
Sukma, Bara, Alexa dan Sandi, saat ini sudah kembali pulang ke Pesantren Kyai Ahmad, karena mereka harus mempersiapkan acara pernikahan Sandi dan Alexa.
Yusuf terlihat bahagia ketika melihat kedua orangtuanya datang kembali.
"Ibu, Ayah, Alhamdulillah Ayah dan Ibu kembali lagi ke sini, dan Yusuf sangat bahagia karena bisa dekat dengan Ayah dan Ibu," ujar Yusuf dengan memeluk tubuh Sukma dan Bara.
"Kami juga bahagia bisa dekat dengan Yusuf," ucap Sukma, dan Bara langsung menaikan Yusuf ke atas punggungnya sehingga Yusuf tertawa bahagia.
Sukma menitikkan airmata ketika melihat kedekatan Bara dan Yusuf.
"Apa benar jika Yusuf yang ditakdirkan untuk memutus hubunganku dengan Bara?" gumam Sukma.
Alexa yang sudah mengetahui semuanya memeluk tubuh Ibunya tersebut.
"Bunda, apa pun yang terjadi di masa depan, kita harus kuat menghadapinya, dan Anak-anak Bunda pasti akan selalu ada untuk Bunda," ujar Alexa.
"Apa Lexa juga tau kalau Yusuf yang akan memutus ikatan antara Bunda dan Ayah?"
"Iya Bunda, karena Yusuf dilahirkan untuk memusnahkan angkara murka di Dunia ini, dan suatu saat nanti akan ada peristiwa yang membuat Yusuf terpaksa harus memisahkan Ayah dan Bunda, apalagi kalian berdua berbeda alam. Awalnya Kak Alex dan Lexa sudah menyarankan kepada Ayah supaya mengubah takdir tersebut dengan menghilangkan Yusuf dari kehidupan Bunda, tapi Ayah sudah terlanjur sayang kepada Yusuf, bahkan Ayah selalu menyuruh kami untuk menjaga Yusuf meskipun tau jika Yusuf yang akan menghancurkan hidupnya nanti."
"Bara, kamu memang benar-benar Ayah yang baik," ucap Sukma dengan airmata yang sudah tidak dapat ia bendung lagi.
......................
Hari yang ditunggu-tunggu pun kini telah tiba, dan semuanya sudah berkumpul untuk menyaksikan pernikahan Sandi dan Alexa.
"Bu, Pak, kok badan Sandi gemetar begini ya," ucap Sandi ketika masih di dalam kamar.
"Itu namanya kamu grogi Sandi, dulu juga Bapak seperti itu saat mau menikah sama Ibu, bahkan Bapak sampai bolak-balik ke kamar mandi karena ingin buang air kecil terus."
Bu Atun terlihat melamun, karena dulu saat pernikahan Jaka dan Sukma, Bu Atun tidak menghadiri acara pernikahan Jaka yang entah dilaksanakan bagaimana dan seperti apa, sehingga Bu Atun menitikkan airmata kesedihan.
__ADS_1
"Bu, Sandi tau kalau Ibu memikirkan Jaka kan, Sandi juga tidak pernah mengira jika mantan istri Jaka akan menjadi Mertua Sandi. Ibu tenang saja, Sandi sudah punya rencana untuk menemui pembunuh Jaka itu, pasti si Yuli bakalan ketakutan jika melihat Sandi dan Lexa, karena dia pasti akan mengira jika kami adalah Jaka dan Sukma, secara wajah Sandi mirip mendiang Jaka, dan Lexa mirip Sukma."
"Nak, apa Sandi yakin kalau Sandi mencintai Lexa bukan karena Lexa memiliki wajah yang mirip dengan Sukma?" tanya Bu Atun.
"Awalnya Sandi memang jatuh cinta kepada Sukma, tapi setelah Sandi bertemu dengan Lexa, Sandi langsung jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap Lexa."
"Syukurlah kalau begitu, karena Ibu takut jika Sandi menyakiti Lexa, sama seperti Jaka yang telah menyakiti Sukma."
"Insyaallah Sandi tidak akan melakukan semua itu Bu, Sandi juga terlahir dari rahim seorang perempuan dan Sandi tidak boleh menyakiti hati perempuan, apalagi seorang istri adalah tulang rusuk Suaminya, yang harus senantiasa dijaga dan disayangi."
"Iya Nak, Sandi benar, Bapak bangga sama pemikiran Sandi."
"Pak, sebenarnya Sandi masih bingung, nanti saat malam pertama, Sandi harus ngapain Alexa, soalnya saat kami mendengar malam pertama Kak Alex dan Angel, Angel terdengar kesakitan," ujar Sandi.
"Astagfirullah Pak, kita itu punya Anak yang polos atau Oon," celetuk Bu Atun, dan Sandi yang mendengar perkataan Bu Atun hanya nyengir kuda.
"Sudah sudah, nanti juga kamu tau, jadi kamu gak usah tanya-tanya," ujar Pak Parjo yang merasa malu sendiri.
