Suamiku Genderuwo Tampan

Suamiku Genderuwo Tampan
Bab 88 ( Cinta Sejati )


__ADS_3

...Cinta adalah Anugerah terbesar yang diberikan oleh Tuhan. Maka dari itu, kita harus senantiasa bersyukur dan menjaga segala Anugerah itu....


......................


Bara terkejut ketika mendengar suara Sukma, dan Bara mengira jika asal suara itu dari jenazah yang saat ini berada di hadapannya.


"Bu, cepat buka kain kafan Sukma, Sukma tidak mungkin meninggalkanku, Sukma pasti masih hidup, kalian dengar sendiri kan suara Sukma," ujar Bara kepada Empat orang perempuan paruh baya yang baru selesai membungkus Jenazah Bu Atun dengan kain kafan.


Bu Atun dan Pak Parjo meninggal Dunia karena kecelakaan motor ketika mereka berdua hendak pergi ke Pasar, tapi saat ini jenazah Pak Parjo sudah dibawa ke Mesjid, sedangkan jenazah Bu Atun baru selesai dikafani.


"Bara, apa kamu mengira jika aku sudah meninggalkanmu? kenapa kamu baru pulang sekarang, padahal aku sudah lama menunggumu?" tanya Sukma.


Bara yang merasakan pegangan tangan Sukma pada bahunya secara perlahan membalikan badan.


"Sukma," ucap Bara, kemudian berdiri dan langsung memeluk tubuh Sukma.


"Bara, aku tau kalau kamu pasti akan kembali, dan aku selalu menunggu kepulanganmu. Kenapa kamu pergi lama sekali? apa kamu tidak merindukanku?" ujar Sukma dengan terus menangis dalam pelukan Bara.


"Sayang, aku sangat merindukanmu, makanya aku bertahan sampai saat ini, dan semua itu karena kamu. Alhamdulillah ternyata kamu tidak meninggalkanku, rasanya aku tidak akan sanggup jika harus berpisah denganmu lagi Sukma," ujar Bara.


Alexa dan Sandi yang baru ke luar dari kamar karena mereka masih berduka atas meninggalnya Bu Atun dan Pak Parjo, tersenyum bahagia melihat Sukma dan Bara yang kembali bersama, apalagi sudah satu tahun lebih Sukma tidak mau bicara, dan akhirnya Sukma kembali bicara setelah bertemu dengan Bara.


"Ayah, Bunda," ucap Alexa dan Sandi yang menghampiri Bara dan Sukma, kemudian memeluk tubuh kedua orangtuanya tersebut.


"Nak, Alhamdulillah kita bisa bertemu kembali," ujar Bara.


"Iya Yah Alhamdulillah, Lexa pikir kita tidak akan bisa berkumpul lagi. Selama Ayah tidak ada, Bunda seperti mayat hidup, bahkan baru sekarang Bunda kembali bicara setelah satu tahun lebih Bunda sakit," ujar Alexa dengan menangis.


"Maafkan aku sayang, aku sudah meninggalkanmu," ucap Bara dengan terus memeluk serta mencium tubuh Sukma.


"Ayah, Ibu, maaf, karena Yusuf yang telah memisahkan Ibu dan Ayah," ucap Yusuf dengan menangis.


Karena merasa berdosa terhadap Bara dan Sukma, Yusuf sampai meminta Kyai Ahmad untuk menutup mata batinnya, dan sekarang Yusuf sudah tidak mempunyai kelebihan lagi.


"Nak, semua itu bukan salah Yusuf, Ayah seharusnya mengucapkan terimakasih kepada Yusuf, karena sekarang Ayah sudah menjadi manusia, dan selama Ayah berpisah dengan Ibu, banyak pelajaran yang bisa Ayah ambil. Jadi, Yusuf jangan terus-terusan merasa bersalah ya," ujar Bara dengan memeluk tubuh Yusuf.


