
Sukma langsung tersenyum ketika pertama kali membuka matanya, karena saat ini yang pertama kali Sukma lihat adalah wajah tampan Bara.
"Aku sangat bahagia karena akhirnya kita bisa kembali bersama Bara, meskipun aku masih merasa sedih karena belum bisa berkumpul dengan Yusuf, Alex dan Alexa. Apa mungkin kita semua bisa hidup bersama, sedangkan kita mempunyai alam yang berbeda," gumam Sukma dengan terus menatap lekat wajah Bara, sampai akhirnya Bara mengecup sekilas bibir Sukma.
"Apa aku sangat tampan, sampai-sampai istriku terus saja melihat wajahku ini?" tanya Bara dengan tersenyum.
"Kamu bukan hanya sangat tampan, tapi sangat sangat tampan," jawab Sukma dengan menenggelamkan wajahnya pada dada bidang Bara, karena Sukma selalu merasa malu dengan perkataannya sendiri.
"Sayang, aku tau bagaimana perasaanmu, aku tau kalau ini semua salah, karena cinta kita berbeda dunia, tapi bisakah aku egois karena selalu ingin hidup bersamamu?" tanya Bara.
"Begitu juga denganku Bara, Apakah ada cara lain supaya kamu, Alex dan Alexa bisa menjadi manusia seutuhnya, supaya kita bisa hidup normal layaknya keluarga?" ujar Sukma.
"Kalau untuk Alex dan Alexa sepertinya masih ada cara membuat mereka menjadi manusia seutuhnya, karena separuh dari diri mereka adalah manusia sepertimu, tapi aku belum tau bagaimana caranya, sedangkan untukku, akan sangat mustahil, kecuali aku terlahir kembali menjadi manusia, tapi mungkin aku tidak akan bisa mengingat kalian sebagai keluargaku, dan kemungkinan untuk kita kembali bersama sangat tipis."
Sukma menghela nafas panjang mendengar semua itu, karena dirinya ingin sekali hidup bahagia dengan Suami dan juga ketiga Anak mereka.
"Sukma, kita tidak pernah tau takdir yang akan hadapi seperti apa ke depannya, tapi aku berjanji, apa pun yang terjadi ke depannya, aku akan selalu menjaga cinta ini hanya untuk kamu, meskipun suatu saat nanti kita harus berpisah_"
Ucapan Bara terhenti karena Sukma yang sekarang membungkam nya dengan ciuman.
"Jangan pernah berbicara tentang perpisahan, karena aku tidak akan pernah sanggup lagi untuk berpisah denganmu Bara," ujar Sukma dengan memeluk erat tubuh Bara.
"Begitu juga denganku Sukma, tapi sebaiknya sekarang kita bangun, jangan sampai aku membuatmu kesakitan lagi," ujar Bara dengan terkekeh, sampai akhirnya Sukma berlari ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah selesai mandi, Sukma terlihat cantik memakai dress selutut yang menampilkan kaki jenjangnya.
"Sayang, aku tidak rela kalau kamu ke luar rumah dengan memakai pakaian seperti ini, karena nanti pasti akan banyak mata lelaki hidung belang yang menatap penuh damba kepadamu," ujar Bara dengan memeluk tubuh Sukma dari belakang.
Sukma kini membalikan tubuhnya supaya bisa melihat wajah Bara yang selalu bersikap posesif kepadanya.
"Walau pun nanti akan ada banyak mata yang menatapku, tapi mataku hanya akan tertuju kepadamu," ujar Sukma dengan menatap lekat wajah Bara.
"Kenapa sekarang istri cantikku ini menjadi pintar sekali menggombal?" tanya Bara.
"Aku banyak belajar darimu sayang," jawab Sukma dengan terkekeh karena melihat wajah cemberut Bara.
"Sekarang kita mau pergi kemana?" tanya Bara.
__ADS_1
"Aku harus mendatangi seminar untuk para Pengusaha. Sebenarnya aku sangat malas untuk pergi, tapi ini semua demi masa depan bisnis kita juga."
"Kamu tidak membuka bisnis pun aku bisa memberikan semua yang kamu mau," ujar Bara dengan menghirup wangi tubuh Sukma dalam-dalam.
"Sayang, kalau aku tidak mempunyai bisnis, semua orang akan curiga, nanti mereka mempunyai pikiran negatif terhadapku," ujar Sukma.
"Baiklah kalau begitu aku akan menampakan wujud supaya tidak ada lelaki yang berani mendekatimu," ujar Bara.
