
Bara akhirnya berhasil mengalahkan semua makhluk ghaib yang berniat untuk menikahi Sukma, karena saat itu Raja Iblis tidak bisa datang.
"Untung saja Raja Iblis tidak datang karena sedang sibuk menyelesaikan masalah di Kerajaannya, seandainya Raja iblis datang, aku pasti akan kalah, apalagi saat ini tenagaku sudah habis terpakai," gumam Bara.
Bara tidak ingin semuanya melihat wujud aslinya, karena Bara tidak mau kalau Sukma sampai ketakutan melihatnya, jadi Bara hanya akan menampakan dirinya kepada Mbah Jarwo saja selaku orang yang akan menikahkan Bara dan Sukma, walaupun pada kenyataannya Bara sudah menikahi Sukma sejak Sukma berada di dalam kandungan, karena tanda yang diberikan Bara merupakan simbol kepemilikan Bara terhadap Sukma.
Angin berhembus dengan kencang, sehingga dedaunan kering kini banyak berguguran, dan akhirnya Mbah Jarwo menyuruh Jaka untuk mengikrarkan kata cerai terhadap Sukma.
"Jaka, kamu harus bersiap untuk menceraikan Sukma, karena Makhluk ghaib yang akan menikahi Sukma sudah berada di sini," ujar Mbah Jarwo, meskipun Jaka tidak kuasa untuk melakukan semua itu.
Secara perlahan Jaka melangkahkan kakinya mendekati Sukma. Kemudian Jaka memegang tangan Sukma sesuai permintaan Mbah Jarwo, karena sekarang Bara sudah membuka pagar ghaib nya, supaya Jaka bisa melakukan semua ritualnya.
"Sukma Ayu, mulai sekarang, Aku Jaka Hanggara, menceraikanmu. Dan Sekarang kamu bukan istriku lagi," ucap Jaka dengan tergagap, Jaka sampai meneteskan airmata mengucapkan semua itu, begitu juga dengan Sukma, karena ia tidak pernah menyangka kalau kisah cintanya dengan Jaka akan berakhir tragis seperti ini.
Jaka dengan berat hati melepaskan pegangan tangannya terhadap Sukma, dan sesaat kemudian terdengar suara tanpa wujud.
"Mulai sekarang Sukma akan menjadi pendamping hidupku, dan aku akan memberikan harta yang berlimpah kepada kamu Jaka," ujar Bara.
Yuli dan Mbah Jarwo tersenyum penuh kemenangan, sedangkan Jaka menangis semakin kencang.
"Sukma, mulai sekarang kamu adalah Istri dari Raja Genderewo, dan kamu tidak akan bisa melepaskan diri darinya kalau bukan Raja Genderewo sendiri yang melepaskanmu. Jaka sekarang kamu harus menyerahkan Sukma kepada Raja Genderewo, supaya Sukma bisa di bawa menuju alamnya ," ujar Mbah Jarwo.
Jaka sebenarnya tidak tega melakukan semua itu, tapi Jaka tidak memiliki pilihan lain.
"Raja Genderewo, mulai sekarang aku serahkan Sukma padamu, karena aku dan Sukma sudah tidak memiliki hubungan apa pun lagi," ujar Jaka dengan menahan sesak dalam dadanya.
Sesaat kemudian, angin kembali berhembus dengan kencangnya, dan Sukma tiba-tiba menghilang kemudian tempat Sukma duduk tadi berganti dengan uang serta emas yang sangat banyak.
Yuli dan Mbah Jarwo langsung membulatkan mata melihat semua uang dan perhiasan tersebut, lain hal nya dengan tubuh Jaka yang merasa lemas karena kepergian Sukma.
"Sekarang kita kaya Mbah," ujar Yuli dengan mengambil uang dan juga perhiasan tersebut, kemudian Yuli memasukannya ke dalam karung, karena saking banyaknya uang dan perhiasan yang diberikan oleh Bara.
__ADS_1
"Sukma maafkan aku," teriak Jaka, kemudian akhirnya Jaka pun pingsan.
......................
Saat ini Sukma dan Bara telah sampai di kerajaan Genderewo, tepatnya di kamar pengantin mereka.
Bara masih membuat Sukma tertidur, supaya Sukma tidak merasakan perjalanan mereka menembus alam ghaib.
"Sukma sayang, aku bahagia sekali karena akhirnya kita bisa kembali bersama," ucap Bara dengan memeluk tubuh Sukma.
