Suamiku Genderuwo Tampan

Suamiku Genderuwo Tampan
Bab 57 ( Yusuf VS Raja Iblis )


__ADS_3

Tidak terasa satu tahun sudah Sandi menuntut ilmu di Pesantren Kyai Ahmad,, meski pun selama ini yang menjadi Guru terbaik untuk Sandi adalah Yusuf, sosok Keponakannya sendiri yang saat ini baru berusia tiga tahun.


Hari ini Sandi memutuskan untuk pulang terlebih dahulu menuju rumah kedua orangtuanya, dan Yusuf berencana akan ikut juga dengan Sandi supaya bisa menengok Kakek dan Neneknya.


"Pak Kyai, terimakasih karena selama saya tinggal di Pesantren, Pak Kyai dan semuanya sudah menerima serta memperlakukan saya dengan baik," ujar Sandi.


"Nak Sandi, Nak Sandi adalah bagian keluarga Pesantren ini. Semoga ilmu yang Nak Sandi dapatkan bisa bermanfaat untuk bekal di Dunia dan akhirat," ucap Kyai Ahmad yang di Amini oleh semuanya.


"Abi, Umi, selama satu minggu ke depan Yusuf akan tinggal di rumah Kakek dan Nenek sekalian mengantar Om Sandi pulang ke sana," ucap Yusuf.


"Om Sandi bukan Anak kecil yang harus di antar bocah seperti Yusuf, yang ada Om Sandi mengantar Yusuf untuk bertemu Kakek dan Nenek."


"Siapa yang di antar dan yang ngantar sama saja kan Om, kita juga perginya sama-sama," ujar Yusuf yang hampir setiap hari selalu berdebat dengan Sandi.


"Sudah, kalian jangan berdebat terus, sebaiknya Yusuf dan Sandi berangkat sekarang supaya tidak kemalaman di jalan. Kalian hati-hati ya, nanti Abi akan menyuruh Nazib untuk menjemput Yusuf kalau mau pulang ke sini lagi."


"Tidak perlu Pak Kyai, nanti biar Sandi sendiri yang kembali mengantar Yusuf, karena kebetulan minggu depan Sandi akan pergi ke Jakarta, jadi sekalian lewat lagi ke sini," ujar Sandi.


"Kalau begitu kami pamit sekarang," ujar Sandi, kemudian Yusuf dan Sandi berangkat setelah mencium punggung tangan Kyai Ahmad dan Umi Maryam, serta tidak lupa mengucapkan Salam juga.


Sandi membawa mobil yang dibelikan oleh Pak Parjo supaya Sandi bisa lebih mudah jika hendak bepergian, apalagi Sandi selalu membantu untuk berbelanja kebutuhan pokok selama tinggal di Pesantren, dan anehnya uang pemberian Bara tidak pernah habis meskipun setiap hari Sandi dan Yusuf memakainya.


"Om, memangnya Om jadi tinggal sama Ibu dan Ayah di Jakarta?" tanya Yusuf.


"Insyaallah jadi, memangnya kenapa, jangan bilang Yusuf ingin ikut Om untuk tinggal bersama Ayah dan Ibu."


"Sebenarnya Yusuf ingin sekali ikut tinggal di Jakarta, tapi kasihan Umi dan Abi jika Yusuf meninggalkan mereka, apalagi selama ini Abi dan Umi sudah menyayangi Yusuf seperti Anak kandung mereka sendiri."


"Saat ini terlalu berbahaya untuk kamu tinggal bersama Sukma dan Bara, makanya mereka tidak mengajak Yusuf untuk tinggal di sana."


"Iya Yusuf juga tau Om, tapi bagaimana pun juga seorang Anak ingin selalu tinggal bersama kedua orangtua kandungnya," ucap Yusuf dengan tertunduk sedih.

__ADS_1


Sandi merasa kasihan terhadap Yusuf, tapi Sandi tidak dapat berbuat apa-apa, karena saat ini keselamatan Yusuf lebih penting.


Ketika mobil yang ditumpangi Sandi dan Yusuf melewati hutan pinus, mobil Sandi tiba-tiba mogok, dan semua itu adalah perbuatan Raja iblis.


Raja iblis sudah berkali-kali mengutus manusia yang menjadi pengikutnya supaya masuk ke dalam Pesantren untuk menculik Yusuf, tapi usahanya tersebut selalu sia-sia, karena Yusuf selalu mengetahui semuanya.


"Om, sepertinya ada tamu tidak di undang yang sengaja ingin mengganggu kita," ujar Yusuf.


"Aduh Tong, kamu jangan nakut-nakutin Uncle Sandi dong," ujar Sandi yang memang penakut jika melihat penampakan yang seram.


