
"Saya terima nikah dan kawinnya Sholeha Badrun binti Hamid Badrun dengan mas kawin dan seperangkat alat sholat dibayar tunai"
"Bagaimana para saksi?"
"SAH!"
"SAH!"
Leha keluar dengan menggunakan pakaian yang sama namun dandanan dibuat berbeda, jika siang tadi tampak manis dengan gaya korean look makeup no make up, kalau saat ini wajah Leha disulap menjadi makeup no makeup, barat style. Bibirnya di buat berwarna nude dengan mata yang dipertajam.
Dua gaya make up yang membuat panglingi.
"Sony aku bayar double plus bonus-bonus, kamu stay disini ya beb"
"Aku sih siap aja beb, lagian disini aku kenyang tanpa khawatir naik beratku, aku nggak tahu lho beb kamu owner Katering Sehat, aku terima endorse lho"
Sony mempromosikan dirinya. Tadi saat ia akan mendandani Leha. Suguhannya terlihat mewah. Katering yang sehat dan sedang viral di kalangan selebritis.
"Siap mas Sony"
"Iiih jangan panggil mas ah, aku nanti keluar lakik ya, panggil Beb aja atau Say, lebih gimana gitu"
"Ah iya say, tenang aku kirimi kamu besok"
"Ih seneng deh aku kalau customernya begindang, bisa nyambi, maklum mau nyaingi dek cipung, punya tabungan MMan, Oke deh, kamu siap beb? Ini ijab ya aku kasih kamu servis spesial" ucap Sony.
Dan benar lagi-lagi, Isak dibuat takjub dengan kecantikan Leha. Leha kini telah resmi menjadi Istri Isak.
"Gimana jantung sehat?" Bisik Leha, tadi Isak bercerita padanya saat berada di mobil dan akan berangkat menuju rumahnya, lelaki itu sangat gugup. Selalu menatap kaca, selalu merapikan pakaiannya.
"Senang"
"Baik, silakan pertukaran cincin." Pak penghulu, masuk ke sesi selanjutnya.
Isak melingkarkan cincin di jari Leha, cincin milik keluarga Nami yang memang khusus akan diturunkan pada menantu pertamanya, atau istri Isak. Dan cincin yang Isak gunakan adalah cincin pasangan dari cincin yang ia berikan pada Leha saat di hotel.
Nami menatap anaknya itu penuh selidik, sesuatu yang amat janggal saat anaknya itu sudah memiliki cincin.
"Ini bukan cincin bekas kan Bang?" Tanya Nami pada Isak. Ia tak mau jika cincin ini Isak beli untuk orang lain dan dikenakan pada Leha. Nami tak suka. Dulu saja ia sengat menjaga Leha, setelah tahu Leha anak dari sahabatnya, semakin sayang itu melimpah ruah.
"Bukan, ini memang cincin abang beli sendiri, pasangannya ada sama Leha kok" ucapnya menyakinkan sang Bunda yang tetap menatapnya curiga sebelum ijab berlangsung.
"Bener ya, Bunda itu sayang banget sama Leha dan nggak mau kamu nyakitin dia" peringatan Nami untuknya, ia berasa bertemu mertua saja.
"Iya"
Kembali ke saat ini,
"Suami, kamu ganteng" ucap Leha mengedip genit.
"Kamu juga cantik, istri"
"Ciee ikutan nih" Leha menyenggol pelan bahi Isak.
"Ehem, mempelai perempuan salim ke mempelai laki-lakinya ya, tahan dulu, tunggu malam ya pasangan mempelai" ucap penghulu Jafar.
Isak berdehem, membersihkan tenggorokannya. Rona merah jambu menjalar di pipi Isak. Kok malah dia yang malu, Leha menjabat dan mencium tangan Isak.
"Woah mpok gercep ye" ucap Perdi.
"Hush bocah diem lu!" Bisik Leha masih mencium tangan Isak ia menunggu instruksi selanjutnya. Perdi duduk dengan mulut menggerutu disampingnya, semua terkekeh.
"Saatnya si mempelai lelaki mencium istrinya" Isak mengecup kening Leha dan membacakan sebuah doa. Yang Leha tak mengerti.
Prosesi ijab sangat cepat. Tapi mereka masih tidak bisa tinggal serumah. Menunggu setelah resepsi. Resepsi digelar tiga bulan lagi.
***
Leha kembali pada rutinitasnya. Sudah tiga hari sejak ia menjadi istri. Ia ada rapat dengan tim BoNus. Ia akan memberikan sampel resep baru. Coconut flan minuman yang terinspirasi dari selendang mayang.
Leha masih saja menatap cincin dengan permata putih mungil yang cantik. Leha duduk di ruangan rapat ia menata segala keperluannya. Lalu duduk menunggu yang lain. Sambil terus menatap cincin mungil di kedua jari manisnya.