Sesaat kemudian, Alex dan Alexa datang untuk menemui kedua orangtuanya, dan mereka begitu bahagia karena akhirnya bisa berkumpul dengan Sukma.
"Ayah, Selamat ya, akhirnya Ayah bisa membawa Bunda ke alam kita," ucap Alexa.
"Iya sayang, semoga kita selalu bahagia ya," ujar Bara dengan memeluk kedua Anaknya.
"Ayah, apa kami perlu kembali merubah wujud menjadi Anak kecil yang berada dalam mimpi Bunda?" tanya Alex.
Alex dan Alexa kini merubah wujud menjadi Anak kecil yang selalu masuk dalam mimpi Sukma.
"Kalau begitu kami keluar dulu, karena kami tidak mau sampai mengganggu istirahat Bunda," ujar kedua Anak Bara, kemudian keluar dari kamar orangtuanya.
Bara juga ikut keluar supaya Sukma bisa beristirahat dengan tenang, sampai akhirnya satu jam kemudian Sukma secara perlahan membuka matanya.
"Dimana ini?" gumam Sukma dengan memegang kepalanya yang terasa pusing.
Sukma mengedarkan matanya ke seluruh ruangan, dan Sukma begitu takjub melihat keindahan kamar tersebut, tapi sesaat kemudian Sukma gemetar ketakutan ketika mengingat dirinya yang sudah menikah dengan Raja Genderewo.
"Bagaimana ini, aku tidak mungkin bisa kabur dari Raja Genderewo. Semoga saja dia tidak menjadikanku sebagai makanannya," gumam Sukma yang sudah membayangkan jika wajah dan tubuh Raja Genderewo begitu menyeramkan.
"Aku pernah mendengar cerita kalau sosok Genderewo itu sangat menyeramkan, tubuhnya tinggi besar dengan dipenuhi banyak bulu, apalagi ini Raja nya, pasti lebih menyeramkan lagi," ujar Sukma yang terus bergumam dengan berjalan mondar mandir di dalam kamarnya, sampai akhirnya terdengar suara pintu yang terbuka.
__ADS_1
Sukma langsung saja masuk ke dalam selimut karena saat ini tubuhnya sudah gemetar ketakutan.
"Sayang, kamu baik-baik saja kan?" tanya Bara dengan mengelus lembut punggung Sukma, sehingga Sukma semakin merasa ketakutan.
"Jangan dekati aku, aku mohon, jangan makan aku, aku masih punya bayi," ujar Sukma dengan menangis ketakutan.
"Sayang, kenapa kamu berbicara seperti itu? sekarang aku adalah Suamimu, dan aku akan selalu melindungi kamu Sukma," ucap Bara dengan membuka selimut yang menutupi seluruh tubuh Sukma.
Sukma masih memejamkan matanya, karena Sukma takut untuk melihat Bara.
"Kenapa sih mata kamu di tutup terus, memangnya kamu gak mau lihat wajahku ya?" tanya Bara dengan mencium kening Sukma dengan lembut, sampai akhirnya secara replek Sukma langsung membuka matanya.
"Lee min hoo," ucap Sukma yang melihat Bara yang begitu tampan mirip artis Korea.
"Siapa Lee min hoo?" tanya Bara.
Kenapa bisa Raja Genderewo begitu tampan, padahal aku sudah mengira kalau dia sangat menyeramkan, ucap Sukma dalam hati, sehingga Bara yang mendengar isi hati Sukma langsung menyunggingkan senyuman.
"Apa kamu ingin melihat wujud asliku yang menyeramkan?" tanya Raja Genderewo, sehingga Sukma menggelengkan kepalanya.
"Tidak Tuan, saya lebih menyukai wajah ini," ujar Sukma dengan tersenyum malu.
"Apa pun wujud yang kamu inginkan, aku bisa menirunya," ujar Bara yang hendak mencium bibir Sukma, tapi Sukma melarangnya.
"Maaf Tuan, saya belum siap melakukan semua itu, jadi saya mohon beri saya waktu," ujar Sukma.
Bara yang begitu pengertian kini membaringkan tubuhnya di samping Sukma.
"Kalau belum siap, apa bisa kamu tidur di sini?" ujar Bara dengan menunjuk tangannya supaya Sukma mau berbaring di atasnya.
Sukma sebenarnya merasa ragu untuk melakukan semua itu, tapi Bara mencoba untuk menarik lembut tubuh Sukma supaya mau berbaring di sampingnya.
__ADS_1
"Aku mencintaimu Sukma, aku sangat mencintaimu," ucap Bara dengan memeluk tubuh Sukma dengan erat.