Suamiku Genderuwo Tampan

Suamiku Genderuwo Tampan
Bab 38 ( Pengorbanan Sukma )


__ADS_3

Raja iblis yang sudah terluka parah memutuskan untuk kembali menuju Kerajaannya, apalagi kedua Anak Bara sudah berhasil memusnahkan semua Anak buahnya, sehingga Raja iblis merasa ketakutan.


"Sebaiknya aku harus segera kembali menuju Kerajaan iblis sebelum kedua Anak Bara menghabisiku, karena saat ini aku pasti kalah jika melawan mereka, apalagi tenagaku sudah habis terkuras," gumam Raja iblis kemudian menghilang.


Alex dan Alexa yang melihat Raja iblis melarikan diri hendak mengejarnya, tapi Sukma melarang kedua Anaknya tersebut, karena saat ini Bara masih terluka parah bahkan kembali tidak sadarkan diri.


"Nak, tolong bawa Ayah kalian masuk," ujar Sukma, sehingga Alex dan Alexa dengan mudah membawa Bara ke dalam kamar dengan cara menghilang.


Sukma menatap wajah dewasa Alexa yang begitu mirip dengan dirinya, sedangkan Alex begitu mirip dengan Bara.


"Bunda tidak suka ya dengan wajah kami?" tanya Alexa.


"Tidak sayang, bukan begitu, hanya saja wajah Alexa begitu mirip dengan Bunda, dan Alex begitu mirip dengan Ayah," jawab Sukma.


"Tentu saja kami mirip dengan Ayah dan Bunda, kami kan anak kalian berdua," ujar Alex dan Alexa dengan memeluk tubuh Sukma, kemudian kembali merubah wujud menjadi Anak kecil.


Tabib saat ini sedang memeriksa kondisi Bara, kemudian Tabib menghela nafas panjang setelah selesai memeriksa tubuh Rajanya.


"Bagaimana keadaan Bara, Tabib?" tanya Sukma.


"Raja mengalami luka dalam yang sangat serius, kalau kita tidak segera mengobatinya, maka Raja tidak akan bisa bertahan lama," jawab Tabib.


"Obat apa yang bisa membuat Suamiku kembali sembuh?" tanya Sukma dengan raut wajah yang terlihat cemas.


"Maaf kalau saya berkata lancang Ratu, tapi hanya Anda yang bisa menyembuhkan Raja, yaitu dengan cara memberikan tumbal untuk Raja," jawab Tabib.


Tubuh Sukma seketika terasa lemas, Alex dan Alexa yang melihat Sukma hampir pingsan, langsung saja memeluk tubuh ibunya tersebut.

__ADS_1


"Bunda tidak perlu melakukan semua itu, kami tidak mau Bunda mengorbankan harga diri Bunda demi Ayah. Biarlah kami memberikan kekuatan kami untuk Ayah, supaya Ayah bisa bertahan hidup," ujar Alexa.


"Iya Bunda, kami tidak mau kalau bunda sampai mengambil resiko besar, biar kami saja yang mencoba menyalurkan energi untuk Ayah," tambah Alex.


Tabib dengan berat hati kembali angkat suara.


"Pangeran dan Putri tidak akan bisa melakukan semua itu, meskipun kekuatan yang kalian miliki sangat besar, tapi jika kalian memberikannya kepada Raja, maka kekuatan kalian akan terserap habis, sehingga Pangeran dan Putri tidak akan memiliki kekuatan apa pun lagi."


"Kami lebih rela tidak memiliki kekuatan lagi, daripada melihat Bunda harus berkorban sendirian," ujar Alex dan Alexa.


Sukma merasa terharu dengan kasih sayang kedua Anaknya, tapi jika mereka tidak memiliki kekuatan lagi, Sukma takut terjadi sesuatu yang buruk kepada kedua Anaknya.


"Terimakasih sayang, karena Alex dan Alexa sudah tumbuh menjadi Anak yang berbakti. Kalian tidak ingin Bunda berkorban bukan? begitu juga dengan Bunda yang tidak ingin kalian berdua mengorbankan diri kalian, karena Bunda takut terjadi sesuatu yang buruk kepda Alex dan Alexa apabila memberikan semua kekuatan kepada Ayah. Sekarang biarlah Bunda yang mengorbankan diri demi lelaki yang Bunda cintai."


Alex dan Alexa sebenarnya merasa keberatan dengan keputusan Sukma, tapi tekad Sukma sudah bulat, dan Sukma akan mencari tumbal untuk kesembuhan Bara.


"Tabib, apa Bara akan baik-baik saja? bagaimana caranya Bara bisa mengambil tumbal dariku apabila kondisinya seperti ini?" tanya Sukma.


