
Hari ini Yusuf akan kembali ke Pesantren bersama kedua orangtua angkatnya, dan Bu Atun terus saja menangisi perpisahannya dengan Yusuf.
"Yusuf sayang, baik-baik ya di sana, jangan nyusahin Abi sama Umi," ujar Bu Atun dengan memeluk tubuh Yusuf.
"Sayang, semoga Yusuf menjadi Anak Saleh yang senantiasa membawa kebahagiaan Dunia dan Akhirat," ujar Pak Parjo yang di Amini oleh semuanya.
Yusuf akhirnya diberikan oleh Bu Atun kepada Umi Maryam.
"Yusuf sekarang ikut Umi dan Abi ya," ujar Bu Atun dengan mengelap airmata yang terus menetes pada pipinya.
"Nenek dan Kakek gak ikut?" tanya Yusuf.
"Tidak Nak, nanti kapan-kapan Nenek sama Kakek main ke Pesantren buat ketemu Yusuf ya. Pokoknya ingat, di sana Yusuf gak boleh nakal," ujar Bu Atun dengan menciumi wajah Yusuf, dan Yusuf mengelap airmata yang terus menetes pada pipi Bu Atun.
"Nenek sama Kakek jangan nangis, Yusuf gak akan nakal."
"Kami titip Yusuf Pak Kyai, Umi," ucap Pak Parjo.
"Insyaallah kami akan selalu menjaga amanah yang diberikan oleh Ibu dan Bapak," ujar Abi Ahmad.
Abi Ahmad, Umi Maryam dan Yusuf akhirnya naik ke dalam mobil setelah sebelumnya mengucapkan Salam, dan Yusuf kini melambaikan tangan kepada Kakek dan Neneknya, sehingga membuat Bu Atun semakin menangis dengan memeluk tubuh Pak Parjo.
"Sabar Bu, ini semua kita lakukan demi kebaikan Yusuf juga," ujar Pak Parjo dengan mengelus punggung Bu Atun.
......................
Tiga bulan sudah Sukma tinggal di Kerajaan Genderewo, tapi hitungan di Dunia manusia Sukma sudah tinggal selama satu tahun.
__ADS_1
Sukma menjalani peran sebagai seorang Ibu yang baik untuk Alex dan Alexa, dan kedua Anak Sukma begitu bahagia karena bisa merasakan dan mendapatkan kasih sayang secara langsung dari seorang Ibu.
"Bunda, terimakasih ya karena Bunda telah menyayangi kami dengan tulus," ujar Alexa dengan memeluk tubuh Sukma.
"Sudah kewajiban Bunda sebagai seorang Ibu untuk menyayangi Anak-anaknya."
"Bunda, Ayah bilang besok Bunda harus kembali ke alam manusia, apa kami boleh ikut?" tanya Alex.
Bara yang baru datang dan mendengar pertanyaan yang Alex lontarkan kepada Sukma, langsung saja angkat suara.
"Tidak Nak, Dunia manusia terlalu bahaya untuk kalian, karena di sana banyak manusia jahat juga, apalagi Raja Iblis telah mendapatkan kekuatan besar dari tumbal yang diberikan oleh Yuli selama satu tahun ini."
"Apa Yuli yang kamu maksud adalah Yuli istrinya Mas Jaka?" tanya Sukma.
"Benar, selama ini Yuli sudah menjadi budak Raja iblis, dan dia telah berhasil mendapatkan banyak tumbal untuk Raja iblis, sehingga membuat Raja iblis semakin kuat. Aku takut kalau Raja iblis akan menyerang kerajaan Genderewo, dan aku lebih takut lagi jika nanti tidak bisa melindungi kamu sayang," ujar Bara dengan memeluk erat tubuh Sukma.
"Jika aku bersekutu dengan manusia, maka aku harus memakai kamu sebagai mediaku untuk mendapatkan tumbal, seperti Raja iblis yang telah memanfaatkan Yuli."
"Memangnya dengan cara seperti apa jika kamu harus memakai aku sebagai mediamu mendapatkan kekuatan?" tanya Sukma.
"Kamu harus melakukan hubungan Suami istri dengan lelaki lain, dan setelah itu lelaki yang telah menyentuhmu akan aku ambil nyawanya, sedangkan untuk menghapus tanda bahu laweyan yang kamu miliki, kamu harus menikah dengan tujuh orang lelaki selama hidupmu, tapi setelah malam pertama kalian, maka Suami kamu akan menjadi tumbal untukku. Dan kamu harus tau Sukma, kalau aku tidak akan pernah rela kamu disentuh oleh lelaki lain selain diriku."