"Nanti juga kamu tau kalau sudah berdekatan dengan Lexa. Sebaiknya kita ke luar sekarang, Ibu kok jadi gemes sama kamu Le," ujar Bu Atun yang ingin sekali mencubit pipi Sandi.
Bu Atun dan Pak Parjo, saat ini sudah mendampingi Sandi dengan mengapitnya menuju tempat acara akan diselenggarakan, dan sebelum duduk di depan Penghulu, Sandi terlebih dahulu meminta restu kepada Bu Inem.
"Bu, Sandi mohon do'a restunya dari Ibu ya. Meski pun Sandi tidak terlahir dari rahim Ibu, tapi selamanya Ibu akan tetap menjadi Ibu Sandi juga," ujar Sandi dengan mencium punggung tangan Bu Inem.
"Nak, Ibu akan selalu mendo'akan yang terbaik untuk kebahagiaan Sandi, semoga Sandi menjadi Imam yang baik untuk keluarga ya," ujar Bu Inem dengan memeluk tubuh Sandi.
Saat ini Sandi telah duduk di depan Penghulu untuk mengucap ijab kabul Pernikahan, sedangkan Alexa masih menunggu Sandi di dalam kamar, dan nanti setelah para Saksi mengesahkan pernikahan mereka, baru Alexa akan dipertemukan dengan Sandi.
Alexa yang ditemani oleh Sukma dan Bara di dalam kamar sudah terlihat gugup, tapi Sukma dan Bara mencoba untuk menenangkannya.
"Sayang, Lexa sebaiknya duduk dan minum dulu, Sandi pasti akan lancar mengucap ijab kabul pernikahan kalian."
__ADS_1
Beberapa saat kemudian Sandi terdengar mengucap ijab kabul, tapi Sandi sudah salah dua kali.
"Tuh kan Bunda, yang Lexa takutkan kejadian juga, Mas Sandi sudah salah dua kali, kalau sampai yang ketiga kali salah, maka pernikahan kami, akan ditunda dulu."
"Si Sandi memang bener-bener ya, ngucapin ijab kabul aja gak bisa," gerutu Bara.
"Sayang, kamu juga sabar dulu, Bunda yakin kalau yang ketiga kalinya Sandi pasti bisa, karena Sandi hanya gugup saja."
Sandi akhirnya berhasil mengucap ijab kabul yang ketiga kalinya, sampai-sampai setelah berhasil, Sandi langsung melakukan sujud sukur.
"Alhamdulillah," ucap Semuanya, dan Lexa saat ini sudah bisa bernapas lega.
Sukma dam Bara mengapit tubuh Lexa ke luar dari dalam kamar untuk mempertemukannya dengan Lelaki yang saat ini telah sah menjadi Suaminya, dan Sandi begitu terpesona dengan kecantikan yang Alexa miliki sampai-sampai mata Sandi tidak berkedip dibuatnya.
"Subhanallah, ternyata seperti ini wajah cantik Bidadari tak Bersayap," celetuk Sandi, dan semua yang mendengar perkataan Sandi sampai tersenyum dibuatnya.
Alexa yang sudah duduk di hadapan Sandi, mencium punggung tangan Sandi, dan Sandi langsung mencium kening Alexa.
"Jadi begini ya rasanya mencium seorang perempuan," gumam Sandi, sampai sampai membuat semua yang melihat tingkah konyol Sandi menggeleng-gelengkan kepalanya.
Sandi dan Alexa melakukan sungkeman kepada para orangtua, dan Sandi terus saja mengembangkan senyuman karena saat ini Sandi telah berhasil menikahi pujaan hatinya.
"Nak, semoga kalian berdua selalu bahagia ya, do'a terbaik akan selalu kami panjatkan untuk kebahagiaan Lexa dan Sandi. Sekarang Lexa sudah menjadi seorang istri, dan Lexa harus menjadi istri yang baik, serta harus turut dan ta'at kepada Suami Lexa," ujar Sukma.
"Makasih Bunda atas do'anya, insyaallah Lexa akan menjadi istri yang baik untuk Mas Sandi."
"Sandi, Ayah titip Lexa. Sekarang Ayah serahkan tanggung jawab Lexa terhadap Sandi. Ayah harap, Sandi jangan pernah menyakiti lahir dan batin Lexa."
"Insyallah Sandi akan menjaga baik-baik Amanah Ayah, dan Sandi akan mencintai serta menyayangi Lexa seumur hidup Sandi, dan Sandi akan berusaha menjadi Suami yang baik."
Setelah selesai melakukan Sungkeman, Sandi dan Alexa dipersilahkan untuk naik ke atas pelaminan untuk menerima ucapan selamat dari para tamu yang hadir.
__ADS_1
Banyak ucapan do'a dan Selamat yang diberikan kepada Sandi dan Alexa dari semua keluarga, juga semua tamu yang hadir pada acara pernikahan mereka, kemudian acara dilanjutkan dengan Tausiyah Kyai Ahmad yang memberikan petuah untuk kedua mempelai.