Taipan Qatar Si Pencuri Hati

Taipan Qatar Si Pencuri Hati
Bab 27


__ADS_3

"Hmnn … "


Leha melenguh. Tubuhnya tak bisa digerakkan. Ada sesuatu yang menindihnya. Matanya menyipit, dahinya mengernyit. Ia menjajaki sekelilingnya.


Langit-langit kamar yang tak familiar. Ruangan remang dengan selimut putih tebal. Ia menyibak selimutnya. Dan menemukan rambut  seseorang bergelung dipelukannya.


Leha tersentak, namun ia tak bisa mundur, ada sesuatu yang berat menahan pinggangnya.


Disorientasi membuat Leha terdiam. Otaknya berdeja. Lama.


"Yoloh … yoloh … yoloh … ganteng nian ciptaanmu ini Tuhaaann …"


Dan saat tersadar Leha menemukan wajah menawan dalam pelukannya. Senyuman lebar tercetak pada wajah Leha. Ia merengkuh kepala yang memeluknya itu. Ternyata semalam ia tak bermimpi, Isak menggendong dirinya.


Membayangkan jika mereka seperti pasangan sungguhan maka pemandangan ini yang akan Leha dapatkan setiap membuka mata. Tentu saja ia tidak menolak.


"Macam malaikat jatuh ke kasur ini mah"


Tangan Leha mengelus rambut lembut milik Isak. Dan membuat lelaki itu lebih menempel pada dadanya.


"Sayang bangun" Bisiknya sepelan mungkin.


Kembali Leha terkekeh dengan kelakuan konyolnya, Ia akan melakukan hal itu setiap paginya.


"Emang rada-rada gue ini ya! Halunya keterlaluan."


Leha mengecup kepala Isak. Leha tak pungkiri jika rasa yang ia miliki pada Isak tak hilang. Hanya tersimpan di sudut ruang hatinya. Kini rasa itu seperti menyeruak dan memberi efek menyenangkan.


"Bentar Taaa … "


Gumam Isak yang kembali menarik Leha lebih dekat, lalu menyurukkan kepalanya melekat pada bongkahan kenyal berukuran lumayan milik Leha.


"Ehkk…!"


Hidung lelaki itu ia goyangkan disela benda kenyal milik Leha itu, hembusan hangat nafas Isak membuat Leha bergidik. Geli. Ia melipat bibirnya, nafasnya tertahan.


Gelenyar aneh menjalari tubuhnya. Semakin lama membuat dirinya panas dingin. Leha meremas sprei.


"Ba-bapak bangun" Desis lirih Leha.


 


Berusaha bersuara yang terdengar serak. Bukannya bangun, kepala lelaki itu kembali mendekat pada benda kenyal hangat dan harum itu.


Leha merasakan kegelian dari bibir Isak yang mulai bergerak, mengecupi sela benda kenyal kembar miliknya. Leha menahan diri.  Menggigit bibirnya keras agar tak mende sah.


Leha tak bisa diam, ia merasakan letupan-letupan kecil pada tubuh bawahnya,


Ini tak bisa dibiarkan! Batinnya.


"BAPAK BANGUN!"


BRUK!


"Aw!"


ia menjauh, mendorong tubuh yang mengukungnya, nyatanya tenaganya terlalu kuat hingga Isak terkejut dan terjatuh dari ranjang.


Leha berlari masuk dalam kamar mandi.


Isak menggosok sikunya yang terantuk lantai. Nyeri. Ia masih di awang-awang tak mengerti dengan situasinya saat ini.


Memperhatikan dengan heran, Leha yang berlari dan membanting pintu kamar mandinya.


Ada apa dengan wanita itu! Pikir Isak.


"BAPAAAAAKKK!!!"

__ADS_1


Teriakkan Leha kencang dari kamar mandinya. Isak yang setengah sadar, beranjak. Leha keluar dengan bersungut. Mendekati Isak yang masih linglung menggosok tulang siku yang terantuk lantai.


"Apa?"


"APA?!" Pekik wanita itu kencang.


"Lihat ini!"


Leha membuka tiga kancing kemejanya dan memperlihatkan gundukan kembar miliknya yang lumayan besar itu.


"Ini … ini … ini … masa sampai ungu sih! Bapak ngapain Leha?"


Isak yang baru mengumpulkan sisa-sisa kesadaran diberi pemandangan yang luar biasa hanya bisa terdiam dengan mata terfokus pada gundukan putih mulus yang mengintip itu.


"Bapak fokus!"


"Ini fokus"


lsak melebarkan kedua matanya dan menatap lekat-lekat gundukan kembar Leha.


"Bukan fokus sama ini, tapi sama yang ini-INI! Ini semuanya bapak yang bikin!"


"BAPAK HARUS TANGGUNG JAWAB, TITIK!"


Wanita itu bersungut memperlihatkan bekas keunguan yang banyak di sekitar sela gunung kembarnya. Ia tak menyadari kapan bercak itu Isak buat.


Jangan bilang, tadi saat … ah sudahlah!


Leha kembali membuka kemejanya. Isak menatap tajam. Isak tak bisa mengendalikan kedua netranya untuk tidak menatap gunung kembar yang indah itu.


"Oke"


"Hah?!"


Leha melonggo.


