Suamiku Genderuwo Tampan

Suamiku Genderuwo Tampan
Bab 74 ( Mirip Doraemon )


__ADS_3

Kyai Ahmad dan beberapa Santri datang untuk menolong Sandi supaya bisa naik dari dalam empang, karena saat ini kaki Sandi terjebak lumpur sehingga susah untuk digerakkan.


Dua orang Santri mencoba untuk menarik tubuh Sandi dari dalam empang, tapi bukannya tubuh Sandi yang ikut naik, malah kedua Santri yang ikut tercebur.


Byur


Byur


"Aduh, bagaimana ini, kok malah kalian yang ketarik. Ari, Komar, ayo sekarang bantu saya buat narik Sandi," ujar Kyai Ahmad.


Akhirnya Kyai Ahmad turun tangan menarik Sandi dengan dibantu oleh dua orang Santri yang menariknya dari atas, sedangkan dua orang Santri yang tercebur, mendorong tubuh Sandi dari dalam empang.


"Alhamdulillah, akhirnya kamu bisa ke luar juga dari dalam empang. Sandi, kamu tidak kenapa-napa kan?" tanya Kyai Ahmad.


"Tidak kenapa-napa bagaimana Abi, sekarang wajah tampan Sandi sudah seperti Doraemon, bagaimana ini, padahal besok Sandi akan bertemu dengan pujaan hati Sandi," jawab Sandi dengan wajah yang terlihat bengkak, sehingga membuat Sandi susah untuk berbicara.


"Kalau pujaan hati Sandi punya perasaan cinta yang tulus, dia pasti akan menerima Sandi apa adanya, meski pun wajah Sandi yang tampan sudah berganti menjadi Doraemon."


"Abi kok tega banget sih ngatain Sandi mirip Doraemon?"


"Kan tadi Sandi sendiri yang bilang begitu. Ya sudah, sebaiknya sekarang Sandi mandi dulu, nanti Abi obati lukanya," ujar Kyai Ahmad yang sudah menganggap Sandi sebagai keluarganya sendiri.


Setelah Sandi membersikan diri, Sandi menghampiri Kyai Ahmad dan Umi Maryam yang saat ini terlihat sudah menunggunya di ruang keluarga.


Sandi duduk di samping Kyai Ahmad, kemudian Kyai Ahmad secara perlahan mengoleskan obat pada wajah Sandi.


"Ngapain kamu toh Le, gak ada kerjaan naik pohon mangga segala?" tanya Umi Maryam.


"Sandi tadinya mau mengambil mangga yang sudah matang Umi, tapi Sandi keburu mendapat pesan dari pujaan hati Sandi yang berkata kalau besok akan datang ke sini sambil nganterin Yusuf. Sampai akhirnya Sandi melamunkan wajah Alexa yang cantik jelita tiada tara," jawab Sandi.


"Sandi, Sandi, ada-ada saja. Memangnya Alexa itu siapa nya Yusuf?" tanya Umi Maryam yang belum tau siapa Alexa sebenarnya.


"Alexa adalah Kakak Ghaib Yusuf Umi," jawab Sandi.


"Astagfirullah Sandi, kenapa Sandi bisa sampai jatuh cinta sama Makhluk ghaib Nak," ujar Umi Maryam.


"Umi tidak tau saja kalau makhluk ghaib nya sangat cantik," ujar Sandi.


"Tapi tetep saja Nak, kalian berdua berbeda alam," ujar Umi Maryam.

__ADS_1


"Umi jangan khawatir, karena nanti Alexa akan menjadi manusia seutuhnya, jadi Sandi bisa menikah dengan Alexa, karena Alexa adalah makhluk halus setengah manusia," jelas Kyai Ahmad.


"Syukurlah kalau begitu, Umi sudah takut kalau Sandi seperti Ibu kandungnya Yusuf yang menikah dengan makhluk ghaib juga."


"Besok mereka akan ke sini untuk menjadi Jin Islam, dan Abi harap Umi bersikap biasa dalam menyambut mereka, karena nanti mereka akan menampakan wujud seperti manusia," ujar Kyai Ahmad.


......................


Keesokan paginya, Sukma dan Keluarga sudah bersiap untuk berangkat menuju Pesantren setelah mereka melakukan sarapan terlebih dahulu, dan mereka semua memutuskan untuk mengendarai mobil Sandi dengan Bara yang menyetir dan Sukma duduk di sebelah kemudi, sedangkan Yusuf dan Alexa duduk di jok tengah, sementara Alex dan Angel memilih duduk di jok paling belakang, sehingga menjadi bahan olokan Alexa.


"Yang lagi jatuh cinta, Dunia terasa milik berdua," sindir Alexa.


"Sirik aja sih kamu Dek," ujar Alex dengan terus menyandarkan kepalanya pada bahu Angel.


Sepanjang perjalanan, Yusuf terlihat bahagia meskipun hanya sebentar saja Yusuf bisa berkumpul dengan keluarganya.


