Taipan Qatar Si Pencuri Hati

Taipan Qatar Si Pencuri Hati
Bab 23


__ADS_3

Leha terdiam di kursi penumpang. Tidak ada percakapan diantara mereka. Leha melirik Isak.


Apa tadi kata lelaki ini, Bunda membuat banyak kencan buta buat Isak dikarenakan kecewa pada dirinya dan Isak putus?


"Kamu pakai parfum apa ini?"


"Pusing pak"


"Dapat ide darimana kamu itu! baunya sangat menyengat! Kamu beli dimana ini? dia menempel pada bibir saya!" Omel Isak.


Isak mengelap bibirnya berkali-kali tapi tetap saja rasa wangi aneh itu tak mau hilang.


"Ini minyak rambut jadul pak! Urang aring, banyak di warung" ucap Leha.


"Bapak mau bawa Leha kemana?"


"Uhugh … "


"Kamu mau apa?"


Isak melirik Leha, wajah wanita itu pucat dengan mulut yang menggelembung menahan sesuatu.


"Mual pak"


"Tunggu! apartemen saya dekat, tahan Leha!"


Dengan perjuangan Isak mengemudi. Mengancam segala rupa agar Leha tidak muntah di mobilnya.


Ia melaju bak kilat. Berjalan zig zag memotong kiri kanan jalan. Entah berapa kali klaksonnya berbunyi. Isak merasa ngeri. Mereka sampai di lobby apartemen.


"Ini kunci mobil saya! Bawa ke bengkel, cuci sampai bersih!"


Isak melemparkan kunci mobilnya pada valet di lobby apartemen. Lalu cepat membopong Leha yang akan muntah.


Valet itu masuk kedalam mobil, semerbak wangi menghampiri hidungnya, ia mendadak kaku. Ia tahu wangi menyengat ini. Bulu kuduk si valet meremang.


Terpikir olehnya jika Isak yang seorang CEO bekerja sama dengan kubu kiri alias syaiton. Si valet meneguk salivanya susah payah.


Ia menyalakan mobil dan merasakan hembusan angin dingin di tengkuknya. Si valet melompat dari bangkunya. Ia bergidik, 


"Maaf mbah! Saya cuma mau mencuci saja, mohon izin mbah! Disuruh sama yang punya mobil mbah!"


Ia merapal dengan menangkupkan kedua tangannya, gemetaran. Ia lupa, jika ada ac yang menempel pada belakang kepala, bagian atas.


Si valet mendadak bodoh karena rasa takutnya pada wangi minyak rambut urang-aring jadul milik Leha.


***

__ADS_1


 


Tunggu, tahan, jangan dulu, kata-kata itu yang terus Isak katakan pada Leha. Ia menyeret Leha masuk ke apartemennya. Ia melempar gadis itu ke kamar mandi.


"Sekalian kau mandi, hapus semua dandananmu, dan keramas hingga tak lagi ada wangi itu di tempatku!"


Isak menyiapkan handuk juga pakaian ganti untuk Leha. Ia mengambil pakaian Sara.


"Baju gantimu ada diluar kau bisa ambil, saya mandi dikamar sebelah!"


Isak mencium dirinya sendiri. Wangi kemenyan itu menempel dimana-mana. Ia pun bergegas mandi di kamar Sara.


Leha telah segar. Ia keluar. Namun wangi kemenyan itu susah hilang. Masih tertinggal di rambutnya, Tapi ia tak bisa, jika harus kembali mandi.


Tubuhnya akan menggigil. Kulit jarinya bahkan telah keriput. Ia telah lama di dalam kamar mandi hanya untuk menghilangkan bau kemenyan pada rambutnya.


Leha mengintip. Lalu ia keluar dari kamar Isak. Ia melihat Isak berdiri didepan lemari es. Ia sedang minum air dari botol. Leha terpanah melihat gambar seksi yang selalu ada dalam film-film romansa dewasa.


