Taipan Qatar Si Pencuri Hati

Taipan Qatar Si Pencuri Hati
Bab 22


__ADS_3

"Kemari! Jam 7!"


Panggilan terputus. Leha menghela nafas. Hanya satu kata dan satu pesan dengan lokasi yang akan Leha datangi.


Otaknya dibuat berpikir keras. Dan Leha berada di kosan Udin. Ia bermain ponsel hingga panggilan itu membuatnya gila.


"Mbak Leha" suara mendayu manis tapi mengesalkan.


Karena si pemilik suara ia jadi harus ter-ter apa ini mananya? Terikat, dooohhh … Leha tak memungkiri jika dalam hatinya begitu senang bertemu dengan cinta pertamanya lagi. Mendebarkan.


"Mbak Leha?"


Udin melihat Ratu ingin menawari Leha minuman, lelaki itu menggeleng. Menyuruh Ratu jangan mengganggu si banteng bertanduk, nanti takut-takut si Udin yang diseruduk. Ratu menurut, ia mundur.


Ck! Decaknya. Sekarang apa yang harus ia lakukan untuk membatalkan sebuah kencan buta! Leha mengigiti bibirnya.


Ia mengetik di kolom pencarian. Dan banyak artikel disana.


"Cara membatalkan kencan dengan pesan, telepon dan tatap muka?"


"Apabila ingin menghubunginya melalui telepon, tanyakan kepadanya kapan waktu yang tepat melalui pesan singkat. Dengan melakukan ini, orang tersebut tidak akan kaget ketika Anda menelepon."


"Heleh ini mah udah lewat! Lha wong orangnya dah mau ketemu! Lewat! Lewat!" Gerutu Leha.


"Apa lagi ini!"


"Ini juga!"


"Ini semua, harus si belegug itu yang lakuin! Dasar kau belegug sia!" Maki Leha. Ia menggaruk rambutnya asal.


"Lu pusing kenapa Ha?"


"Kenapa lu mau tahu! Kepo lu!" Sunggutnya.


"Masalahnya, lu pusing bukan di rumah lu! Tapi di kosan gue, yang lo acak adul enih!"


"Lu kumpul kebo ya! Gue aduin Abah lu! Biar di sunat sama diarak muter satu kampung!" 


Leha menunjuk Udin dan Ratu bergantian. Ia mengalihkan pembicaraan.


"Astagfirullah Ha, ngadi-ngadi nih bocah congornya lemes bae!!" Ucap Udin menempelkan telapak tangan pada dahi Leha.


Ia komat-kamit, meminta gelas yang Ratu bawa untuk Leha. Menyeruputnya dan menyemburkan pada kepala Leha.


"Kampret lu mali! Bau jigong!"


Leha melempar bantal yang tergeletak pada Udin dan lelaki itu lari kabur sebelum serudukan gorila ngamuk.


"Lagian! Itu congor sekolah tinggi, tapi yang keluar pitnah terus! Pamali Ha!"


"Heleh lu eek kadal! Inget lu lebih dosa ke gua! Mana setoran hari ini?"


Leha kembali rebahan. Ia menadahkan tangannya,


"Ini mbak"


Ratu memberikan tumpukan lembaran kusut ditangan Leha.


"Wah banyak enih!"


"Alhamdulilah mbak, ada yang pesen kue sama Ratu," Tunangan Udin malu-malu.


"Bagus deh! Lu pasarin dimana?"


"Online sama kalo weekend ke CFD mbak"


"Bagus, gue suka, lu berdua kerja keras. Suka gue kalo dapetnya gede gini, lanjutkan! Gue balik dulu kalo gitu. Ngomong-ngomong itu kue boleh gua bawa?"


"Boleh mbak ambil aja"

__ADS_1


"Sip! Gue balik Din!"


Pamit Leha pada Udin yang baru kembali dengan beberapa makanan kecil.


"Lha elu balik Ha!"


"Tadi aje lu usir, sekarang gue balik lu tangisi!" Leha bobrok.


"Kagak! Gue seneng! Sono pergi lu ganggu orang bareng cemceman aje lu! Dasar obat nyamuk!"


"Heleh! Cemceman minyak rambut kemenyan emang lu!"


Leha menyalakan motor dan melaju. Ia memiliki ide cemerlang.


***


Sosok itu menggunakan celana panjang ketat dari bahan latex hitam, sepatu tinggi, kemeja oranye tembus pandang ala baju koreya.


Dandanan ala Mpok Marni dengan alis tebal. Memoles rambutnya dengan minyak rambut berwarna hijau gelap hingga lepek dan wangi kemeyan.


Kata Mpok Marni, ia melihat gaya ini di majalah fashion kekinian, wanita itu menceramahi Leha panjang kali lebar, karena wajah Leha cantik kearab-araban, tapi sayang terlalu polos.


Melihat hasil tangannya Mpok Marni pada wajahnya ditambah wangi rambutnya sendiri. Membuat Leha mual ingin pingsan.


Apalagi Saipul dan Udin mereka merapal mantra agar si kembar gembul tidak sawan melihat penampakan tantenya itu.


"Dimana?" Suara datar.


"Disini darliiiiing"


Leha berdiri di pinggir trotoar restoran, ia melambai pada Isak yang tak mengenalinya, melihat bentukan Leha saat ini, ia kira Leha banci lampu merah.


Tapi saat melihat banci di depannya itu mengangkat teleponnya. Isak harus siap dengan apa yang akan Leha tampilkan.


