Supir Nyonya Yolanda

Supir Nyonya Yolanda
Berita Bohong


__ADS_3

Bukan hanya Otis saja yang menangis ketika Tika dikuburkan ke dalam makam. Tetapi semua pekerja yang ada di rumah utama datang ke pemakaman dan turut menangisi kepergian Tika. Mereka semua sangat menyayangi Tika hingga tidak rela sampai wanita itu tiada lagi di dunia ini. Bahkan berulang kali mereka mengutuk orang yang sudah menyebabkan Tika celaka. Tanpa mereka ketahui kalau dalang dari semua ini adalah majikan yang selama ini mereka pandang sebagai wanita yang baik dan rendah hati.


"Aku tidak bisa berbuat apa-apa sebagai sahabatmu Tika. Maafkan Aku. Tidurlah dengan tenang. Aku akan sering-sering mengunjungimu ke tempat ini." Otis meletakkan buket bunga yang sejak tadi ia bawa di atas makam Tika. Sebelum meninggalkan pemakaman itu Otis sempat memandang Nyonya Yolanda yang sekarang memperhatikan mereka melalui mobil. Wanita itu bahkan menyetir mobilnya sendiri. Ketika Otis memandang ke jalan, Nyonya Yolanda segera melajukan mobilnya untuk meninggalkan pemakaman. Sampai situ belum ada rasa curiga di dalam hati Otis. Ia justru berpikir pasti Nyonya Yolanda sekarang sangat sedih karena Tika adalah salah satu pekerja yang sangat disayangi oleh Nyonya Yolanda.


"Otis, kematian Tika sangat tidak wajar. Maukah kau membantu kami untuk menyelidiki kematian Tika," ucap salah satu pelayan wanita yang ada di pemakaman tersebut.


"Benar, Otis. Kami yakin kalau ada seseorang yang berniat untuk mencelakai Tika. Tolong bantu kami."

__ADS_1


Otis diam sejenak. Bukannya dia ingin menolak, tetapi dia sendiri juga tidak bisa melakukan penyelidikan karena saat ini masalah yang ia hadapi begitu besar. Otis harus mendapat kepercayaan dari Tuan Abraham atau Nyonya Yolanda. Bukankah dia masih seorang pekerja? Otis belum mendapatkan pekerjaan baru. Dia tidak bisa meninggalkan rumah itu begitu saja. Sekarang prinsip Otis, dia hanya ingin bekerja tanpa mempedulikan masalah yang ada. Termasuk menghindari Nyonya Yolanda dan melupakan semua yang pernah terjadi di antara mereka.


"Polisi sudah melakukan penyelidikan. Lokasi kecelakaan tidak ada CCTV. Aku juga tidak tahu harus melakukan penyelidikan dari mana. Identitas supir taksi itu juga belum diketahui. Tapi aku akan berusaha untuk mengungkap kebenaran jika memang Tika kecelakaan karena rencana seseorang. Namun jika memang kecelakaan ini adalah kecelakaan murni, kalian harus bisa merelakan kepergian Tika."


"Terima kasih, Otis. Tapi kalau boleh kami memberi pendapat. Satu-satunya orang yang sangat membenci Tika saat ini adalah Nyonya Yolanda. Dia pasti tidak rela melihat Tika mendekatimu. Walaupun kami sendiri juga tidak tahu sebenarnya kau ini suka dengan siapa. Suka dengan Tika atau Nyonya Yolanda. Sebelumnya kau menjalin hubungan dengan Nyonya Yolanda dan tiba-tiba saja kepergok tidur bersama dengan Tika."


"Benarkah? Sepertinya kami sudah salah paham terhadap Nyonya Yolanda. Tapi apa mungkin orang yang sudah melakukan semua ini adalah Tuan Abraham?" tebak mereka lagi asal saja.

__ADS_1


Kali ini Otis terdiam. Sebenarnya sejak tadi dia juga memikirkan hal itu. Dia berpikir kalau Tuan Abraham takut jika Tika sampai melaporkan ancaman itu kepada kantor polisi. Dengan begitu Tuan Abraham memikirkan cara untuk menyingkirkan Tika agar tidak lagi di seret ke penjara. "Sebaiknya kita pulang saja. Langit sudah mulai gelap. Besok-besok jika kalian merindukan Tika, kalian bisa datang ke tempat ini lagi."


"Baiklah Otis. Ayo kita pulang bersama-sama."


Otis memandang ke arah makam Tika sekali lagi sebelum melangkah pergi.


"Jika memang benar Tuan Abraham yang sudah merencanakan kecelakaan ini. Itu berarti dia benar-benar pria yang kejam," gumam Otis di dalam hati. "Dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan membusuk di penjara!"

__ADS_1


__ADS_2