Senyum cantik merekah. Dering ponsel.masih tetap lagu Winning Dance Neymar, menggema. Seseorang yang mendengar alunan lagu itu, semakin semangat memasuki ruang rapat. Ia tahu gadis pujaannya sudah berada disana.
__ADS_1
"Nanti aku jemput yang, kamu di kantor BoNus kan?"
Sejak mereka menjadi pasangan resmi di agama dan negara. Isak memanggil Sayang pada Leha. Awalnya Leha merasa canggung dan tidak biasa. Tapi lambat laun ia menerima, apalagi Isak yang sangat manja dengannya.
"Iyaa, eh aku bawa motor"
Seseorang itu membuka pintunya, ia masuk dan menyapa Leha menatap pintu yang terbuka, hanya menggerakkan kepalanya untuk menyapa. Ternyata Leha sedang sibuk menelpon.
"Yang, Aku jemput, biar nanti motor mu dibawa supirku" jawab Isak.
"Eh tapi kita kan nggak bo—"
"Halah! Biarin aja, pokoknya kita ketemu, kamu nggak rindu?"
"Rindu"
"Makanya ketemu, tiga hari nggak ketemu" manja Isak pada istrinya.
"Iya jemput, aku tunggu,"
"Kamu selesai jam 4 kan yang"
"Iya,"
"Yaudah yang lancar-lancar rapatnya, sayang kamu"
"Sayang kamu juga bang" ucapnya berbisik. Leha tak tahu jika sudah lumayan banyak anggota tim BoNus berdatangan.
"Ini silahkan camilan," Leha menyodorkan beberapa piring kertas ke tengah.
"Wah mbak Leha makasih lho, aku suka banget Katering Sehat, aku langganan"
"Sama-sama, oh iya bagaimana masakan hari ini?"
"Mantap aku, suka soalnya kau suka pedes dan bisa request pedas. Bestlah" ucap Nila salah satu tim BoNus.
"Mumpung kita bahas makanan, gimana sama resep baru mu, Leha?"
"Pak Andi saya sudah menyiapkan satu menu es, terinspirasi dari es Selendang mayang, saya Beri naman Coconut slayer"
"Ini butiran boba yang dibuat dari bahan selendang mayang dan kita tambah dengan santan kelapa, juga gula aren." Daru menatap takjub Leha dengan percaya diri menambah kecantikannya. Atau hanya perasaannya saja. Jika Leha semakin cantik. Daru menggelengkan kepalanya. Leha sudah memiliki Isak.
"Lalu aku juga punya alternatif bobanya, karena ini selendang mayang biar ringkes aku cari pacar cina yang berbentuk pipih untuk menggantikan bobanya, seperti yang kalian lihat." Leha meletakkan berbagai bentuk boba yang ia buat.
"Nah untuk itu saya sudah membuatnya untuk kalian" ia mengeluarkan gelas kecil seperti gelas juice yang sering dibagi di pesawat. Seorang mendapat tiga.
"Silahkan dicoba dan tulis pendapat anda di kertas. Juga pertanyaan yang akan diajukan, Untuk base liquid nya sama"
Rapat sangat lancar, banyak yang menyukainya. Dan mereka mencoba dan membuat penilaian lebih ke banyak orang. Jadi seminggu lagi Leha harus membuat tiga sampel yang sama dan dibagikan ke 100 audien. Seperti tadi di ruang rapat.
Daru menghampiri Leha namun terlambat wanita itu segera menyongsong seseorang yang menjemputnya. Daru kembali diingatkan jika orang yang ia kagumi memiliki pasangan.
"Sayang"
Isak berjalan di lobby santai. Para pegawai tidak tahu jika Isak adalah keponakan Harlan.
"Ayo, kamu cepat sekali"
"Aku sudah menunggumu 15 menitan. Mana kunci motormu" Leha menyerahkan kunci motor Leha.
Ia menyerahkan ke supirnya. Dan menyuruhnya untuk pulang dengan motor. Ia akan membawa Leha kerumahnya.
"Kita mau kemana?"
"Kerumahku"
"Ke rumah Bunda, aku juga kangen sekalian mau nyobain sampel baru minuman di Katering Sehat"
"Nggak, kerumah kita" bisik Isak.
"Ke rumah kita" Isak tidak lagi menjawab lelaki itu hanya tersenyum lebar tanpa menjelaskan apapun.
"Issh Bang jangan bikin penasaran" rajuknya manja.
__ADS_1
"Sebentar lagi kamu juga tahu, tunggu yang sabar" tawanya renyah. Leha merengut. Ia tidak suka penasaran.
Mereka memasuki sebuah perumahan, yang dijaga tiga satpam disana.
"Sayang ambil kresek putih itu semuanya, lalu berikan pada pak satpamnya" Leha mengangguk.
