
"Lagi ngapain Om?" Ia melihat Harlan dan Sara berkutat di dapur milik Nami. Tumben si punya dapur hanya diam.
"Buat cendol" ucap lelaki itu yang memang memutuskan menginap di rumah Ibrahim kakaknya.
"Serius banget, kayak naker bunuk bom aja Om"
"Ternyata buat cendol lebih susah dari pada buat bom, kau harus tahu."
"Om lagi buat resep yang pas, kamu investasi Om mau buat gerai boba nusantara di sana"
"Pasti laris manis,"
"Boleh, sudah tahap mana Om?"
"Apanya?"
"Gerai boba nusantaranya?"
"Beres tinggal buka, nah caro resep yang pas itu susah. Bundamu bukannya membantu malah Om disuruh buat sendiri" Omelnya.
"Aku sudah meminjamkan dapur kesayanganku, untuk apa aku juga harus bersusah payah membantumu"
Nami melengos, walau dalam hati ia tidak rela. Ada seseorang mengacak dapur keramat miliknya.
"Tuan,"
"Hm"
"Saya menemukan es cendol sehat, mungkin anda mau coba"
"Boleh" ucapnya cepat. Apapun itu kalau menyangkut cendol. Harlan tidak berpikir lama.
"Saya pesan banyak" Yasir mengangkat sekresek minuman itu. Dan mengeluarkannya.
"Katering Sehat?"
"Iya ini produk dari Katering Sehat. Saya melihat banyak yang ingin berlangganan, kateringnya ini setiap hari makannya berganti. Juga kemarin saya lihat seorang presenter sedang mengiklankan di akun media sosialnya saat live. Disana ia minum cendol ini."
"Rasanya ada tiga, Original, durian dan Polosan"
"Aku mau ketiganya."
"Kata si presenter gosip itu, owner dari Katering Sehat adalah temannya" lanjt Yasir memberikan informasi yang ia tahu pada Tuannya.
Harlan mencobanya. Ia mengambil hang Original, menggunakan tape, lalu polos yang terasa butiran nangkanya, tidak menggunakan tape maupun durian, dan durian sangat menggugah selera.
Rasanya gurih tapi tidak enek dan segar, manisnya pas. "Ini dia!" Pekik Harlan.
"Bagimana?" Setelah melihat Nalen dan Nami mencicipinya. Kepala mereka mengangguk. "Ini enak, aku suka rasa nangkanya" ucap Nalen.
"Tumben Bang kamu suka nangka" Nami melihat Nalen yang terus meminum cendolnya.
"Ini enak" hanya itu jawaban bocah lanangnya itu.
"Kamu hubungi Katering Sehatnya, atau kamu hubungi si artis itu"
"Baik Tuan"
Dan Harlan melepas apron dan meninggalkan daput Nami begitu saja. Tapi Nami tidak tinggal diam.
"Mau kemana kau!" Suaranya dibuat tinggi. Nami menarik kerah baju belakang Harlan. Harlan tersentak ke belakang. Tinggi badan Nami yang hanya sebahu lelaki itu membuat adegan itu agak lucu.
__ADS_1
"Ke Kamar tidur" ucapnya enteng.
Cengiran tak bersalah tercetak di bibir Harlan. Nalen terus saja menyedot cendolnya melihat akan terjadi perang dunia ke 3 maka ia melipir dengan mengambil satu gelas cendol durian lalu kabur sebelum ikut terkena semprot Bundanya.
"Bereskan atau kubuat kau jadi perkedel!" Ancamnya. Sebenarnya mana Harlan takut, ia seorang ketua dunia gelap. Yang sering bertemu dengan orang-orang sadis. Membunuh tanpa kata.
"Nanti ya Kak, capek ini, butuh istirahat mata tuanya" ucapnya sambil mengerjap sedih.
"Banyak alasan kau bandit uzur! Bereskan atau aku laporkan pada Delilah kau makan manis-manis disini!"
"Oke-oke kau menang! Yasiiiiirrrrr kemari!"
"Ya Tuan!"
"Bereskan semua nya! Kalau perlu kau sewa jasa kebersihan yang handal" Harlan melirik Nami yang menganggukan kepala, ia bersedekap dada layaknya guru bk.
"Bagus! Harusnya dari awal begitu! Kan enak, sekalian bersihkan seluruh rumahku juga, semua tanpa satu terlewatkan. Oke?" Nami beranjak dari tempatnya dengan senang. Kapan lagi bisa memanfaatkan adik iparnya.
"Dasar Tuman!"
