
Bara yang tidak ingin Sukma duduk di dekat Bos Tono, langsung saja duduk di antara Bos Tono dan Sukma, dan sepanjang acara berlangsung Sukma dan Bara terlihat enggan melepaskan pegangan tangan mereka, sehingga membuat Bos Tono merasa geram melihat keromantisan yang ditunjukan oleh Sukma dan Bara.
Bukannya Sukma mempunyai Suami ghaib? tapi kenapa sosok Bara masih hidup, padahal seharusnya Suami ghaib Sukma mengambil nyawa Bara? Sepertinya Bara belum tau saat ini dia sedang berhadapan dengan siapa. Aku harus mempermalukan Bara, ucap Bos Tono dalam hati dengan tersenyum licik, karena Bos Tono tidak tau siapa sosok Bara sebenarnya, sehingga Bos Tono memikirkan cara untuk membuat Bara malu di depan umum.
Ketika pembawa acara meminta salah satu Pengusaha supaya bersedia naik ke atas panggung untuk menjawab beberapa pertanyaan seputar bisnis, Bos Tono terlihat mengangkat tangannya.
"Apa Anda bersedia untuk naik ke atas panggung Tuan Tono?" tanya Pembawa acara.
"Selama ini saya sudah sering naik ke atas panggung untuk menjawab pertanyaan seputar bisnis, dan saya ingin memberi kesempatan kepada Pengusaha muda kita yaitu Tuan Bara untuk naik ke atas panggung," ujar Bos Tono.
Sukma terus saja memegang tangan Bara supaya Bara tidak mempermalukan dirinya sendiri dengan menerima tantangan Bos Tono, tapi Bara memberikan kode lewat matanya kepada Sukma, kalau dirinya akan baik-baik saja.
Dengan langkah mantap, Bara naik ke atas panggung, dan setelah berada di atas panggung, Bara angkat suara.
"Sebelumnya saya ucapkan terimakasih karena saya sudah diberikan kesempatan untuk menjawab pertanyaan seputar bisnis. Supaya acara ini semakin seru, bagaimana kalau kita mengadakan sebuah kompetisi untuk menjawab pertanyaan Panitia? dan siapa yang berhasil menjawab pertanyaan lebih banyak, itu yang akan menjadi pemenangnya, dan saya memilih Tuan Tono untuk menjadi lawan main saya. Bagaimana Tuan Tono, apa Anda bersedia?" tanya Bara, dan tentu saja Bos Tono yang sudah mempunyai niat untuk mempermalukan Bara pun langsung bersemangat untuk naik ke atas panggung.
Semua pengusaha yang datang ke tempat acara langsung bertepuk tangan ketika melihat Bos Tono dan Bara yang saat ini sudah terlihat duduk berdampingan di atas panggung, apalagi selama ini tidak ada yang berani melawan Bos Tono yang selalu bersikap arogan.
"Silahkan dimulai pertanyaannya, saya sudah siap untuk menjawab semuanya," ujar Bos Tono dengan sombongnya, dan Bara hanya menyunggingkan senyuman melihat Bos Tono yang sudah terlihat angkuh.
Sukma merasa cemas melihat Bara yang terlihat sangat santai, karena Sukma takut kalau Bara tidak bisa menjawab pertanyaan seputar bisnis.
Semoga saja Bara berhasil menjawab semuanya, ucap Sukma dalam hati.
Bara yang mendengar suara hati Sukma langsung saja berbicara kepada Sukma lewat telepati
Tenang saja sayang, semuanya pasti akan baik-baik saja, ucap Bara dengan tersenyum manis melihat ke arah Sukma. Sontak saja semua perempuan yang hadir di sana semakin terpesona kepada sosok Bara.
__ADS_1
"Apa Tuan Bara juga sudah siap?" tanya panitia.
"Saya juga sudah siap," jawab Bara dengan mantap.
Panitia akhirnya memulai memberikan pertanyaan, dan Bara sengaja memberikan kesempatan kepada Bos Tono untuk menang dalam menjawab pertanyaan yang pertama sehingga Bos Tono semakin merasa angkuh.
Kamu hanya akan mempermalukan diri sendiri Bara, ucap Bos Tono dalam hati dengan tertawa penuh kemenangan.
Silahkan saja kamu tertawa dulu Tono, karena sebentar lagi kamu akan malu dan tidak mempunyai wajah lagi, ucap Bara dalam hati.