Leha melepaskan sabuk pengaman dan menjulurkan tubuhnya ke belakang. Tubuh bagian bawahnya berada tepat di samping Isak. Lelaki itu ingin sekali meraihnya dan ah tahan kau lelaki mungil! Isak memperingatkan dirinya.
"Ini Pak,"
Leha mengulurkan tangan ke para Satpam.
"Makasih Neng, Oh Pak Isak, Malam pak terima kasih."
"Sama-sama, Kenalkan pak dia Istri saya," ucap Isak dari kursinya.
"Oh Bu Isak, terima kasih Bu"
"Sama-sama Pak"
"Pak Saya masuk ya" Pamit Isak, saat Leha telah duduk kembali di kursinya.
"Iya Pak, Terima Kasih, selamat malam, selamat beristirahat" Ucap salah satu Satpam paruh baya, yang terlihat ramah.
Isak melajukan kendaraannya, terlihat banyak tetangganya juga sudah kembali ke rumahnya, banyak mobil terparkir dalam garasi masing-masing rumah. Mobil Isak berhenti di salah satu rumah dan memarkirkan mobilnya di dalam.
"Jangan dibuka dulu" ucap Isak yang langsung keluar dan membukakan pintu untuk Leha.
"Selamat datang di rumah istriku" ucapnya manis. Bagaimana Leha tidak melambung. Tetapi wanita itu bisa mengontrol rona pipinya.
"Dasar gombal"
Isak mengiring Leha menuju pintu depan. Membukanya. Leha melihat ruangan dengan kaca besar memantul dirinya. Lalu melipir masuk kedalam. Ada ruang keluarga, ada sofa besar ditengah, televisi, lalu menengok kekiri ada sebuah dapur tanpa sekat. Didapur itu island panjang dengan granit krem, dengan laci dan lemari dari kayu.
Leha memperhatikan semua alat yang ada di dapurnya. Lengkap. Leha menyentuh salah satu alat pembuat kopi.
"Kamu suka" ucap Isak yang memeluknya dari belakang. Leha tentu tersentak. Hidung lelaki itu menempel pada tengkuk Leha.
"Bang! jangan ngagetin," protes Leha.
Isak mengangkat Leha dan mendudukan wanita itu diatas island. "Hish, turunin ah, aku masih mau liat-liat, bener, ini rumah kita?" Tanya Leha dengan mata berbinar.
"Iya kalau kamu suka. Aku masih ada stok yang lain kalau kamu mau liat,"
"Terus kenapa milih disini?"
"Dekat BoNus" Leha menangkup wajah Isak yang dan memberinya bertubi kecupan. Hatinya membuncang, hangat perhatian kecil yang Leha sukai.
"Kangen abang"
Tak lama mereka menyatukan bibir. Awalnya hanya ciuman manis, yang lama-lama berubah menuntut. Isak memperdalam, rasa rindu yang teramat sangat. Ia ingin melahap Leha hidup-hidup. Leha tak kalah beringas. Ja lang pada dirinya bersorak kegirangan.
Ia merasa berubah me sum setelah ditiduri pertama kali oleh Isak. Pikiran dan bayangan Isak yang berada di atasnya selalu memutar otaknya. Bagaimana lelaki itu mengerang, tersenyum menggodanya.
Nakal dan menggemaskan. Isak mengangkat tubuh Leha. Leha dengan sigap mengalungkan kakinya dipinggang Isak tanpa melepas ciuman mereka.
Isak melangkah menaiki tangga dengan Leha digendongannya. Tangannya Leha masuk, mengelus perut yang tercetak indah berkat olahraga rutin.
Geraman Isak membuat Leha basah dibawah. Isak menyusuri garis rahang Leha, mengecup dan mengulum kuping Leha, dan erangan tertahan hampir lolos dari bibir Leha yang mulai membengkak.
Hasrat dan gairah merayap bersamaan. Rasa panas menjalari tubuh keduannya. Tangan lelaki itu menyusup di punggung Leha mencari kaitan brra wanita itu dan dengan mudah dilepaskan.
Sekali tarikan braa Leha melayang entah kemana. Kaos Leha yang tipis membuat bongkahan padat dan kenyal itu tercetak menggoda.
Isak menendang salah satu pintu, dengan gerakan cepat ia meletakkan Leha di atas ranjang.
Isak berdiri ia melihat Leha yang terbaring dengan rambut terburai. Nafas yang menggebu, membuat dadanya turun naik, sangat menggoda, matanya sayu berkabut.
"Cepat"
"Dasar penggoda" ucapnya yang hilang tertelan dalam ciuman panas mereka.
Sekarang mereka bercinta dengan halal. Tenggelam dalam gairah yang menyesatkan. Namun banyak orang suka. Surga dunia mereka bilang dan Leha maupun Isak menyetujuinya.
__ADS_1
Tbc.