Supir Nyonya Yolanda

Supir Nyonya Yolanda
Rencana Nyonya


__ADS_3

Tuan Abraham menurunkan ponselnya ketika melihat istri yang sangat ia cintai sudah berdiri di sana. Tadinya Tuan Abraham berpikir kalau Nyonya Yolanda akan lama di dalam toilet. Tidak di sangka, wanita itu kini sudah berdiri di hadapannya. Menatapnya dengan tatapan penuh arti.


"Tika tidak selamat," ucap Tuan Abraham.


"Baguslah," jawab Nyonya Yolanda santai. Seolah-olah wanita itu senang mendengar kabar tersebut.


"Kau yang merencanakan semua ini, Yolanda?"


"Kenapa kau harus menuduhku? Apa aku terlihat sejahat itu?"Nyonya Yolanda masih memasang wajah cuek.


"Kau memang jahat, Yolanda. Apa kau tidak menyadarinya? Kau selalu melukai orang yang berani mengusik kesenanganmu. Aku kenal betul bagaimana sifatmu, Yolanda. Hanya saja aku tidak pernah membesarkannya." Tuan Abraham semakin serius.

__ADS_1


"Mungkin memang sudah takdirnya Tika tewas hari ini," sahut Nyonya Yolanda. Wanita itu ingin meninggalkan Tuan Abraham namun dengan cepat Tuan Abraham memegang lengannya dan mencegahnya pergi jauh.


"Lepaskan!" ketus Nyonya Yolanda.


"Kenapa harus Tika? Kenapa tidak Otis?"


"Karena wanita ****** seperti dia pantas mendapatkan hukuman seperti itu!" sahut Nyonya Yolanda. Hal itu membuat Tuan Abraham segera melepas genggaman tangannya. Kini sudah jelas kalau memang benar Nyonya Yolanda terlihat dalam kecelakaan yang dialami Tika.


"Memang benar kau yang sudah mencelakai Tika?" tanyanya dengan wajah tidak percaya.


"Bukankah Tika sudah pergi dari rumah, lalu untuk apa lagi membunuhnya?"

__ADS_1


"Karena dia akan pulang ke rumah Otis. Aku tidak suka dia berhubungan dengan Otis lagi.


"Kau cemburu, Yolanda. Apa kau lupa kalau aku ini masih suamimu. Dengan sadar Kau membela pria lain dan memperlihatkan sikapmu yang cemburu itu?"


"Ya, aku memang cemburu. Aku tidak suka Otis dan Tika menjadi akrab. Aku tidak mau mereka dekat. Kau juga harus ingat satu hal Abraham. Sampai detik ini berkas kita masih ada di kantor pengadilan. Perceraian Kita masih dalam proses. Jadi jangan bersikap seolah rumah tangga kita baik-baik saja. Aku bersikap baik seperti ini karena aku lelah untuk berdebat. Bukan berarti aku sudah memaafkan kesalahan yang sudah kau perbuat."


"Yolanda, tapi aku tidak mau cerai darimu. Aku sangat mencintaimu."


"Jangan pernah ucapkan kata-kata manis dari mulutmu yang kotor itu. Kau sudah menghianati cintaku. Kau tidur dengan wanita murahan itu. Sampai kapanpun aku tidak bisa menerimamu lagi sebagai suamiku. Meskipun hanya sekali kau menghianatiku, tapi aku tidak akan memaafkanmu seumur hidupku."


"Oke. Lalu bagaimana dengan Otis. Bukankah dia juga sudah tidur dengan Tika. Apa kau mau menerima pria itu setelah dia tidur dengan wanita lain?"

__ADS_1


"Urusan Otis menjadi urusanku. Jangan suka ikut campur dengan urusanku. Aku mau pulang sekarang." Nyonya Yolanda melangkah pergi menuju ke tempat pesta. Tuan Abraham yang masih emosi hanya berdiri di sana mengumpat kesal.


"Jika kau bisa mencelakai Tika dan menyingkirkan wanita itu dari dunia ini. Maka aku juga bisa menyingkirkan Otis agar dia meninggalkanmu untuk selama-lamanya. Bukankah kita sama-sama jahat, Yolanda. Biarlah mereka yang lemah menjadi korbannya. Yang penting kita berdua bisa bersama lagi," batin Tuan Abraham di dalam hati.


__ADS_2