TAKDIR 3 ( PENANTIAN )

TAKDIR 3 ( PENANTIAN )
BAB 61 ULANG TAHUN AMARA


__ADS_3

Beberapa tahun kemudian.


Anak Ardan dan Neha berusia 5 tahun dan sudah sekolah TK, begitu juga Alano adik Daren dan Amara sudah masuk sekolah SD. Arsy dan Amara juga sudah masuk jenjang SMA kelas 3. Arsy yang memang usianya lebih muda dari Amara yaitu 17 tahun, di usia 17 tahun ia sudah kelas 3 SMA , sedangkan Amara 18 tahun dan saat ini tepat ulang tahunnya. Daren, Devan dan Alex serta Ardi dan Bella sudah memasuki perguruan tinggi.


Namun di waktu kesempatan Mereka masih berkumpul di kantin sekolah seperti saat ini. Daren, Devan dan Alex serta Bella dan Ardi mereka ada di kantin sekolah saat jam istirahat Arsy dan Amara.


“Aduh duh! Sakit Kak!" jerit Arsy saat Daren menggigit pipinya dengan gemas.


“Habisnya kamu gemesin!" Arsy kemudian menepuk lengan Daren. Arsy begitu kesal sebab Daren sudah berulangkali seperti itu.


Namun, ia juga tidak bisa lama-lama marah pada Daren. Ia tahu apa yang di lakukan Daren padanya adalah bentuk cinta dan kasih sayang terhadap dirinya.


“Ra, pacar kamu mana! Gak istirahat?" tanya Daren.


“Masih di ruang guru kayaknya.” Bella, Devan dan Alex serta Ardi saling pandang. karena selama ini hubungan Amara dan Johan sangat tertutup rapat. mungkin saat ini waktu yang tepat untuk memberitahu semua sahabatny.


“Siapa cowok kamu, Ra?” tanya Devan. Amara tersenyum pada semuanya.


“Mungkin ini saatnya aku berterus terang pada kalian semua, tapi cukup hanya kita saja yang tahu. karena jika tahu nanti masalahnya akan menghancurkan kariernya dan aku gak mau itu. Aku sama dia udah cukup lama pacaran, bukan pacaran sih lebih ke sering komunikasi,saling mengenal. dan dia terus jaga aku. Dan tentunya dia nunggu usiaku 18 tahun baru berani cium aku.” Arsy dan Daren terkekeh karena memang mereka berdua yang tahu kisah cinta Amara dan Johan, guru olahraga mereka. Dan memang Johan sangat menjaga Amara. Tidak berani mencium bibir atau bagian lain kecuali kening dan pucuk rambut.


“Tapi kayaknya juga gak bakal di cium sih,” ujar Amara lagi.


Sahabatnya yang tidak tahu hanya bisa melongo mendengarkan Cerita Amara dan penasaran siapa orang yang dimaksud.


“Iya siapa Ra pacar kamu?” tanya Alex.


“Kasih tahu sekarang gak ya? tapi kalian janji ya tutup mulut sebelum aku lulus sekolah, kalian diam.”


“Hem....” balas semuanya.


Amara kemudian melihat Johan yang baru saja keluar dari ruangan guru. Karen ruangan guru tidak jauh dari kantin. Amara terus memandangi Johan berjalan. Sahabatnya yang belum mengetahui siapa pacar Amara pun terus memperhatikan Amara Sesekali memperhatikan pandangan Amara.


“Itu pacar kamu yang belakang pak Johan?" Celetuk Bella melihat anak SMP yang berjalan di belakang Johan.


“Bukan!" balas Amara.

__ADS_1


“Hai semua. kalian Reuni?" tanya Johan saat sampai di kantin dan menghampiri meja Amara dan sahabatnya.


“Nah ini orangnya!" Seru Amara membuat Yang lainnya mengerutkan dahinya termasuk Johan.


“Jadi?” seru Bella dan kini mereka paham siapa pacar Amara.


“Ssstttt kalau kalian paham, sudah diam jangan di perjelas," balas Amara tersenyum ke arah Johan yang bingung dengan ekpresi Amara.


“Semua udah tahu kan. Jadi diam ya!" sambung Arsy.