"Nak, maafin Ibu juga ya, selama ini Ibu selalu menyalahkan Yusuf karena telah memisahkan Ayah dan Ibu," ujar Sukma dengan ikut memeluk tubuh Yusuf.


"Sayang, siapa yang sudah meninggal dunia?" tanya Bara.


"Tadi siang, Pak Parjo dan Bu Atun meninggal dunia karena kecelakaan saat menuju ke Pasar, dan Jenazah Bapak sudah terlebih dahulu dibawa ke Masjid," jawab Sukma.

__ADS_1


Bara langsung menghampiri Sandi untuk mengucapkan bela sungkawa.


"Sandi, Ayah turut berduka cita atas meninggalnya kedua orangtua kamu, semoga amal ibadah mendiang Pak Parjo dan Bu Atun diterima oleh Allah SWT ya," ucap Bara dengan memeluk tubuh Sandi.


"Amin Yah, makasih banyak do'anya, Sandi akan berusaha untuk ikhlas, supaya Ibu dan Bapak bisa beristirahat dengan tenang."


Sukma mengajak istirahat Bara ke dalam kamar mereka, dan Bara terlihat enggan melepaskan pelukannya kepada Sukma.


"Sayang, kenapa sekarang kamu sangat kurus?" tanya Bara kepada Sukma.


"Itu semua karena kamu tidak ada di sampingku Bara. Semua ini masih seperti mimpi untukku, dan aku takut Bara, aku sangat takut jika kita sampai berpisah lagi," ucap Sukma yang kembali menangis dalam pelukan Bara.


"Aku tidak akan pernah meninggalkanmu, karena kamu adalah tulang rusukku, hidup, dan matiku," ucap Bara dengan menciumi wajah Sukma.


"Bara, selama ini kamu pergi kemana saja?"


"Saat aku membuka mata, aku terbangun di rumah seorang Kakek yang bernama Adnan dan Nek Minah. Mereka bilang aku sudah satu minggu tidak sadarkan diri, tapi aku tidak pernah menyangka jika aku terbangun dalam wujud manusia."


Bara menceritakan kepada Sukma tentang kehidupan yang dia alami selama berpisah dari kekasih hatinya tersebut, dan Sukma merasa bangga karena Bara sudah berhasil mengamalkan ilmu yang bermanfaat.


"Alhamdulillah, aku bahagia karena kamu sudah melakukan amalan yang tidak akan pernah putus meski pun nanti kita sudah meninggal Dunia," ujar Sukma.


"Amin, semoga saja nanti kita semua bisa berkumpul di Surganya Allah SWT. Ya sudah kalau begitu sekarang kita tidur, rasanya aku sangat lelah, apalagi sudah satu tahun lebih tidak tidur di atas kasur, dan malam ini aku pasti akan tidur nyenyak karena bisa memeluk istriku yang cantik ini," ucap Bara dengan membawa Sukma ke dalam pelukannya.


......................


"Sayang, yuk bangun, kita Shalat Subuh berjamaah," ujar Bara dengan berbisik pada telinga Sukma.


"Alhamdulillah ternyata semua ini bukan mimpi, aku sudah takut jika aku terbangun kamu sudah tidak di sampingku," ujar Sukma dengan memeluk tubuh Bara.


Sukma begitu bahagia, karena untuk pertama kalinya Bara menjadi imam Shalat untuk Sukma, apalagi saat ini Bara sudah menjadi manusia seutuhnya.


Setelah memanjatkan do'a serta syukur karena akhirnya mereka bisa kembali bersama, Sukma mencium punggung tangan Bara, begitu juga dengan Bara yang langsung mencium kening Sukma, tapi sesaat kemudian Sukma teringat sesuatu dengan tanda lahir yang sudah Yusuf hapus.


"Bara, apa kita masih menjadi Suami istri? bukannya Yusuf telah menghapus tanda kepemilikan yang kamu buat pada bahuku?" tanya Sukma.