"Hey aku dengar!" Harlan melipat bibirnya. Mereka para paruh baya yang tidak ingat umur dan berjiwa muda.
***
"Tuan ada janji dengan Katering Sehat jam 9" Yasih membacakan jadwal Harlan sebelum kembali ke Meksiko.
"Baik, kita langsung saja ke tempatnya" ucap Harlan.
***
Leha dengan terburu masuk ke gerai restoran ayam terkenal. Ia celingukkan mencari seseorang.
"Om Harlan? Pak Yasir?" Leha mendekati mereka yang sedang makan.
"Oh Leha, duduk duduk, kamu mau pesan apa?"
"Pak Yasir kagak usah pindah Pak, Leha bisa duduk di sebelah sini" Leha tidak enak mengganggu mereka yang sepertinya sedang sarapan.
"Leha sudah sarapan?"
"Leha bawa bekal Om" ucapnya mengeluarkan beberapa kotak plastik dari paper bag yang ia tenteng.
Berisi nasi uduk komplit yang terlihat menggiurkan.
"Om mau?"
"Boleh"
"Pak Yasir, mau?"
"Tidak nona, terima kasih, saya sudah kenyang" ucap Yasir.
"Ini nasi uduk?"
"Om benar, ini nasi uduk,"
"Wah saya suka makanan dengan santan, tapi harus sadar diri kalau mau makan sudah uzur" ucapnya lesu.
"Tenang Om, saya buatnya menggunakan krim rendah lemak dan minyak kelapa, dan semua sudah diukur oleh ahlinya, jadi bisa dikonsumsi oleh mereka yang menghindari santan" ucap Leha lancar.
Harlan mengunyah nasi juga telur balado yang ada di dalam.tempat makannya.
__ADS_1
"Ini enak, santannya terasa sekali, tapi tidak eneg" Harlan kembali menyuapkan nasinya.
Kling!
Pesan dari Sari, nomor klien Leha,
"Om, Leha permisi dulu ya, mau ketemu dengan orang"
"Iya, silahkan"
Leha sudah merapikan sarapannya. Dan mendial nomor yang Sari beri. Panggilan tersambung.
"Selamat Pagi saya perwakilan Katering Sehat."
"Ya, kami sudah didalam,"
"Saya juga" Leha mengedarkan pandangan dan matanya bertatapan dengan Yasir.
"Emm … Pak Yasir?"
"Leha?"
Mereka tertawa. Leha kembali masuk dan mendekati meja Harlan dan Yasir.
"Jadi Katering Sehat itu kamu?" Harlan terkekeh. "Iya Om"
"Pantas saja kamu begitu percaya diri saat mempromosikannya, ini salah satu produk milikmu?" Kotak hampir habis, Harlan sodorkan pada Leha.
"Iya Om, oh iya Pak Yasir ini tester untuk bapak, sengaja Leha bawa"
"Terima kasih Nona"
"Jadi cendol itu?"
"Itu resep Leha, Om bagaimana enak kan, itu Leha pake gula aren dan cendol yang kita cari waktu itu."
"Kalau begitu Om akan langsung saja, Om mau membeli resep cendol milikmu, dan resep minuman lain yang ada di Katering Sehat."
"Rencananya Om akan membuat gerai boba nusantara. Menggunakan minuman ala nusantara dan dipadukan boba."
"Bagaimana? Apa kamu berminat menjualnya pada kami?"
"Saya tertarik Om tapi apa saya bisa menggunakan resep saya itu pada Katering Sehat"
"Tentu saja bisa, kalian masih bisa menggunakannya. Karena kita beli di Katering Sehat itu punya original Katering Sehat."
"Oh baiklah, Leha mau Om,"
"Ini berkas yang bisa kamu pelajari dulu, tentang gerai saya, besok, jika kamu setuju dengan kerjasamanya, kita langsung tanda tangan kontrak"
"Baik" Leha menarik amplop coklatnya. Dan membuka membaca sekilas. Membuka lembar demi lembar, ia sangat ingin menjadi bagian dari minuman ini.
"Saya juga nanti akan meminta bantuan kamu untuk meracik resep khusus untuk Buba Nusantara, apa kamu berminta?"
"Tentu Om, Leha bisa" tanpa pikir.
"Kalau begitu kita jumpa besok, ini kartu mana Om"
Leha melebarkan senyumannya. Ia tak menyangka sari hanya iseng membangun Katering Sehat. Hatinya bergemuruh hebat, rasa bahagia membuncang tubuhnya. Senyuman terus tertarik ke atas. Ia tak sabar dengan esok hari. Apa yang menunggunya disana.
Tbc.
__ADS_1