Taipan Qatar Si Pencuri Hati

Taipan Qatar Si Pencuri Hati
Bab 73


__ADS_3

Tunggu dihotel, abang cuma sebentar


Itu tulisan Isak di note yang suaminya itu tinggalkan. Setelah satu hari tidak kembali dan tidak bisa dihubungi.


Leha harus pulang. Ia harus menyiapkan sampel untuk dibagikan pada karyawan BoNus. Untuk penilaian.


Ia meninggalkan kamar dengan memberi pesan ke resepsionisnya.


"Ya Sar?"


"Leha! Lu kemana? Lu lupa sampel 300 biji!" Omel Sari.


"Ya maap, kangen sama mas suamik, jadi kebablasan" cengirnya tak bersalah.


"Hiliw, uuk qudah! Yauda kapan lu balik, lu tinggal intruksiin ke gue, nanti gue sama Mpok Jana buatin"


"Uluuh baeknya besti akoh enih, gua balik ini lagi di jalan" ucap Leha.


"Baguslah, jadi gue bisa bantuin Haikal nguruus peliharaan Abah" lirih Sari.


"Heleh modus lu keliatan! Sok rajin lu, padahal mau pacaran" cibir Leha.


"Tau aje lu, pan lu udah dapet noh Bang Isak ya sekarang giliran gue lah" ucapnya tak tahu diri. Selama ini Sari telah mendekati Haikal. Namun si laki itu lempeng aja tampangnya, seperti tak tergoda dengannya.


Membuat Sari menjadi lebih penasaran. Dan bertekad mendapatkan Haikal.


Mereka dengan cepat mengemas, sampel 300 buah, dan membawanya ke kantor BoNus. Pas menjelang makan siang. Leha juga membuka stand.


Ia mengabari Isak dan suaminya itu akan membantu. Namun belum.juga terlihat batang hidungnya.


"Ini silahkan dan isi kuesionernya dan nanti masukan di kotak besar disana, terima kasih ya" ucap Leha yang memberikan sampelnya pada salah seorang karyawan.


"Silahkan, isi yang ini dan masukkan ke kotak ya" Sari mengeluarkan kuesioner dan memberikan pada karyawan BoNus.


"Saya mau" Sari menatap lelaki didepannya,  ia tak bisa berpaling, lelaki tampan dengan mata keabuan. Kulit kecoklatan dengan rambut hitamnya.


"I-iya, in-ini, nanti-nanti kita boleh kenalan?" Sari mengulurkan tangannya.


"Heh!" Tegur Leha. Leha menepis tangan Sari. Daru hanya tersenyum manis melihat itu Sari semakin terbengong.


"Pak Daru, ini ya nanti diisi dan masukkan dalam kotak itu,"

__ADS_1


"Antriannya mengular ya, banyak yang ingin coba, saya kesana dulu ya" Daru bersikap formal, membuat Leha aneh.


"Siapa itu Ha, lu kagak pernah ngenalin?"


"Hilih ntu liat Haikal ngeliatin elu noh," Sari tidak mengindahkan ucapan Leha lebih memilih memandangi Daru.


"Daru dan Sari, udelah cocok" Sari memandang Daru dengan mata berbinar-binar.


"Dari mane cocok!" Haikal sudah duduk menggantikan Leha yang sedang menjemput Isak di lobby.


"Lha elu ngapa dimari, sono jaga kotaknya" Sari tidak ingin diganggu.


"Leha nyuru gua dimari,"


Sari berdecak. "Udah sono balik ke kotak amal noh, ntu Leha udah kemari" Sari mendorong Haikal kembali ke tempatnya.


"Kenapa lu dorong-dorong Haikal? Bukannua seneng ditemenin sama gebetan?" Leha sudah kembali ketempatnya dengan Isak dalam gandengannya.


"Ganti gebetan gua, Pak Daru lebih moncer, Tolong melihat kondisi, disini ada jomlo ngenes setidaknya toleransinya, mohon pengertiannya"


"Kerjain Yang" bisik Isak pada Leha.


Isak yang iseng melepaskan pegangan tangannya dan meraih pinggang Leha, dan merengkuhnya.


"Kamu itu lho suka banget jahil sama Sari." Leha menegur dengan mencubit hidung bangir Isak.


"Lagian temanmu itu lucu yang, biar dia biarkan kita berduan, nyari pacar biar nggak minta pengetian terus ke kita" lagi Isak semakin tergelak. Leha ikut tertawa renyah.