"Iya"


"Pake apa?"


"Apa?"


"Tanggung jawabnya?"


"Kamu maunya apa?"


"Lamar Leha"


"Oke"


"Nikahin Leha"


"Oke"


"Hah?!"


Wanita itu tak percaya, ia menempelkan telapaknya pada jidat Isak. Tidak panas.


"Bapak Sehat?"


"Sehat walafiat"


Isak menatap lurus pada duo kembar. Leha mengikuti arah mata Isak dan dengan cepat menutup akses masa depannya.


"Bapak, omes otaknya!"


"Kamu yang pamerin ke saya"

__ADS_1


"Mana ada?? Leha cuma liatin —"


"Tuh, kamu mau liatin ke saya, Yaudah sini mana? liatin lagi"


"Hah?"


Dan berkali Leha dibuat terdiam, mulutnya menganga, ia heran dengan reaksi Isak. Isak berdiri di depan Leha dengan melipat tangannya didada. Seperti menantang wanita itu untuk memperlihatkan asetnya pada lelaki itu.


Enak aje, hubungannya aje pura-pura yak kan masa minta jatah, iyak, jatah lihat maksudnye, Ndak sudi gueh bwaaang …


Tapi dia udah nonton dan menjamah nyemek- nyemek pake congornya pan …


gue lengah! Nggak bakal lagi-lagi dah!


Halah ngibul kagak percaya!


Tapi aneh pan yak kenapa tiba-tiba … 


Apa … 


Dirinya ini memiliki ajian pengasih dan penyayang pada … aset masa depannya?


Dan laki ntu kepelet?


Bah! Jangan gile lu!


Batinnya sedang berjibaku melawan antara ke-haluan dan kenyataan yang membuatnya bingung.


Isak berpikir tak apalah jika harus menikah dengan Leha. Ia lelah dengan semua kencan buta yang Nami siapkan untuknya, 


Lagipula keluarganya menyukai wanita itu terlebih ibu dan Sara. Walau belum ada rasa pada wanita itu, Isak tak terganggu jika Leha berada didekatnya. Itu mengapa ia meng-oke-kan perkataan Leha.


Tapi Isak hanya bisa merencanakan. Ia tak mengira jika setelahnya, ia akan bertemu seseorang yang akan mengecohnya dirinya dengan rasa dan ingatan masa lalu.


***


Katanya  mau nikahin tapi lelaki itu  masih melakukan kencan buta dan semakin padat saja. Ini untuk ketiga kalinya, selama seharian ini. Leha dipanggil oleh Isak.


Leha menyeruput minuman dingin miliknya. Ia menunggu tanda yang akan Isak berikan padanya.


Timnya, Tim penggagal kencan buta tak ikut untuk kali ini. Leha akan menyamar menjadi calon istri Isak yang sebentar lagi akan dinikahi oleh lelaki itu. Ini skenario yang Leha siapkan.


Ia melihat jam menunjukan pukul delapan lewat dan tidak ada pesan masuk dari Isak.


Leha berinisiatif untuk menghampiri Isak. Ielaki itu sudah mengirim lokasi keberadaannya. Beranjak, Leha menuruni eskalator. Ia menuju restoran yang tampak nyaman dan tidak terlalu sepi.


Mencari. ia melihat diujung ruangan dengan pencahayaan yang temaram juga musik jazz mengalun membuat pelanggan betah berlama-lama, hanya sekedar duduk ngopi.


Isak tampak tertawa bahagia dengan wanita yang berada di seberangnya. Mereka saling melempar senyuman satu dengan yang lain.


Ia mengambil kursi tak jauh dari pasangan itu, dan Leha duduk membelakangi tempat Isak. Harusnya ia menghubungi lelaki itu terlebih dahulu.


Leha mengirim pesan, ia mengintip, Isak tak menggubris pesannya. Kembali Leha meneror Isak dengan puluhan pesannya.


Dan akhirnya lelaki itu membalas dengan menyuruh Leha pulang.


Leha mengintip, wanita yang ada di depan Isak memiliki wajah yang mungil dengan mata kucingnya. Rambut panjang halus. Dan bibir penuh.


Sungguh tipe wanita cantik, lembut dan anggun. Bahkan Isak terlihat sangat berbeda, dari senyuman yang mengembang lebar juga cara lelaki itu memperlakukan wanita itu.


Sangat sopan, ramah dan peka. Memperhatikan lebih lama lagi membuat hati Leha tercubit. Mungkin ia terlalu berharap lebih dari kedekatannya dengan Isak. Juga dari ucapan lelaki itu sebelumnya.


Isak dan wanita itu meninggalkan kursinya, mereka melewati Leha, Leha bersembunyi, menutupi dirinya dengan buku menu, tak lama ia mengambil tasnya dan melangkah pergi, mengikuti pasangan itu, Menatap punggung keduanya yang masuk kedalam mobil yang sama.


Leha terdiam pada tempatnya. Seolah kenyataan menjatuhkannya ke dasar untuk membuatnya tersadar. Leha tersenyum getir. Ia meninggalkan restoran. 


"Nyonya kapal oleng" ucap seorang dengan pakaian serba hitam berbicara pada ponselnya, ia mengawasi Leha. Sosok hitam itu berada tak jauh dari Leha.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2