"Ratu tidak perlu khawatir, karena Raja pasti akan baik-baik saja, dan nanti secara bergantian kami akan terus mentransfer energi untuk Raja sampai Ratu mendapatkan tumbal. Meskipun Raja saat ini tidak sadarkan diri, tapi kalian berdua sudah menjadi satu, dan jika ada lelaki yang menyentuh Ratu, maka energi kehidupannya akan terserap oleh Raja," jelas Tabib.


"Baiklah, kalau begitu aku akan pergi sekarang juga untuk mencarikan Bara tumbal," ujar Sukma dengan memeluk serta mencium tubuh Bara sebelum pergi.


"Nak, kalian jaga diri baik-baik ya, Bunda titip Ayah, dan Bunda yakin Alex dan Alexa akan menjaga Ayah dengan baik," ujar Sukma dengan memeluk tubuh Alex dan Alexa.


"Bunda, ijinkan Alex untuk menjaga Bunda di alam manusia."


"Tidak Nak, Ayah sudah bilang sama kalian kalau di sana sangat berbahaya untuk Alex dan Alexa, dan Bunda tidak mau terjadi sesuatu yang buruk kepada kalian. Kalian tenang saja, Bunda pasti bisa jaga diri baik-baik, Ayah juga sudah memberikan Bunda ini," ujar Sukma dengan menunjukan tas ajaib yang bisa mengeluarkan apa saja keinginan Sukma.

__ADS_1


"Ratu benar Pangeran, kita masih bisa menjaga Ratu dari sini, apalagi kalian mempunyai ikatan batin yang kuat. Jadi, jika ada seseorang yang berniat jahat kepada Ratu, kita bisa membantunya dari sini," ujar Tabib.


Sukma dengan berat hati melangkahkan kaki menuju pintu penghubung kerajaan Genderewo dengan alam manusia, tapi saat ini pintu penghubung bukan lagi terhubung dengan Pesantren tempat tinggal Yusuf, melainkan dengan Ibukota Jakarta, karena di sana Sukma akan lebih mudah mencari lelaki mata keranjang.


Sukma kini telah sampai di alam manusia, dan pintu penghubung pun menghilang.


Sukma mencoba mengambil tas ajaib yang ada di dalam saku celananya, karena tas tersebut bisa berubah menjadi besar atau kecil sesuai keinginan Sukma, sehingga Sukma dengan mudah bisa membawanya kemana pun dia pergi.


Saat ini Sukma membutuhkan uang untuk mempercantik diri, supaya banyak lelaki yang tertarik kepadanya, dan benar saja dari tas tersebut keluar banyak uang.


"Sebaiknya aku pergi ke salon untuk mempercantik diri, aku juga butuh pakaian yang seksi supaya banyak lelaki yang tertarik kepadaku," gumam Sukma dengan melangkahkan kaki nya menuju sebuah salon sekaligus butik yang berada di depannya.


Awalnya karyawan salon menatap rendah Sukma karena melihat penampilan Sukma yang kampungan.


"Maaf Mbak, ini salon elite, jadi Mbak tidak mungkin mampu untuk membayar perawatan di sini," sindir Karyawan salon.


"Apa uang ini cukup untuk menutup mulut kamu," ujar Sukma dengan melemparkan dua gepok uang sebanyak dua puluh juta, sehingga membuat pemilik salon langsung saja menghampirinya.


"Aduh, kamu itu jangan sembarangan kalau ngomong sama tamu, sini cantik biar karyawan terbaik yang melayani Nona," ujar pemilik salon dengan mengajak Sukma duduk.


"Ranti, cepat layani Nona cantik ini, lakukan semua perawatan terbaik kepadanya," ujar pemilik salon dengan menghitung uang yang dilemparkan oleh Sukma tadi.


Beberapa jam kemudian, Sukma akhirnya selesai melakukan perawatan, dan saat ini Sukma sudah terlihat sangat cantik dengan mengenakan dress selutut yang sangat seksi sehingga semakin membuat penampilannya sempurna.


Sukma yang tidak mempunyai tempat tinggal memutuskan untuk membeli sebuah rumah mewah, serta mobil, dan semua bisa Sukma dapatkan dengan mudah karena dia tinggal mengambil uang dari tas ajaib pemberian Bara berapa pun yang dia butuhkan.


Sukma saat ini telah menjadi orang kaya dalam waktu sehari saja, dan malam ini Sukma memutuskan untuk mencari tumbal supaya bisa membuat Bara segera sembuh.

__ADS_1


"Sebaiknya aku menuju klub malam saja, di sana pasti banyak lelaki mata keranjang yang pastinya akan dengan mudah mendekatiku tanpa harus aku rayu," gumam Sukma, kemudian menyuruh Supir pribadinya mengantarkan Sukma menuju sebuah klub malam terbesar yang berada di ibukota.


__ADS_2