Takdir Sang Putri

Takdir Sang Putri
Eps.10 Kekacauan


__ADS_3

Cie yang masih setia


.


.


.


🧩🧩🧩🧩🧩


3 Bulan kemudian__________


Tak terasa Lili sudah berada di dimensi ini selama 3 bulan, di kehidupannya kali ini membuat Lili sangat bosan sehingga merindukan dunianya yang dulu.


"Ah bosan! Mau melakukan apa ya, biar tidak bosan Jia?" tanya Lili karena terlalu bosan "Oh iya!! kan ada kolam teratai bagaimana kalo aku tidur di atas daun lebar bunga teratai itu, seru juga itu "batin Lili.


Lili langsung pergi ke kolam teratai, sesampainya di sana, bersiap siaplah Lili melompat ke daun teratai yg lebar itu kemudian tiduran di atas daun itu(Sungguh kurang kerjaan sekali, kau ini Lili).



...ANGGAP AJA LAGI TIDURAN!!!...


Jia dan pelayan di sana teriak histeris, karena melihat kelakuan Putri mereka itu, tetapi tidak di hiraukan oleh Lili.


Jia yang terlalu panik akhirnya melaporkannya kepada 4 pangeran, "Hormat saya pada 4 pangeran" ucap Jia dengan gelisah, kebetulan 4 pangeran itu membahas perang yg ada di perbatasan utara. Pangeran Hui hanya berdehem.


"Pangeran pu...putri Lili pangeran" ucap Jia semakin panik.


"Iya ada apa dengan Lili?" ucap Jun dengan santai, "Itu putri ke kolam teratai lalu..." ucap Jia yang membuat ke 4 pangeran itu heran dan agak kesal, "Lantas wajar kan kalo Li jie di kolam teratai " ucap Shi kesal dengan pernyataan Jia yang terpotong-potong "Tapi pangeran, putri lompat dan tidur di atas daun teratai itu" ucap Jia sekali nafas, membuat pangeran-pangeran itu terkejut "HAH" ucap Xiu tidak percaya.

__ADS_1


Tak lama mereka ke kolam teratai untuk mengecek kebenaran yg di beri Jia. Alih alih ke 4 pangeran itu di buat terkejut sambil menganga melihat tingkah saudarinya itu,


"Hei li mei! mengapa kamu di sana? cepat ke sini!" perintah Xiu kepada Lili.


Lili yang mendengar suara saudaranya itu akhirnya terbangun, "Ayolah!! gege tidak seru sekali, tidur di sini sangatlah menyenangkan" rengek Lili membuat pipi pangeran dan semua bawahan mereka merah karena wajah Lili sangat imut.


"Iya tapi bukan gini juga caranya li mei" bujuk Jun kembali kepada Lili, "Huh pokoknya tidak mau, aku mau di sini !!kalau kalian melarang ku, aku tidak mau bicara sama kalian lagi" ucap lili sambil mengancam, "Li mei jangan seperti itu ya" bujuk Hui.


Karena Hui tau betapa keras kepalanya Lili kalo dia ingin sesuatu, "Kalo kamu tetep seperti ini, gege panggilkan bunda Mau kamu?!"ancam Hui.


"Hu hu hu Hui gege jahat tidak memperbolehkan aku main, padahal aku cuma mau duduk di sini hu hu hu" ucap Lili sambil berpura pura menangis, karena Lili tau 4 saudaranya tidak tahan kalo Lili sudah menangis, "Baik-baik gege, tidak akan memanggil bunda jadi kamu turun ya!!" bujuk Hui sekali lagi.


Karena sudah sebel, Lili langsung turun dan pergi tapi bukan ke arah kamarnya melainkan keluar istana sambil melompati dinding istana.


"Aduh gimana ini gege li jie marah?" tanya Shi bingung sambil mengacak-acak rambutnya, "Terpaksa kita harus lapor ke ayahanda" jawab Hiu mengambil tindakan. Mereka berempat pergi ke paviliun naga untuk bertemu Kaisar Li setelah mereka masuk, kebetulan Ada ibunda mereka.


"Gege bagaimana ini, ada ibunda nanti kalau di beri tau dia khawatir?" bisik Xiu, "Kita harus ambil resiko, kalo tidak nanti Lili takutnya celaka" jawab Hui kepada Xiu sambil berbisik.


.


.


.


Di Hutan Mata Air Pelangi_________


Ada seorang gadis yang tidur di dalam pelukan seekor harimau putih bersayap, wajah cantik, hembusan angin membuat rambut panjang hitamnya berterbangan, dan terdengar suara air yang mengalir tenang, sosok gadis itu Lili, setelah dia kesal Ia pergi ke Hutan Mata Air Pelangi dan menyuruh Alex dan Rey keluar.


