Suamiku Genderuwo Tampan

Suamiku Genderuwo Tampan
Bab 82 ( Tua tua Keladi )


__ADS_3

Sepanjang perjalanan menuju Jakarta, Sandi dan Alexa dibuat gerah dengan tingkah Bara yang terlanjur manja terhadap Sukma, bahkan Bara sengaja bersikap mesra terhadap Sukma supaya Sandi dan Alexa merasa tersiksa karena mereka tidak bisa bermesraan juga.


"Yah, jangan seperti ini, gak malu apa sama Anak-anak? udah tua juga kelakuannya masih saja seperti Anak kecil," ujar Sukma yang merasa kesal terhadap Bara yang terus menempel padanya.


Dasar tua tua keladi, semakin tua semakin menjadi, umpat Sandi dalam hatinya yang merasa kesal terhadap tingkah Ayah mertuanya.


"Jangan pikir Ayah tidak mendengar suara hati kamu Sandi," sindir Bara dengan terkekeh.


"Memangnya Mas Sandi ngatain Ayah apa?" tanya Alexa, karena setelah Alexa menjadi manusia seutuhnya, Alexa tidak bisa mendengar isi hati seseorang, bahkan Alexa sudah tidak memiliki kekuatan lagi.


"Mas Sandi bukan ngumpat sayang, Mas hanya menyanyi saja. Lexa tau kan lagu tua tua keladi, semakin tua semakin menjadi? Mas Sandi lagi ngapalin lirik itu, tapi lupa kelanjutannya."


"Ngeles aja kayak bajai," sindir Bara.


"Sandi emang bener kok, Ayah semakin tua semakin menjadi. Sandi sama Lexa pantas mau mesra-mesraan juga karena mereka masih pengantin baru, kalau kita sebentar lagi juga jadi Kakek dan Nenek," ujar Sukma.


"Sayang, aku hanya memberikan contoh kepada Anak-anak kita supaya mereka bisa mengikuti keharmonisan rumah tangga kita," ujar Bara.


"Ngeles aja kayak bajai," celetuk Sukma, Lexa dan Sandi secara bersamaan.


"Aduh, sepertinya aku diserang nih," ujar Bara dengan cengengesan.


Sesampainya di Jakarta, Bara langsung mengajak Sukma ke dalam kamar mereka untuk beristirahat, begitu juga dengan Sandi dan Alexa.


Di dalam kamar Sukma, Bara yang selalu menggoda Sukma selalu saja merayu istrinya tersebut.


"Belum puas tadi ngerjain Anak-anak?" sindir Sukma.


"Itu pelajaran karena Sandi sudah kurang ajar, baru juga satu hari jadi Menantu udah ngelunjak, masa mau jadiin Mertua sendiri sebagai Supir," ujar Bara.


"Sayang, kamu kan bisa membuat mobil berjalan sendiri tanpa harus kamu mengemudi," ujar Sukma.


"Aku harus menghemat kekuatanku sayang, karena semakin hari kekuatanku semakin melemah," ujar Bara.


"Mungkin kamu harus banyak istirahat Bara, makanya jangan ngajak begadang terus," ujar Sukma yang merasa kesal, karena setiap malam Bara selalu saja mengajaknya begadang.


Di kamar Sandi dan Alexa, Sandi secara perlahan mendekati Alexa yang saat ini tengah berbaring di sampingnya.


"Ngapain deket-deket?" tanya Alexa.


"Mas pengen itu," ujar Sandi dengan malu-malu.


"Pokoknya Puasa, titik," ujar Alexa yang masih merasa kesal kepada Sandi karena kejadian tadi pagi.

__ADS_1


"Kok tega benget sih," gumam Sandi.


"Salah sendiri sudah berbohong, jadi itu hukumannya," ujar Alexa, kemudian menyelimuti tubuhnya, dan membiarkan Sandi yang terlihat cemberut.


......................


Keesokan paginya, Sukma dan Alexa sedang terlihat sibuk memasak di dapur, sedangkan Sandi dan Bara membantu bersih-bersih karena tidak ada Asisten rumah tangga setelah kejadian Pak Urip yang kerasukan oleh Raja iblis.


"Ayah Mertua kenapa sih gak pakai kekuatannya saja untuk membersihkan rumah? aneh banget malah pengen cape," gerutu Sandi, tanpa menyadari kalau Bara saat ini sudah berada di belakangnya.


"Bagus ya, ternyata kalau di Belakang sering ngomongin juga," sindir Bara.


"Astagfirullah, datang tidak di undang, pulang tidak di antar," sindir Sandi.


"Memangnya kamu pikir Ayah mertua kamu ini Jelangkung," ujar Bara.


