Taipan Qatar Si Pencuri Hati

Taipan Qatar Si Pencuri Hati
Bab 80


__ADS_3

"Sayang kok kamu nggak bangunin aku" Isak turun dari kamar saat mendengar suara ramai dengan tawa.


Ia melihat sudah banyak orang disana. Sari dan Sabrina pun ada. Dan semua berkumpul di ruang santai keluarga Harlan.


"Uluuuuhh Om manjanya jadi iri, Dash kapan kamu manja-manja gitu sama aku sih?" Rain menyenggol-nyenggol bahu Dash. Rain sama sekali tidak risih bahwa disamping Dash ada Jenara.


"Lho Darren kapan kamu pulang?" Kakak dari Dash itu menyalami Omnya. "Barusan kan ada ac— hmmn … "


"Kebiasaan Om susah diubah" Daniel, kembaran Darren. Kakak Dash itu kembar dan tampan, selisih lima tahun dari Dash.


"Makasih Niel" Isak menyungging senyumnya saat tatapannya menangkap mata Leha yang melengos begitu saja. Senyum Isak semakin melebar.


Isak mendekat. Degup jantung Leha semakin kencang. Leha bisa mencium aroma tubuh Isak. Sedikitnya ia tahu cerita tentang Bita yang menghilang seperti dirinya.


Dan meninggalkan Onaldo di keluarga Ibrahim. Jika Leha, Isak dengan mudah menemukannya, tidak dengan Bita seperti ditelan Bumi.


Tangan Isak merambat di pinggang Leha. "Sayang" manjanya, kepala lelaki itu bertempu di bahu Leha, mengecup pipi Leha, rona pipi Leha menjalar hingga telinganya. Bekas kecupan Isak menjadi panas.


"Apa sih, jangan gini, malu ish, bang!" Bisik Leha yang meronta dari pelukan Isak.


"Kangen tahu, kamu itu jangan ngambek lama-lama"


"Uhuuyyy Hot, icikiwiiiirrr" Sabrina menggodanya.


"Ish jangan gini! Rame tahu"


"Kalo sepi boleh lebih dari ini?" Tatap Isak lurus langsung ke mata Leha. "Ish jangan liatin" Leha menjauhkan wajah Isak darinya.


"Kenapa?"


"Om, Tante, tolonglah ini, ada banyak jomblo disini, kasihani dan pengertiannya!" Sari dengan suara toaknya.


"Heleh Sar, minta pengertian mulu, sono lu cari pacarlah" Sabrina meraup wajah Sari. Lalu tertawa.


"Dek Darren sama Daniel nggak ada yang minat sama tante Sari?" Tawar Sari, dengan menaik-menaikkan alisnya.


"Ketuaan lu, jan jadi pedo ya! Gua gunduli lu!" Ancam Leha.


"Mama mertua aja nggak ngelarang, ya kan Mamaaaa ..." Sari tersenyum sumringah, lebih ke cengiran lebar.


"Iyaaaa, yang penting anak mama mau ya sama kamu"


Grisel memang tidak membatasi anak-anaknya untuk mengenal perempuan, karena ia yakin jika anaknya sudah tahu batas dan resiko.


"Waaauuw dapet lampu ijoooo, Gas Tante ... jangan sampe lepas" Seru Rain.


"Jadi siapa nih yang mau sama tante Sari? Obral nih?" Sari memandang genit duo kembar dengan tampang datar.


"Nanti malam kita tidur bertiga ya?" Sabrina mengabaikan godaan Sari pada duo kembar.


"Tante, Rain ikut dong, Rain punya paviliun biasa buat kemah, disana aja Tante, yuuukk"


"Tidak Bisa! Leha tidur dengan Saya!" Isak menyela dengan suara tinggi, gaya formalnya keluar.


"Ish bang, ini itu bachelor party tahuuu" Sari berbisik.


"Iya abang, dipingit dulu, cuma sehari juga!"


"Tapi nanti Saya mau lamar Leha,"


"Siap, nanti kita bantuin! Tenang aja Bwaang … " Sabrina mengedip kode pada Isak.

__ADS_1


"Sayang nanti aku mau ajak kamu ke suatu tempat" Isak mengajak Leha dengan selewat. Lalu lelaki itu pergi mengikuti para lelaki pergi entah kemana.


***


"Jadi masalah penembakan itu, Om sudah tahu siapa?"


"Klan Hood Bersaudara, mereka merasa kalian mengganggu dan akan membawa banyak masalah kedepannya" Ucap Harlan.


"Siapa yang biang masalah sebenarnya?" dengus Nalen.


"Mungkin sebelumnya kami akan diam, tapi setelah mereka menyerang dengan alasan itu, aku akan mewujudkan apa yang dipikirkannya"


Nalen mengepalkan tangannya, ia tidak akan melepaskan siapa pun yang mencelakai keluarganya, terutama Bundanya.


"Dan kita mulai dari Gusto"


"Lusa dia akan dipindahkan dan disitu kita kan menculik dia. Hukuman yang akan ia dapat, tidak setimpal dengan apa yang dia lakukan" Harlan menyungging senyuman.


Disana bukan hanya ada Nalen dan Isak tapi anak kembar Harlan. Ia tahu pekerja ayahnya yang sebenarnya. Berkecimpung didunia hitam. Dengan nama Kartel H-land, sangat disegani, walau mereka tidak tahu wajah Harlan sebagai pimpinan.