Lili menyuruh Alex berubah ke wujud harimau nya agar dia bisa tidur, saat Lili menyenderkan kepalanya di bulu halus Alex, Alex langsung mendekap Lili agar tidak kedinginan.

__ADS_1


Cukup lama Lili tertidur dan akhirnya bangun, "Ayo kita kembali sepertinya aku membuat seluruh istana kacau balau" ucap lili, karena ia melihat dari mata Dewa nya, tak lama Alex dan Rey masuk kembali ke dalam dimensi Lili dan Lili kembali ke istana saat ingin masuk, Lili mengendap-endap seperti pencuri "Tunggu kan ini rumahku, ngapain aku kayak maling?! gobloknya aku" batin Lili sambil memukul jidatnya.


Setelah berhasil dan ingin membuka pintu kamarnya, Lili merasa bulu kuduknya merinding. Setelah melihat ke belakang dia terkejut sampai jatuh ke lantai, "He he he, Eh!! ada saudara-saudaraku yang paling tampan" ucap ku sambil tertawa canggung.


Ya mereka adalah 4 pangeran yang sedang marah dan khawatir karena Lili hilang tanpa jejak. Kemudian Pangeran Hui menjewer telinga Lili dan membawanya ke kediaman ayahandanya, "Aduh aduh gege sakit, aku janji gak lakuin hal itu lagi" rintihan Lili menahan sakit, "Tidak ada, kamu harus di hukum karena hilang tanpa kabar" ucap Xui. Setelah sampai di ke kediaman naga, Hui melepaskan tangannya yg menjewer Lili, "Untung tidak lepas telinga cantikku ini" gerutu lili.


Setelah menerima amarah dari ke 4 saudaranya, Ia merasakan hawa yang lebih menyeramkan dari pada saudaranya.


Lili menelan ludahnya dengan susah "Aduh matilah aku, pasti ini ayahanda. Matilah aku kena omel nih alamat dah!!" batinku lalu menoleh ke belakang, dan diam seperti patung karena di belakangnya ternyata ayahanda Lili sangat marah besar.


"Dari mana kamu putri Lili?"tanya Kaisar dengan dingin, " Itu habis pergi jalan-jalan" ucap Lili dengan gugup, "Jalan-jalan ke mana?" tanya Kaisar Li, "Itu habis dari pasar" bohong Lili, "Tidak usah bohong, ayah sudah mencari mu ke pasar tapi tidak ada, darimana kamu?" Tanya Kaisar Li sekali lagi, "Abis sudah riwayatku " batin Lili sambil keringat dingin, "Itu aku ketiduran di atas pohon, dekat hutan mata air pelangi" bohong Lili sekali lagi, "Mana mungkin aku bilang tidur di dalam hutan Mata air Pelangi, bersama penjaga hutan itu bisa-bisa orang yang mendengarnya pingsan" batin Lili.


"Benarkah?" tanya kaisar Li untuk memastikan, karena ia tidak memeriksa di Hutan Mata Air Pelangi, "Iya iya, benar!! aku tidak bohong, aku memang tidur di atas pohon, saat bangun aku langsung pulang ke istana" ucap Lili dengan serius.


"Lantas mengapa kamu pergi dari istana? apa kamu tau bunda mu mengkhawatirkan mu dan pingsan" ucap Kaisar Li dengan nada agak marah.


"Maafkan aku ayah, habisnya aku hanya ingin tiduran di daun teratai di kolam teratai, tidak di perbolehkan oleh gege dan adik" ucap Lili dengan sedih.


"Lili bukannya tidak boleh tetapi gege mu dan adik mu hanya mengkhawatirkan mu saja" ucap Kaisar Li memberi pengertian, "Iya aku salah, aku tidak akan melakukan hal itu lagi" ucap Lili.


Karena kalo lili tetep ngotot bisa-bisa acara ceramahnya sampek tengah malam. Setelah kerusuhan yang di buat Lili. Semua orang kembali ke kediaman mereka, sebelum itu Lili pergi ke Paviliun Phoenix untuk meminta maaf ke ibundanya dan Ia langsung kembali ke kediamannya.


Makasih yang masih terus ikut novel ku ini, jangan lupa tinggalkan jejak ya!!!


Seperti share, like, komen dan jangan lupa juga Vote nya!!!


...****************...


...----------------...

__ADS_1


Salam dari Author❤❤❤


__ADS_2