“Kalian ini ngomongin apa?" tanya Johan lalu duduk di samping Amara kemudian mengambil alih minuman Amara.


“Gak ada Pak! Mereka hanya penasaran dan rasa penasaran itu sudah terjawab,” sambung Daren.


Devan, Alex, Bella, Ardi hanya melongo, apa lagi melihat Amara menggunakannya bahasa isyarat pada Johan, karena minumannya di minum.


Johan kemudian berdiri dan berjalan untuk memesan makanan dan minuman di ikuti Amara di belakangnya.


“Kamu mau apa?” tanya Johan


“Ini, Selamat ulang tahun ya.” Amara tersenyum lalu mengambil jus tersebut dari tangan Johan.


“Terima kasih, pak!" Amara tersenyum.


“Hm.”


Amara kemudian kembali lebih dulu berkumpul bersama yang lainnya sedangkan Johan bergabung dengan rekan guru lainnya yang tidak ada Bara. Mereka berdua memang seperti itu bertahun-tahun agar di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah tidak ada yang curiga. Johan dan Amara tidak pernah berduaan. Jika ingin bertemu di luar sekolah pasti mengajak Daren dan Arsy terkadang Martin dan Bryan juga ikut.


Saat duduk Johan kemudian mengirimkan pesan pada Amara. Karena ingin memberikan kejutan ulang tahun untuknya.


“Sayang, Nanti malam aku mau mengajak kamu ke suatu tempat, ajak keluarga kamu, ya!”


‘TING’ bunyi ponsel Amara. Amara pun tersenyum saat melihat layar ponselnya.


“Iya, Nanti aku ajak Papa dan Mama dan juga Kak Daren. Apa opa perlu ikut?” balas Amara.

__ADS_1


“Boleh, asal jangan satu keluarga besar kamu dulu ya. Tempatnya terbatas, Ada kejutan untuk kamu.”


“Baiklah, Nanti kabari lagi ya.” Amara tersenyum senang kearah Johan begitu juga dengan Johan.


Devan tersenyum melihat Amara begitu bahagia dan tersenyum lepas. Kini ia tahu siapa laki-laki yang begitu di cintai wanita yang akan terus ada di dalam hatinya.


“Dav, Balik yuk! kita ada kuliah siang!" ajak Bella meraih jemari Devan.


“Ya udah ayo! Alex , Ardi Ayo!" ajak Devan.


Mereka semua berdiri Daren seperti biasa memeluk pujaan hatinya lebih dulu dan menciumi pipinya.


“Kakak!" cicit Arsy menepuk punggung Daren. Daren hanya terkekeh sambil meninggalkan kantin. Namun, sebelumnya mereka berpamitan pada guru-guru lainnya yang masih di kantin.


Saat berada di mobil Devan melihat Bella penuh arti, ia juga baru sadar hanya Bella yang selalu mencintainya.


“Kamu kenapa Dev?” Devan mengusap pipinya lalu perlahan mengecup bibirnya.


“Terima kasih ya, Dari SMA kamu sudah selalu setia bersamaku."


“Tuhan ... aku pikir apa. Karena aku cinta kamu Devan sayang. Walau Alex berulang kali menggodaku tapi aku tetap cinta kamu.” Devan tertawa kecil lalu mencium punggung tangan Bella.


“Gak usah di gubris si Alex, dia memang playboy.”


“Saking playboynya gak ada satupun cewek yang mau. Malah Ardi yang kemarin jadian sama Maba." Keduanya terkekeh mengingat tingkah Ardi dan Alex.


Devan kemudian menyalakan mobilnya dan keluar dari area sekolah di ikuti Daren yang masih setia menggunakan motor begitu juga Ardi dan Alex.


Sementara itu Amara dan Arsy menuju kelasnya. Amara menceritakan jika Johan ingin memberikannya kejutan.


“Nanti malam kamu ikut ya Ar.”


“Gak usah di ajak pun, Kakak kamu itu pasti ajak aku buat acara keluarga kamu. Tahu kan Daren Garmond itu bucin sama aku dari aku ingusan.” keduanya tertawa mengingat Daren begitu mencintai Arsy sedari dulu.


***

__ADS_1


maaf ya baru update. lagi fokus di sebelah dulu.


__ADS_2