"Theo dan Gama sudah siap disana, langsung nanti dibawa kemari" ucap Yasir.


"Hood bersaudara, bukannya itu kartel baru?" Darren menyela.


"Dan ingin mencari perhatian, lebih baik habisi saja," Daniel menimpali.


"Tidak begitu cara mainnya Tuan muda, lebih baik kita rangkul dulu, lalu habisi saat mereka memberontak ditempat, begitu akan lebih baik"


"Ah membuat ikatan dan pengkhianatan maksudmu, Yasir, kau benar menakutkan" Nalen ikut menimpali.


"Tidak ada pengkhianatan jika mereka tidak berkhianat lebih dulu" ujarnya datar.


***


Leha hanya mengikuti teman-temannya itu. Ia pasrah, dan lagi Leha tidak diperbolehkan bercermin.


"Okey selesai!"


"Yu luk gorjes" Sari membuat Leha terkekeh. 


"Sok inggris lu,"


"Ya gimana ya, bentar lagi jodoh gua bule, eh setengah bule, tapi tetep bule"


"Lu serius mau sama salah satu si kembar?"


"Iya dooong, memperbaiki keturunan, gue maulah anak gue idungnya bangir macam perosotan tk" ucap Sari asal jeplak.


Sari tidak serius, dia sadar diri, Haikal saja melengos ia dekati apalagi macam kembar yang tak tersentuh olehnya yang mantan wanita malam.


"Ganti gaun ini tante, jangan yang itu, itu terlalu panjang, coba ini, pasti cocok di tubuh imut tante" Rain menyodorkan gaun selutut dengan belahan berbentuk v dengan lengan balon, 


Leha mengenakannya. "Tapi ini bolong punggungnya Rain?!" Leha terkejut saat merasa punggungnya dingin.


"Ini koentji nya tante" kerlingan Rain menggoda Leha.


"Rain ayo" Suara Dash terdengar dari luar.


"Okeh bentar," Rain menyemprotkan satu wewangian yang tercium lembut pada sekujur tubuh Leha.


"Yap selesai!"

__ADS_1


Srraakk


Terpantul bayangan Leha dengan tampil menawan. "Ini … "


"Yash Darlaaaa you look gorgeous!"


"Tante you look stunning!"


"Oyeee ... glowing shimmering splendid"


"A whole you wooooorld ~~~"


Mereka bertiga menyanyikan lagu aladin. Jenara tidak ikut bergabung karena ia pergi ke tempat saudaranya di luar pulau.


"Ck! Udah belom?"


"Astagaa iya iyaaa, nggak sabaran nih sayangnya akuuu …" Rain membuka pintu paviliun, dan penampilan Rain yang juga tak kalah cantik. Mereka juga merias dirinya.


"Ayook ... kok malah bengong"  Rain menggandeng tangan Dash.


"Mana Sabrina?" Nalen datang dengan kemeja putih.


"Sudah datang?" Sabrina masuk dalam pelukan Nalen, lelaki itu merengkuh pinggang kekasihnya,


"Kamu cantik" bisiknya,


"Gombal" Sabrina mencubit perut rata Nalen.


Mereka melangkah ke tepat yang ditujuh.


"Ha, pake ini dulu" kepala Leha di tutup kain hitam tangannya  ditahan oleh Sari.


"Sari elu ngapain ini? Kenapa pake segala kayak diculik gini gue?"


"Udeeh ikuti ajee" ucap Sari.


"kenapa dah? Lepasin Sari! Gue kagak suka ya kayak beginian, nggak Lucu ah lu mainannya" Sari tidak mengindahkan ocehan Leha. Ia membawa Leha ketempat dimana acara berlangsung.


Leha menginjak pasir. "Sar, gua kagak mau berenang malem-malem yak! Lu jangan ngadi-ngadi."


"Sari!"


Leha tidak lagi merasakan ada yang memegang dirinya. Ia melepas semua ikatan, juga kain yang menutup matanya.


Ia melihat Isak sedang bersimpuh di hadapannya dengan menyodorkan kotak cincin di depannya.


"Sholeha Badrun, apa kamu mau menjadi pasangan Isaac Lewi Ibrahim II menua bersama dan maut memisahkan?"


Leha melebarkan matanya, kemudian melemparkan tatapannya pada ramai orang yang melingkarinya.


Disana ia melihat Nami juga Hamid, anggukan kepala Hamid membuat Leha ikut mengangguk yakin. "Iya mau"


"Aku mau" pekiknya.


"Diterima" teriak mereka di samping lalu disusul bunyi kembang api juga beberapa balon yang diterbangkan. Nggak terlalu terlihat karena langit sudah gelap.


Leha menjulurkan tangannya, lalu Isak memasukkan cincin dan Isak memeluk, dan mencium rakus Leha tanpa sungkan, Bibir Leha membengkak, jika bukan Nami yang memisahkan keduannya, mereka pasti sudah kabur.


"Besok kita nikah" sedari tadi Isak tidak melepaskan Leha. Ia terus memeluk wanitanya.


"Hah?!" Wanita itu mendorong Isak menuntut penjelasan lebih. Namun lelaki itu hanya nyengir lebar dan kembali memeluk erat Leha.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2