Suamiku Genderuwo Tampan

Suamiku Genderuwo Tampan
Bab 85 ( Perpisahan Bara dan Sukma )


__ADS_3

Yusuf saat ini memutuskan untuk berziarah ke makam Jaka, dan Yusuf meminta Bu Atun untuk mengantarnya.


"Nek, antar Yusuf ke makam Ayah ya, sudah lama Yusuf tidak ziarah."


"Nak, maaf ya Nenek tidak bisa mengantar Yusuf, saat ini kaki Nenek sakit kalau dipakai berjalan jauh," jawab Bu Atun.


Sukma dan Bara yang mendengar Yusuf meminta di antar berziarah, memutuskan untuk mengantar Yusuf ke makam Jaka.


"Nak, biar Ayah dan Ibu saja ya yang mengantar Yusuf," ujar Sukma, dan Yusuf diam tanpa mau menjawab pertanyaan Sukma.


Sukma dan Bara mengikuti langkah Yusuf yang berjalan terlebih dahulu menuju Tempat Pemakaman Umum yang berjarak satu kilo meter dari rumah Alexa dan Sandi.


Setelah sampai di depan makam Jaka, Yusuf terdengar membaca Surat Yasin, begitu juga dengan Bara dan Sukma yang membaca do'a untuk mendiang Jaka dan juga Mbok Ningsih yang kebetulan letak kuburannya berdampingan.


Ketika Yusuf memegang batu nisan Jaka, mata batin Yusuf melihat fakta lain tentang meninggalnya Jaka yang sebenarnya menjadi tumbal pertama Sukma demi kesembuhan Bara, secara tiba-tiba, mata Yusuf berubah menjadi merah karena menahan amarah.


"Kenapa kalian menjadikan Ayah Jaka sebagai tumbal?" teriak Yusuf kepada Bara dan Sukma.


"Yusuf istighfar Nak. Bara, apa yang terjadi kepada Yusuf?" tanya Sukma yang terlihat panik.


"Saat ini Yusuf telah dikuasai oleh hawa nafsu, dan sepertinya Yusuf sudah melihat masalalu tentang Jaka yang menjadi tumbal pertamaku," jawab Bara.


"Bara aku takut jika Yusuf sampai memisahkan kita," ucap Sukma dengan terus memeluk erat tubuh Bara.


"Yusuf, kami bisa menjelaskan semuanya," ucap Bara dengan lembut, tapi Yusuf seakan tuli sehingga tidak bisa mendengar penjelasan Bara dan Sukma, sampai akhirnya Yusuf kembali mendengar bisikan ghaib yang menyuruhnya untuk memusnahkan Bara.


"Yusuf, musnahkan Genderewo yang saat ini berada di hadapanmu," bisik Raja iblis pada telinga Yusuf, karena saat ini dalam penglihatan Yusuf, Bara berwujud Genderewo.


Yusuf tiba-tiba menyerang Bara dengan membabi buta, tapi Bara hanya bisa menghindar, karena tidak mau menyakiti Anaknya.


"Nak, ini Ayah Nak, apa Yusuf tidak ingat dengan Ayah?" ujar Bara yang mencoba menyadarkan Yusuf supaya tidak terpengaruh oleh bisikan iblis.


Yusuf memegang kepalanya karena Yusuf kembali teringat dengan kenangan masa kecilnya saat Bara menggendong Yusuf, serta menyayangi Yusuf dengan tulus.

__ADS_1


"Ayah, cepat pergi dari sini, jangan sampai Yusuf memusnahkan Ayah," teriak Yusuf kepada Bara, ketika Yusuf dalam keadaan setengah sadar.


"Ayah tidak mungkin meninggalkan Yusuf yang sedang kesakitan, Yusuf pasti bisa melawan hawa nafsu yang menguasai diri Yusuf," ujar Bara dengan menghampiri Yusuf yang saat ini terlihat kesakitan, kemudian Bara memeluk tubuh Yusuf.


"Tidak Yah, Ayah harus cepat pergi dari sini sebelum Yusuf kembali dikuasai oleh hawa nafsu, Yusuf tidak mau memusnahkan Ayah," teriak Yusuf, sampai akhirnya Yusuf mendorong Bara hingga terpental jauh, karena saat ini Yusuf sudah kembali dikuasai oleh hawa nafsu.


Ketika Yusuf sudah bersiap mengarahkan sebuah cahaya pada tubuh Bara, Sukma yang melihatnya bergegas memeluk tubuh Bara, sehingga sinar tersebut mengenai tanda lahir Sukma dan akhirnya tanda yang mengikat Sukma dan Bara hilang begitu saja.


"Bara, kenapa tanda yang berada di bahu ku hilang?" tanya Sukma dengan menangis.


