Supir Nyonya Yolanda

Supir Nyonya Yolanda
Arti Sebuah Pizza


__ADS_3

Nyonya Yolanda tahu kalau selama ini hidupnya masih diawasi oleh Tuan Abraham. Kemanapun ia berada dan apapun yang ia beli akan selalu menghubungkannya dengan sang mantan suami. Kartu kredit yang selama ini digunakan oleh Nyonya Yolanda masih menghubungkan segalanya dengan Tuan Abraham. Selain merupakan makanan yang cukup lama dalam proses pembuatannya, pizza juga merupakan makanan yang sangat dibenci oleh Nyonya Yolanda. Wanita itu takut gemuk. Maka dari itu ia sering sekali menghindari makanan cepat saji. Tapi kali ini tiba-tiba saja ia kepikiran untuk memesan pizza. Bukan karena ia ingin merayakan hari terakhirnya di dunia. Melainkan ia berharap ketika pizza itu datang bala bantuan juga tiba untuk menolongnya.


Nyonya Yolanda masih berdiri pada posisinya berada. Pria tadi sudah menghubungi seseorang untuk memesan pizza dan membawanya ke kamar. Ada beberapa pria yang kini mengincar nyawa Nyonya Yolanda. Nyonya Yolanda merasa yakin kalau pria yang ada di hadapannya itu tidak sendirian. Ponsel Nyonya Yolanda dan segala alat komunikasi yang ada di dalam kamar itu telah dikumpulkan di atas meja. Nyonya Yolanda tidak bisa merebutnya karena alat-alat itu dijaga oleh sang pembunuh. Sambil sesekali memikirkan cara untuk kabur, Nyonya Yolanda tiba-tiba saja tertarik untuk menggoda pria itu. Kecantikan Nyonya Yolanda bukan main. Dia merasa sangat yakin pria manapun pasti akan tergoda. Meskipun Nyonya Yolanda sendiri tahu kalau ini cara yang sangat murahan.


Saat pria itu tidak menatap ke arah lain, Nyonya Yolanda tiba-tiba saja membuka dua kancing piyamanya. Hal itu cukup membuat dada Nyonya Yolanda terekspos dan terlihat seksi. Wanita itu juga menggerai rambutnya yang sempat terikat. Dengan debaran jantung yang tidak karuan, wanita itu berusaha untuk melakukan triknya.


Pria pembunuh itu tanpa sengaja memandang Nyonya Yolanda. Seperti apa yang sudah dipikirkan oleh Nyonya Yolanda sebelumnya, kalau pembunuh itu langsung tergoda ketika melihat baju Nyonya Yolanda yang sedikit terbuka. Dia hanya ditugaskan untuk membunuh Nyonya Yolanda. Namun Entah kenapa kini pria itu menjadi tertarik untuk memperkosa Nyonya Yolanda sebelum menghabisi nyawa wanita itu.


"Sayang sekali rasanya jika wanita secantik ini dianggurin. Setelah wanita ini mati juga tidak akan ada yang tahu kalau aku sudah menikmati tubuhnya," gumam pembunuh di dalam hati. Pria itu memandang Nyonya Yolanda dari ujung kaki sampai ujung kepala. Hasratnya telah bangkit. Dia sudah sulit untuk mengontrol nafsunya. Pria itu beranjak dari sofa lalu berjalan ke arah Nyonya Yolanda. "Sepertinya kau bosan karena terlalu lama menunggu pizza. Kau mau bersenang-senang denganku Nyonya?"

__ADS_1


Dengan tubuh gemetar dan tangan terkepal kuat Nyonya Yolanda berusaha untuk menatap wajah pria itu secara langsung. Kakinya secara otomatis melangkah mundur karena sebenarnya memang sekarang dia sangat ketakutan. "Apa maksud anda?"


Dalam waktu singkat pria itu berhasil menggenggam tangan Nyonya Yolanda dan menarik Nyonya Yolanda ke arah tempat tidur.


Jelas saja hal itu membuat Nyonya Yolanda panik dan menjerit sekuatnya. Kamar yang tadinya hening kini dipenuhi dengan teriakan Nyonya Yolanda. Sedangkan pria itu seperti tidak peduli. Dia sudah sangat menginginkan tubuh Nyonya Yolanda sampai-sampai sudah tidak bisa berpikir jernih lagi.


Melihat pria yang ingin memperkosanya tidak berkutik, Nyonya Yolanda segera beranjak dari tempat tidur dan berlari ke arah Tuan Abraham. Dengan tangis yang begitu lirih wanita itu memeluk mantan suaminya dengan begitu erat.


"Aku takut. Dia ingin memperkosaku. Dia juga ingin membunuhku." Nyonya Yolanda membenamkan kepalanya di dada bidang Tuan Abraham. Sekarang wanita itu tidak mau memandang ke arah lain lagi karena dia benar-benar sangat ketakutan.

__ADS_1


Tuan Abraham menggeram sampai-sampai rahangnya mengeras. Pria itu tidak terima jika mantan istrinya disentuh oleh pria lain. "Tunggu di sini Yolanda. Aku akan membereskan pria brengsek ini," ujar Tuan Abraham dengan penuh emosi.


Nyonya Yolanda melepas pelukannya lalu berdiri di samping Tuan Abraham. Sebelum Tuan Abraham melangkah maju wanita itu sempat merangkul lengan Tuan Abraham untuk memperingatinya. "Berhati-hatilah karena dia memiliki senjata tajam," ucap Nyonya Yolanda khawatir.


Tuan Abraham hanya mengangguk saja sebelum melangkah maju. Pria pembunuh itu merasa sangat menyesal karena sudah sangat lama mengulur waktu hingga ia gagal membunuh Nyonya Yolanda. Namun dia tidak mau menyerah begitu saja. Jika harus membunuh Tuan Abraham pria itu rela asalkan dia berhasil menyelesaikan tugasnya.


Tanpa pikir panjang Tuan Abraham segera menghajar pria itu. Pembunuh itu ingin menusukkan pisau tersebut ke perutnya. Dengan cepat Tuan Abraham menggenggam pisau itu hingga membuat tangannya terluka dan berdarah.


"Aku tidak akan membiarkanmu lepas!" ancam Tuan Abraham.

__ADS_1


__ADS_2