Suamiku Genderuwo Tampan

Suamiku Genderuwo Tampan
Bab 75 ( Bertemu kembali )


__ADS_3

Sandi dan Yusuf akhirnya ke luar dari dalam kamar setelah Sandi memakai topeng untuk menutup wajahnya yang bengkak.


"Assalamu'alaikum semuanya," ucap Sandi ketika sampai di ruang tamu.


"Wa'alaikumsalam," jawab semua yang berada di sana.


"Sandi, sejak kapan kamu menjadi manusia bertopeng?" celetuk Alex.


Alexa menatap tajam Alex yang masih terdengar menertawakan Sandi.


"Kakak kok tega banget sih sama Mas Sandi," ujar Alexa.


"Aduh, pawangnya marah," celetuk Alex.


"Mas Sandi bagaimana sekarang, apa sudah merasa baikan?" tanya Alexa.


"Alhamdulillah, Mas sudah merasa baikan Dek," jawab Sandi.


Sandi duduk di dekat Yusuf dan dia terus memandang wajah cantik Alexa, sehingga Alexa menjadi salah tingkah.


"Om, inget jangan ngedip," sindir Yusuf, karena Sandi selalu bilang kepada Yusuf jika tatapan pertama tanpa berkedip adalah Anugrah sedangkan yang kedua adalah musibah.


"Iya ah ini bocah ganggu saja," ujar Sandi, dan semua yang berada di sana menertawakan Sandi dan Yusuf yang selalu saja berdebat.


Setelah Bara memahami semua perkataan Kyai Ahmad, Bara dan keluarganya di ajak Kyai Ahmad menuju Masjid supaya bisa mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai syarat untuk memeluk Agama islam.


"Bagaimana, apa semuanya sudah siap?" tanya Kyai Ahmad.


"Insyaallah kami sudah siap," jawab semuanya.


Bara, Alex, Alexa dan Angel membaca Basmalah terlebih dahulu sebelum membaca Syahadat, dan setelah semuanya membaca Syahadat, Kyai Ahmad mengucap Hamdalah sebagai rasa syukur kehadirat ilahi rabbi.


"Alhamdulillah, sekarang semuanya sudah menjadi Jin Muslim, semoga semuanya diberikan kelancaran dalam beribadah," ucap Kyai Ahmad yang di Amini oleh semuanya.


Sukma tersenyum bahagia karena akhirnya Bara sudah menjadi seorang Muslim, meski pun saat ini Bara masih belum bisa menjadi manusia.

__ADS_1


Alex dan Angel berpamitan terlebih dahulu menuju Kerajaan Genderewo, karena mereka harus mempersiapkan acara pernikahan yang akan dilangsungkan dua hari lagi.


"Terimakasih banyak Pak Kyai, karena telah membantu kami. Kalau begitu Alex dan Angel pamit pulang dulu ya Yah, Bunda. Lexa, kamu mau ikut pulang juga tidak?" tanya Alex.


"Enggak Kak, nanti aja Lexa nyusul, baru juga sampai, masa udah pulang lagi," jawab Alexa.


"Awas kamu jangan keganjenan, jaga sikap dan tatakrama, apalagi sekarang kamu sudah menjadi seorang Muslim yang harus menjaga harkat dan martabat seorang perempuan," ujar Alex.


"Iya Pak Ustad."


Alex dan Angel akhirnya pulang dengan cara menghilang, setelah sebelumnya mengucap Salam kepada semuanya.


"Kyai, saya mau minta ijin untuk menginap beberapa hari di sini, karena Yusuf masih kangen sama kami," ujar Bara.


"Iya silahkan Nak, saya sangat senang apabila semuanya berkenan untuk tinggal di sini, Alhamdulillah bisa menambah keluarga," ujar Kyai Ahmad.


"Terimakasih banyak Pak Kyai karena sudah berkenan menerima kami sebagai keluarga, meski pun Pak Kyai tau kalau kami bukanlah berasal dari golongan manusia," ujar Bara.


"Kita semua sama-sama makhluk ciptaan Allah SWT, dan di mata Tuhan kita sama, yang membedakan hanyalah keimanannya. Kalau mau Nak Bara juga bisa sekalian memperdalam ilmu Agama," ujar Kyai Ahmad, dan tentu saja Bara merasa senang, meskipun masih ada ketakutan dalam hatinya jika suatu saat nanti Bara dan Sukma akan berpisah.


Di tempat lain, tepatnya di rumah Bu Atun dan Pak Parjo, Bu Atun yang merindukan Yusuf dan Sandi berniat untuk mengunjungi mereka di Pesantren, karena semenjak Yusuf dan Sandi kembali ke Pesantren, Bu Atun belum mendengar kabar Anak dan Cucunya, karena jaringan di kampungnya bermasalah sehingga tidak dapat menelpon.


"Pak, sebaiknya hari ini kita ke Pesantren untuk melihat keadaan Yusuf dan Sandi, Ibu sudah kangen sama mereka, Ibu juga ingin tau apakah jiwa mereka sudah bertukar kembali atau belum," ujar Bu Atun.