"Ih sayang lama deh!"


"Bau apa ini?"


Isak menjauhkan diri dari Leha.


"Ini bau cinta sayangku! Cinta ku padamu, eeaakkk … "


"Ayo masuk katanya udah ditunggu!"


Leha menyeret Isak untuk masuk. Isak menjauhkan kepala wanita itu darinya. Aroma aneh sangat menyengat.


"Buset bang, itu bentuknya bidadari, lu kagak mau? Emang rada-rada lu!" Bisik Leha yang menempel pada Isak.


"Udah jangan sampai ketahuan!"


"Iyak siap, Komandan!"


"Selamat malam? Diana?"


"Ah iya, kamu Mas Isak? Dan inii … "


"Ahehe kenalin SholehaHH Badrun, pacar, kekasih, tunangan, calon istri, calon ibu dari anak-anaknya Mas Isaac Lewi Ibrahim II"


Leha menekan kata H dibelakang namanya menyebarkan bau duren dalam mulutnya. 


Sebelum datang, sengaja, ia meminum jus duren. Wanita yang bernama Diana itu menjauh dan menutupi hidungnya. Aroma duren dan kemenyan membaur menjadi satu.


"Mbak cantik ini siapa? Sayang … katanya mau makan! Jangan bilang kamu ketemu klien?!"


"Bukan sayang, ini anak kenalan Bunda, namanya Diana"


"Oh maaf mbak, saya kira mbaknya ini salah satu rekan kerja pacar saya yang suka banget ngajak makan diluar jam kantor"


Diana merenggut ketus. Mengabaikan sindiran Leha, Diana berfokus pada Isak.

__ADS_1


"Kamu sibuk apa mas?"


"Kerja"


"Kata tante kamu lagi cari istri?"


"Ehem, permisi mbaknya, saya lho calon istri … Herrggghh …"


"Kyaaa … "


Leha semburkan sendawanya pada wajah Diana yang menahan ingin muntah. 


"Maaf ya Diana, Sayang kamu kekenyangan ini"


Ya sedari tadi Leha hanya makan, makan dan makan, mumpung yang bayar bukan dia, melainkan Isak. Tak peduli dengan obrolan Isak dan Diana yang menurutnya membosankan. Ia kembali makan.


"Maaf mbak Diana, sayang aku ke kamar mandi dulu ya"


Leha melangkah menjauh, ia mual sungguh mual, dengan bau rambutnya sendiri. Ia pusing. Dan ingin membasuh wajahnya. Kata Mpok Marni dandannanya Waterproof.


***


"Mas Isak benar dia pacar kamu? Atau ini hanya caramu agar kamu bisa kabur dari kencan buta ini?"


"Maksudmu?"


"Ya kamu seorang CEO, tak mungkin kan benar-benar mau sama banci itu, dia bukan levelmu"


Isak terkekeh. Melihat itu Diana menemukan jika Isak hanya mempermainkan wanita jejadian itu. Ia pun menarik sudut bibirnya.


"Masih mending aku kemana-mana, berpendidikan, tahu tata krama, enak dipandang mata."


"Memang kamu nggak malu membawa dia bertemu dengan relasimu?"


"Apa karena kau berhubungan dengan wanita yang lebih mirip ondel-ondel itu tante Nami menjodohkanmu dengan banyak wanita?" 


"Akhirnya aku mengerti mengapa sebegitu keras tante Nami mencarikanmu pasangan Mas"


Diana menghina dengan terkekeh.


"Bahkan bukan hanya dandanan saja tapi juga kelakuan, kamu bisa nemu dimana mas wanita seperti itu?"


Kekehnya jijik mengingat kelakuan Leha. Diana merasa diatas angin saat Isak tak sedikitpun membela kekasihnya.


Leha yang mendengar mendadak sedih. Wajahnya kehitaman. Dandanannya luntur dan susah dihapus.


Ia sungguh tidak pantas berdampingan dengan Isak. Hah! Berdampingan? Mimpi terlalu tinggi Leha! Kenyataan menghantamnya.


"Sayaaaang, ayo pulang, ini masa luntur? Padahal aku ke salon Mpok Marni, dia bilang ini dandanan tahan air! Kesel!"


Isak tergelak kencang hingga perutnya sakit. Diana pun ikut tergelak. Isak berdiri. Ia merengkuh pinggang Leha. Dan menatap Diana yang terbengong di depannya.


"Mas … "


"Benar Diana, Ondel-ondel ini memang tak sepintar dirimu berdandan, tidak sebagus dirimu berkelakuan, dia pun buta akan fashion, tapi si ondel-ondel ini tak pernah memandang orang lain rendah!"


"Dan kau harus tahu, Bundaku membuat semua perjodohan atau kencan buta ini, lantaran, ia kecewa padaku yang putus dari si ondel-ondel ini"


"Ayo kita pulang"


Isak mengecup rambut lepek Leha. Leha membatu. Ia susah melangkah. Namun tangan Isak yang masih di pinggangnya membuatnya tetap bisa melangkah di samping lelaki itu.


"Mas Isak!! Wajahmu tampan tapi otakmu dan matamu bermasalah?"


"HEI MAS ISAK! Tunggu mas!"


Diana melempar serbet makannya dengan kesal. Ia menatap garang ke pasangan yang meninggalkannya itu. Sekarang dialah yang menjadi topik hangat di restoran. Karena kalah dengan ondel-ondel macam Leha.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2