
Yusuf yang mendengar suara guci pecah dari ruang keluarga, memutuskan untuk memeriksanya.
"Kenapa guci nya bisa pecah ya?" gumam Yusuf.
Yusuf merasakan keanehan pada rumah tersebut, karena Yusuf mencium aroma makhluk ghaib yang baru saja datang ke rumah orangtuanya.
"Sepertinya ada yang tidak beres," gumam Yusuf, kemudian mengetuk pintu kamar Sukma.
"Ibu, Ayah, apa Ayah dan Ibu sudah tidur?" tanya Yusuf.
Yusuf yang merasa khawatir mencoba mengintip ke dalam kamar Sukma yang tidak terkunci, dan Yusuf terkejut karena melihat Sukma tidak ada di tempat tidurnya.
"Ibu, Ayah, maaf ya Yusuf lancang masuk kamar tanpa ijin," gumam Yusuf, kemudian melangkahkan kaki menuju kamar mandi untuk mencari keberadaan Sukma, tapi ternyata Sukma juga tidak ada di sana sehingga membuat Yusuf semakin merasa cemas.
"Kemana Ibu? apa mungkin terjadi sesuatu yang buruk kepada Ibu? padahal Ayah pasti akan terbangun jika ada yang menyelinap masuk, tapi Ayah juga terlihat sangat lelap. Sepertinya ada sesuatu yang tidak beres, sebaiknya aku harus membangunkan Ayah," ujar Yusuf, kemudian menggoyangkan tubuh Bara yang masih terbuai dalam alam mimpi.
"Ayah, bangun Yah, Ayah bangun," ujar Yusuf, tapi Bara masih tidak bangun juga.
"Rupanya ada yang meniupkan ajian pamungkas untuk membuat Ayah tertidur. Aku harus berusaha membangunkan Ayah," gumam Yusuf.
Yusuf membaca basmalah, lalu melantunkan dzikir untuk membangunkan Bara, dan sesaat kemudian, secara perlahan Bara membuka kedua matanya.
"Yusuf, kenapa Yusuf ada di sini?" tanya Bara.
"Yusuf tadi mendengar suara guci yang pecah dari ruang keluarga, dan Yusuf mencium aroma makhluk astral yang datang ke rumah ini, makanya Yusuf mencoba mengetuk pintu kamar Ayah dan Ibu, tapi tidak ada jawaban. Maaf jika Yusuf sudah masuk tanpa ijin, Yusuf khawatir kepada Ibu dan Ayah, dan ternyata ada yang meniupkan ajian pamungkas kepada Ayah supaya bisa menculik Ibu," jawab Yusuf.
"Tidak apa-apa Nak, terimakasih Yusuf sudah membangunkan Ayah. Sepertinya Ayah lupa tidak memasang pagar ghaib pada rumah ini, sehingga Raja iblis dengan mudah masuk ke dalam rumah dan meniupkan ajian pamungkas untuk membuat Ayah tertidur, dan sepertinya Alexa juga sudah terpengaruh, karena ajian tersebut hanya berpengaruh kepada makhluk ghaib saja. Kita harus segera membangunkan Alexa, kemudian bergegas mencari keberadaan Ibu."
Bara dan Yusuf melangkahkan kaki menuju kamar Alexa, dan Bara begitu cemas memikirkan nasib Sukma yang saat ini entah dimana keberadaannya.
Setelah Bara dan Yusuf sampai di dalam kamar Alexa, Bara meniupkan sebuah ajian untuk membangunkan Alexa.
"Yusuf, Ayah, kenapa kalian berdua ada di dalam kamar Lexa?" tanya Alexa yang terlihat heran karena saat ini Ayah dan Adiknya berada di dalam kamarnya.
__ADS_1
"Ayah dan Lexa baru saja terkena ajian pamungkas yang ditiupkan Raja iblis, sehingga membuat kita berdua tertidur, dan akhirnya Raja iblis berhasil menculik Bunda," jawab Bara.
"Kita harus bagaimana Yah? Bunda sekarang pasti dibawa menuju Kerajaan iblis, dan pagar ghaib di sana sangat kuat, sehingga kita tidak akan bisa memasukinya," ujar Alexa yang cemas terhadap Sukma.
"Iya Nak, Ayah tau kalau kita akan sulit untuk masuk ke dalam Dimensi lain Kerajaan iblis, tapi Ayah akan melakukan apa pun demi menyelamatkan Bunda kalian, meski pun nyawa Ayah sendiri taruhannya."
"Jangan Yah, Lexa tidak mau sampai kehilangan Ayah."
Yusuf terlihat berpikir, karena jika pagar ghaib Kerajaan iblis tidak bisa ditembus oleh Makhluk ghaib, berarti manusia bisa menembusnya.