"Ya sudah, kalau begitu Ibu kasih tau dulu Inem supaya bisa ikut menjenguk Anak dan Cucu kita, karena Inem juga pasti ingin bertemu dengan Sandi," ujar Pak Parjo.


Bu Atun menuju rumah Sukma untuk menemui Bu Inem, dan tentu saja Bu Inem merasa bahagia karena akan bertemu dengan Sandi.


Setelah semuanya siap, Pak Parjo melajukan mobilnya menuju Pesantren bersama Bu Atun dan Bu Inem, dan entah kenapa perasaan Bu Atun lebih bahagia dari biasanya.


"Pak, perasaan Ibu kok bahagia sekali ya, sepertinya Ibu akan bertemu dengan seseorang," ujar Bu Atun.


"Kita kan emang mau ketemu sama Yusuf dan Sandi, jadi Ibu pastinya akan bahagia."


"Mungkin seperti itu, tapi Ibu merasa ada yang lain, apa mungkin Ibu bakalan ketemu Sukma?"

__ADS_1


"Ibu jangan terlalu banyak berharap, selama hampir tiga tahun kita sudah tidak mendengar lagi kabar Sukma, tapi dimana pun Sukma berada, semoga selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan," ujar Pak Parjo yang di Amini oleh Bu Atun dan Bu Inem.


Orangtua Sandi akhirnya sampai di Pesantren ketika Adzan Maghrib berkumandang, dan mereka langsung menuju rumah Kyai Ahmad untuk menemui Anak dan Cucunya.


"Pak, kok di rumah Pak Kyai banyak sekali sandal ya? apa mungkin lagi ada tamu?" tanya Bu Atun.


"Mungkin memang lagi ada tamu Bu," jawab Pak Parjo.


Pak Parjo, Bu Atun dan Bu Inem mengucap Salam ketika sampai di depan pintu, dan mereka begitu terkejut karena yang membuka pintu adalah Sukma.


"Sukma," ucap Bu Atun dan Pak Parjo.


"Ibu, Bapak," ucap Sukma dengan memeluk tubuh kedua Mertuanya.


"Alhamdulillah, akhirnya kami bisa bertemu kembali dengan kamu Nak, kemana saja Sukma selama ini?" tanya Bu Atun dengan menangis terharu.


"Sebaiknya kita masuk dulu ke dalam Bu, nanti Sukma ceritakan semuanya setelah selesai Shalat Maghrib," ajak Sukma dengan menggandeng Bu Atun.


Pak Parjo memutuskan untuk Shalat berjamaah di Masjid, sedangkan para perempuan memilih berjamaah di rumah dengan Umi Maryam yang menjadi imam mereka.


Setelah selesai Shalat Maghrib, Bu Atun dan Sukma menuju ruang keluarga untuk mengobrol, sedangkan Alexa dan Bu Inem membantu Umi Maryam menyiapkan makanan di dapur. dan Bu Atun terus memeluk tubuh Sukma yang sangat dirindukannya.


"Untung saja Ibu perempuan, kalau Laki-laki pasti saya sudah merasa cemburu," celetuk Bara yang baru sampai di rumah Kyai Ahmad setelah Bara pulang dari Masjid bersama yang lainnya.


"Nak, ini siapa tampan sekali mirip artis Korea yang terkenal itu lho?" tanya Bu Atun.


"Perkenalkan nama saya Bara Bu, dan saya adalah Suami Sukma," ucap Bara dengan mencium punggung Bu Atun, dan sebelumnya Bara juga sudah mengobrol dengan Pak Parjo saat di perjalanan pulang dari Masjid.


"Alhamdulillah, ternyata kamu sudah menikah lagi Nak. Kemana saja Sukma selama ini? kami selalu merindukan Sukma yang sudah hilang tanpa kabar," ujar Bu Atun.


"Sebenarnya Bara adalah Suami ghaib Sukma Bu, karena mendiang Mas Jaka dan Yuli telah menumbalkan Sukma untuk dinikahkan dengan Makhluk ghaib, untung saja Bara tulus mencintai Sukma, dan kami selama satu tahun tinggal di Kerajaan Genderewo, sampai akhirnya Sukma memutuskan untuk kembali ke Alam manusia setelah ada kejadian buruk yang menimpa kami."


"Yang penting kalian sudah baik-baik saja, dan sekarang kalian sudah terlihat bahagia." Meskipun Ibu tau kalau cinta dua Dunia telah melanggar hukum alam, tapi setidaknya Bara tidak menyakiti Sukma seperti Jaka yang sudah menyakiti lahir dan batin Sukma, ucap Bu Atun dalam hati.


Maaf Bu, Sukma tidak bisa menceritakan kalau Mas Jaka sebenarnya telah Sukma jadikan tumbal untuk kesembuhan Bara, ucap Sukma dalam hati yang masih merasa bersalah atas meninggalnya Jaka.

__ADS_1


__ADS_2