"Kita harus berserah diri kepada Allah SWT, insyaallah kita bisa melewati semua ini," ujar Yusuf.


Yusuf dan Sandi akhirnya ke luar dari dalam mobil, karena saat ini Makhluk tinggi besar dengan memiliki banyak bulu serta memiliki dua tanduk seperti Kerbau sudah berdiri di hadapan mereka.


"Ternyata nyali kalian besar juga," ujar Raja iblis yang menampakkan wujud sebenarnya di hadapan Yusuf dan Sandi.


"Yusuf, makhluk apa dia, kenapa dia terlihat seperti Kerbau, apa tanduk yang ada pada kepalanya itu asli ya? Om jadi penasaran pengen coba pegang," celetuk Sandi.


"Jadi kalian tidak takut kepadaku?" tanya Raja iblis."


"Untuk apa kami berdua harus takut dengan sesama Makhluk ciptaan Allah SWT," jawab Yusuf dengan lantang.


"Heh bocah, ngemengnya jangan kami berdua, di sini kan yang gak takut cuma kamu, kenapa jadi bawa-bawa Om Sandi," ujar Sandi yang sudah gemetar ketakutan.


"Baca do'a Om, karena rasa takut hanya akan membuat Om iblis senang," ujar Sandi.


"Manggilnya gak usah pake embel-embel Om segala, udah aja bilang si Iblis gitu," ujar Sandi kepada Yusuf.


"Yusuf gak sopan dong Om kalau hanya memanggil namanya saja," ujar Yusuf dan Sandi yang malah asyik berdebat, sehingga membuat Raja iblis merasa geram.


"Kenapa kalian berdebat nya lama sekali? aku sudah tidak sabar ingin memakan daging kalian yang terlihat sedap dan empuk," ujar Raja iblis.

__ADS_1


"Heh Iblis, dagingku udah alot, yang empuk cuma daging yang muda ini," tunjuk Sandi kepada Yusuf.


"Baiklah kalau begitu aku akan menyantap yang kecil terlebih dahulu, kemudian nanti giliranmu," ujar Raja iblis yang sudah siap untuk mengambil Yusuf menggunakan tangan besarnya.


"Tidak semudah itu Om, karena Allah SWT akan melindungi Ummat-Nya yang selalu bertakwa," teriak Yusuf, kemudian Yusuf terlihat berdzikir, sehingga ada pagar ghaib yang menghalangi tubuh Yusuf.


Raja iblis merasa kepanasan ketika mencoba menembus pagar ghaib tersebut.


"Aaaaaaaa, hentikan bacaan itu, aku sudah tidak tahan lagi," teriak Raja iblis dengan menutup kedua telinganya.


"Yusuf tidak akan menghentikannya sampai Om iblis berjanji tidak akan mengganggu Umat manusia lagi."


"Sudah menjadi tugasku untuk mengganggu Umat manusia, dan aku tidak bisa menghentikannya sebelum aku mendapatkan banyak manusia untuk ikut aku ke dalam Neraka," teriak Raja iblis.


"Kalau begitu jangan salahkan Yusuf jika Yusuf memusnahkan Om iblis," teriak Yusuf kemudian mengarahkan tasbihnya kepada Raja iblis, tapi tiba-tiba ada cahaya merah yang membantu Raja iblis untuk terlepas dari Yusuf, bahkan saat ini Yusuf dan Sandi telah di kepung oleh banyak Anak buah Raja iblis.


"Sekarang kalian telah masuk ke dalam perangkapku Anak muda, dan aku akan menukar kalian dengan calon Permaisuriku Sukma," ujar Raja iblis dengan tertawa penuh kemenangan.


"Jangan pernah bermimpi untuk merebut Sukma dariku," teriak Sandi, dan Yusuf menatap tajam Sandi.


"Eh maksudnya dari Bara," ujar Sandi yang meralat perkataannya, karena Sandi takut dengan tatapan mata Yusuf.


Yusuf memegang tangan Sandi, supaya membuat Sandi merasa lebih tenang, karena saat ini tubuh Sandi masih terlihat gemetar.


"Jangan putus dzikir Om," ujar Yusuf kepada Sandi.


Yusuf dan Sandi terus berdzikir, tapi Anak buah Raja iblis semakin lama semakin banyak, sampai akhirnya pagar ghaib yang Yusuf dan Sandi buat hampir saja dapat ditembus oleh pengikut Raja iblis, untung saja ada yang datang membantu Yusuf dan Sandi untuk mengalahkan Raja Iblis dan pengikutnya.


Siapa ya kira-kira yang datang untuk membantu Yusuf dan Sandi?


Mohon dukungannya terus teman-teman, 🙏

__ADS_1


__ADS_2