Suamiku Genderuwo Tampan

Suamiku Genderuwo Tampan
Bab 53 ( Terimakasih Suamiku )


__ADS_3

Pak Parjo mengerutkan dahinya ketika mendengar Sandi menyebut nama Jaka.


"Kamu kenapa memanggil nama Jaka, apa kamu bermimpi bertemu dengan Jaka?" tanya Pak Parjo.


Apa barusan hanya mimpi saja? tapi kenapa rasanya mimpi itu seperti nyata? batin Sandi kini bertanya-tanya.


"Jangan melamun terus Le, sebaiknya sekarang kita Shalat Maghrib ke Masjid," ajak Pak Parjo.


Sandi kini melangkahkan kaki menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu sebelum berangkat ke Masjid, dan setelah Sandi berwudhu, Pak Parjo dan Sandi melangkahkan kaki nya menuju Masjid yang terletak tidak jauh dari rumahnya.


"Assalamu'alaikum," ucap Pak Parjo dan Sandi ketika hendak masuk ke dalam Masjid.


Semua yang berada di sana langsung berteriak Hantu ketika melihat wajah Sandi yang mirip sekali dengan mendiang Jaka, karena belum ada yang tau kalau Jaka mempunyai saudara kembar.


"Tenang dulu semuanya, perkenalkan ini adalah Sandi bukan Jaka, dan Sandi adalah saudara Kembar Jaka," jelas Pak Parjo.


"Kenapa kami baru tau kalau Jaka mempunyai saudara kembar Pak?" tanya salah satu Jamaah.


"Saya sendiri baru mengetahui semuanya tadi sore, karena selama ini Sandi diculik sejak pertama kali Sandi dilahirkan ke Dunia ini," jawab Pak Parjo.


Pak Ustad yang melihat Sandi kini menghampirinya.


"Selamat datang Nak Sandi, Alhamdulillah sekarang Nak Sandi bisa bertemu dengan Orangtua kandung Nak Sandi. Kalau begitu sekarang sebaiknya kita segera melaksanakan Shalat Maghrib," ujar Pak Ustad yang akan menjadi Imam Shalat Maghrib kali ini.


......................


Sukma dan Bara yang mendapat serangan mendadak dari Raja iblis masih merasa syok, apalagi Raja iblis berani memakai media orang yang berada di sekitar Sukma.


"Bara, aku takut kalau Raja iblis akan mengganggu orang yang berada di dekatku," ucap Sukma dengan mengelus lembut kepala Bara yang saat ini sedang tiduran di atas paha nya.


"Sayang, aku akan berusaha untuk melindungi kamu dan semua orang yang kamu sayangi, makanya aku melarang kamu supaya tidak berhubungan dulu dengan keluarga Jaka dan Anak kita Yusuf, itu semua aku lakukan karena Raja iblis pasti akan mengganggu orang-orang yang kamu sayangi jika kamu masih berhubungan dengan mereka," ujar Bara dengan mencium sebelah tangan Sukma yang daritadi terus digenggamnya.


"Bagaimana keamanan Alex dan Alexa? aku takut kalau Raja iblis akan kembali menyerang Kerajaan Genderewo," ujar Sukma.

__ADS_1


"Raja iblis tidak akan berani menyerang Kerajaan Genderewo lagi, karena saat ini kekuatan yang dimiliki oleh kedua Anak kembar kita sudah lebih besar dibandingkan dengan yang Raja iblis miliki."


"Lalu kenapa kamu tidak meminta bantuan kepada Alex dan Alexa untuk memusnahkan Raja iblis?" tanya Sukma.


"Kekuatan Alex dan Alexa akan sangat besar jika mereka terus berada di Kerajaan Genderewo, tapi apabila aku membiarkan Alex dan Alexa masuk ke Dunia manusia, kekuatan mereka semakin hari akan semakin berkurang, karena mereka akan jatuh cinta terhadap sosok manusia."


"Lalu, bagaimana dengan kekuatan yang kamu miliki? apa kamu tidak mencintaiku makanya tadi kamu berhasil mengalahkan Raja iblis?" tanya Sukma dengan cemberut.


Bara langsung terbangun dan menangkup kedua pipi Sukma serta menatap lekat wajah cantik Sukma.


"Apa kamu masih meragukan cintaku sayang?" tanya Bara kemudian mengungkung tubuh Sukma.


