
Abi Ahmad dan Umi Maryam memutuskan untuk menginap selama dua hari di rumah Bu Atun dan Pak Parjo supaya bisa membantu membersihkan rumah, karena mereka kasihan melihat keadaan rumah yang begitu berantakan karena Yuli sudah mengobrak abrik isi rumah untuk mencari uang milik kedua orangtua Jaka.
"Alhamdulillah masih ada orang baik yang mau membantu kita ya Pak, apalagi mereka terlihat sangat menyayangi Yusuf seperti Anaknya sendiri," ujar Bu Atun.
"Iya Bu, untung saja hanya uang dan mobil yang di ambil oleh Jaka dan si Pelakor itu, dan kita masih bisa menghasilkan uang dengan berjualan serta mengurus ternak," ujar Pak Parjo.
Pak Parjo dan Bu Atun terus saja memeluk tubuh Yusuf yang saat ini sudah terlelap di tengah-tengah mereka.
"Semoga Yusuf tumbuh menjadi Anak yang Saleh, tidak seperti Ayahnya yang sudah membuat kita kecewa," ujar Bu Atun.
"Iya Amin Bu, kasihan Sukma karena harus menjadi korban keserakahan Jaka dan Yuli, tapi Bapak yakin kalau Sukma baik-baik saja, karena dalam penglihatan Bapak, Raja Genderewo yang sudah memenangkan Sukma menjadi istrinya, padahal sebenarnya Raja Genderewo sudah menjadi Suami ghaib Sukma sejak Sukma masih berada di dalam kandungan Ibunya."
"Kasihan Sukma harus berpisah dengan Yusuf. Semoga saja dimana pun Sukma berada, Sukma selalu baik-baik saja," ujar Bu Atun yang di Amini oleh Pak Parjo.
"Suami Ghaib Sukma pasti akan melindungi Sukma dengan baik, karena selama ini Raja Genderewo sangat mencintai Sukma," ujar Pak Parjo.
"Semoga saja Sukma selalu bahagia Pak, karena selama menikah dengan Jaka, Jaka hanya menorehkan luka kepada Sukma. Meskipun pada kenyataannya Sukma dan Raja Genderewo terikat hubungan beda Dunia."
......................
Yuli yang telah berhasil mendapatkan sebotol ramuan dari Mbah Jarwo langsung saja pulang setelah Yuli memuaskan hasrat dukun cabul tersebut.
"Dasar Dukun cabul, setiap aku meminta sesuatu darinya, selalu saja dia meminta aku memuaskan hasratnya, untung saja rahimku sudah di angkat, karena aku tidak akan sudi kalau harus mengandung Anak darinya," gumam Yuli dengan mengendarai mobil yang baru saja kemarin dia beli.
Di tengah jalan, Yuli di cegat oleh lima orang preman yang berusaha untuk merampoknya.
"Turun kamu cantik, kalau tidak jangan salahkan kami jika peluru ini menembus kepala kamu," ujar salah satu preman dengan menodongkan pistol ke kepala Yuli.
"Siapa kalian? apa yang kalian mau dariku?" tanya Yuli dengan badan yang sudah gemetar ketakutan.
"Kami ingin semua uang yang kamu bawa, tapi boleh juga jika kami terlebih dulu mencicipi tubuh kamu," ujar Bos Preman yang tertarik ketika melihat keseksian Yuli.
__ADS_1
Kelima preman tersebut langsung saja menyeret Yuli untuk ke luar dari dalam mobil, karena mereka sudah berniat untuk sekalian membawa mobil yang saat ini Yuli kendarai.
"Aku bersedia melayani kalian, tapi jangan ambil uang dan mobilku," ujar Yuli dengan bergelayut manja kepada Bos Preman.
"Sepertinya dia bukan perempuan baik-baik, karena baru kali ini aku bertemu dengan perempuan yang lebih memilih harta dibandingkan melindungi harga dirinya," ujar Bos Preman.
"Terus kita harus bagaimana Bos?" tanya salah satu Anak buah Preman.
"Aku sudah tidak berselera dengan ja*lang sepertimu yang hanya akan menularkan penyakit saja. Sebaiknya kita buang saja dia ke jurang," ujar Bos Preman dengan mendorong tubuh Yuli ke jurang, tapi tiba-tiba ada lelaki tampan yang menarik tubuh Yuli.
Yuli begitu terpesona dengan ketampanan yang dimiliki oleh lelaki tersebut, sampai matanya tidak berkedip.