"Yah, apa manusia bisa menembus pagar ghaib Raja iblis?" tanya Yusuf.
"Sepertinya bisa Nak, karena Kerajaan Raja iblis berada di dalam hutan larangan."
"Kalau begitu, biar Yusuf saja yang mencari keberadaan Bunda."
"Tidak Nak, itu terlalu berbahaya, apalagi Yusuf masih sangat kecil jika melawan Raja iblis sendirian."
"Yah, saat ini Yusuf berada di dalam tubuh Om Sandi, dan mungkin jiwa Yusuf dan Om Sandi tertukar karena ada maksud tertentu. Sekarang buktinya ada kejadian seperti ini, dan saat ini hanya Yusuf yang bisa masuk ke dalam dimensi lain. Jadi, Yusuf mohon, ijinkan Yusuf untuk menyelamatkan Ibu."
"Yah, Yusuf tidak akan membiarkan Ibu terjebak di sana, apa pun yang terjadi, Yusuf akan pergi menyelamatkan Ibu."
"Tapi jika Yusuf pergi sendirian, tidak mungkin Yusuf bisa mengalahkan Raja iblis. Semua itu terlalu berbahaya untuk Yusuf."
"Tidak ada yang tidak mungkin jika Allah SWT sudah berkehendak. atas ijin Allah, insyaallah Yusuf akan mengalahkan angkara murka, dan Yusuf tidak pergi sendirian, karena Allah SWT senantiasa akan selalu menemani langkah Yusuf."
Bara dan Alexa begitu kagum dengan sikap dewasa Yusuf di usianya yang masih kecil.
"Ayah bangga sama Yusuf karena Yusuf sudah tumbuh menjadi Anak yang baik."
"Itu semua berkat do'a Ayah dan Ibu. Kalau begitu sekarang kita harus bergegas menyelamatkan Ibu," ujar Yusuf.
Yusuf, Bara dan Alexa saling berpegangan tangan untuk menuju perbatasan hutan larangan, dan mereka memutuskan untuk menghilang supaya cepat sampai.
__ADS_1
Setelah mereka bertiga sampai di perbatasan Hutan larangan, Bara begitu berat melepaskan Yusuf untuk masuk ke dalamnya.
"Nak, sebaiknya Ayah ikut masuk juga," ujar Bara.
"Ayah tidak bisa masuk, karena jika Ayah sampai masuk, energi Ayah akan terserap habis, dan Lexa takut jika Ayah tidak bisa ke luar lagi."
"Ayah dan Kak Lexa bantu do'a saja dari sini, insyaallah Yusuf akan baik-baik saja."
"Hati-hati ya Nak, kami pasti akan mendo'akan keselamatan serta keberhasilan Yusuf," ujar Bara.
Setelah membaca Basmalah, dengan langkah mantap, Yusuf masuk ke dalam hutan larangan.
Suasana hutan terlihat gelap gulita, sampai akhirnya Yusuf melihat kunang-kunang besar yang menerangi jalannya.
"Yusuf, ikuti kunang-kunang itu Nak," ujar suara tanpa wujud.
"Suara siapa itu?" gumam Yusuf yang tidak mengenal suara tersebut.
"Aku adalah leluhurmu, dan selama ini aku selalu berada di dekatmu, meski pun kamu tidak bisa melihat wujudku."
"Alhamdulillah, Allah SWT telah mengirimkan pertolongan kepada Yusuf."
"Allah SWT akan selalu memberikan pertolongan kepada Ummat-Nya yang bertakwa. Jangan putus do'a Nak, karena jalan yang saat ini Yusuf tempuh tidak akan mudah."
"Terimakasih Nasehatnya Eyang, insyallah Yusuf tidak akan pernah putus berdo'a."
Yusuf saat ini telah berada di tengah hutan larangan, tapi hanya ada pohon yang menjulang tinggi di sekelilingnya.
Ketika Yusuf merasa cape dan duduk terlebih dahulu untuk beristirahat, Kunang-kunang yang menjadi cahaya serta petunjuk untuk Yusuf ikut berhenti juga.
"Kunang-kunang, tunggu sebentar ya, Yusuf cape."
Ketika Yusuf menyandarkan tubuhnya di bawah pohon, terdengar suara perempuan yang memanggil Yusuf.
__ADS_1
"Yusuf, Yusuf, tolong Ibu Nak, Ibu di sini," ujar suara yang mirip sekali dengan suara Sukma.
"Apa benar itu adalah suara Ibu? tapi Eyang bilang akan banyak rintangan yang menghalangi jalan Yusuf. Sebaiknya aku tidak usah menghiraukannya. Tidak mungkin Ibu bisa melihat Yusuf di tengah malam gelap seperti ini, itu pasti hanya tipu muslihat iblis," gumam Yusuf, kemudian kembali melanjutkan perjalanannya.