"Maaf maaf, maksud Sandi bukan seperti itu, hanya saja Sandi bingung kenapa Ayah Mertua tidak mengunakan kekuatan saja untuk membersihkan rumah, kan secepat kilat juga sudah selesai? mana rumah besar begini," ujar Sandi.


"Udah gak usah mengeluh, itung itung kita olahraga, badan jadi sehat kalau keluar keringat, kamu juga nanti akan menjadi lebih kuat dalam memuaskan hasrat istri kamu," ujar Bara.


"Benarkah seperti itu?" tanya Sandi dengan mata yang berbinar.


"Tentu saja, buktinya lihat saja rumah tangga Ayah dan Ibu mertua kamu yang semakin hari semakin harmonis," ujar Bara yang sengaja mengerjai Sandi.


Rasain kamu Sandi, mau aja dikerjain, yang ada badan akan cepat cape dan lemas kalau bekerja terlalu keras, ucap Bara dalam hati.


Sandi merasa lemas setelah membersihkan seluruh ruangan, bahkan Sandi sampai ketiduran di atas sofa karena merasa kecapean.


"Mas Sandi, bangun Mas, yuk sarapan dulu, nanti siang kita kan mau ke Penjara buat nengokin Yuli," ujar Alexa dengan menggoyang-goyangkan tubuh Sandi.


"Mas lemas banget sayang," ujar Sandi.


"Memangnya Mas Sandi habis ngapain sampai lemas seperti itu?" tanya Alexa.


"Mas habis membersihkan rumah," jawab Sandi kemudian kembali tertidur.


Alexa kembali menuju meja makan untuk sarapan bersama Sukma dan Bara.


"Sayang, Sandi kemana? kok gak ikut sarapan?" tanya Sukma.


"Mas Sandi katanya kecapean Bunda, jadi sekarang Mas Sandi ketiduran."


"Memangnya Sandi habis ngapain sampai kecapean?" tanya Sukma.

__ADS_1


"Katanya Mas Sandi habis membersihkan rumah," jawab Alexa.


"Itu baru Menantu idaman, rajin dan pekerja keras," ujar Bara dengan tersenyum penuh arti, sehingga Sukma dan Alexa memperhatikan Bara yang masih senyum-senyum sendiri.


"Sayang, kamu gak habis ngerjain Sandi kan? tanya Sukma


"Jangan bilang Ayah ngerjain Mas Sandi?" tanya Alexa.


"Kenapa kalian bisa berpikir seperti itu?" ujar Bara dengan wajah tanpa dosa.


"Sepertinya Ayah sengaja ya ngerjain Mas Sandi," ujar Alexa.


"Sayang, mana mungkin Ayah melakukan semua itu, bagaimanapun juga Sandi sekarang sudah menjadi Anak Ayah dan Bunda, jadi Ayah gak mungkin ngerjain Anak Ayah sendiri."


"Buktinya dari tadi Ayah senyum-senyum sendiri," ujar Alexa.


"Emangnya Ayah gak boleh senyum kalau ingat sesuatu yang lucu?"


Sukma yang mendengar Bara dan Alexa terus berdebat, mencoba untuk menengahinya.


"Ayah, Lexa, sekarang sebaiknya kita mulai sarapan, tidak baik terus berdebat di depan makanan."


......................


Setelah cukup lama tertidur, Sandi yang sudah merasa kelaparan akhirnya terbangun juga.


"Aduh, perutku lapar sekali," gumam Sandi kemudian menuju dapur.


Sandi kemudian makan tanpa mencuci muka terlebih dahulu.


"Astagfirullah Sandi, kamu makan gak cuci muka dulu ya?" tanya Bara yang melihat banyak kotoran pada mata sandi, juga garis putih pada pipi dan mulut Sandi.


"Habisnya Sandi udah lapar banget Yah. Kata Ayah kita akan sehat dan kuat kalau rajin bekerja, tapi kok Sandi malah merasa cape sama lemes banget."


"Punya Menantu kok jorok banget, mungkin kamu bekerjanya terlalu keras." Kasihan juga kalau dikerjain terus, lanjut Bara dalam hati.


"Kan Ayah yang bilang kalau kita harus bekerja keras supaya badan sehat dan kuat," ujar Sandi.


"Tapi gak terlalu berlebihan juga Sandi. Kamu itu terlalu polos Sandi, Ayah harap kamu tidak mudah percaya dengan perkataan orang lain."


"Kenapa Ayah berkata seperti itu?" tanya Sandi yang merasa heran dengan perkataan Bara.


"Sebaiknya kamu jangan terlalu mudah percaya dengan perkataan oranglain, karena kita tidak pernah tau isi hati seseorang."

__ADS_1


__ADS_2