Ponsel Isak berbunyi, namun Isak tidak ingin mengangkatnya, dibiarkan saja ponselnya itu. 


"Kenapa nggak diangkat?" Tanyanya.


"Biarin aja" jawab singkat Isak.


Kembali ponsel Isak berbunyi. Dan sekali lagi lelaki itu mengabaikannya. Leha melirik suaminya itu. Terlihat wajahnya yang datar namun tampan.


Rasanya ia ingin sekali melahap bibir merah suaminya itu, Leha mengenyahkan pikiran me sumnya.


Ia melemparkan pandangannya pada Sari yang menaik-naikkan alisnya. Si bestie tahu pikiran Leha. 


"Kenapa temanmu itu, matanya sakit?" Isak menatap Sari yang masih mengedipkan matanya dan mengangkat dua jempol dan digoyang-goyangkan.

__ADS_1


"Biasa kelebihan gula" ucap Leha dengan mengepalkan tinjuannya pada Sari. Ia mengancam. Lalu Sari melengos dan saat itu ia baru ingat ada malaikat yang sedang memperhatikannya.


Raut wajahnya seketika memerah. Malu. SE.KA.LI. sekarang gilirannya yang diejek oleh Leha.


Dan yang membuat wajahnya semakin merah suara tawa Daru menyenangkan kupingnya. Sari tidak tahu jika di sudut dekat kotak kuesioner ada yang memandang dengan mengatupkan rahangnya keras.


***


Leha membereskan perlengkapan kuesionernya. Kembali ponsel Isak berdering. Isak menjauh dari Leha untuk mengangkat ponselnya.


Lalu kembali ke dekat Leha yang memasukkan lembaran kuesioner pada tas kain. Sari dan Haikal sudah lebih dulu pulang.


"Kamu sudah selesai? Aku akan mengantarmu ya, tapi aku nggak bisa mampir" ucap Isak mereka menuju ke tempat parkiran mobilnya.


"Kenapa? Padahal aku juga buat selendang mayang buat kamu" ucap Leha protes, ia ingin sayang-sayangan dengan suaminya.


"Maaf ya yang, ini mendesak," Isak meraih kepala Leha dan mengecupnya. Leha menghembuskan nafas kasar. Keheningan melingkupi keduanya dalam mobil.


"Aku nggak turun ya" ucap Isak.


"Bentar." Leha keluar dari mobil Isak masuk kerumah. Lalu keluar dengan kantong kain besar.


"Ini, bekal. Nanti abang makan ya, Leha nggak mau abang sakit" ucap Leha masuk kedalam mobil. Perhatian Leha menghangatkan hatinya. Ia mengelus kepala Leha sayang.


"Iya, makasih ya sayang" kecupan bertubi Isak layangkan. Bibir mereka menaut, perlahan tapi pasti semakin dalam. Hingga ponsel Isak kembali berdering.


Decakan Isak. Dengan jengkel Isak mengangkat, "Ada apa Ta?" Ucap Isak lembut.


"Kapan kesini Lewi, malam ini temani aku lagi" suara mendayu itu terdengar telinga Leha. Dengan menghembus nafas berat. "Iya aku kesana" terdengar sorak kegirangan dari wanita itu.


"Aku pergi dulu ya, kamu istirahat, jangan capek" ucap Isak. Leha hanya mengangguk dan turun, ia melihat mobil Isak menghilang di tikungan.


"Ta? Bita? Temani aku lagi? Bang Isak dan Bita?" Pikiran negatifnya berkeliaran, mengapa Isak tidak memberitahu dirinya, kalau lelaki itu berhubungan dengan Bita, mengapa Bita minta ditemani oleh Isak? Kemana suaminya?


Tidak! Leha tidak bisa membiarkan pikiran negatifnya berkembang sesuka hati. Mereka akan menikah, ia tidak boleh menyimpulkan. Buang semua ragumu Leha!


"Sudah! Ayo kita kerja" Leha mengangkat tas kain berisi kuesioner yang akan ia rekap dan presentasikan dua hari lagi. Ini pekerjaan terakhirnya sebelum cuti resepsi.


Dan saat presentasi dua hari lagi. Harlan akan datang. Ia pun ingin menghadiri resepsinya.


"Semangat Leha! Kumpulkan pundi-pundi biar bisa beli pulau!" Leha menyemangati dirinya sendiri.

__ADS_1


"Shut! Berisik hei kau begundal wanita!" Teriak Sari dari jendela rumah.


Tbc.


__ADS_2