"Bu_bukan begitu, hanya saja tadi kamu bilang kalau kekuatan Alex dan Alexa akan hilang jika jatuh cinta dengan seorang manusia. Makanya aku tidak mengerti kenapa semua itu tidak berpengaruh terhadapmu," ujar Sukma yang merasa grogi, karena saat ini Bara sudah berada di atas tubuhnya.


"Kamu mau tau kenapa kekuatanku semakin bertambah ketika sedang bersamamu?" tanya Bara.


"Benar, aku ingin tau semuanya," jawab Sukma.


"Sekarang aku mengerti Bara. Maaf jika aku sudah berprasangka buruk terhadapmu," ucap Sukma yang merasa tidak enak karena sudah berprasangka buruk terhadap Bara.


"Tidak semudah itu aku memaafkanmu. Aku sudah bilang kan kalau malam ini aku tidak akan melepaskanmu begitu saja?" ujar Bara dengan tersenyum penuh arti, sampai akhirnya Bara melancarkan aksinya, dengan menghabiskan malam panjang yang indah bersama Sukma, dan benar saja yang dikatakan Bara, Bara tidak berhenti meskipun Sukma sudah merengek manja di telinganya.


......................


Keesokan harinya, Bara dan Sukma terbangun ketika Matahari sudah mulai meninggi, tepatnya ketika Sukma mendengar suara Adzan Dzuhur.


Bara tersenyum bahagia, lain hal nya dengan Sukma yang terlihat cemberut.


"Kenapa kamu cemberut terus sayang? apa Suami mu ini kurang memuaskanmu?" goda Bara.


"Kamu bena-benar menyiksaku Bara, apa aku harus tersenyum ketika semua badanku terasa remuk?" tanya Sukma yang merasa kesal terhadap Bara.


"Maafkan aku sayang, aku benar-benar lepas kendali saat berada di dekatmu. Karena kamu adalah candu untukku," ucap Bara kemudian mendekap erat tubuh Sukma dan mengelus punggungnya, dan tiba-tiba tubuh Sukma tidak merasakan sakit lagi.

__ADS_1


"Kenapa bisa tubuhku tidak merasa kesakitan lagi?" tanya Sukma yang merasa heran.


"Itu adalah kekuatan cintaku," jawab Bara dengan terkekeh, dan Sukma mendelik mendengar perkataan Bara.


"Maafkan aku sayang karena selalu membuatmu merasa kesakitan."


"Makasih ya Bara," ucap Sukma dengan tersenyum malu.


"Kenapa harus mengucapkan terimakasih? semua itu aku lakukan karena aku yang sudah membuatmu merasa kesakitan, jadi aku juga yang berusaha untuk menyembuhkannya," ucap Bara, kemudian mengecup kening Sukma.


"Ya sudah kalau begitu aku mandi dulu," ujar Sukma dengan mencoba untuk bangun, tapi Bara mencekal pergelangan tangannya.


"Sekarang kamu kan sudah sembuh, apa bisa kita mengulanginya lagi?" tanya Bara dengan wajah tanpa dosa.


Sukma yang mendengar perkataan Bara langsung bertolak pinggang, karena merasa kesal.


"Bara, kamu bener-bener minta aku hajar ya," teriak Sukma.


"Boleh juga, apalagi sekarang kamu masih belum memakai sehelai benang pun," goda Bara, kemudian menggendong Sukma dan membawanya ke dalam kamar mandi.


"Bara, lepasin gak?" ujar Sukma dengan memukul dada bidang Bara.


"Aku janji tidak akan melakukan sesuatu yang menyakitimu, kecuali kamu yang memintanya," ujar Bara dengan menaik turunkan alisnya.


"Kenapa sih kamu selalu saja mesum," ujar Sukma.


"Kamu aja yang suka berpikir aneh-aneh. Aku hanya ingin memandikanmu saja."


"Aku bisa mandi sendiri, jadi sekarang turunkan aku," ujar Sukma dengan mencoba melepaskan diri dari gendongan Bara.


"Maaf Permaisuriku, kali ini aku tidak akan menuruti perintahmu," ujar Bara dengan memasukan tubuh Sukma ke dalam bathub, kemudian Bara mulai menggosok punggung Sukma, dan akhirnya Sukma hanya bisa pasrah dengan semua yang Bara lakukan, apalagi Bara selalu memperlakukan Sukma seperti seorang Ratu.


Terimakasih Suamiku, ucap Sukma dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2