Supir Nyonya Yolanda

Supir Nyonya Yolanda
Cerai


__ADS_3

Nyonya Yolanda tidak bisa berhenti tersenyum setelah hakim mengetuk palu dan memutuskan untuk menyetujui perceraian antara dirinya dan Tuan Abraham. Ini yang sejak kemarin dia tunggu-tunggu. Kini wanita itu telah sah menyandang status janda. Harta gono-gini juga telah di bagi. Yang pasti Nyonya Yolanda mendapat banyak harta karena sebelumnya Tuan Abraham sempat memberikan harta yang ia miliki kepada Nyonya Yolanda.


Berbeda dengan Tuan Abraham yang kini terlihat sedih. Pria itu memandang Nyonya Yolanda sejenak sebelum pergi meninggalkan ruang sidang. Bahkan berjabat tangan dengan Nyonya Yolanda saja dia sudah tidak sanggup lagi. Hatinya sangat-sangat hancur. Sebagai seorang pria, dia telah gagal mempertahankan pernikahannya. Tetapi, tidak bisa disesali lagi. Semua ini berawal dari kesalahan yang dia perbuat sendiri. Tidak sepatutnya dia menyalahkan Nyonya Yolanda lagi.


"Kau terlihat sangat bahagia setelah bercerai denganku. Apa memang sudah tidak ada lagi rasa cinta di dalam hatimu untukku? Meskipun hanya setetes air? Yolanda, meskipun sekarang kita bukan suami istri lagi. Tetapi aku tetap mencintaimu. Sampai kapanpun itu. Hati ini selalu terbuka untukmu. Bahkan jika suatu hari nanti kau berubah pikiran dan ingin kembali padaku, aku akan menerimamu dan memberimu sejuta cinta," gumam Tuan Abraham di dalam hati. Pria itu melangkah dengan sangat cepat sampai dia meninggalkan pengacaranya jauh di belakang sana.


Nyonya Yolanda dan pengacaranya juga keluar dari lokasi persidangan. Wanita itu sengaja keluar setelah Tuan Abraham menjauh karena dia tidak mau memandang wajah suaminya lagi.

__ADS_1


"Nyonya, sekarang apa rencana anda? Apa yang akan anda gunakan dengan semua harta yang anda miliki, Nyonya?"


Nyonya Yolanda memandang ke depan sebelum menghela napas. "Aku tidak tahu. Sejak dulu hidupku selalu bergelimang harta. Tetapi entah kenapa aku tidak merasa bahagia. Setelah kenal dengan Abraham, aku mulai bisa menikmati hidup. Tetapi sekarang aku merasakan hal yang sama seperti sebelum aku mengenal Abraham dulu. Sulit di percaya jika hari ini kamu resmi bercerai. Rasanya masih seperti mimpi," jawab Nyonya Yolanda sambil sesekali membayangkan masa indahnya bersama Abraham dulu. Namun wanita itu tidak pernah menyesali keputusannya. Dia hanya memarahi dan menyalahkan dirinya yang dulu karena sudah sebodoh itu percaya dan cinta kepada Tuan Abraham.


"Kalau begitu saya permisi, Nyonya. Masih ada kerjaan yang harus saya selesaikan." Pengacara itu menyodorkan tangannya. "Selamat atas status anda yang baru, Nyonya. Sebagai wanita saya paham dengan apa yang anda rasakan," ucap pengacara itu dengan senyuman.


Setibanya di dalam mobil, Nyonya Yolanda memijat kepalanya sendiri. Di depan sudah ada supir yang akan mengantarkannya pulang. Nyonya Yolanda tidak mau pulang ke rumah yang pernah ia tempati bersama Tuan Abraham. Wanita itu memutuskan untuk pulang ke rumah orang tuanya.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan Nyonya Yolanda tidak banyak bicara. Wanita itu lebih banyak diam bahkan sesekali menangis. Karena saat itu jalanan sunyi, Nyonya Yolanda bisa segera tiba di rumah orang tuanya.


Kedatangannya di sambut oleh seorang wanita tua yang biasa di sapa dengan nama Nenek Zua. Nenek Zue terlihat bahagia bisa melihat Nyonya Yolanda muncul di rumah itu lagi. Sudah lama dia merindukan Nyonya Yolanda.


"Nyonya, akhirnya anda kembali," ujar Nenek Zua. Wanita itu membawakan koper Nyonya Yolanda yang baru saja diturunkan oleh supir.


"Nek, saya sangat merindukan rumah." Nyonya Yolanda tidak segan-segan memeluk Nenek Zua. Namun, satu hal tidak terduga. Di balik senyum yang diperlihatkan Nenek Zue. Ternyata wanita terlihat tidak suka melihat Nyonya Yolanda ada di sana.

__ADS_1


"Sial! Sebenarnya ada berapa nyawa wanita ini. Berulang kali aku berusaha untuk membunuhnya tetapi dia tetap saja selamat. Bahkan Renata juga sudah tewas. Sepertinya aku harus membunuh wanita ini dengan tanganku sendiri!"


__ADS_2