Taipan Qatar Si Pencuri Hati

Taipan Qatar Si Pencuri Hati
Bab 75


__ADS_3

"Aku tahu aku masih menjadi penguasa disini, jadi mari kita mulai semua dari awal?" 


Bita membalik tubuh Isak menghadap padanya dan menunjuk dada lelaki itu. Matanya mengerling dengan binaran yang membuat tatapan Isak tertancap disana.


Di tempatnya Leha mengeratkan kepalan tangannya tanpa permisi lelehan air jatuh dari matanya. Melihat reaksi Isak dengan gestur selalu menolak, namun berbeda dengan matanya.


Matanya menggambarkan rindu yang mendalam, rindu akan mereka. Dan kenyataan itu yang air mata Leha mengalir. Apa ini waktunya melepas? 


 


"Otakmu mungkin butuh istirahat, lebih baik kamu berbaring" ucap Isak tenang.


"Nggak aku serius, kembali padaku, Lewi! Aku tahu kamu masih mencintaiku, dan kamu tidak mencintai Leha" ucap Bita penuh percaya diri. Melihat tubuh Isak yang menegang.


"Jangan gila kamu! Aku menyayanginya, dan akan menikah dengannya" mendengar itu tidak membuat Leha yang berada di balik pintu senang.


"Kamu tahu Lewi, sayang saja tidak cukup, aku tahu cintamu masih untukku," Mata Isak menatap nyalang mata indah di depannya itu, yang menjadi salah satu alasannya jatuh cinta pada Bita. Binaran dengan kepercayaan diri itu membiusnya.


"Aku benar bukan?" Isak tidak menjawab, Ia mengalihkan pandangannya jauh. Lelaki itu memunggungi Bita. Ada takut yang dirambatinya. Ia tidak mau dibuat bimbang. Keputusannya menikahi Leha tidak boleh goyah.


Leha dapat melihat keraguan dalam wajah dingin seorang Isak. Ia mempertahankannya untuk menjaga dirinya bukan karena komitmennya dengan Leha. Hati Leha mencelus dengan hanya melihat itu.


Baik, tanpa menjelaskan lelaki itu seperti buku terbuka bagi Leha. Leha telah memiliki jawaban dari semuanya.


"Jangan tinggalkan aku, aku tidak apa kau menikah kau menikah dengan Leha, aku siap menjadi yang kedua, tapi jangan tinggalkan aku."


"Aku tahu dihatimu masih ada aku, aku cintamu, kamu bilang, tetap begini, aku tak apa, yang penting kau disampingku" Bita memeluk punggung Isak. Sengaja Bita mengatakan itu. Ia tahu dari debaran jantung Isak saat berdekatan dengannya.


"Aku tahu jantung ini milikku, ia masih berdetak kencang menyerukan namaku disana" ucapnya, matanya berbinar mengelus punggung Isak.

__ADS_1


Bita menggulir matanya ke pintu. Ia melihat Leha disana,menguping dirinya, ini bagus, agar wanita itu tahu siapa yang ada di hati Isak.


"Aku akan tetap disisimu, aku akan didekatmu …"


Sudah hatinya hancur tidak lagi bisa disatukan. Bukan lagi retak, tapi lebur, Leha akan membantu Isak, jika lelaki itu tidak meragu, maka ia akan menentukan pilihan, agar tidak membebani Isak. Lehab memilih mundur.


Membuang nafas ia menghapus air mata pada wajahnya dengan kasar. Leha melangkah panjang. Meninggalkan kedua orang didalam sana.


Binaran kemenangan dengan adanya senyum lebar tercetak di bibir Bita, melihat kearah pintu ia tak menemukan sosok Leha yang menguping. 


"Aku dan Bunda juga Nalen akan mendukungmu, tapi hanya sebatas teman tidak lebih, ini bukan berdetak untukmu, ini berdetak untuknya. Terima kasih Bi, buat aku sadar aku nggak bisa kehilangan Leha." Isak melepaskan rengkuhan Bita.


"Maaf aku harus pergi, sehat dan datanglah ke resepsiku, malam ini Nalen akan menjagamu" Isak berlari dengan binar bahagia yang melingkupi lelaki itu.


Bita menghapus air matanya, tatapannya dingin. Menatap punggung Isak.


