Supir Nyonya Yolanda

Supir Nyonya Yolanda
Menikahlah Denganku (End)


__ADS_3

"OTIS!"


Nyonya Yolanda berlari kencang melihat Otis berdiri di depan pintu kamarnya. Sejenak wanita itu berpikir kalau semua ini hanya mimpi. Namun langit masih terang. Bahkan ia belum tidur sejak tadi. Nyonya Yolanda merasa sangat senang karena kini ia bisa diberi kesempatan untuk bertemu dengan Otis lagi. Bahkan di saat statusnya sudah sendiri.


"Nyonya," ucap Otis. Otis kaget karena tiba-tiba saja Nyonya Yolanda memeluknya dan mengecup bibirnya. Otis memegang pinggang Nyonya Yolanda lalu membalas ciuman wanita itu dengan penuh kerinduan. Dia tidak bisa berpura-pura lagi untuk tidak mencintai Nyonya Yolanda.


"Terima kasih Otis karena kau telah kembali. Aku pikir kau tidak selamat dalam kecelakaan itu. Aku tidak memberiku kabar sedikitpun hingga membuatku sangat khawatir. Bahkan sampai detik ini aku masih berpikir kalau semua ini hanya mimpiku saja."


"Aku kembali lagi dan tidak menemui anda karena ada sebuah rencana yang sudah aku siapkan."


"Apa yang kau rencanakan Otis?" Nyonya Yolanda ingin tahu.


"Pembunuhan Tesya dan Tika. Mereka tewas karena dibunuh."


Nyonya Yolanda diam. Dilihat dari ekspresinya, wanita itu seperti tidak kaget sama sekali.

__ADS_1


"Aku memang sudah menebaknya sejak awak. Bahkan aku menuduh Abraham. Tetapi semua salah. Abraham tidak sejahat yang aku pikirkan. Sejahat-jahatnya Abraham. Dia tidak akan mau membunuh orang."


Otis diam sejenak. Sebenarnya dia ingin mengatakan penembakan di rumah kosong waktu itu. Namun sekarang bukan waktu yang tepat untuk membahas itu lagi. Otis juga sudah memutuskan untuk melupakan kejadian penembakan itu.


"Otis, apa kau sempat berpikir untuk melupakanku? Aku tahu, kemarin kau sengaja menghindariku."


"Ya, Nyonya. Saya sempat berpikir untuk menghindari anda. Bahkan melupakan anda. Mencintai anda hanya membuat orang lain menjadi celaka. Saya tidak mau hal itu kembali terjadi. Tetapi saya salah. Justru mencintai anda akan membuat saya semakin bersemangat dalam menjalani hidup. Saya bahagia bisa melihat anda seperti ini, Nyonya."


"Jangan panggil aku dengan sebutan nyonya lagi. Aku sangat benci mendengarnya." Nyonya Yolanda mengalihkan pandangannya.


"Yolanda, aku takut untuk kembali padamu. Aku merasa sadar diri kalau aku tidak mampu bersaing dengan Tuan Abraham. Dibandingkan dari segi manapun aku tidak ada apa-apanya. Mungkin kemarin aku selamat dari kematian karena masih beruntung. Hingga akhirnya aku putuskan untuk menjauhimu saja demi keselamatan kita berdua. Ketika seorang pria datang menemuiku dan memberiku sebuah informasi. Dia bilang kalau kau dalam bahaya. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk melakukan semua penyelidikan ini. Karena tidak mau turun tangan langsung aku menceritakan masalah ini kepada Tuan Abraham. Sebenarnya aku sempat cemburu membayangkan Jika saja kalian berdua sampai rujuk Kembali. Tetapi pada akhirnya ketulusanku dibayar dengan sebuah pengakuan yang sangat mengejutkan."


"Tuan Abraham telah merestui hubungan kita. Bahkan dia memintaku untuk menemui anda. Memang awalnya dia hanya memintaku untuk menjadi supir pribadi anda lagi seperti dulu. Namun di akhir cerita pria itu justru mendukung kita untuk kembali lagi menjalin kasih. Ini benar-benar kabar baik yang selama ini ingin aku dengar."


"Tidak mungkin. Bagaimana kalau ini hanya jebakan Abraham saja? Bukankah pria itu sangat licik dan sulit dipercaya. Tetapi dari yang aku tahu. Abraham sangat menentang hubungan kita bagaimana mungkin sekarang dia memutuskan untuk mendukung kita."

__ADS_1


"Tuan Abraham mengaku kalah karena dia tidak bisa memberikanmu keturunan. Mungkin ceritanya akan berbeda jika pria itu tidak mandul." Otis mengukir senyum sambil memegang tangan Nyonya Yolanda. "Mungkinkah kita jodoh?"


Nyonya Yolanda mengangguk. "Otis, ini benar-benar kabar baik yang sejak kemarin ingin aku dengar." Nyonya Yolanda kembali memeluk Otis dengan erat. Wanita itu merasa sangat senang karena kini hubungannya dengan sang kekasih tidak ada hambatan lagi. Satu-satunya penghalang yang menghalangi hubungan mereka telah kalah dan menyerah.


"Tapi bagaimana dengan nenek Zue? Dia masih belum tertangkap. Aku takut dia kembali ke rumah ini untuk mencelakaiku." Nyonya Yolanda kembali khawatir.


"Anda tenang saja karena selain membawa kabar baik tentang hubungan kita saya juga membawa kabar baik tentang nenek Zue. Wanita tua itu sudah ditangkap oleh pihak kepolisian dan dipastikan dia akan mendekam seumur hidup di dalam penjara karena kasus pembunuhan berencana. Dia dalang dari kematian Tesya dan juga Tika. Hukuman seumur hidup di dalam penjara rasaku juga tidak pantas untuknya."


"Benarkah. Aku sama sekali tidak menyangka kalau wanita yang selama ini aku hormati dan aku sayangi memiliki sifat sejahat itu."


Otis tiba-tiba saja berlutut di depan Nyonya Yolanda sambil mengeluarkan sebuah kotak cincin yang ia ambil dari dalam saku. "Nyonya Yolanda yang terhormat. Saya sangat mencintai anda. Hati ini sangat tulus mencintai anda. Tanpa diungkapkan sekalipun Anda pasti sudah tahu bagaimana isi hati saya saat ini. Sekarang saya ingin mengatakan satu kalimat. Maukah Anda menikah dengan saya meskipun level saya tidak sama dengan anda?"


Kedua mata Nyonya Yolanda berkaca-kaca. Wanita itu segera mengangguk cepat. "Ya, aku mau menikah denganmu Otis."


Inilah kisah Otis. Si pria tampan yang kerjanya sebagai supir. Otis tidak pernah menyangka kalau dia akan jatuh cinta pada wanita beristri. Padahal selama ini sudah banyak sekali gadis yang ia tolak.

__ADS_1


Memang kita tidak tahu siapa jodoh kita. Bisa saja orang terdekat kita atau orang yang sangat jauh dari kita. Tapi, percayalah satu hal. Kalau sudah jodoh, seberat apapun halangannya pasti bersatu.


Tamat


__ADS_2