Sukma terlihat cemberut karena Bara mempunyai niat untuk menampakan wujudnya di hadapan manusia lain.
"Kenapa kamu jadi cemberut? apa kamu malu jalan denganku?" tanya Bara.
"Aku tidak mau kalau perempuan lain menikmati wajah tampan mu, bagaimana kalau nanti mereka bereaksi seperti Bu Inem? jangan sampai aku jadi banyak saingan," gerutu Sukma.
"Apa istriku ini sedang cemburu?" tanya Bara dengan menangkup kedua pipi Sukma.
"Tentu saja aku cemburu, kamu itu terlalu tampan, jadi semua perempuan pasti akan terpesona melihat ketampanan mu."
"Kalau begitu bagaimana kalau aku merubah wujud menjadi Kakek-kakek?" tanya Bara.
"Lalu aku harus bagaimana sayang? aku tidak mau lelaki lain mengganggumu karena kamu datang sendirian."
"Ya sudah untuk kali ini kamu boleh memperlihatkan wujud tampan mu di hadapan manusia lain, tapi ada syaratnya," ujar Sukma dengan tersenyum.
"Apa syaratnya?" tanya Bara.
"Kamu harus selalu memegang tanganku jika di tempat acara nanti, dan kita tidak boleh melepaskan pegangan tangan kita," jawab Sukma.
"Jangankan hanya memegang tanganmu, memeluk tubuhmu pun aku mau," ujar Bara dengan tersenyum manis. Bara sangat bahagia karena sekarang Sukma sudah benar-benar mencintainya.
Bara saat ini sudah mengenakan pakaian senada dengan yang dikenakan oleh Sukma, sehingga mereka berdua terlihat sangat serasi.
"Sayang, sekarang kamu sudah kelihatan oleh oranglain kan?" tanya Sukma.
"Memangnya kenapa?"
"Kalau kamu sudah bisa dilihat oleh manusia lain, kamu kan bisa bawa mobil nya," ujar Sukma.
__ADS_1
"Kalau begitu kita tes dulu sama Asisten Rumah tangga kamu ya, dia bisa lihat aku atau tidak," ujar Bara, dan Sukma akhirnya memanggil Bi Ijah.
"Ada apa No_na?" tanya Bi Ijah dengan menatap kagum melihat ketampanan Bara.
"Bibi kenapa, kok bengong?" tanya Sukma.
"Ini siapa Nona, pacar Non Mona ya?" tanya Bi Ijah.
Berarti sekarang Bara sudah bisa dilihat oleh manusia lain, ucap Sukma dalam hati.
"Ini bukan pacar saya, tapi Suami saya, kebetulan semalam baru pulang dari luar negeri," jawab Sukma yang mengarang cerita kepada Bi Ijah.
"Maaf Tuan saya baru tau kalau Non Mona sudah punya Suami," ujar Bi Ijah dengan tersenyum malu.
"Tidak apa-apa Bi. Perkenalkan nama saya Bara, Suaminya Monalisa. Oh iya, ini oleh-oleh dari luar negeri, tolong berikan untuk Pak Satpam juga ya," ujar Bara dengan memberikan dua paper bag yang berisi pakaian dan sandal.
"Makasih banyak Tuan."
"Sama-sama, kalau begitu kami permisi dulu," ujar Bara kemudian menggandeng Sukma untuk ke luar dari rumah mereka.
"Sayang kapan kamu nyiapin oleh-oleh buat Bi ijah dan Pak Urip?" tanya Sukma.
"Saat kamu bilang aku baru datang dari luar negeri, masa pulang dari luar negeri gak bawa oleh-oleh," jawab Bara.
"Suamiku ternyata pintar juga ya," puji Sukma dengan memeluk erat pinggang Bara, sampai akhirnya mereka sampai di depan mobil.
"Silahkan masuk Ratuku," ucap Bara.
"Terimakasih Rajaku," ucap Sukma.
Bara kini melajukan mobilnya, dan setelah sampai Pos Satpam Bara membunyikan klakson supaya Pak Urip membukanya.
"Terimakasih banyak Pak," ucap Bara kepada Pak Urip yang saat ini terlihat kebingungan, karena Pak Urip tidak tau kapan Bara datang ke rumah Sukma.
"Sama-sama Tuan," jawab Pak Urip, dan Bara pun kembali melajukan mobilnya.
"Siapa ya Tuan yang barusan, kapan dia datangnya, tau-tau udah keluar aja sama Non Mona?" gumam Pak Urip.
__ADS_1