"Makasih banyak ya semuanya, Yusuf bahagia karena bisa bersama Ayah, Ibu dan Kakak-kakak," ucap Yusuf.


"Nak, seharusnya kami yang mengucapkan terimakasih, karena Yusuf sudah menolong Ibu untuk ke luar dari Kerajaan Iblis, bahkan Yusuf telah menghancurkan angkara murka di Dunia ini," ucap Sukma.


"Yusuf akan melakukan apa pun untuk orang-orang yang Yusuf sayang."


Yusuf dan keluarganya sudah sampai di Pesantren setelah menempuh lima jam perjalanan.


Kyai Ahmad dan Umi Maryam yang melihat Yusuf dari kejauhan bergegas menghampiri Yusuf dan keluarga.


"Assalamu'alaikum," ucap Sukma dan keluarga saat Kyai Ahmad dan istrinya sudah berada di hadapan mereka.


"Wa'alaikumsalam, Yusuf, Alhamdulillah akhirnya Yusuf pulang juga," ucap Umi Maryam dengan memeluk tubuh Yusuf, dan Sukma tersenyum bahagia, karena ternyata orangtua angkat Yusuf terlihat sangat menyayangi Yusuf.


"Pak Kyai, Umi, bagaimana kabarnya?" tanya Sukma.


"Alhamdulillah, kami berdua baik, mari semuanya masuk," ujar Kyai Ahmad.


"Semuanya kini menuju rumah Kyai Ahmad, dan setelah duduk, Alexa terlihat celingukan mencari Sandi yang tidak ada di sana.


"Abi, Om Sandi mana?" tanya Yusuf yang tau jika Kakaknya tersebut saat ini sedang mencari keberadaan Om nya.


"Om Sandi kemarin terkena musibah, jadi saat ini dia berada di dalam kamar karena merasa malu untuk ke luar dari dalam kamar," jawab Abi Ahmad.

__ADS_1


Memangnya apa yang sudah terjadi kepada Om Sandi?" tanya Yusuf lagi.


"Saat mau mengambil mangga, Om Sandi tidak sengaja menyenggol sarang lebah, sehingga membuat sarang lebah terjatuh, begitu juga dengan Om Sandi yang ikut terjatuh dari atas pohon karena hilang keseimbangan, tapi ternyata lebah yang merasa terganggu menyerang Om Sandi sehingga wajahnya menjadi bengkak."


"Terus bagaimana Om Sandi bisa terbebas dari sengatan lebah? Om Sandi pasti menceburkan diri ke dalam empang kan seperti di film film?" ujar Yusuf.


"Iya Nak, Yusuf benar," ujar Abi Ahmad.


Alex yang sudah membayangkan wajah Sandi yang lucu, terlihat tertawa. Sedangkan Alexa saat ini terlihat gelisah karena ingin melihat keadaan Sandi.


"Kak Alex kok jahat banget sih ngetawain Mas Sandi," ujar Alexa.


"Maaf Dek, Kakak lucu saja ngebayangin wajah Sandi sekarang jadi mirip Doraemon," ujar Alex.


"Kalau begitu Yusuf panggil Om Sandi dulu ya, mungkin Om Sandi tidak tau kalau kita sudah datang," ujar Yusuf dengan melangkahkan kaki menuju kamarnya.


Alexa sebenarnya ingin sekali ikut Yusuf untuk melihat Sandi, tapi Alexa tidak enak kepada Kyai Ahmad dan Umi Maryam.


Bara yang mempunyai tujuan untuk menjadi seorang muslim kembali mengutarakan keinginannya tersebut, dan Kyai Ahmad menyambut bahagia keinginan Bara serta keluarganya, kemudian beliau menjelaskan tata cara yang nanti harus Bara lakukan.


......................


Yusuf mengucap Salam ketika masuk ke dalam kamar Sandi, dan saat ini Sandi terlihat menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Om Sandi baik-baik saja kan?" tanya Yusuf.


"Baik dari Hongkong? kamu lihat sendiri nih wajah Om yang tampan jadi mirip Doraemon," ujar Sandi dengan membuka selimut pada tubuhnya.


"Astagfirullah, Om Sandi lucu sekali," celetuk Yusuf.


"Yusuf Maulana," ujar Sandi yang merasa geram.


"Iya Om, Yusuf turut berduka cita atas musibah yang menimpa terhadap Om Sandi. terus sekarang bagaimana, kasihan Kak Lexa ingin sekali bertemu dengan Om Sandi?"


"Yusuf, Om tidak mau ketemu dengan Lexa dengan wajah seperti ini."


"Yusuf tau Om, kalau Om tidak percaya diri kan untuk menemui Kak Lexa?"


"Itu tau, kenapa masih nanya?"

__ADS_1


"Tapi apa Om gak kasihan sama Kak Lexa? daritadi Kak Lexa celingukan mencari keberadaan Om,"


Sandi terlihat berpikir, sampai akhirnya Sandi mempunyai ide memakai topeng untuk menemui Sukma dan keluarga.


__ADS_2