
Alex dan Alexa yang selalu mengawasi Yusuf akhirnya datang juga ketika Adiknya tersebut berada dalam bahaya.
Duar..duar..duar.
Suara ledakan yang dikeluarkan oleh Alex dan Alexa kini mengenai tubuh Anak buah Raja iblis. Kedua Anak kembar Bara tersebut memusnahkan satu persatu Anak buah Raja iblis dengan mudahnya, sehingga hanya tersisa sedikit saja.
"Kakak," ucap Yusuf dengan tersenyum ketika melihat Alex dan Alexa, karena meski pun mereka berbeda alam, Alex dan Alexa sering mendatangi Yusuf melalui mimpi nya.
Sandi yang melihat wajah Alexa mirip sekali dengan Sukma, begitu terpesona, sehingga mata Sandi tidak berkedip dibuatnya.
"Awas," teriak Alexa dengan menarik tubuh Sandi yang hendak terkena serangan Anak buah Raja Genderewo.
"Apakah kamu Bidadari dari khayangan?" tanya Sandi kepada Alexa, begitu juga dengan Alexa yang tidak berkedip menatap wajah tampan Sandi, dan mereka berdua telah jatuh cinta pada pandangan pertama.
Alex dan Yusuf yang sudah berhasil memusnahkan semua Anak buah Raja Genderewo kini menghampiri Alexa dan Sandi yang masih saling memandang, sedangkan Raja iblis telah berhasil melarikan diri, karena suatu saat nanti yang akan berhasil memusnahkannya adalah Sandi.
"Alexa"
"Om Sandi"
Ucap Alex dan Yusuf secara bersamaan, tapi baik Sandi mau pun Alexa seakan tidak mendengar panggilan Alex dan Yusuf, sampai akhirnya Yusuf dan Alex menarik tangan Alexa dan Sandi yang masih terlihat berpegangan.
"Apaan sih Kak," ujar Alexa dengan tidak melepas pandangannya terhadap Sandi.
"Loe ganggu aja sih Tong, gak tau apa Uncle Sandi yang tampan ini lagi melihat pemandangan indah yang nampak di depan mata," ujar Sandi.
"Istighfar Om, ingat Dosa," ujar Yusuf.
"Kalau yang pertama kali mata kita memandang seorang perempuan tanpa berkedip, itu namanya Anugrah, kalau yang kedua kali setelah berkedip tadi, baru itu namanya musibah alias Dosa, makanya daritadi Om tidak berkedip supaya tidak dosa," ujar Sandi dengan terkekeh.
Alex yang mendengar perkataan Sandi, langsung saja angkat suara.
"Modus aja loe sama Adik gue," ujar Alex.
"Bukannya modus Bang, tapi usaha," ujar Sandi dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Yusuf yang melihat perdebatan Sandi dan Alex mencoba untuk menengahinya, karena bagaimana pun juga baik Sandi atau Alex sama-sama saudaranya.
"Sudah Om Sandi, Kak Alex, kalian gak usah berdebat. Oh iya, makasih banyak ya Kak Alex dan Kak Alexa sudah membantu Yusuf dan Om Sandi."
"Iya sama-sama Sayang, kami tidak mau kalau Raja iblis sampai memanfaatkan Yusuf untuk mendapatkan Ibu."
"Yusuf kok manggil mereka Kakak? apa Yusuf mengenal mereka?" tanya Sandi.
"Tentu saja kenal, mereka kan Kakak Yusuf, tapi mereka tinggal di Kerajaan Genderewo," jawab Yusuf.
Kalau Demit nya cantik gini mah gue juga demen, ucap Sandi dalam hati, dan Alexa yang mendengar suara hati Sandi tersenyum manis terhadap Sandi, sedangkan Alex menatap tajam Sandi.
__ADS_1
"Alexa, sebaiknya kita pulang sekarang, karena Ayah sudah melarang kita supaya tidak boleh tinggal lama-lama di alam manusia. Yusuf, jaga diri baik-baik ya, kami sekarang pulang dulu. Kalau Yusuf butuh bantuan, Yusuf panggil saja nama kami, dan kami pasti akan langsung datang," ujar Alex.
Sebelum Alex dan Alexa kembali ke alamnya, Sandi mencoba untuk meminta nomor handphone kepada Alexa.
"Neng, Abang boleh minta nomor WA nya gak?" tanya Sandi kepada Alexa.
"Kamu pikir kami manusia seperti kalian?" ujar Alex dengan nada yang tinggi.
"Kakak itu Kudet banget sih, Alexa juga punya handphone kali."
"Apa tuh Kudet?" tanya Alex.
"Kurang update," jawab Alexa, Sandi dan Yusuf secara bersamaan.
Setelah Alexa dan Sandi bertukar nomor handphone, Alex menarik tangan Alexa untuk segera meninggalkan alam manusia.
"Jangan lupa telpon ya Bang," teriak Alexa dengan melambaikan tangan kepada Yusuf dan Sandi.