"Beraninya kalian mengganggu seorang perempuan, kalau berani kalian lawan aku," teriak lelaki tampan tersebut.
"Heh bocah ingusan, rupanya kamu mau cari mati. Serang dia !!" teriak Bos Preman, sampai akhirnya perkelahian pun tidak terelakkan lagi.
Meskipun satu banding lima, tapi dengan mudah lelaki tampan tersebut membuat kelima preman babak belur.
Yuli langsung saja menghampiri lelaki yang telah menolongnya.
"Terimakasih Mas, kalau boleh tau nama Mas siapa?" tanya Yuli.
"Sama-sama Mbak, Nama saya Sadewa," jawab lelaki tampan tersebut.
"Nama yang bagus seperti orangnya. Perkenalkan nama saya Yuli," ujar Yuli dengan mengulurkan tangannya.
"Lain kali Mbak hati-hati, sebaiknya Mbak jangan bawa mobil sendirian, karena wilayah sini sangat rentan dengan aksi kejahatan," ujar Sadewa.
"Terimakasih ya Mas atas perhatiannya. Oh iya, apa saya boleh meminta nomor handphone Mas Sadewa? siapa tau kalau nanti Mas ada waktu kita bisa keluar bersama untuk makan, itung-itung sebagai ucapan terimakasih saya kepada Mas Sadewa," ujar Yuli.
"Mau sekarang juga boleh, kebetulan saya mau cari makan siang juga," ujar Sadewa.
__ADS_1
"Tapi bagaimana dengan mobil Mas, tidak mungkin kan kita tinggalkan di sini?" tanya Yuli.
"Nanti biar saya telpon Anak buah saya untuk mengambil mobilnya, kapan lagi saya bisa jalan dengan perempuan cantik seperti Anda," ujar Sadewa yang berusaha untuk mendekati Yuli.
Sadewa sebenarnya adalah jelmaan dari Raja Iblis yang akan memanfaatkan Yuli untuk mencarikan tumbal untuknya supaya bisa menambah kekuatan, apalagi sebentar lagi Sadewa akan menyerang Bara dan akan merebut Sukma.
Yuli begitu terpesona dengan sosok Sadewa yang jauh lebih tampan jika dibandingkan dengan Jaka, apalagi Raja iblis mempunyai banyak tipu muslihat untuk mengelabui manusia serakah seperti Yuli.
"Apa Mbak sudah punya Suami?" tanya Sadewa yang saat ini mengendarai mobil Yuli, sedangkan mobil yang tadi dia kendarai hilang begitu saja, karena dengan mudah Raja iblis bisa melakukan semua tipu muslihatnya.
"Tentu saja belum," jawab Yuli dengan berbohong.
"Syukurlah kalau begitu, soalnya saya takut ada yang marah kalau saya jalan dengan Mbak," ujar Sadewa.
"Mas panggil saya Yuli saja jangan pake Mbak, soalnya berasa gimana gitu," ujar Yuli dengan centilnya.
"Oke siap Yuli cantik, kita mau ke Restoran mana nih?" tanya Sadewa.
"Kemana aja boleh, asalkan sama Mas Sadewa, Yuli ikut kemana pun juga," ujar Yuli yang sudah mulai masuk ke dalam jebakan Raja iblis, sehingga Raja iblis tersenyum penuh kemenangan.
"Ya sudah kalau begitu kita ke Restoran paling mewah saja yang berada di daerah ini," ujar Raja iblis yang membawa Yuli menuju Restoran alam ghaib.
Yuli nampak terpesona dengan Restoran yang menurut penglihatannya begitu mewah, padahal kenyataannya tempat tersebut adalah pemakaman.
"Mas, perasaan baru kali ini saya melihat ada Restoran mewah yang berada di daerah sini?" tanya Yuli.
"Mungkin karena Restorannya baru buka beberapa bulan saja. Sebaiknya sekarang kita masuk mungpung Restorannya masih sepi," ujar Sadewa.
Sadewa akhirnya mengajak Yuli masuk dan memesan banyak makanan yang Yuli suka, dan sesaat kemudian, makanan dan minuman pesanan mereka pun datang.
Air liur Yuli sampai menetes melihat semua makanan yang terlihat enak dalam pandangannya, padahal yang dihidangkan adalah hewan seperti cacing dan banyak lagi jenis hewan lainnya, serta minuman yang Yuli pikir sirup, sebenarnya adalah darah dari hewan, bahkan manusia yang ditumbalkan kepada Raja iblis.
__ADS_1