Suamiku Genderuwo Tampan

Suamiku Genderuwo Tampan
Bab 52 ( Bertemu dalam Mimpi )


__ADS_3

Pak Parjo yang mendengar pertanyaan Bu Atun terlihat berpikir sebelum akhirnya beliau angkat suara.


"Kalau Sukma masih hidup, pasti dia sudah menemui kita Bu. Selama ini Sukma selalu menghormati dan menyayangi kita seperti orangtuanya sendiri. Mungkin perempuan yang bernama Mona itu hanya mirip saja dengan Sukma. Bukankah dibelahan Dunia ini ada tujuh orang yang mempunyai wajah mirip dengan kita?"


"Perkataan Bapak benar, tapi Ibu kangen sekali dengan Sukma. Seandainya Sukma masih hidup, Sukma juga pasti sudah menemui Yusuf. Mungkin Mona pernah melihat wajah Jaka di televisi ketika Jaka menjadi korban pembunuhan si Pelakor Yuli, makanya Mona mengira kalau Sandi adalah kembarannya Jaka," ujar Bu Atun.


"Jadi Jaka meninggal dengan cara dibunuh Bu?" tanya Sandi yang merasa terkejut.


"Benar Nak, Jaka dibunuh oleh istri keduanya yang bernama Yuli, tapi sekarang Yuli sudah mendekam di Penjara," ujar Bu Atun.


Sepertinya jika aku menakut-nakuti Yuli, akan seru tuh, batin Sandi.


"Tega sekali orang yang telah membunuh Jaka, semoga dia mendapatkan balasan yang setimpal. Padahal Sandi ingin sekali bertemu dengan Jaka."


"Kita do'akan saja semoga Jaka tenang di alam sana," ujar Pak Parjo yang di Amini oleh semuanya.


"Pak, memangnya Sukma pergi kemana?" tanya Sandi yang merasa penasaran dengan sosok Sukma, terlebih lagi Sukma mirip sekali dengan pujaan hatinya, meski pun dari segi penampilan mereka berdua sangat berbeda, karena setelah menjadi Mona, Sukma selalu memakai make up serta mengenakan pakaian yang seksi.


"Sukma menjadi korban pesugihan yang dilakukan oleh Jaka dan Yuli, dan sampai saat ini kami tidak pernah mengetahui kabar Sukma yang telah hilang tanpa jejak," jawab Pak Parjo.


"Kasihan sekali nasib Sukma yang malang. Jadi, Yusuf itu adalah Keponakan Sandi dari mendiang Jaka dan Sukma?"


"Iya benar sekali Nak."


"Lalu dimana Yusuf sekarang?" tanya Sandi lagi.


"Yusuf tinggal di Pesantren Kyai Ahmad yang berada di daerah Jombang. Kebetulan beliau yang menemukan Yusuf ketika Jaka dan Yuli menculik Yusuf dan Sukma untuk mereka jadikan sebagai tumbal."


Aku harus mencari keberadaan Sukma demi Yusuf, dan aku akan membalas perbuatan Yuli yang telah membunuh saudaraku, ucap Sandi dalam hati.


"Inem, Sandi, sebaiknya kalian istirahat dulu, kasihan pasti cape setelah perjalanan jauh," ujar Bu Atun.


"Makasih banyak ya Atun, kalian masih berbaik hati mau memaafkan semua kesalahanku," ucap Bu Inem.

__ADS_1


"Sudahlah Inem, mulai sekarang kita buka lembaran baru, dan kamu sekarang adalah bagian dari keluargaku. Kalau mau, kamu boleh tinggal di rumah Sukma yang berada di sebrang rumah ini," ujar Bu Atun.


"Makasih Atun, nanti aku pikir-pikir dulu, karena saat ini aku masih mempunyai usaha kecil-kecilan dengan berdagang jamu di Jakarta," ucap Bu Inem.


Bu Atun akhirnya mengantar Bu Inem menuju kamar tamu, sedangkan Sandi, di antar oleh Bu Atun untuk menempati kamar mendiang Jaka.


Sandi melihat ke sekeliling kamar, dan di sana banyak terpajang fhoto Jaka dan Sukma semenjak mereka masih bayi.


"Jaka dan Sukma sepertinya sudah berteman dari semenjak mereka kecil, tapi kenapa Jaka bisa sampai tergoda oleh perempuan bernama Yuli?" gumam Sandi, kemudian merebahkan tubuhnya di atas kasur.


Beberapa saat kemudian, terdengar sebuah suara yang memanggil Sandi.


"Sandi, Sandi, bangun Sandi, ada yang harus aku bicarakan kepadamu," ujar Jaka yang saat ini masuk ke dalam mimpi Sandi.


Sandi secara perlahan membuka matanya, dan Sandi begitu terkejut ketika melihat Jaka yang mempunyai wajah sangat mirip dengannya.