"Udah cepetan pulang, ganjen banget sih," ujar Alex yang merasa kesal terhadap kembarannya tersebut sampai akhirnya Alex dan Alexa menghilang dari pandangan Sandi dan Yusuf.
"Yah..hilang," gumam Sandi dengan menghela nafas panjang.
"Tenang Om, kalau jodoh gak bakalan lari kemana," ujar Yusuf.
"Ya sudah kalau begitu sekarang kita meneruskan kembali perjalanan yang masih panjang ini, tenaga Om Sandi juga sudah mulai berkurang."
"Sekate-kate loe Tong, gini-gini juga Om bantuin," ujar Sandi.
"Bantuin apaan?" tanya Yusuf.
"Bantuin do'a," celetuk Sandi dengan tertawa.
Yusuf dan Sandi akhirnya meneruskan kembali perjalanan menuju rumah mereka, untungnya tidak ada lagi gangguan dari Anak buah Raja iblis.
"Alhamdulillah ya, kita gak diganggu lagi sama Anak buah Raja iblis," ujar Sandi.
"Iya Om Alhamdulillah, tapi kalau yang ikut numpang di atas ada sih," ujar Yusuf sehingga membuat bulu kuduk Sandi merinding, apalagi sekarang sudah hampir Maghrib, dan perjalanan masih sekitar satu jam lagi.
"Siapa yang ngikut? jangan nakut-nakutin Om deh," ujar Sandi.
Tiba-tiba Kuntilanak yang tadi berada di atas mobil kini masuk dan duduk di jok belakang.
"Barusan ada yang nanyain Angel ya," celetuk Kuntilanak tersebut.
Sandi hendak berbalik, tapi Yusuf melarangnya, karena saat ini Kuntilanak tersebut sedang berada dalam mode seram.
"Udah, Om fokus nyetir aja, kalau lihat ke belakang, Yusuf takutnya Om malah pingsan."
__ADS_1
Bau anyir kini menyeruak pada indera penciuman Sandi, dan Sandi hampir saja muntah mencium bau darah dari tubuh kuntilanak, apalagi banyak belatung yang loncat ke jok depan.
"Yusuf, Om udah gak kuat pengen muntah, suruh dia pergi gih," ujar Sandi.
"Enak aja main usir-usir, tempat tujuanku masih jauh, kalau ada yang minta tolong itu jangan pelit-pelit, nanti kuburannya sempit," cerocos Angel.
"Tante Kunti bisa merubah bentuk gak supaya Om Sandi gak ketakutan?" tanya Yusuf.
"Oke deh Aunty mau beralih ke mode cantik dulu," ujar Angel kemudian berubah menjadi Kuntilanak cantik dan seksi.
"Aduh, kalau yang begini mah menggoda iman Yusuf," celetuk Sandi.
"Jaga pandangan Om, tadi aja baru rayu-rayu Kak Alexa, jadi lelaki jangan plin plan Om, harus punya pendirian," ujar Yusuf.
"Hadeuh ni bocah udah kayak orang dewasa aja kalau ngemeng."
Sandi melihat ada Mesjid di pinggir jalan, sehingga Sandi memutuskan untuk melaksanakan Shalat Maghrib terlebih dahulu.
"Yusuf sebaiknya sekarang kita turun dulu buat shalat Maghrib," ujar Sandi.
"Iya Om, takutnya gak bakalan keburu kalau nunggu sampai rumah. Tante Angel mau ikut turun juga gak?" tanya Yusuf.
"Gak usah ganteng, Tante nunggu di sini saja, takutnya nanti banyak yang terpesona sama kecantikan Tante," jawab Angel.
"Yo wes kalau begitu kita titip mobil ya Mbak," ujar Sandi.
"Enak aja Mbak Mbak, emangnya pedagang jamu. Panggil Saya Miss," ujar Angel.
"Ya udah, Miss tolong jagain mobil saya ya."
"Emangnya aku tukang Parkir pake dititipin mobil segala," celetuk Angel.
"Ya sudah, sekarang sebaiknya kita turun Om. Aunty Angel yang cantik, kita Shalat dulu ya," ujar Yusuf.
"Iya sayang, Yusuf tenang aja, nanti Aunty jagain mobilnya," ujar Angel dengan tersenyum.
Sandi dan Yusuf kini turun dari mobil menuju Mesjid yang tidak jauh dari mobil tempat mereka parkir.
"Kok bisa sih giliran sama Yusuf, dia sendiri yang nawarin buat jagain mobil?" tanya Sandi yang merasa heran.
"Makanya Om harus bersikap lebih manis lagi sama perempuan, buktinya dipuji dikit juga langsung berhasil," jawab Yusuf.
"Gaya loe Tong masih bocah juga, tapi bagus lah jadi ada tukang parkir gratis," ujar Sandi dengan terkekeh.
*
*
__ADS_1
Jangan lupa like, vote, hadiah, dan Rate bintang 5 ya, 🙈 mohon dukungannya untuk Karya receh Author, sehat & sukses selalu untuk semuanya 🤲🙏