Sosok lelaki dengan tubuh six pack. Setelah mandi hanya mengenakan sweatpants, shirtless, kulit kecoklatan, rambut basah yang sedikit tertutup handuk putih. Seksi.


"OH WOW!" Pekik Leha tak tahu malu.


BRUUUUH …


"Uhugh … ughug!"


Isak tersentak, lelaki itu menyemburkan air dalam mulutnya, lalu tersedak.


Leha berjalan cepat mendekati Isak. Ia menepuk-nepuk punggung Isak.


"Bapak kalau minum itu hati-hati makanya!" Ucap wanita itu tanpa salah.


"Kamu yang …ugh … berteriak mengagetkan!"


Isak dengan terbata.


"Siapa suruh bapak seseksi itu! Mau pamer otot perut ke Leha?"


"Ngarang! Itu maumu aja!"


"Kok bapak tahu, Leha pengen banget lho ngelus dari pertama ngeliat perut roti sobek punya bapak di pesawat itu."


Isak menatap penuh antisipasi. Ia sedikit memundurkan tubuhnya. Ia tak tahu kapan wanita aneh ini akan menyerangnya. 


Isak mengendus, ia masih bisa mencium bau aneh itu. Ia mengendusi dirinya, tak ada, lalu mencari dan terus mengendus.


Kepalanya berjalan mengikuti kemana hidungnya membawanya dan sampailah ia di kepala Leha. Rambut wanita itu masih berbau aneh.

__ADS_1


"Rambutmu masih bau! Kau sudah keramas?" 


"Sudah bapak! Sudah berkali-kali Leha keramasin, kalo nggak percaya, coba cek aja sono sampo di kamar mandi bapak!"


"Pasti tinggal seucrit!" Lanjutnya.


"Nggak! Nggak bisa! Kamu keramas lagi sana!"


Isak mendorong tubuh Leha kembali kemarnya. Leha meronta ia tak mau.


"Ish bapak ini udah malem, rematik nanti Leha mandi malem-malem."


"Nggak, sana! keramas lagi! Saya tidak mau rumah saya bau aneh!"


"Dingin pak! Lagipula ini sudah malam, kapan bapak antar Leha pulang?"


"Kamu menginap disini! Lagi pula saya sudah suruh valet masukan mobil saya ke bengkel, mobil saya perlu di cuci bersih!"


"Menginap?!" Mata leha melebar. Berdua dengan Isak? Affa iyaaa??


"Iya, kamar Sara kosong kau tidur disana"


Ada rasa lega juga kecewa. Kecewa? Leha menggeleng. Ia tidak berharap tidur seranjang berduakan? Tentu saja IYA!


"Tapi sebelumnya kamu keramas dulu!"


"Nggaaakkkkk … "


Isak menyeret Leha masuk ke kamar mandinya. Memasukkan Leha pada bathtube kering miliknya dan mengatur air hangat pada showernya.


"Rambutmu sini"


Leha merengut, ia tak rela. Isak mulai mengeramasi Leha dengan air hangat.


"Pak ini enak. Tahu ada air hangat Leha mandi deh lama-lama"


"Jangan!"


"Kenapa pak? Kuatir Leha rematik ya?"


Matanya dikedip-kedipkan, Cengiran Leha melebar. 


"Sok tau! Pemborosan!"


"Ugh … huaah … uhugh uhugh … bapak Leha nggak bisa nafas!"


Isak menyiram wajah Leha. Sengaja. Melihat Leha gelagapan karena air. Bibir Leha mengerucut, pipinya ikut memerah karena air panas.  Sangat lucu dan menggemaskan.

__ADS_1


"Sudah keringkan!"


Menggemaskan? Ini si banci? Si ondel-ondel aneh? Si biang urang aring? Si wanita aneh ini? Kau bilang dia menggemaskan! Benar ada yang tak beres dengan otakmu, Isak! Batin Isak.


__ADS_2