"Sukma, sekarang sudah saatnya kita berpisah. Saat ini jerat iblis yang mengikatmu telah hilang, dan kamu sudah bukan milikku lagi," ucap Bara dengan menangis memeluk tubuh Sukma.


"Ayah, Ibu, maaf, tapi Yusuf harus melakukan semua ini," ucap Yusuf yang sudah kembali sadar dari pengaruh hawa nafsu ketika melihat Sukma menangis.


"Nak, Ibu mohon, jangan pisahkan Ibu dan Ayah, kami berdua saling mencintai," ucap Sukma dengan terus menangis.


"Maaf Bu, tapi cinta kalian salah karena dari awal tidak seharusnya Ibu dan Ayah memiliki perasaan itu, karena kalian memiliki alam yang berbeda."


"Tidak Bara, aku tidak mau berpisah denganmu, aku tidak bisa hidup tanpa kamu Bara," teriak Sukma dengan terus menangis dalam pelukan Bara.


"Sayang, setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan, dan aku harap kamu selalu bahagia meskipun tanpa diriku, karena selamanya aku akan selalu hidup dalam hatimu. Sukma, Aku mencintaimu, dan selamanya cintaku hanya untukmu," ucap Bara, dan Bara menganggukan kepalanya sebagai isyarat kepada Yusuf untuk segera memusnahkannya.


"Ayah sayang Yusuf, Ayah titip Ibu ya," ucap Bara.


"Maafkan Yusuf Ayah, Yusuf juga sayang Ayah, tapi Yusuf terpaksa harus melakukan semua ini untuk penebusan dosa Ayah," ucap Yusuf kemudian mengeluarkan Cahaya dari tangannya.


Mata Bara sudah terpejam ketika Yusuf mengarahkan cahaya itu, karena Bara mengira jika Yusuf akan memusnahkannya, tapi ternyata, Yusuf membuka sebuah portal ghaib yang akan membawa Bara menuju suatu tempat dan memisahkannya dari Sukma sebagai hukumannya.


Sukma berteriak histeris ketika melihat Bara yang secara perlahan tertarik ke dalam sebuah lorong.


"Bara, tidak Bara jangan tinggalkan aku," teriak Sukma dengan airmata yang terus membasahi pipinya.


"Selamat tinggal Cintaku, semoga suatu saat nanti kita bisa bertemu lagi," ucap Bara, sampai akhirnya pegangan tangan mereka berdua terlepas dan Bara hilang dari pandangan Sukma.

__ADS_1


"Bara," teriak Sukma kemudian pingsan, begitu juga dengan Yusuf yang ikut pingsan karena kehabisan energi, apalagi Yusuf merasa sangat bersalah karena telah memisahkan Sukma dan Bara.


Pak Parjo dan Sandi yang berniat menjemput Yusuf dan kedua orangtuanya dengan menggunakan mobil, langsung berlari menuju makam Jaka ketika mendengar teriakan Sukma, dan mereka begitu terkejut ketika melihat Yusuf dan Sukma yang sudah tidak sadarkan diri.


"Astagfirullah, Yusuf, Sukma, apa yang sudah terjadi kepada kalian. Kemana Bara, kenapa dia tidak ada di sini," gumam Pak Parjo.


"Sebaiknya kita membawa Yusuf dan Bunda pulang Pak," ujar Sandi, kemudian Sandi dan Pak Parjo menggotong Sukma dan Yusuf secara bergantian.


Bu Atun yang melihat Yusuf dan Sukma pingsan, merasa terkejut, karena saat mereka berangkat, mereka terlihat baik-baik saja.


"Pak, Sandi, apa yang sudah terjadi kepada Yusuf dan Sukma? kenapa mereka bisa sampai pingsan?" tanya Bu Atun.


"Kami juga tidak tau Bu, ketika kami sampai di pintu masuk TPU, kami mendengar teriakan Sukma yang memanggil nama Bara, dan ternyata Sukma dan Yusuf sudah pingsan," jawab Pak Parjo.


"Sekarang dimana Bara?" tanya Bu Atun lagi.


"Kami tidak menemukan keberadaan Ayah," ujar Sandi.


Alexa yang mendengar keributan dari ruang keluarga, langsung ke luar dari dalam kamarnya.


"Yusuf, Bunda, bangun," ucap Alexa dengan menangis.


"Sayang, maaf, tapi kami tidak menemukan Ayah," ucap Sandi.


"Ayah sudah pergi Mas," ujar Alexa dengan menangis dalam pelukan Sandi.


*


*


Apakah Bara masih hidup? dan akankah Bara kembali bertemu dengan Sukma?


Baca terus kisah selengkapnya, 🙏

__ADS_1


__ADS_2