Taipan Qatar Si Pencuri Hati

Taipan Qatar Si Pencuri Hati
Bab 65


__ADS_3

Kesepakatan telah terjalin. Untuk saat ini Leha akan mencari resep minuman nusantara dan akan ia modifikasi.


Ia masuk dalam tim Boba Nusantara. Bukan hanya buka di luar negeri di Indonesia sendiri akan membuka 20 gerai awal di kota besar.


Harlan tidak akan melakukan sesuatu setengah-setengah. Ia akan menyewa para KOL untuk mengiklankan.


Juga ikut dalam bazar acara hits indonesia. Banyak yang bilang pasar indonesia itu paling gampang. Konsumen yang konsumtif dan FOMO menjadi incaran para pebisnis untuk mengiklankan produknya.


Tentunya dengan batuan para KOL. Lain dengan Harlan yang dari awal sudah memiliki rencana yang matang. Ia tidak ingin minuman ini hanya menjadi minuman yang populer di awal, ia ingin menjadi ikon indonesia.


Lain pula dengan konsep yang Katering Sehat usung. Hasil dari ingin membantu lalu, banyak peminat dan suka, menaikkan nama Katering Sehat. Belum lagi banyak teman-teman artis dari Sabrina yang juga ingin merasakan. Mereka membeli dan entah mengapa dengan sukarela mempromosikan sendiri.


Leha banjir orderan. Rasa yang Leha berikan, rasa enak yang bisa disamakan dengan makanan biasa. Bedanya hanya Leha mengatur komposisi dalam kotak makan itu berapa yang dibutuhkan tubuh.


Ya sasarannya selain ibu hamil dan lansia. Leha membuka untuk diet yang juga bekerja sama dengan pakar gizi, juga untuk orang yang suka hidup sehat dengan makan makanan yang sehat.


"Bunda" Leha masuk kerumah Isak. Nami ingin bertemu dengan Leha, karena kesibukan Leha ia jarang menengok calon mertuanya itu.


Dan pasti Nami terus merong-rong anak sulungnya cepat melamar Leha.


"Bang mantu Bunda tolong diresmikan ini, nunggu apalagi coba"


"Nanti Bun,"


"Nanti-nanti aja terus, bosen lah Bunda. Kalau kelamaan Lehanya diambil orang tahu rasa kamu" kesal Nami.


"Haloooo Om ganteng datang bawa cendol paling best!" Sosok tinggi besar masuk membawa satu panci besar.


"Om Harlan?" Leha menatap Harlan yang masih dengan dandanan eksentriknya.


"Lho Leha kok disini?"


"Iya—"


"Kalian saling kenal? Kamu kenal sama mantuku Lan?" Nami menatap iparnya itu.

__ADS_1


"Kapan Nalen menikah Kak?"


"Ih nggak sudi aku" Nalen mendekati sang paman. Ia sudah mengambil gelas plastik dan menuang cendol dalam gelasnya.


"Om gulanya mana?"


"Yasiiirrr …  mana sirup gulanyaaa …"


Terlihat si asisten membawa kardus dengan tergopoh. "Jadi kamu calonnya Isak, Leha?"


"Ya begitulah Om"


"Mana sulung?" Harlan suka sekali memanggil Isak dengan sebutan sulung.


"Kamu kok bisa kenal Leha Lan?" Nami menuangkan cendol dengan gula cair.


"Itu sirup gulanya banyak rasa, tapi paling best tetap gula aren" Harlan melihat Nami mengamati botol-botol sirup di islandnya.


"Aku membeli resep cendol dari Katering Sehat."


"Gimana Bun?"


Nami meraih racikan Leha dan mencicipinya.


"Enaknya, kok bisa beda ya sama punya bunda, padahal pake gula aren"


"Sini Leha coba, Oh ini kurang sirup nangka" jawab Leha. "Om keren banget, aku nggak kepikiran pake sirup nangka wanginya jadi lebih enak" ucap Leha memuji penemuan Harlan.


"Pesta cendol kalian? Raja cendol pasti yang bawa" Ibrahim datang dengan Isak. Mereka baru turun dari lantai atas.


"Bapak mau?" Leha menawari Isak yang mengangguk.


"Leha tunanganmu?"


"Iya Om,"

__ADS_1


"Yah padahal Om pengen banget jodohin Leha dengan Vano"


"Punya Isak Om,"


"Kata siapa punyamu Bang? Sebelum janur kuning melengkung Leha available untuk siapapun, lho bang, makanya cepet di kas8h surat" Nami mengojoki Isak untuk cepat melamar Leha. Isak akan menjawab dengan gumaman.


Sedangkan hubungan keduannya semakin lama semakin membingungkan tapi Isak merasakan kenyamanan dan tidak ingin Leha meninggalkannya.


Apa dia sudah sejatuh itu pada Leha. Sejauh ini ia pun sudah tidak sesering dulu memikirkan Bita. Kalau ditanya ia masih memikirkan Bita. Tentu saja masih.


"Pokoknya nanti kalau Leha kabur jangan nangis bang"


"Nggak akan!"


"Nggak akan apa Bang?"


"Leha nggak akan ninggalin abang, Leha cinta mati sama abang" tungkasnya percaya diri.


"Belum aja kalai bang, Leha cuma manusia biasa yang bisa aja bosan dan lelah menunggu abang yang nggak jelas." Sara ikut mengompori.


"Kamu apaan ikut aja, bocah!" Isak mengerutu kesal dengan sang adik.


"Heh! Begini-begini, udah bisa bikin bocah juga."


"Hush! Kamu ngomongnya" tegur Nami.


"Iya tuh Bun mulut Sara emang begitu, bandel" Isak mencoba mengompori sang bunda.


"Tapi bener katan Sara, Bang, kamu kalau nggak gercep siap-siap hilang Leha bang" Sara tertawa penuh kemenangan.


Iask yang terpojok meminta perlindungan Leha. "Yang, aku diserang, Yang" manjanya.


Leha hanya bisa mematung dengan tingkah manja Isak padanya. Ricuhlah suasana dengan semua yang mengejek jahil pasangan itu.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2