"Ya aku datang jika resepsinya tidak batal" ia melangkah menuju ranjang. Memakan apel dengan seringaian di wajahnya. Ponselnya bergetar. Ia tahu siapa yang menghubunginya.


"Kami memang akan ada disampingmu tapi jika kamu tidak tahu diri, jangan salahkan, kalau aku akan bertindak tanpa perasaan" Nalen mendudukkan dirinya. Ia beranjak mendekati Bita.


"Oh kau tidak tidur, apa tadi tidak punya hati? Bukannya sedari dulu kamu memang tidak punya hati?" Bita menyeringai dingin pada Nalen. Lelaki itu tahu jika Bita memiliki sesuatu yang disembunyikan. Sesuatu yang tidak baik.


"Aku peringatkan jangan berulah pada pernikahan Bang Isak atau aku akan bongkar segala kelakuan aslimu" bisik Nalen dengan tatapan mengancam.


"Kau tahu siapa kami bukan?" Kembali menatap lurus wajah Bita, 


"Istirahatlah, aku ingin membeli kopi sebentar"


Nalen menepuk kepala Bita yang menatapnya sinis. Bagaimanapun mereka dulu sangat akrab hingga Nalen mengetahui rahasia Bita, Dulu pun ia lebih mendekatkan Bita pada kakak sulungnya, ia pikir Isak bisa menjaga Bita. Tapi Bita terlanjur masuk terlalu dalam.

__ADS_1


Nalen keluar dari kamar Bita. Wanita itu mengeram. Tak lagi ia rasakan sakit paska operasi.


Is menatap punggung itu. Ia tidak bisa lagi mengandalkan keluarga Ibrahim. Dan tadi Bita hanya iseng. Tak mau melihat melihat kebahagiaan orang lain saat dirinya sendiri hancur. Egois dan kejam. Ponselnya berdering. 


"Bagaimana kau mau mengambil tawaranku, dan kamu bisa dapatkan malam denganku" Tawa renyah namun dingin terdengar dari seberang.


"Tawaran yang tidak menggugah! Apa kau pikir aku akan ikut dalam permainanmu?"


"Ayolah Naga, aku tahu kau terobsesi denganku, dan itu harga yang setimpal dengan apa yang aku tawarkan" suara dingin Bita mendesis.


"Dasar Ja lang! Kau kira hanya dengan itu aku akan tergiur? Tentu tidak sayang, aku memang terobsesi denganmu, dan untuk mendapatkan 1000 dirimu pun aku mampu"


"Dan kalau aku mau, aku tidak segan akan tetap mengejarmu, namun ini apa? Kamu yang menghubungiku lebih dahulu, Murahan" kembali tawa Naga tergelak dengan umpatan menyakitkan, harusnya, tapi Bita telah mati rasa.


"Siaal kau! Lantas apa maumu, untuk tawaranku?" Bita menyerah. Ia tidak bisa mengulur waktu. Ia ingin segera membalaskan dendamnya. Membalaskan kehilangan anaknya. Juga kehancuran yang di buat oleh Zain pada hidupnya.


"Aku mau hidupmu, jual hidupmu padaku!" Suara desisan penuh ancaman.


"Deal!" Tanpa berpikir. Bita mengambil semua kesempatan untuk membalaskan sakit hatinya.


"Aku suka dengan kelugasan, Deal Sayang, mulai hari ini nyawamu milikku!" Ucap Naga dari seberang,


"Nanti akan ada yang menjemputmu, kau akan dinyatakan hilang, dan tidak ada lagi Bita didunia ini. Kau akan menjadi orang baru,"


Ini memang kesempatan bagus, ia tidak bisa membesarkan anaknya dengan keadaan seperti ini, anaknya harus tumbuh di keluarga yang banyak kasih sayang didalamnya.


Keluarga Lewi.


Ia sudah menjual jiwanya pada Iblis bernama Naga, dan ia akan menyusul menjadi iblis karenanya. Tidak tahu bagaimana masa depan. Ia ingin bertemu dengan sang anak sekali saja. Itu doanya sebelum berubah menjadi iblis kejam.

__ADS_1


Dan keesokan harinya Bita menghilang bak ditelan bumi. Meninggalkan Onaldo. Keluarga Ibrahim tidak dapat menemukannya.


Tbc.


__ADS_2