"Bukannya aku dulu sudah pernah menikah dengan Mas Jaka, tapi sampai sekarang Mas Jaka masih hidup?" tanya Sukma.
"Tadinya aku ingin mengambil nyawa Jaka pada malam pertama kalian, tapi aku mengurungkannya karena memikirkan perasaan kamu yang pasti akan sedih jika Jaka meninggal dunia, karena saat itu kamu sangat mencintainya. Jadi, aku menggantinya dengan mengambil alih tubuh Jaka saat akan melakukan hubungan Suami istri denganmu."
"Pantas saja Mas Jaka selalu tidak ingat dengan semua yang telah kita lakukan, bahkan saat aku dinyatakan hamil, Mas Jaka tidak mau mengakui bayi yang ada dalam kandunganku," ujar Sukma.
__ADS_1
"Maafkan aku Sukma, semua itu karena kesalahanku," ujar Bara dengan duduk bersimpuh di hadapan Sukma.
"Meskipun aku kecewa dengan perbuatanmu, tapi ini adalah yang terbaik untuk kami, apalagi Mas Jaka telah mengkhianati pernikahan kami. Jadi, secara tidak langsung Yusuf juga adalah Anak kita?" tanya Sukma.
"Iya, makanya Yusuf memiliki keistimewaan sejak ia dilahirkan, karena aku yang sudah menanam benih Yusuf meskipun melakukannya dengan perantara tubuh Jaka," ujar Bara dengan mencium tangan Sukma.
"Bara, jangan seperti ini, malu sama Anak-anak," bisik Sukma.
"Memangnya apa yang sudah aku lakukan, kenapa kamu harus malu? aku hanya mencium tangan istriku saja, atau kamu ingin aku mencium yang lainnya?" tanya Bara.
"Bukan itu Bara, kata-katamu harus kamu jaga jika di depan Anak-anak, mereka ini masih kecil, jadi tidak boleh mendengar sesuatu yang fulgar," ujar Sukma.
"Kami ini sudah dewasa Bunda, kalau mau, kami sudah bisa menikah sekarang juga," ujar Alexa.
"Sayang, mereka itu tumbuh tidak seperti manusia biasa, mereka bisa berubah menjadi orang dewasa kapan saja, hanya saja mereka ingin mendapatkan kasih sayang dari kamu, makanya mereka merubah diri menjadi Anak kecil, apalagi kalian sering bertemu dalam mimpi ketika Alex dan Alexa dalam wujud seperti sekarang, jadi mereka tidak mau kalau kamu merasa bingung," jelas Bara.
"Makasih ya sayang, Bunda lebih suka kalian yang sebesar ini, jadi masih bisa Bunda gendong," ujar Sukma dengan memeluk tubuh kedua Anaknya.
Sesaat kemudian, terdengar suara peringatan yang berbunyi sangat keras, sehingga membuat semuanya terkejut.
"Suara apa itu Bara?" tanya Sukma.
"Sepertinya yang aku takutkan akan segera terjadi. Itu adalah suara peringatan tentang kedatangan tamu tak di undang yang telah berhasil menembus pagar ghaib yang kita buat, dan yang bisa melakukan semua itu hanyalah Raja iblis," jawab Bara yang sudah terlihat mengkhawatirkan Sukma dan kedua Anak mereka, karena Bara yakin kalau kedatangan Raja iblis bertujuan untuk merebut Sukma serta menjadikan Alex dan Alexa sebagai pengikutnya.
"Bagaimana ini Ayah, kita harus segera menyembunyikan Bunda di tempat yang aman, karena mau tidak mau perang pasti akan terjadi?" tanya Alex.
Bara nampak berpikir, karena tidak akan ada tempat yang aman jika Sukma masih berada di Kerajaannya.
__ADS_1
"Sukma, sebaiknya kamu pulang ke alam manusia sekarang saja, karena aku tidak mau terjadi sesuatu yang buruk kepada kamu, nanti setelah semuanya selesai, kami akan segera menyusulmu menuju alam manusia, dan aku berubah pikiran karena aku juga akan membawa Alex dan Alexa untuk tinggal bersama kita, dan kita pasti akan hidup menjadi keluarga bahagia. Kamu bawa kantong ajaib ini, dan kamu bisa mendapatkan semua yang kamu mau di dalamnya. dan itu adalah pintu penghubung menuju alam manusia. Sekarang kamu harus pergi sayang," ujar Bara dengan memeluk tubuh Sukma.