"Si_siapa kamu?" tanya Sandi dengan tergagap.


"Ada apa kamu datang menemuiku Jaka?" tanya Sandi.


"Aku mau minta tolong sama kamu supaya terus berada di dekat Sukma, karena saat ini Sukma masih berada dalam bahaya."


"Aku tidak tau keberadaan Sukma, bagaimana bisa aku melindungi Sukma," ujar Sandi.


"Kamu tau Mona kan? dia adalah Sukma, dan aku berharap kamu tetap menjadi Supir nya supaya bisa membantu Bara untuk melindungi Sukma."


"Jadi benar dugaanku kalau Mona adalah Sukma."


"Benar Sandi, tapi kamu tidak boleh memberitahukan dulu semu kebenaran ini kepada Ibu dan Bapak, karena Sukma tidak mau orangtua kita terlibat dalam masalahnya yang rumit, dan semua itu terjadi karena kesalahanku dan Yuli yang telah menumbalkan nya."


"Padahal aku sudah mengira kalau Mona melakukan pesugihan karena mempunyai Suami makhluk ghaib."


"Mona atau Sukma hanyalah korban keserakahan aku dan Yuli yang telah menikahkannya dengan Raja Genderewo, tapi Raja Genderewo sangat mencintai Sukma dengan tulus, bahkan Raja Genderewo rela mengorbankan nyawanya demi Sukma. Jadi, aku harap kamu tidak berniat untuk merebut Sukma darinya, karena Raja Genderewo pasti tidak akan tinggal diam saja."

__ADS_1


"Lalu kenapa kamu meminta bantuanku untuk menjaga Sukma? Bara selalu ada di sampingnya, jadi tidak ada yang perlu kamu khawatirkan."


"Memang benar kalau Bara selalu melindungi Sukma, tapi saat ini Raja iblis terus berusaha untuk mendapatkan Sukma, dan aku yakin kalau kamu dan Yusuf adalah orang pilihan yang bisa memusnahkan Raja iblis, karena Raja iblis hanya akan bisa musnah oleh manusia yang berhati tulus."


"Lalu sekarang langkah apa yang harus aku lakukan?"


"Kamu harus memperdalam ilmu agama di Pesantren Kyai Ahmad, di sana ada Yusuf yang akan membantu kamu Sandi."


"Bukannya Yusuf baru berusia 2 tahun? bagaimana bisa Yusuf membantuku Jaka, pipis saja pasti masih di celana," ujar Sandi dengan terkekeh.


"Yusuf memang masih berusia 2 tahun, tapi ilmu yang dimilikinya setara dengan Guru nya sendiri. Meskipun secara biologis Yusuf adalah Anak kandungku, tapi Bara yang menanamnya menggunakan tubuhku, sehingga Yusuf terlahir dengan mempunyai banyak kelebihan."


"Ya sudah kalau begitu nanti aku akan meminta ijin sama Bapak dan Ibu untuk menuntut ilmu di Pesantren. Sukma memang spesial, Raja Genderewo saja sampai tergila-gila kepadanya, apalagi Aku," gumam Sandi.


"Ingat Sandi, kamu jangan terbawa perasaan, Sukma sudah menjadi milik Bara, meskipun suatu saat nanti Yusuf yang akan memutus jerat iblis yang mengikat Sukma dan Bara."


"Berarti kalau begitu aku akan menunggu Sukma menjadi Janda dulu, baru aku daftar tuh menjadi Suaminya," celetuk Sandi dan Jaka yang mendengarnya memberikan tatapan tajam kepada Sandi.


"Meskipun Bara sudah terlepas dari ikatan pernikahannya dengan Sukma, tapi Bara akan tetap hidup di hati Sukma, karena sekarang Sukma juga sudah benar-benar mencintai Bara. Memangnya kamu pikir Sukma bakalan suka sama lelaki slengean kayak kamu," sindir Bara.


"Aku dan Bara sebelas dua belas Jaka, sama-sama ganteng mirip Opa Korea."


"Iya, kamu bener banget, Bara mirip Opa Korea kalau kamu mirip Opa Korengan," celetuk Jaka, sampai akhirnya Jaka dan Sandi tertawa dengan saling berpelukan.


"Aku janji akan melakukan semua keinginanmu Jaka, beristirahatlah dengan tenang," ucap Sandi dengan menitikkan airmata.


Sesaat kemudian, Pak Parjo membangunkan Sandi karena Adzan Maghrib telah berkumandang.


"Sandi, Sandi, bangun Nak. Kita Shalat Maghrib dulu," ujar Pak Parjo.


Sandi yang merasa terkejut langsung terbangun dan berteriak menyebut nama Jaka.


"Jaka"

__ADS_1


__ADS_2