"Kamu benar sayang, sekarang aku sudah menjadi manusia, dan dulu kita menikah ketika aku masih dalam wujud Genderewo, kalau begitu nanti kita minta Kyai Ahmad untuk menikahkan kita," ujar Bara dengan melepas pelukannya, apalagi saat ini mereka bukan muhrim.


......................


Setelah acara pemakaman Bu Atun dan Pak Parjo selesai, Bara meminta bantuan kepada Kyai Ahmad untuk menikahkannya dengan Sukma.

__ADS_1


"Pak Kyai, apa Pak Kyai bersedia untuk menikahkan saya dengan Sukma?" tanya Bara kepada Kyai Ahmad.


"Tentu saja Nak Bara, dan saya bahagia karena sekarang Nak Bara sudah menjadi manusia."


"Terimakasih Pak Kyai, kalau begitu kami akan mempersiapkan semuanya terlebih dahulu," ujar Bara.


Alex yang mengetahui jika Ayahnya sudah kembali, langsung menuju alam manusia bersama Anak dan istrinya.


"Ayah, Alhamdulillah akhirnya kita bisa berkumpul kembali," ujar Alex dengan memeluk tubuh Bara.


"Iya Nak Alhamdulillah, nanti siang Ayah dan Bunda juga akan kembali menikah."


"Alex turut bahagia mendengarnya. Semoga kita tidak akan berpisah lagi," ucap Alex yang di Amini oleh Bara.


"Nak, ternyata Ayah sudah sangat Kakek-kakek ya, bahkan Anak Alex sekarang sudah satu lusin," ujar Bara dengan terkekeh.


"Ayah tidak tahu saja kalau saat ini Angel sedang hamil lagi," ujar Alex dengan ikut tertawa.


"Kalau Kak Alex kan enak, bayinya baru lahir juga bisa langsung berjalan dan berbicara, mereka juga bisa mengurus diri sendiri," celetuk Sandi.


"Semua juga sudah ditentukan oleh Allah SWT Sandi, kamu jangan iri karena aku mempunyai lebih banyak Anak dari kamu," ujar Alex.


......................


Angel menghias kamar pengantin Sukma menggunakan kekuatan yang Angel miliki karena saat ini sudah tidak ada waktu lagi, sedangkan Sukma saat ini sedang Alexa dandani.


Setelah semuanya berkumpul, acara ijab kabul pun akan segera dimulai, dan Bara sudah terlihat tegang karena ini adalah pertama kalinya Bara akan melakukan ijab kabul pernikahan.


"Dulu aja Ayah bilang Mas Sandi payah karena sampai tiga kali ngucapin ijab kabul, semoga sekarang Ayah berhasil ya," ujar Alexa yang sudah melihat ketegangan pada wajah Bara.


Saat ini Sukma dan Bara sudah duduk di depan Kyai Ahmad yang akan menjadi Penghulu sekaligus Wali hakim untuk Sukma, dan Kyai Ahmad memulai acara dengan bacaan Basmalah.


Setelah menjabat tangan kyai Ahmad, Bara membaca Basmalah dalam hatinya, kemudian Bara mengucap ijab kabul dengan satu tarikan napas.


"Alhamdulillah," ucap semuanya ketika mereka mendengar para saksi mengucapkan Sah pada pernikahan Bara dan Sukma.


"Sekarang kita sudah kembali menjadi Suami istri sayang, semoga kita selalu bahagia, dan hanya maut yang dapat memisahkan kita. Aku berjanji tidak akan pernah meninggalkanmu Sukma, karena meskipun kita terpisah, cinta sejati akan tau dimana rumahnya dan tempat ia harus kembali," ucap Bara dengan mengecup kening Sukma, dan cerita pun berakhir.


*


*

__ADS_1


Terimakasih sudah berkenan membaca Karya-karya receh saya, Sehat & Sukses selalu untuk semuanya, 🤲 Semoga berkenan baca Karya-karya receh saya yang lainnya, 🙏


__ADS_2