf, bagaimana Om Sandi di Pesantren? apa tidak merepotkan Yusuf?" tanya Bu Inem.


"Ibu kok nanya nya gitu amat, gini-gini Sandi juga pinter, jadi kalau belajar gampang bisa. Mana ada Sandi ngerepotin Yusuf, yang ada Yusuf yang ngerepotin San_di," ujar Sandi yang merasa ragu, karena selama ini Yusuf tidak pernah merepotkan Sandi, tapi Sandi yang sering meminta bantuan Yusuf ketika ada pelajaran yang tidak Sandi mengerti.


Semuanya kini menatap Sandi dengan tatapan tidak percaya.


"Eh Bu, Bapak mana?" tanya Sandi yang mencoba untuk mengalihkan perhatian.


"Bapak belum pulang dari Masjid Nak, mungkin sebentar lagi setelah selesai Shalat isya," jawab Bu Atun.


"Nek, Yusuf lapar," ujar Yusuf.


"Ya sudah kalau begitu kita makan saja duluan, biar nanti Kakek nyusul belakangan," ujar Bu Atun.


"Tunggu Kakek saja Nek, sebentar lagi juga Kakek datang," ujar Yusuf, dan benar saja, tidak lama setelah Yusuf berbicara, Pak Parjo pun datang.


"Assalamu'alaikum, Cucu Kakek yang tampan akhirnya sampai juga. Yusuf apa kabar?" tanya Pak Parjo.


"Jadi cuma Yusuf saja nih yang dibilang tampan sama ditanyain kabarnya?" ujar Sandi dengan merajuk.


"Wa'alaikumsalam Kek, Alhamdulillah Yusuf dan Om Sandi baik-baik saja," jawab Yusuf, dan Sandi semakin cemberut.


"Anak Bapak yang tampan ini kenapa sih gak mau ngalah sama Ponakan sendiri?" ujar Pak Parjo.


"Bapak tidak tau aja kalau Ponakan kecil Sandi saat di Pesantren adalah Guru Sandi," ujar Sandi, dan semua yang berada di sana tertawa mendengar perkataan Sandi.


"Kamu harusnya bersyukur karena mempunyai Keponakan yang mempunyai kelebihan," ujar Bu Inem.


"Kayaknya yang pantas dipanggil Keponakan itu Sandi, dan Yusuf Om nya," ujar Sandi dengan terkekeh, karena Sandi selalu merasa kalau pemikiran Yusuf lebih dewasa dibandingkan dengan dirinya.

__ADS_1


"Oh iya Nak, kalian bawa siapa di dalam mobil?" tanya Pak Parjo yang bisa melihat makhluk tak kasat mata juga.


__ADS_2