Panitia kembali memberikan pertanyaan, dan kali ini Bara yang pertama kali menjawabnya sampai akhirnya Bara berhasil menjawab sembilan pertanyaan dan wajah Bos Tono terlihat pucat pasi karena menahan malu.
"Kenapa jadi aku yang Bara permalukan, padahal tadinya aku yang berniat mempermalukan Bara," gumam Bos Tono dengan mengepalkan kedua tangannya.
Panitia menutup acara dengan ucapan terima kasih kepada Bara dan Bos Tono.
Bos Tono yang merasa geram turun terlebih dahulu, tapi ketika menuruni Anak tangga, Bara membuat Bos Tono terjatuh dengan kekuatannya, sehingga Bos Tono menjadi bahan tertawaan semua yang hadir dalam acara tersebut.
"Tuan Tono apa Anda baik-baik saja? apa Anda memerlukan bantuan untuk berdiri?" tanya Bara dengan mengulurkan tangan kanan nya.
"Aku tidak butuh bantuan mu," jawab Bos Tono, tapi ketika berdiri celana Bos Tono tersangkut, kemudian celana yang dikenakannya kini melorot dan hanya menyisakan celana bo*xer dengan gambar kartun Spongebob, tentu saja Bos Tono semakin menjadi bulan-bulanan semua yang datang, karena saat ini keangkuhannya sirna lah sudah.
"Jika Anda mempunyai niat jahat untuk mempermalukan oranglain, maka Anda hanya akan mempermalukan diri Anda sendiri," ujar Bara, kemudian meninggalkan Bos Tono yang berusaha untuk menutupi bagian tubuh bawahnya menggunakan tangan.
"Sayang, sebaiknya kita pulang sekarang," ajak Bara dengan merangkul tubuh Sukma meninggalkan acara yang berakhir dengan Bos Tono yang mempermalukan dirinya sendiri.
Bara dan Sukma terlihat diam saat dalam perjalanan pulang, sampai akhirnya Sukma angkat suara.
__ADS_1
"Ternyata selain tampan, Suamiku ini pintar juga ya," ucap Sukma.
"Baru sadar ya," ujar Bara dengan menyandarkan kepalanya di bahu Sukma.
"Sayang, kamu kenapa sih, seharusnya kamu senang karena kamu sudah berhasil memberikan pelajaran kepada orang yang sombong?" tanya Sukma.
"Aku sedih Sukma, dari awal aku tidak memiliki niat untuk mempermalukan Tono, tapi dia sendiri yang sudah memiliki niat seperti itu terhadapku. Apa aku salah apabila mengembalikan niat buruknya kepada dirinya sendiri?"
"Kenapa sekarang seorang Raja Genderewo memiliki hati seperti manusia?
"Mungkin karena kita telah menjadi satu."
"Bara, sesekali kita perlu memberikan pelajaran kepada orang yang mempunyai niat buruk, supaya bisa memberikan efek jera kepada orang tersebut dan tidak berbuat semaunya lagi."
"Jadi aku tidak salah kan karena tadi sudah mempermalukan orang yang mempunyai niat mempermalukan ku?" tanya Bara dengan mata yang berbinar.
"Tidak sayang, tapi kenapa semakin ke sini kamu semakin manusiawi. Semoga saja kamu juga bisa berubah menjadi manusia seutuhnya," ucap Sukma dengan tertunduk sedih, karena setiap kali Sukma mengingat cinta dua dunia antara dirinya dan Bara, Sukma selalu merasa sedih.
"Sukma, jika ada cara untuk merubahku menjadi manusia, aku juga ingin sekali melakukannya," ujar Bara dengan menangkup kedua pipi Sukma.
"Sudahlah Bara, kita jalani saja apa yang ada di depan mata kita, karena jika memikirkan semuanya hanya akan membuat kita merasa sedih."
Bara dan Sukma tidak sadar kalau mereka telah sampai di depan gerbang, dan Pak Urip yang membuka gerbang terlihat heran karena mobil yang ditumpangi Bara dan Sukma melaju sendiri, karena Bara menghemat kekuatan dengan tidak menampakkan wujudnya lagi setelah pulang dari acara seminar.
Pak Urip berkali-kali mengucek matanya, dan setelah Bara terlebih dahulu turun dari mobil, Pak Urip semakin ketakutan karena pintu mobil terbuka dan tertutup sendiri, sampai akhirnya Pak Urip berteriak.
"Hantu.." dan akhirnya Pak Urip pun pingsan.
__ADS_1